NovelToon NovelToon
LANGIT Dan BUMI

LANGIT Dan BUMI

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Romansa Fantasi / Action
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Apa yang akan terjadi jika Dua dunia di pertemukan dalam sebuah keputusan penting?, dan ini terjadi pada Dua manusia yang di pertemukan secara tidak sengaja, LANGIT Wanita dengan semua kendali penuh dan kekuasaannya, sedangkan BUMI laki-laki sederhana dengan semua kelebihannya.

Yuk ikuti ceritanya, di jamin seru, menggemaskan dan juga menegangkan.

Salam Author Sinho, jangan lupa Bahagia ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Langit masih berdiri di tempatnya, menatap punggung Bumi yang perlahan menjauh dan menghilang di balik hiruk-pikuk pasar loak.

Di tengah badai hidupnya yang sedang porak-poranda, di tengah keputusasaannya mencari jalan keluar dari tuntutan ekstrim keluarganya, sebuah pemikiran gila dan nekat tiba-tiba terlintas di dalam benak Langit.

Sebuah rencana baru mulai terbentuk di kepalanya, sebuah rencana yang melibatkan pria bertato bernama Bumi itu untuk memenangkan permainan melawan pamannya dan menghancurkan Galang untuk selamanya.

Langit , CEO bertangan besi, tidak pernah menyangka bahwa hidupnya yang terstruktur rapi akan membawanya ke sebuah bengkel motor penuh oli di pinggiran Jakarta.

Keesokan harinya, tekadnya sudah bulat.

Dengan mengendarai mobil kota biasa milik sekretarisnya agar tidak memancing perhatian, Langit nekat mendatangi kembali kawasan pasar loak itu.

Namun, rencana matang yang ia susun di kepala langsung berantakan oleh realitas lapangan.

Langit yang terbiasa berjalan di atas lantai marmer mengkilap dengan sepatu hak tinggi setinggi sepuluh sentimeter harga puluhan juta itu, kini harus berjuang mati-matian melewati jalanan tanah yang becek dan penuh lubang.

"Aduh!"

Langit memekik pelan saat ujung hak sepatunya menancap sempurna ke dalam tanah gembur bekas hujan semalam.

Ia terhuyung, tangannya refleks meraih tiang kayu jemuran warga demi menjaga keseimbangan.

Malang tidak dapat ditolak, tiang itu goyang, membuat selembar celana kolonel bermotif bunga-bunga milik entah siapa jatuh tepat di atas kepala cantiknya.

Langit membeku.

Dengan dua jari, ia mengangkat kain itu dari kepalanya sambil menggerutu dalam hati, sementara beberapa anak kecil yang sedang bermain kelereng di dekatnya tertawa terpingkal-pingkal.

Sungguh adegan konyol yang tidak akan pernah dipercayai oleh dewan komisaris Dewanta group.

Setelah perjuangan yang menguras martabatnya, Langit akhirnya sampai di depan sebuah bengkel yang selalu di ingat dalam kepalanya.

Di sana, di bawah kolong sebuah motor matic yang sedang dibongkar, terlihat sepasang kaki panjang berselimut celana jin belel.

"Permisi. Apa benar ini dengan_Bumi?" suara Langit terdengar canggung.

Kaki itu bergerak. Tubuh tegap penuh tato itu bergeser keluar dari bawah motor.

Bumi bangkit berdiri, menyeka keringat di dahinya dengan lengan baju yang sudah hitam oleh oli.

Matanya yang tajam langsung mengenali wanita elegan yang kemarin sore ia lihat di gang.

Bumi mengerutkan kening, menatap kontras antara setelan blazer mahal Langit dan sepatu hak tingginya yang kini berlumuran lumpur.

"Ada perlu apa orang kota ke sini? Mau cari alamat?" tanya Bumi, suaranya berat dan terkesan dingin.

Langit menarik napas dalam-dalam, membuang semua gengsinya.

"Aku ke sini untuk mencari mu, aku ingin menawarkan sebuah kontrak pernikahan."

Bumi seketika tertegun, lalu tawa hambar keluar dari mulutnya. Ia menatap Langit dari ujung kepala hingga ujung kaki.

"Kontrak pernikahan?, mbak, sepertinya anda salah minum obat atau salah alamat, lihat saya,"

Bumi menunjuk tatonya dan bengkel kumuh di sekelilingnya.

"Kita ini beda kasta. Anda mengkilap, saya penuh oli. Jangan bercanda." Ucapnya.

Bumi berbalik, hendak kembali memegang kunci pasnya, menolak mentah-mentah ide gila itu. Namun, sebelum ia sempat membungkuk, Langit menahan lengan baju Bumi.

"Aku tidak bercanda," bisik Langit. Suaranya bergetar.

Bumi menoleh dan seketika itu juga langkahnya terkunci.

Di balik topeng angkuh wanita kaya itu, Bumi melihat sorot mata yang teramat rapuh.

Ada badai ketakutan, permohonan yang teramat sangat, dan keputusasaan yang mendalam di mata Langit.

Sorot mata seorang wanita yang sedang disudutkan oleh dunia dan tidak memiliki tempat lagi untuk bersandar.

Bumi, yang seumur hidupnya akrab dengan kerasnya penolakan, tahu persis rasa sakit di balik tatapan itu.

Bumi menghela napas panjang. Ia meletakkan kunci pasnya, tanpa berkata apa-apa, ia melangkah mendekati Langit.

Langit sempat tersentak mundur, mengira pria itu akan mengusirnya kasar. Namun, Bumi justru mengangkat tangan kanannya yang bersih dari oli.

Dengan gerakan yang sangat lembut dan tak terduga, jemari kokoh Bumi mengusap pipi kiri Langit.

Ternyata, saat insiden celana jemuran tadi, ada jelaga hitam dari tiang kayu yang menempel di wajah mulus Langit.

Bumi membersihkan noda debu itu dengan ibu jarinya tanpa diminta.

Sentuhan hangat dan perhatian kecil yang tulus itu membuat jantung Langit berdegup kencang, sesuatu yang bahkan tidak pernah ia rasakan selama bertahun-tahun bersama Galang.

"Habis kena arang di mana?" tanya Bumi pelan, matanya menatap lekat wajah Langit yang mendadak merona merah.

Bumi menurunkan tangannya lalu berdeham.

"Oke. Kita bicarakan ini di tempat lain. Di sini terlalu_"

"WOI! ITU DIA ORANGNYA!"

Kalimat Bumi terputus oleh teriakan nyaring dari ujung jalan.

Tiga preman yang kemarin dihajar Bumi datang kembali, namun kali ini mereka membawa bala bantuan.

Ada sekitar sepuluh orang berwajah garang membawa balok kayu dan rantai motor, berjalan cepat mengepung area bengkel.

"Sial, mereka bawa pasukan," umpat Bumi pelan. Ia melirik Langit yang wajahnya langsung pucat pasi.

"Mbak, bisa lari pakai sepatu aneh itu?"

"Hah? Lari?!"

"Jangan banyak tanya, ayo!"

Tanpa menunggu jawaban, Bumi langsung menyambar pergelangan tangan Langit dan menariknya berlari.

Langit menjerit kecil, namun naluri bertahan hidup membuatnya bergerak secepat mungkin.

Mengingat sepatu hak tingginya menghambat pergerakan, Langit nekat menendang lepas kedua sepatunya di tengah jalan dan berlari dengan bertelanjang kaki di atas tanah dan aspal kasar.

"Kejar mereka! Jangan sampai lolos!" teriak para preman di belakang.

Aksi kejar-kejaran seru pun terjadi di labirin gang sempit pasar loak. Bumi menarik Langit melompati tumpukan ban bekas, menyelinap di antara celah lapak pedagang sayur, dan sesekali membalikkan keranjang plastik kosong untuk menghalangi jalan para pengejar.

Napas Langit memburu, paru-parunya terasa terbakar, dan jantungnya berpacu dalam ritme yang paling ekstrem yang pernah ia alami.

Bumi membawa Langit berbelok tajam ke sebuah gang buntu yang terhubung dengan jalan raya utama tempat mobil Langit diparkir.

"Itu mobilmu?" tanya Bumi sambil menunjuk mobil kota berwarna putih.

"Iya! Kuncinya- kuncinya ada di kantong blazerku!" seru Langit terengah-engah.

Bumi membuka pintu kemudi, mendorong Langit masuk ke dalam, lalu ia sendiri dengan sigap melompat ke kursi penumpang di sampingnya.

Tepat saat para preman berhasil mencapai gang tersebut, Langit langsung menginjak pedal gas dalam-dalam.

Mobil melesat maju, meninggalkan para preman yang mengumpat di belakang karena kehilangan mangsa.

Di dalam mobil yang melaju membelah jalanan ibu kota, suasana mendadak hening.

Hanya terdengar suara napas mereka berdua yang memburu saling bersahutan.

Langit mencengkeram setir dengan erat. Rambutnya sudah berantakan, kakinya kotor dan tanpa alas, wajahnya penuh keringat.

Sungguh hari yang cukup menegangkan, kacau, dan di luar kendali.

Namun, saat Langit melirik ke arah kaca spion dan melihat pantulan dirinya, seulas senyum perlahan terbit di bibirnya. Senyuman itu berubah menjadi tawa kecil, hingga akhirnya ia tertawa lepas di dalam mobil.

Untuk pertama kalinya setelah dikhianati Galang, ditekan oleh Paman Dirga, dan memikul beban berat korporasi, Langit merasa jiwanya benar-benar lepas.

Entah kenapa, ketegangan fisik dan aksi nekat tadi justru membuatnya merasa jauh lebih hidup daripada saat ia duduk di kursi empuk ruang CEO-nya.

Bumi menoleh, menatap wanita di sampingnya yang tertawa dengan rambut acak-acakan. Senyum tipis kembali muncul di wajah keras pria bertato itu.

"Jadi," suara Bumi memecah tawa Langit. "Soal kontrak pernikahan tadi, kapan kita mulai?"

Seru ni, yuk komen jangan lupa, kasih LIKE dan HADIAH nya juga.

1
Siti Aisah
semoga mereka berdua kebablasan cinlok🤣🤣😜
Sinho: Amin, makasih komennya kak
total 1 replies
Siti Aisah
curiga deh sm bumi??? sindiran nya kenak banget 😁
Siti Aisah
lanjut aku baca maraton ni kak author soalny makin keseni makin penasaran bumi""😜
Siti Aisah
ternyata langit masih punya kakek kukira cuman punya paman satu"nya yg jahat🤭
Siti Aisah
semoga itu langit ''karena hawatir takut bumi di apa"in🤭
Siti Aisah
thor kata kumah bumi ceo menyamar deh soalnya biarpun dia bercanda kata"nya ada benernya hehe
Siti Aisah
ngelucu trus bang bumi biar langit ceria selalu😁
Siti Aisah
dasar bumi bisa aja bikin orang senyum " lanjutkan...
Siti Aisah
bumi mah bisa"nya bikin anak perawan merona dan dedekan😜
Siti Aisah
thor katakumah ya kayanya ci bumi ini pria yg punya pengaruh deh bukan tukang bengkel biasa... pasti cuman lgi menyamar🤣🤣
Siti Aisah
benerkah yang di cerita kan bumi tetang hidupnya se menyedihkan itu, atau hanya cerita karangan untuk menghibur langit supaya bisa terus tertawa dan tersenyum, hanya author yg tahu penasaran ih🤭
Siti Aisah
aku jdi ikut gila tersenyum sendiri😜lanjut thor
Siti Aisah
udah makan garam asin nya hidup ni mah bumi, jdi udah mental baja dan besi, seru thor jdi tertawa sendiri sekalian sedih🤗🥲
Siti Aisah
pokoknya langit tebayang" ga bisa bobo🤣🤣
Siti Aisah
langit 'bumi pura" menjadi nyata 😁
Siti Aisah
apa bumi adalah mafia thor bikin penasaran aja??
Siti Aisah
macho pastinya ci bumi, pokonya bumi bukan tukang bengkel biasa iyakan ...pasti ada kejutan dri author
Siti Aisah
pasti ada rahasia bumi yg di sembunyikan, bumi bukan orang biasakan thor??? mungkin asal tebak😜
Siti Aisah
wah untung bumi tidak mempersulit langit, ayo semangat langit hancurkan paman mu dan sekutunya, seperti bumi bukan montir biasa yakan thor🤗
Mundri Astuti
dah jadi beneran aja langit sama bumi, bumi ke nya bisa ngimbangin dan ngga keberatan 🤭
Sinho: makasih komennya kak😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!