bertemunya gadis tomboy yang memiliki paras yang cantik dan ketua OSIS dingin yang menjadi idola di sekolahnya yang tidak sengaja yang membuat sang ketos merasakan jatuh cinta kembali
gadis yang mempunyai paras yang sama dengan mantan kekasih yang lama telah pergi membuat sang ketos tak ingin melepaskannya lagi, bagaimanakah sang ketos untuk menaklukkan hati sang gadis dengan sikap dinginnya ?? akankah sang gadis akan menjadi miliknya atau sebaliknya ??
ayo jangan sampai ketinggalan dengan kisah cinta sang Arga ketua OSIS dingin dengan Aleandra gadis tomboy berparas cantik jelita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miftahul Ilmiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepergian Alexandra Kheyla permadi Mahendra
"Oooh itu, jadi kak aku itu sebenarnya 4 bersaudara yang pertama Abang aku namanya Gilang sekarang Abang bantuin papa di perusahaan, terus aku mempunyai saudari 3 yang wajah kita sama semua hingga mama ngak bisa bedain nya , sejak lahir kita selalu bersama di kamar yang sama semua serba sama tapi tidak ketika usia kita beranjak 6 tahun adik kembar ku ke tiga ALEXA KHAYLA QIANDRA MAHENDRA di minta sama nenek aku yang di Jepang karena nenek sudah tidak punya siapa-siapa lagi anak nenek aku cuma 1 mama aku dan ikut papa aku untuk ke Indonesia dan menetap disini, nenek aku tidak mau ikut mama di Indonesia makanya adik aku KHAYLA di minta sama nenek, dan tak lama saat nenek meminta KHAYLA Om adim dari papa aku Andra Permana permadi dan Tante ines ayudia Permadi selama 10 tahun penantian akhirnya Tante aku hamil tapi saat usia kandungannya Tante ines ke 7 bulan Tante ines keguguran dan itu membuat Tante ines sangat frustasi dan tidak mau keluar dari kamar hingga papa dan mama kasian kepada Tante ines dan akhirnya papa dan mama aku menyerahkan adik kembar aku yang kedua ALEANDRA KHEYLA PERMADI MAHENDRA untuk di asuh sama Tante ines dan om Andra , sejak itu aku tidak pernah bertemu lagi dengan Kheyla tapi kalo KHAYLA setia dia libur sekolah dia selalu pulang ke Indonesia bersama nenek,. sekarang pun aku tidak tahu dimana tempat tinggal Kheyla, aku dan KHAYLA sangat merindukan nya , aku dan KHAYLA pernah mencoba mencari keberadaan Kheyla tapi itu semua percuma tidak membutuhkan hasil, ucap Aleandra dan meneteskan air matanya,
" apa mama dan papa kamu juga tahu Lea " tanya Arga
" ya mama papa juga tahu, mereka sangat kecewa dengan sikap om dan Tante, mama juga ingin sekali ketemu dengan Kheyla, tapi ngomong-ngomong kakak kenal sama Kheyla ??! tanya Lea
" iya aku kenal Lea bahkan aku dekat sekali sama Kheyla " ucap Arga
" kakak serius ??
" iya lea, "jawab singkat Arga
" kak bisa ketemuin aku sama Kheyla kak ?? tanya Aleandra yang masih meneteskan air matanya
" bisa Lea, tapi apa kamu siap dengan keadaan Kheyla sekarang ?? ucap arga
" memang Kheyla kenapa kak ?? ucap Aleandra sedikit hawatir
" kalau begitu biar kamu aku antar ke tempat Kheyla sekarang, tapi kamu harus sabar dan yang kuat !" ucap Arga
" maksud kakak apa bilang gitu kak !" ucap Aleandra yang semakin hawatir mendengar kabar dari adik kembarnya itu,
tak lama mobil Andra berhenti di sebuah pemakaman umum di Jakarta yang tak jauh dari tempat tinggal Arga, Aleandra semakin binggung di buat Arga pasalnya Arga hanya diam ketika Alea bertanya kenapa di bawah ke makam hingga akhirnya Aleandra dan Arga sampai pada sebuah batu nisan yang bertuliskan sebuah nama ALEXANDRA KHEYLA PERMADI MAHENDRA yang tak lain adalah adik kembar Aleandra, Aleandra yang melihat itu seketika langsung terjatuh di hadapan makam khey dan menangis tak terhenti,
" ALEXANDRA KHEYLA PERMADI MAHENDRA, ngak .. itu ngak mungkin kamu dek , kak ... kak Arga kakak bercanda kan itu bukan makam Kheyla " tanya Aleandra dengan mata yang di penuhi butir air mata yang membasahi wajah cantik Aleandra,
" kamu harus kuat lea, " ucap Arga dengan memeluk tubuh Aleandra
" kheyla kamu ngak boleh ninggalin kakak Kheyla, hiks . . .hiks . . hiks " Aleandra yang melepaskan pelukan Arga dan kembali memeluk makam sang Kheyla
" Kheyla . . . dulu kamu janji sama kakak jika nanti kamu akan datang kembali sama kakak dan kita akan bersama-sama lagi Kheyla . . . hiks. . .hiks . . hiks
" Lea kamu harus kuat menghadapi ini semua Lea, ini sudah takdir dari Tuhan" ucap Arga
" kheylaaaaaaa ....... hiks . . hiks...hiks " teriak Aleandra yang membuatnya menangis histeris dan akhirnya Arga pun mengendong Aleandra kembali kedalam mobil dan mengantarkan Aleandra pulang,
kediaman Mahendra
sebuah mobil sport berwarna merah berhenti tepat di depan pos penjagaan kediaman Mahendra, Arga pun turun dari mobil dan meminta scurity agar pagarnya di buka karena Arga mengantarkan nona muda di kediaman Mahendra,
" Sore mang " sapa Arga pada mang Asep
" Iya sore den, mau nyari siapa ya Aden ini ??! tanya mang Asep
" ngak nyari siapa-siapa mang, aku temannya Aleandra aku kesini nganterin Aleandra pulang mang, " ucap Arga ramah,
" oh, iya den mamang bukain ya gerbangnya" ucap mang Asep
" iya mang, terimakasih ya " ucap Arga
lalu argapun berhenti di depan rumah Aleandra dan Arga pun kembali mengendong Aleandra untuk masuk ke rumah,
ningnung....ningnung ... ningnung
bel rumah kediaman Mahendra yang di buka oleh maid ,
" loh .. non Lea kenapa den ?? tanya maid
"tanya nya nanti saja ya bik, tolong bibik tunjukkan kamar Lea dimana bik ??! tanya Arga
" iya den, Aden ikuti bibik aja " ucap maid
" iya Bik"
" ini den kamar non Lea" ucap maid yang membuka kamar Aleandra dan Arga masuk menaruh tubuh Aleandra di atas tempat tidurnya,
" bik bisa bibik telfone mama dan papa Aleandra ??! soalnya ada sesuatu yang penting mau saya sampaikan " ucap Arga pada sang maid
" iya den"
" Oia satu lagi, boleh saya minta air hangat sama 1 maid untuk Menganti baju Aleandra " ucap Arga
" iya den, tunggu sebentar ya " yang di jawab sang maid dan berlalu menuju dapur
Dapur
" eh salsa, tolong kamu bawa air hangat ke kamar nona Lea sama tolong kamu ganti bajunya non Lea ya , ucap kepala maid
" iya bik " ucap salsa lalu bik Mira memencet tombol telpon rumah untuk menghubungi Dirga dan clarisa
" Halo tu...tuan non .... non ....nona Lea tuan " ucap bik Mira bergetar
" iya bik Lea kenapa ??! tanya Dirga pada bik Mira
" non Lea .... non Lea menangis histeris tuan sekarang ada di rumah, " ucap bik Mira sambil meneteskan air matanya
" iya bik saya segera pulang bik bersama Gilang dan istri saya " ucap Dirga dengan gemetar lalu Dirga segera menghubungi putra tertuanya dan istrinya
kamar Aleandra
seorang maid yang sedang Menganti pakaian Aleandra dengan piyama , tak lama salsa pun keluar dari kamar Aleandra selesai Menganti pakaian Aleandra
"den udah selesai" ucap salsa kepada Arga yang berada di depan kamar Lea
" iya , terimakasih" ucap Arga dengan senyum ramahnya, lalu Arga kembali masuk ke kamar Aleandra untuk menyeka wajah,tangan,dan kaki Aleandra dengan air hangat,
" Lea maafkan aku udah membuat mu menjadi sedih kembali dengan kabar Kheyla , aku juga tidak menyangka jika kamu menjadi semakin histeris seperti ini lea " ucap Arga
sebuah mobil hitam mewah berhenti di depan rumah Mahendra dan keluarlah 3 orang penghuni rumah yaitu
Clarisa,Dirga dan Gilang mereka masuk rumah dengan tergesa-gesa
" salsa dimana Lea sekarang a?? ucap Clarisa terbata-bata bercampur menangis
" iya nyonya, nona sekarang ada di kamar dengan bin Mira dan seorang temannya " ucap salsa ,lalu Clarisa menuju kamar Aleandra, sesampainya di kamar Aleandra Clarisa langsung memeluk tubuh Aleandra yang masih tak sadarkan diri,
" Lea... kenapa kamu sayang ?? ucap Clarisa yang terus menangis melihat Aleandra yang tak sadarkan diri
" sebenarnya ada apa ini dengan Lea ?? kenapa dia bisa seperti ini " tanya Dirga dan Gilang kepada Arga
" lebih baik kita bicarakan ini di luar saja kak, " ucap Arga
" ya sudah kalau begitu kita ke ruang tamu " ucap Gilang
sesampainya di ruang tamu akhirnya Arga menjelaskan kejadian yang terjadi pada Aleandra,
" sebenarnya tadi berencana mengantarkan pulang Aleandra kak saat di dalam mobil aku bertanya tentang ALEXANDRA KHEYLA PERMADI MAHENDRA pada Aleandra " ucap Arga
" apa ?? maksud kamu Kheyla ?? adik kbar dari Lea ?? ucap Gilang
" apa kamu tahu keberadaan Kheyla "?? tanya Dirga dengan muka tegangnya
" ya om saya tahu, jadi sebenarnya tepat 3 tahun yang lalu kheyla,om Andra dan Tante ines mengalami kecelakaan yang mengakibatkan mereka meninggal dunia saat perjalanan ke rumah sakit, lalu " ucap Arga
" apa ?? Andra Kheyla dan ines sudah meninggal ?? " ucap Dirga yang kaget mendengar berita kematian anak dan adiknya yang telah tiada
" ya om jadi tadi Lea saya kasih tahu tempat peristirahatan Kheyla dan disana Lea sangat histeris melihat makam Kheyla dan Lea tidak menerima kepergian Kheyla ,hingga akhirnya Lea jatuh pingsan dan saya bawa pulang om," jelas Arga
" apa ?? kheyla sudah meninggal ??! ucap Clara yang baru datang dan duduk di sebelah Dirga
" kamu yang sabar ma ini sudah takdir dari Tuhan" ucap Dirga yang mencoba menguatkan Clara ,padahal sebenarnya hati Dirga dan Gilang sangat sakit mendengar berita kepergian sang Andra,ines dan Kheyla.
" pa itu tidak benar kan pa ,Kheyla kita masih baik-baik saja kan pa hiks . . hiks ...hiks " ucap Clara yang tersedu-sedu mendengar kematian putrinya
" pa lebih baik papa bawa mama ke kamar pa biar Gilang yang bicara sama Arga " ucap Gilang
" iya Lang," yang di jawab Dirga
" jadi bagaimana kamu tahu kalau Kheyla,om Andra dan Tante ines sudah meninggal ??! tanya Gilang
" sebenarnya saya adalah teman sekolah Kheyla kak waktu SMP, sebelum Kheyla kecelakaan Kheyla bilang kalau dia besok tidak masuk sekolah tapi pada esok hari saya sekolah para guru memberi tahu jika Kheyla kecelakaan saat perjalanan menuju bandara kak, saat itu juga saya datang di pemakaman Kheyla,om Andra dan Tante ines" jawab Arga
Gilang masih tidak percaya jika adiknya telah tiada , lalu argapun segera berpamitan untuk pulang,
" kak saya permisi ya ,saya pulang dulu
soalnya sudah sore " ucap Arga
" Oia, terimakasih dek kamu sudah kasih tahu tentang Kheyla dan sudah mengantarkan Lea pulang" ucap Gilang
" iya sama-sama" ucap Arga yang berlalu menuju mobilnya dan segera pulang, di dalam perjalanan ponsel Gilang berdering tampak di layar ponsel sel sebuah panggilan bertuliskan my Daddy yang langsung di angkat oleh Arga,
" Assalamualaikum, iya pa ada apa ?? tumben telpon Arga ?? jawab arga
"Wa'alaikum salam, Arga apa kamu bisa ke bandara ?? jemput kakak kamu disana ?? jawab sang papa
" iya pa bisa, "
" Okey, thanks ya Arga "
" iya pa , assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam" jawab sang papa