NovelToon NovelToon
PEREMPUAN PEREMPUAN MILIK CEO

PEREMPUAN PEREMPUAN MILIK CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: EmeLBy

Angkasa adalah CEO sukses yang sudah beristri. Rumah tangganya terlihat sempurna di mata semua orang.
‎
‎Tapi di balik kesempurnaannya, ia harus berjuang setiap hari.
‎
‎Dikelilingi oleh perempuan-perempuan yang menyayanginya dengan caranya masing-masing.
‎
‎Ada yang menyayanginya seperti seorang ibu, ada yang mencintainya dengan gairah, ada yang memujanya dengan ketulusan, dan ada yang menantangnya dengan kebencian yang berubah menjadi cinta.
‎
‎Godaan datang tanpa diduga. Di kantor, di rumah, bahkan di saat ia paling lengah.
‎
‎Mampukah Angkasa menjaga rumah tangganya tetap utuh?
‎Mampukah ia menghalau setiap godaan dan tetap menjadi suami yang setia?
‎Dan mampukah ia bersabar menunggu... sampai akhirnya ia dipanggil dengan sebutan "AYAH"?
‎
‎Karena menjadi CEO itu mudah.
‎Menjadi suami yang setia dan ayah yang dirindukan? Itu pertaruhan sesungguhnya.
‎
‎Siimak kisah lengkapnya, hanya di Noveltoon.
‎
‎

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5 : RUMAH GRATIS

"Sa, pulang kantor aku mau ke SPA langgananku dulu ya." Pamit Bintang melalui HP. Sengaja ia memilih merelaksasikan tubuhnya untuk mengalihkan pertanyaan yang selalu muncul di benaknya tentang ke mana perginya Angkasa siang ini.

"Oke, Tang. Ntar pas pulang aku bawakan martabak telur kesukaanmu ya. See U." Balas Angkasa cepat.Senyum tersembunyi di wajah Angkasa. Dengan perginya Bintang ke SPA, artinya dia tidak perlu membuat alasan kenapa tidak kembali ke kantor sore ini.

"Jadi gimana? Rencananya kamu mau tinggal di mana?" Tanya Angkasa pada Jingga yang sudah memasang seatbelt, duduk di sebelah pengemudi. Wajahnya masih pucat di balik kacamata hitam.

"Aku gak nyari kamu kalau udah punya plan, Ka," jawabnya masih terdengar putus asa.

"Gimana, mau nginap di hotel dulu?" tawar Angkasa.

"Aku kesini tidak untuk satu atau dua hari, Kassa," tegasnya sambil menoleh ke arah Angkasa yang mulai fokus menyetir.

"Oke, kamu mau ku carikan kos, rumah atau apartemen?" Angkasa memberi pilihan lagi.

"Apapun itu yang penting gratis," jawab Jingga tanpa malu. Ia memang kabur dengan dompet kosong.

"Hem... di rumahku aja gimana?" kekeh Angkasa menggoda.

"Amazing, Kassa," ada seulas senyum hangat akhirnya tersimpul di bibir Jingga. Baginya Angkasa tetap baik padanya dan itu sudah cukup.

"Gua cari mati itu namanya, Jing," tawa Angkasa pecah sendiri karena tawaran absurdnya.

"Kenapa harus yang gratis?" tanya Angkasa lagi.

"Gua kabur, Kassa. Kabur bukan pindah terencana," tegasnya pura-pura marah, tapi matanya berkaca-kaca.

"Ha... ha... Orang kabur mana ada punya uang banyak ya. Jangan bilang tiketmu hasil nyicil di pinjol," tebak Angkasa asal.

"Kok tahu?" Jingga melot.

"Ya.. aku kan tempe temannya tahu," receh memang obrolan itu, tapi mengalir, hangat, dan selalu berakhir dengan tawa kecil. Tawa yang sudah lama tidak Jingga rasakan. Obrolan itu membuat suasana mobil mencair.

Namun Angkasa masih penasaran.

"Bukannya kamu sudah punya anak sama Heru? Aku pernah lihat kamu post kehamilan," ungkit Angkasa hati-hati.

Jingga terdiam lama.

Senyumnya hilang.

"Hamil aja, gak jamin punya anak, Sa," jawabnya datar, menatap jalan.

"Gak punya gimana? Di medsosmu juga ada foto anak balita," kejar Angkasa. Tak terelakkan, Angkasa memang masih mengikuti perkembangan Jingga dari jauh.

"Itu anak Heru dengan perempuan lain. Bukan anakku," jawab Jingga getir. Benci banget Jingga kalau ingat Heru.

"Kok bisa?"

"Heru itu rekan bisnis papa. Lu tahu kan? Rekan bisnisnya, bukan anak rekan bisnis. Saat kami menikah dia bilang ke papa dia duda. Tapi nyatanya dua bulan setelah menikah, aku didatangi istri sahnya. Aku pernah merasakan dicap sebagai pelakor oleh orang yang tidak aku kenal."

"Terus...?"

"Dia pilih aku lalu menceraikan istrinya itu. Anak mereka sekarang sudah menikah bahkan sudah punya anak. Heru itu sudah jadi kakek, Ka," jelas Jingga, suaranya bergetar menahan marah.

Angkasa menggeleng tak percaya. "Ya Tuhan."

"Kurang lebih satu tahun rumah tanggaku dengan Heru damai. Setelah itu semuanya berubah. Dia kasar, Ka.. Bukan cuma kata-katanya, tangannya juga. Aku sering dirawat karena alasan yang memalukan. Aku seperti bukan istrinya, tapi... pelampiasannya saja. Aku capek, Kassa." Kalimat terakhir itu diucapkan Jingga dengan air mata yang akhirnya tumpah. Ia tidak sanggup melanjutkan detailnya. Cukup itu saja yang perlu Angkasa tahu.

Angkasa terdiam.

Tangannya mengepal di setir, bukan kelakuan Heru yang paling membuat Angkasa terpukul. Tapi alasan Heru ingin punya anak lagi yang menggelitiknya. Katanya rumah ramai kalau ada anak kecil, kerja juga makin semangat. Begitu kata Jingga menirukan Heru.

Apa memang punya anak seseru itu?

Sampai-sampai lelaki seperti Heru rela bermain-main dengan perempuan lain demi mendapatkan anak?

Apa memang sesemangat itu rasanya kerja jika punya anak di rumah yang menunggu?

Pikiran itu menampar Angkasa. Selama tiga tahun ini, ia dan Bintang sibuk mengejar karir dan program hamil yang selalu gagal. Mereka lupa, arti punya anak bukan soal ramai atau semangat kerja. Tapi soal cinta yang utuh.

"Jing, kamu aman sama aku. Aku carikan apartemen dekat kantor. Gratis. Anggap aja mess kantor. BAku gak mau kamu balik lagi ke Heru," kata Angkasa akhirnya, membelokkan mobil ke arah apartemen yang sudah ia pesan tadi lewat HP. Jingga mengangguk, menyandarkan kepalanya di kaca mobil. Untuk pertama kalinya setelah 5 tahun, ia merasa aman.

Di sisi lain kota, Bintang selesai SPA dengan wajah segar. Ia tidak tahu, suaminya baru saja memberikan sebuah kunci apartemen kepada matan kekasihnya. Angkasa tidak sadar sedang membuat bumerang untuk dirinya sendiri.~~~~

Bersambung...

1
Eka Burjo
sekarang tersisa Jingga, bagaimana kelanjutan kasusnya. oke lanjut Nyak 👍
bunda n3
filling seorang istri emang kuat, yg bikin Bintang ganjal adalah jingga, angkasa masih blm jujur soal jingga
bunda n3
Betul kata mentari, lagian susah banget ngelepas Hendro, jangan sampai Mentari lagi nanti jadi korban
bunda n3
Bintang pemaaf banget😍
bunda n3
siap siap aja soal jingga terkuak
Eka Burjo
terimakasih update nya Nyak, oke lanjut 👍
Eka Burjo
setuju' eh🤭
@alfaton🤴
ini baru mentari Tang .....masih ada lagi rintangan mu......jingga......asistenmu..... kepercayaan mu......tempat curhat mu.......siapa yang akan membuka tabir jingga pada bintang...... Sigit kah......Heru kah ..... mentari kah.....bumi.....atau kamu sendiri angkasa......yang sabar ya Tang punya siau macem angkasa bahagia kah.....
@alfaton🤴
good bik Asih......biar bintang juga tau......jangan kayak angkasa ceritanya sepotong sepotong kayak es potong kan jadi ga jelas akhirnya salah paham kan😅😅😅😅
@alfaton🤴
kasih pelajaran buat tari biar bisa membedakan mana yang baik benar dan tidak.......yang halal dan tidak....biar bisa menghormati dan menghargai kebaikan orang lain tau batasan 😭😭😭
@alfaton🤴
jadi pingin nonjok angkasa AQ😠😠
Eka Burjo
Ok lanjut
bunda n3
panik ga tuh angkasa? 😄
bunda n3
yaudah pergi yg jauh aj lah mentari
Eka Burjo
tiada maaf bagimu Mentari 😂🤭
Eka Burjo
senengnya lihat Angkasa panik gitu😂🤭
Eka Burjo
hayo Nyak tanggung jawab, rider marah tuh, akupun mau marah tapi mau ketawa juga, lihat Angkasa panik😂😂😂😂🤭
bunda n3
Bintang kamu jangan nekat dong, mending tinggalin aja tuh angkasa raya daripada kamu nyakitin diri sendiri
Aryati Ningsih
rasain luh Angkasa ..makanya jgn sok jd pahlawan untuk wanita lain ..kayak masih PERJAKA aja ..semua wanita di tolong 🤭
bunda n3
kebiasaan nih angkasa, ngilang mulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!