NovelToon NovelToon
Menanti Kebahagiaan

Menanti Kebahagiaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Single Mom
Popularitas:595
Nilai: 5
Nama Author: Zahira alkhansa

Sabar adalah kata yang selalu di ucapkan ibuku kepadaku, kata itu lah yang membuat ku kuat karena kesedihan tidak selamanya ada, akan ada kebahagiaan yang menanti.
Sejak kecil aku dan ibuku hidup berdua, ayah ku tidak pernah kembali setelah berpamitan dengan ibu ku pergi merantau ke luar negeri, setelah pergi tidak pernah ayah ku mengirim uang untuk kehidupan kami, ibu ku kerja menjadi buruh cuci gosok dari rumah ke rumah, aku sering ikut dengan ibuku karena tidak ada yang menjaga ku di rumah.
Ibu ku berhasil menyekolahkan ku sampai aku selesai kuliah, kehidupan ku yang berat membuatku selalu berhati hati kepada semua orang sampai suatu hari aku bertemu Yuda di tempat kerja ku. dia meluluhkan hati ku, membuat ku percaya bahwa lelaki tidak semua seperti ayah ku. sampai suatu hari dia mengenalkanku kepada keluarganya, disitulah aku bertemu ayah ku, pria yang sudah 20 tahun tidak pernah aku temui yang hanya aku lihat dari fotonya di kamar ibuku. ternyata ayah Yuda adalah ayahku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zahira alkhansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2019

" Cahaya ayo cepat nanti kita terlambat" Teriak Aryo dari depan rumah ku. Aryo adalah sahabat baik ku dari SD. sekarang kami sudah SMA kelas 12 tak terasa sebentar lagi kami akan lulus. Setiap hari Aryo memberikan tumpangan kepadaku, dengan di bonceng sepeda setiap hari kami selalu pergi bersama ke sekolah.

Aryo adalah anak kepala desa, dia tinggi dan manis dengan warna kulit yang sedikit gelap. Banyak teman teman sekelas ku dan teman teman dari kelas lain yang naksir Aryo, tapi tidak ada satu pun yang di pedulikan nya, katanya dia mau fokus belajar agar bisa di terima di kampus dimana aku kuliah kelak.

" ayo cahaya Aryo udah nunggu lama itu" teriak ibu dari dapur .

" iya Bu, ini cahaya udh selesai" ucapku. Sambil berjalan menuju dapur aku mencium tangan ibu. " Cahaya sayang ibu" kata kata itu selalu ku ucapkan kepada ibuku setiap hari.

" iya sayang, hati hati ya" timpal ibuku.

" Yo, dengaren kamu cepat banget hari ini" ucapku sambil menaiki boncengan sepedanya.

" aku gak mau kamu marah marah lagi kalo kita terlambat gara gara aku, kamu kan murid teladan, nanti gara2 aku telat citra murid teladan mu tercoreng lagi" sahut Aryo.

"Hahahhahaha" aku tertawa mendengar alasan nya.

iya sih, di sekolah aku terkenal murid yang pintar dan teladan, dari SD hingga SMA aku selalu mendapat rangking 1, aku juga gak neko neko selalu mengikuti peraturan sekolah. Sementara Aryo, agak sedikit Badung, dia sering terlibat perkelahian di sekolah, orang tua nya sering di panggil ke sekolah, setiap di tanya alasan dia berkelahi selalu di jawab nya dengan alasan " aku tidak senang dengan kata katanya" tapi tidak ada yang tau kata kata apa itu yang membuat nya tidak senang.

tapi semenjak kelas 12 Aryo banyak berubah, dia lebih giat belajar, tidak pernah lagi di panggil ke ruang BP, peringkat dinkelas nya pun naik. Mungkin Aryo sudah mulai sadar dan dewasa.

Akhirnya kami sampai ke sekolah tepat waktu sebelum bel berbunyi.

setelah memarkirkan sepedanya Aryo menyusulku berjalan melewati lorong sekolah. Lalu tiba tiba ada yang mendatangi kami, Ratna namanya. Dari kelas X dia sudah naksir Aryo. Tapi tidak pernah di respon oleh Aryo.

" Aryo, kamu nanti sore ikut anak anak nonton pertandingan bola gak??" ucap Ratna.

" Gak, aku ada kerjaan" ucap Aryo datar

" hmmm, padahal anak anak ingin ngumpul dan kamu ikut Yo, cahaya mau ikut juga gak?? ucap Ratna sambil menatapku.

" Aku??" aku yang heran tiba tiba di tanya seperti itu, padahal selama ini Ratna tidak pernah menegurku. Ratna terkenal dengan anak satu satu nya Pak Ramli yang memiliki 80% sawah di kampung kami.

"Gak deh rat, aku harus bantu ibuku jualan"

"Yaelah, Aya hidup lu kasian amat ya gak pernah menikmati masa muda, masak masa muda di gunakan untuk belajar dan jualan aja. Kamu tuh harus ngerasain gimana ngumpul ngumpul dengan teman teman mu" ucap Ratna.

" kalo orang gak mau jangan di paksa donk, tau etika gak usah ngata2 in orang begitu" ucap Aryo.

"Kenapa sih kamu selalu belain cahaya terus Yo, kamu suka ya sama cahaya??" ucap Ratna gak mau kalah.

" Cahaya itu udah gue anggap kayak adek gue sendiri, karena dia gak punya Abang atau pun adek. Tapi dari tadi kamu duluan yang menghina cahaya." ucapa Aryo

" udah Yo kita ke kelas aja" aku tarik lengan Aryo karena anak anak lain sudah mulai berkumpul melihat kami berdebat mulut.

Aku lihat Ratna sangat marah karena kami meninggalkan nya.

Jam pelajaran pun berakhir, anak anak sudah mulai bubar, lalu Aryo mendatangi ku. Cahaya kamu duluan aja ya, aku ada urusan jadi gak bisa antar kamu pulang.

" iya Yo, gak apa apa koq. Kamu hati hati ya."

sambil melambaikan tangan aku tinggalkan Aryo yang masih berdiri di depan kelas.

Siang ini sangat terik, berjalan dari sekolah ke rumah memakan waktu 15 menit. Setelah pisah dengan teman teman ku yang lain sekarang tinggal aku sendiri berjalan menuju rumah ku. Sesampainya di rumah ibu sudah pergi berjualan. Ibu ku sudah bukan buruh cuci lagi, semenjak aku tamat SD ibuku memutuskan jualan mi goreng, nasi goreng di persimpangan rumah. Aku harus shalat, makan, mandi dan menyusul ibu berjualan.

setelah aku selesai makan, tiba tiba pintu rumah ku di ketuk. Ada yang teriak teriak dari depan, lalu aku membuka kan pintu. Disana berdiri putra teman Aryo dan juga teman sekelas ku. baju nya terkena banyak noda darah. Kenapa put?? Baju kamu kenapa?? "Aryo Ya, dia masuk rumah sakit" jawab putra dengan nada ketakutan

Apaa????

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!