NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN JIWA TERLARANG

KEBANGKITAN JIWA TERLARANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Fery Oktavian

Terlahir kembali dengan ingatan masa lalu yang utuh, Shen Jue dipandang sebelah mata di Akademi Canglan hanya karena membangkitkan belati kecil berkarat yang dianggap rongsokan tak berharga. Tanpa menyadari bahwa belati tersebut menyimpan rahasia kelam pemutus aliran energi alami, para murid bangsawan terus berusaha menindasnya hingga Shen Jue membongkar kelemahan mereka satu per satu dengan ketenangan yang mematikan. Bersama Ruan Xi'er dan Gongsun Zhi, ia menapak jalur petarung yang dingin di tengah himpitan intrik klan-klan besar yang haus kekuasaan. Mampukah Shen Jue membuka segel rahasia di balik belati rongsoknya dan menghentakkan takdirnya sebagai penguasa abadi di Benua Tianwu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fery Oktavian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KJT 9

Peluit bambu yang ditiup nyaring oleh asisten penguji memecah ketegangan di alun-alun Desa Ping-an. Jalur rintangan tiang berputar sepanjang lima puluh meter itu resmi dibuka.

Gao Han menjadi peserta pertama yang melangkah ke garis start. Anak tuan tanah itu menggeram pelan, mengalirkan energi rohnya ke seluruh tubuh hingga aura tipis berwarna cokelat keemasan melapisi kedua kakinya. Dengan satu lompatan kencang, ia menerobos tiang-tiang kayu pertama.

Bruk! Slap!

Gao Han memanfaatkan kekuatan fisik mentahnya untuk menangkis balok-balok kayu berayun yang menghadangnya. Saat sebuah balok tebal meluncur kencang ke arah dadanya, ia mencabut pedang perunggu di pinggangnya dan menghantam balok itu hingga terlempar balik. Meskipun gerakannya agak kaku dan boros energi, Gao Han berhasil melintasi garis finis dengan waktu satu menit empat puluh detik.

"Lolos!" teriak asisten penguji sambil mencatat skor.

Gao Han menepuk-nepuk debu di bahunya dengan napas terengah-engah. Ia menoleh ke arah kerumunan, melempar tatapan menantang langsung ke arah Shen Jue sambil tersenyum congkak.

"Selanjutnya, Ruan Xi'er!" panggil penguji.

Xi'er menatap Shen Jue sejenak, menerima anggukan tenang dari pemuda itu, lalu melangkah mantap ke garis start. Begitu peluit berbunyi, bayangan musang perak gaib menyelimuti tubuh kecilnya. Berbeda dengan Gao Han yang mengandalkan benturan kasar, Xi'er bergerak bagai angin malam. Ia tidak menangkis balok kayu, melainkan memanfaatkan kecepatannya untuk menyelip fleksibel di antara sela-sela ayunan. Kakinya yang sudah membaik menapak sangat ringan di atas tiang-tiang berputar tanpa kehilangan tumpuan sedikit pun.

Ssswt!

Xi'er mendarat mulus di garis finis hanya dalam waktu satu menit lima belas detik.

"Lolos dengan nilai sangat baik!" puji Instruktur Lin Dong yang duduk di bawah tenda, mengangguk puas melihat kelincahan alami gadis tersebut.

Xi'er melompat gembira di garis finis, lalu melambaikan tangannya penuh semangat ke arah barisan peserta.

"Selanjutnya... Shen Jue!" teriak asisten penguji membaca nama berikutnya di daftar kain.

Seketika, bisik-bisik dan kekehan geli kembali merayap di antara warga desa yang menonton. Gao Han yang masih menyiram lehernya dengan air di tepi lapangan terkekeh keras.

"Hati-hati, Shen Jue!" seru Gao Han dengan suara penuh ejekan. "Balok kayu itu tebal sekali! Jangan sampai belati rongsokmu itu patah begitu terkena sabetan pertama!"

"Benar! Kalau takut patah tulang, lebih baik menyerah sekarang!" timpal salah satu pengikut Gao Han disambut tawa kecil beberapa warga.

Xi'er yang berdiri di garis finis mengepalkan tangannya cemas. `"Shen Jue, fokus saja pada ranting dan ritmenya! Jangan dengarkan mereka!"` teriaknya memberi dukungan.

Shen Jue mengabaikan semua suara bising di sekelilingnya seolah-olah ia sedang berjalan di dalam ruang hampa. Ia melangkah tenang menuju garis start, berdiri tepat di depan tiang kayu pertama yang berputar kencang. Pakaian linen abu-abunya yang kusam sama sekali tidak mencolok, tetapi postur berdirinya yang tegap dan matanya yang jernih memancarkan ketenangan yang tidak wajar.

Di bawah tenda biru, Instruktur Lin Dong menyipitkan matanya. Sebagai seorang veteran perang, ia sangat peka terhadap perubahan aura seseorang. Anak-anak lain yang berdiri di garis start biasanya memperlihatkan detak jantung yang berpacu kencang, napas yang tidak teratur, atau gestur tegang pada jemari tangan mereka. Namun anak laki-laki di depannya ini bernapas dengan ritme yang teramat lambat dan konstan. Matanya tidak menatap tiang dengan ketakutan, melainkan memindai setiap pergerakan mekanis rintangan itu dengan dingin.

"Anak ini... kenapa dia begitu tenang?" batin Instruktur Lin Dong heran.

Asisten penguji mengangkat peluit bambunya. "Mulai!"

Prung!

Peluit berbunyi. Shen Jue tidak langsung melompat kencang seperti peserta lainnya. Ia melangkah maju dengan kecepatan jalan cepat yang terukur.

Di dalam kepalanya, ingatan ratusan tahun sebagai master tempa bekerja secara instingtif. Ia tidak melihat rintangan itu sebagai ancaman, melainkan sebagai sebuah mesin mekanis dengan pola gerak yang presisi. Ayunan balok kayu, kecepatan putaran tiang, dan celah angin di antaranya semuanya terpetakan menjadi kalkulasi vektor yang sederhana di dalam benaknya.

Ssswt!

Sebuah balok kayu tebal berayun kencang dari arah kiri, mengincar rusuk Shen Jue dengan kecepatan tinggi.

"Awas!" jerit salah seorang warga di pinggir lapangan yang menutup matanya refleks.

Tanpa perlu menghentikan langkah atau mengalirkan energi rohnya, Shen Jue hanya memiringkan bahu kirinya ke belakang sejauh dua sentimeter. Balok kayu yang berat itu melesat lewat di depan dadanya, hanya berjarak sehelai benang dari kain bajunya tanpa menyentuh kulitnya sedikit pun.

Shen Jue tidak berhenti. Ia menginjakkan kaki kanannya tepat di pusat sumbu tiang kayu yang sedang berputar. Di titik tengah rotasi, gaya torsi putaran berada pada level paling rendah. Alih-alih terlempar jatuh seperti ketakutan orang-orang, Shen Jue justru menjadikan tiang berputar itu sebagai tumpuan lurus untuk melompat ringan ke tiang berikutnya.

Wusss! Wusss!

Dua balok kayu berayun silang dari arah berlawanan, menciptakan jebakan jepit yang sangat berbahaya di tengah lintasan. Gao Han dulu harus menggunakan pedangnya untuk memukul salah satu balok agar bisa lewat.

Tetapi Shen Jue tidak mencabut belati berkaratnya. Ia merendahkan lututnya sedikit, membiarkan tubuhnya meluncur halus di atas permukaan tiang kayu yang licin, lewat di bawah silangan dua balok raksasa tersebut persis pada sepersekian detik sebelum keduanya bertabrakan.

Sorak-sorai cemoohan di alun-alun mendadak padam total.

Ratusan warga desa yang tadinya bersiap menertawakan kegagalan Shen Jue kini melotot dengan mulut terbuka lebar. Gao Han bahkan meneteskan gayung air di tangannya ke tanah tanpa sadar. Pergerakan Shen Jue tidak terlihat seperti seorang anak sepuluh tahun yang sedang berjuang melewati tes berdarah-darah; ia terlihat seperti seorang ahli bela diri senior yang sedang menari dengan santai di antara bahaya.

"Luar biasa..." bisik Instruktur Lin Dong yang mendadak berdiri dari kursi kayunya, menatap lintasan rintangan dengan mata membelalak.

Lin Dong melihatnya dengan sangat jelas. Shen Jue sama sekali tidak mengeluarkan setetes pun energi spiritual dari dalam tubuhnya. Ia melewati rintangan berbahaya itu murni menggunakan ketajaman penglihatan, kontrol keseimbangan fisik yang sempurna, dan nyali baja yang tidak goyah sedikit pun di depan bahaya yang mengancam.

Langkah terakhir. Shen Jue melompati tiang tertinggi, berputar tipis di udara untuk menghindari ayunan balok terakhir, lalu mendarat dengan kedua kakinya secara halus di garis finis.

Thuk.

Tidak ada suara deburan keras, tidak ada napas terengah-engah, dan tidak ada setetes pun keringat berlebih di keningnya. Shen Jue berdiri tegak di samping Ruan Xi'er, merapikan lipatan lengan baju abu-abunya yang sedikit bergeser dengan gerakan santai.

Asisten penguji yang memegang jam pasir sampai lupa meniup peluitnya karena terpaku. Ia baru tersadar setelah Instruktur Lin Dong berdehem keras di belakangnya.

"W-Waktu... tepat satu menit!" teriak asisten penguji dengan suara gemetar tidak percaya. "Lolos dengan nilai sempurna!"

Keheningan melingkupi alun-alun selama beberapa detik, sebelum akhirnya pecah oleh teriak gembira Ruan Xi'er yang melompat sambil menepuk punggung Shen Jue keras-keras.

"Keren banget, Shen Jue!" seru Xi'er dengan mata berbinar gembira. "Kamu bahkan tidak pakai energi roh sama sekali tapi bisa secepat itu!"

Shen Jue mengusap bahunya yang ditepuk Xi'er sambil tersenyum tipis. "Sudah kubilang, kan? Cukup gunakan otak dan perhatikan ritmenya."

Di tepi lapangan, Gao Han mengepalkan tangannya rapat-rapat hingga bukunya memutih. Wajahnya merah padam akibat rasa malu dan tidak terima. Anak yatim piatu yang selama ini dipandangnya sebagai sampah baru saja mencetak rekor waktu tercepat di seluruh desa tanpa mengotori bajunya sedikit pun.

Instruktur Lin Dong berjalan mendekati garis finis. Matanya menatap Shen Jue lamat-lamat dengan binar ketertarikan yang sangat dalam.

"Namamu Shen Jue, kan?" tanya Instruktur Lin Dong dengan suara dalam.

"Benar, Instruktur Lin," sahut Shen Jue sambil membungkuk sopan tanpa ada rasa minder atau takut sedikit pun.

"Penilaian ruang dan insting fisikmu sangat mengagumkan," puji Lin Dong jujur di depan semua orang. "Sekarang, mari kita lihat apakah keberanian dan kelincahanmu ini sebanding dengan Roh Manifestasi yang kau miliki di tahap kedua."

Shen Jue menegakkan punggungnya kembali, menatap lurus ke arah panggung penguji tempat batu uji roh berada. "Saya siap kapan saja, Instruktur."

1
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor.........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ....,......
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!