NovelToon NovelToon
Jiwa Yang Terjebak.

Jiwa Yang Terjebak.

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Kontras Takdir / Romansa
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Menjalani kehidupan yang cukup sulit akibat terlilit hutang-hutang ayahnya membuat Diva terkadang ingin merasakan bagaimana enaknya menjadi orang kaya. Namun siapa sangka, suatu kejadian yang menimpanya membuat jiwa Diva terjebak dalam raga orang lain, sehingga gadis itu menyadari bahwa tidak semua orang yang terlahir kaya bisa menikmati hidupnya. Semua manusia pasti tercipta dengan sifat dan ujian yang berbeda-beda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

"Jaga batasanmu, Erin!." Suaranya masih terdengar pelan namun terkesan tegas hingga Erin sedikit gugup dibuatnya.

"Saya hanya sekedar memberi solusi saja untuk anda, tuan. Lagipula, jika anda mengajak Nyonya Calista, bisa-bisa beliau hanya akan mempermalukan anda seperti sebelum-sebelumnya."

"Aku memang sedikit jengah dengan sikap posesif istriku, tapi bukan berarti aku berkenan bila posisinya digantikan oleh orang lain, termasuk olehmu sekalipun, Erin." Tegas Elio. "Jika tidak ada kepentingan lagi, silahkan kembali ke meja kerjamu!."

"Baik, tuan." Erin mengeratkan kepalan tangannya yang menggantung di sisi tubuhnya, menahan geram atas penolakan Elio.

Erin berlalu meninggalkan ruangan pimpinan.

"Apa sih kelebihan Calista sehingga Elio masih saja bertahan bersama wanita itu." Gumam Erin. Wanita itu sampai menghentakkan kakinya ke lantai saking kesalnya. "Sudah seringkali membuat kekacauan tapi Elio masih saja mempertahankan rumah tangganya dengan wanita sia-lan itu." Erin menyungging senyum devil. "Kamu masih beruntung karena berhasil selamat dari ra-cun malam itu, tapi belum tentu kedepannya nanti keberuntungan masih berpihak padaku, Calista." lirih Erin tersenyum jahat.

*

Di kediaman Dirgantara.

"Bagaimana aku bisa kembali ke kota asalku sementara aku tidak memiliki uang sepeserpun." Diva bingung sendiri. Wanita itu lantas membuka dompet milik Calista, ada beberapa buah ATM di dalamnya. "Jika kamu mengambil uang dari ATM Calista, maka sama saja dengan mencuri karena ini bukan milikmu, Diva." Diva bergumam, seolah sedang memperingati diri sendiri bahwa semua itu adalah milik Calista dan ia sama sekali tidak berhak sedikitpun.

Diva memandang foto Calista yang terpajang di atas nakas samping tempat tidur. Setelah cukup lama memandangi foto Calista, Diva lantas bergumam. "Sepertinya dia orang baik dan aku rasa dia tidak akan marah hanya karena aku mengambil sedikit uangnya." Diva bergumam sambil menatap foto Calista. Diva memang bukan terlahir dari keluarga kaya, namun gadis itu tidak pernah mengambil sesuatu yang bukan miliknya.

Suara derit pintu yang dibuka dari arah luar di sertai dengan suara langkah kaki sontak mengalihkan perhatian Diva ke sumber suara.

"Mas Elio...."

Menyadari kedatangan Elio, Diva langsung memasukkan dompet milik Calista ke dalam laci nakas. Sikap wanita itu sudah seperti maling yang kepergok, terlihat gugup.

"Apa kamu mencari ini?." Tebak Elio. Pria itu mengangkat black card digenggaman tangannya ke udara. Diva tak memberikan respon apapun, wanita itu hanya diam saja. "Aku hanya berniat mengamankannya saat kamu tidak sadar kemarin, bukannya ingin mengambilnya kembali." Elio kemudian menyodorkan benda di genggaman tangannya pada Diva. "PIN nya masih sama, yakni tanggal pernikahan kita." Sambung Elio.

Sambil memandang Elio, Diva menerima black card tersebut. "Apa aku boleh menggunakannya?." Kali ini tentunya Diva bertanya sebagai Diva bukan sebagai Calista.

"Pertanyaan macam apa itu? Bukannya nyaris setiap hari kamu menggunakannya, lalu mengapa masih bertanya?." Salah satu alis tebal Elio nampak terangkat keatas, pertanda bingung.

Diva memilih diam saja, tak ingin sampai jawabannya nanti malah akan memancing pertanyaan lainnya dari Elio.

"Ohiya, nanti malam kita akan menghadiri acara ulang tahun tuan Tama." Elio berniat mengajak istrinya itu untuk mendampinginya.

"Memangnya aku harus ikut ya mas?. Biasanya wajah cantik Calista langsung berbinar bahagia setiap kali Elio memintanya mendampingi ke sebuah acara, namun kali ini Calista justru tidak terlihat bersemangat.

"Semua tamu undangan akan hadir bersama pasangannya masing-masing, dan aku tidak ingin menjadi bahan pergunjingan karena hadir seorang diri di sana."

"Baiklah." Pada akhirnya Diva mengiyakan ajakan Elio.

Elio meninggalkan kamar istrinya dengan perasaan bingung. Elio dapat menangkap keseriusan dari sorot wanita itu. Calista seperti enggan ikut bersamanya.

"Sebenarnya ada apa dengannya? Calista yang sekarang seperti bukan Calista yang aku kenal selama ini." Batin Elio disela langkahnya menuju kamarnya, yang berada tepat di sebelah kamar istrinya.

*

Malam harinya.

Diva sudah terlihat cantik dengan balutan long dress berwarna hitam tanpa lengan serta belahan tinggi dibagian samping depan. Wanita itu terlihat menarik dan elegan. Dress ini tentunya bukan dipilih sendiri oleh Diva, melainkan pilihan desainer langganan Calista. Jika ditanya nyaman atau tidak dengan balutan dress tersebut, tentunya Diva merasa kurang nyaman karena sebelumnya ia bukan hanya tidak pernah mengenakan dress seksi seperti itu, Diva bahkan jarang sekali mengenakan dress.

"Tidak perlu merasa risih, karena saat ini kamu adalah Calista bukannya Diva!." Gumam Diva yang kini berdiri di depan cermin seraya memindai penampilannya dari ujung kaki hingga ujung rambut panjangnya yang dibiarkan tergerai indah.

Tak lama berselang, Elio mendatangi kamarnya hingga membuat Diva sedikit kaget dengan kehadiran Daddy-nya Elhan tersebut.

"Aku bukan hantu, jadi tidak perlu terkejut seperti itu!." Jangankan memberi sebuah pujian, Daddy-nya Elhan tersebut justru melontarkan kata-kata yang mampu membuat Diva mengomel dalam hati.

"Bagaimana mungkin Calista bisa tergila-gila pada pria bermulut ketus sepertinya." Batin Diva seraya menatap pada Elio yang kini berdiri di ambang pintu.

"Sudah setengah delapan, sebentar lagi acaranya akan segera dimulai. Tidak enak datang terlambat." Kata Elio.

"Baiklah."

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua puluh menit, kini mobil Elio tiba di sebuah hotel berbintang di mana acara dilangsungkan.

Elio membukakan pintu mobil untuk istrinya, mengulurkan tangan untuk membantu sang istri turun dari mobil.

Elio mengernyitkan dahi melihat istrinya melangkah turun dari mobil tanpa menyambut uluran tangannya, tidak seperti biasanya.

"Setelah sadar dari koma, sikapmu sangat jauh berbeda, Calista. Kamu seperti bukan istriku." Kalimat tersebut mampu membuat Diva menolehkan pandangannya pada Elio.

"Bagaimana jika kenyataannya aku memang bukan istrinya mas Elio?." Kalimat tersebut terdengar datar tanpa ekspresi.

"Apa maksud kamu?."

"Bukan apa-apa kok mas." Diva mengulas senyum manisnya, seolah ingin menunjukkan bahwa kata-katanya tadi hanyalah sebuah candaan. Lagipula, jika ia berkata jujur belum tentu Elio akan percaya, yang ada pria itu akan mengatai dirinya sudah tidak waras.

Diva melingkarkan tangannya pada lengan Elio ketika menyadari isyarat dari lirikan mata pria itu.

Kedatangan Elio dan sang istri diacara tersebut menjadi pusat perhatian. Bukan hanya karena keduanya terlihat serasi, melainkan juga karena para tamu undangan mulai menerka-nerka kekacauan apalagi yang akan diciptakan oleh nyonya Elio Dirgantara tersebut, mengingat setiap kali mendampingi suaminya ke berbagai acara, wanita itu selalu saja membuat kekacauan karena sikap over posesifnya.

"Selamat malam tuan dan nyonya Dirgantara. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk hadir malam ini." Pemilik acara menyambut hangat kedatangan Elio dan istrinya.

"Selamat malam, tuan. Terima kasih kembali karena telah memberikan kesempatan kepada kami untuk bisa hadir di acara bahagia anda pada malam hari ini." Bukan hanya pemilik acara, Elio pun dibuat terkejut mendengar istrinya membalas kata-kata tuan Tama dengan begitu ramah.

Tuan Tama mengantarkan Elio dan sang istri menuju salah satu meja yang telah disediakan untuk tamu undangan.

1
Yallend Mungil
sdh ngk up lg yah thor
Felycia Fernandez
dasar pelakor jalang...
Real ya pelakor banyak gak sadar diri dan gak tau posisi...🤣🤣🤣🤣
Uba Muhammad Al-varo
ternyata Erin musuh dalam selimut,awas kau Erin sebentar lagi kejahatan mu ke Calista terbongkar, tunggulah hukuman berat menantimu
Yallend Mungil
tdk bs di triple bab kah thor... masa 2 or 3 hari up 1 bab saja🤦
Selvia: diusahakan ya syng, soalnya lagi kurang sehat Kemarin makanya nggak update 🙏🙏
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
Elio...... perjuanganmu untuk menaklukkan kembali hatinya Calista, akan lebih berat lagi
Uba Muhammad Al-varo
bagus Diva tunjukkan kepada yang lain, Calista sekarang wanita yang kuat, tangguh, mandiri dan nggak gampang ditindas 💪💪💪
Yallend Mungil
up lg thor
Felycia Fernandez
Saling cinta tapi si suami dan istri tidak pernah deep talk.akhirnya banyak kesalahpahaman.apalagi sikap Elio yang selalu membenarkan Erin,secara tidak langsung sudah membuka celahnya pelakor.dia lupa seburuk apapun seorang istri,tidak harus di ceritakan pada perempuan lain.balik kan ke diri kita sendiri.gimana rasanya istrimu didekati laki laki lain
olip lip
lnjut
Uba Muhammad Al-varo
mulai deh terbongkar satu persatu kelicikannya Erin terhadap Calista yang membuat Calista posesif ke Elio 🤔🤔
Uba Muhammad Al-varo
bagus ceritanya nggak berbelit2 👍👍👌
Felycia Fernandez
makanya kamu jadi suami lebih peka dengan istri bukan dengan perempuan lain,yang sepantasnya disebut jalang.mana ada sahabat perempuan sok dekat gtu dengan sahabat laki laki yang sudah punya istri.
DIFAN2: Halo kak, telah hadir novel "SULUNG" dengan alur cerita yang seru dan emosional, yuk kak mampir.
total 1 replies
Yallend Mungil
up lg thor
Yallend Mungil
ini jalan tuhan kali yah spy diva juga bs merasakan kebahagiaan mendapat perlakuan baik dr org sekitar tdk seperti saat dia masih dlm raga nya
Felycia Fernandez
ya bole la,kan raga nya tetap raga Calista istrinya Elio.
Yallend Mungil
keren ceritanya, apakah nnti diva benar2 mrncintai suaminya calista dan apakah diva bisa ttp sayang dan bertemu dgn ibu kandung nya walau raganya milik calista
Felycia Fernandez
seperti nya begitu🤔
Felycia Fernandez
mewek aku ih 😭😭😭😭
Felycia Fernandez
sukurin,dirundung rasa bersalah kan ma istri sendiri...🤣🤣🤣🤣
Tutik Karlos
lanjut kakk....dag Dig dug ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!