NovelToon NovelToon
DEWA TAMPAN JADI REBUTAN

DEWA TAMPAN JADI REBUTAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Pelangi Suci

“Su Yang, apa sebenarnya hubunganmu dengan Tetua Lan?”

“Dia hanya pelangganku.”

“Pelanggan?!” Tang Hu membelalak. “Lalu sepuluh wanita cantik yang datang mencarimu itu?”

“Pelanggan juga.”

Dahulu, Su Yang hanyalah murid pelataran luar yang diremehkan. Namun, setelah jiwa seorang kultivator legendaris terbangun dalam tubuhnya, segalanya berubah.

Dengan teknik kultivasi yang tak tertandingi dan pesona yang sulit ditolak, ia membuat para wanita di Sekte Bunga Mendalam mulai memperebutkan perhatiannya.

“Su Yang! Kalau kau membutuhkan sesuatu, datanglah kepadaku!”

“Aku juga! Jangan lupakan aku!”

Su Yang hanya tersenyum.

“Tenang saja. Akan ada cukup banyak kesempatan bagi kalian untuk mengenalku.”

Di tengah rayuan, kecemburuan, dan rahasia masa lalunya, Su Yang kembali menapaki jalan menuju keabadian. Namun kali ini, perjalanan kultivasinya mungkin akan jauh lebih ramai daripada yang ia bayangkan.

🙏🙏🙏❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelangi Suci, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 — Rahasia Sang Tetua

“Aku akan langsung ke intinya. Bisakah kau menyembuhkan penyakitku?”

Tetua Lan berdiri di tengah kamar Su Yang dengan wajah tegang. Setelah menghabiskan hampir seharian mencarinya, ia tidak berniat membuang waktu lagi.

Su Yang justru menggeleng.

“Kau tidak terluka.”

“Apa maksudmu? Kau sendiri yang melihat keadaanku kemarin!”

“Nyeri yang kau rasakan bukan berasal dari luka.” Su Yang mengamatinya sejenak. “Itu akibat ketidakseimbangan energi dalam tubuhmu.”

Tetua Lan terdiam.

Ia telah menjadi tabib selama bertahun-tahun. Belum pernah ada orang yang menjelaskan penyakitnya dengan cara sesederhana itu.

“Bagaimana kau bisa yakin?”

“Karena metode kultivasimu tidak sesuai dengan cara hidupmu.”

Su Yang bangkit dan mendekat. Ia mengamati aliran energi wanita itu, lalu kembali duduk.

“Kau menggunakan teknik yang dirancang untuk Kultivasi Ganda, tetapi selama ini kau melatihnya seorang diri. Energi Yin dalam tubuhmu terus terkumpul tanpa keseimbangan. Semakin tinggi kultivasimu, semakin berat akibatnya.”

Wajah Tetua Lan berubah.

“Jadi selama ini aku justru memperparah penyakitku sendiri?”

“Benar. Jika diteruskan, rasa sakit itu akan menyebar dan merusak fondasi kultivasimu.”

Ucapan tersebut menghantam harga dirinya.

Sebagai kepala bagian kesehatan pelataran luar, ia terbiasa memberi nasihat kepada orang lain. Kini, seorang murid yang lebih muda darinya justru menemukan kesalahan mendasar dalam latihannya.

“Lalu apa yang harus kulakukan?” tanyanya dengan suara lebih rendah.

“Menyeimbangkan energi Yin melalui Kultivasi Ganda adalah cara tercepat.”

Tetua Lan langsung menegang.

“Kau menyuruhku mencari seorang pria begitu saja?”

“Aku belum selesai bicara.” Su Yang tersenyum tipis. “Ada metode lain. Aku bisa membantumu tanpa perlu mencari pasangan.”

Harapan muncul di mata Tetua Lan, tetapi Su Yang mengangkat tiga jari.

“Ada syaratnya. Kau harus menjalani perawatan seminggu sekali selama tiga bulan. Apa pun yang terjadi selama perawatan menjadi urusan pribadi kita. Terakhir, kau harus membantu memperkenalkan layananku kepada murid lain.”

“Memperkenalkan layananmu?”

Nada suara Tetua Lan meninggi.

“Aku seorang tetua! Kau ingin aku berkeliling mempromosikan pijat seorang murid pelataran luar?”

“Kalau keberatan, silakan mencari tabib lain.”

Su Yang kembali berbaring.

Tetua Lan memandangnya tak percaya.

“Su Yang! Kau pikir aku tidak bisa mengeluarkanmu dari sekte?”

Tidak ada jawaban.

Ia semakin marah, lalu berbalik menuju pintu. Namun, baru beberapa langkah, rasa sakit yang dikenalnya kembali menyerang.

Kakinya kehilangan tenaga.

“Akh!”

Tetua Lan jatuh berlutut. Nyeri tajam itu membuat seluruh tubuhnya gemetar.

Su Yang membuka mata.

“Kau masih ingin pergi?”

Wanita itu menggigit bibir. Air mata mulai menggenang di sudut matanya.

Untuk pertama kalinya, harga diri tidak lagi terasa sepenting keselamatannya.

“Aku... menerima syaratmu. Tolong aku.”

Su Yang bangkit dan menggulung lengan bajunya.

“Baiklah. Ikuti petunjukku dan jangan bergerak tiba-tiba.”

Perawatan dimulai dengan pemeriksaan titik-titik energi di sekitar pinggang dan bagian tubuh yang mengalami nyeri.

Tetua Lan memalingkan wajah, malu karena harus mempercayakan bagian tubuh yang begitu pribadi kepada seorang pemuda.

Namun, sentuhan Su Yang tetap terukur. Ia menekan titik-titik tertentu sambil mengalirkan energi dengan ketepatan yang sulit dipahami.

Rasa sakit perlahan mereda.

Sebagai gantinya, kehangatan menyebar melalui meridiannya. Ketegangan yang menumpuk selama bertahun-tahun mulai terurai.

Tetua Lan mencengkeram ujung lengan bajunya.

“Bagaimana... kau melakukan ini?”

“Jangan melawan aliran energinya.”

Ia mencoba mengikuti instruksi tersebut.

Semakin lama, tubuhnya semakin ringan. Sensasi yang tidak pernah ia kenal membuat wajahnya memerah. Ia merasa sangat rentan di hadapan Su Yang, tetapi untuk pertama kalinya dalam beberapa hari, ia tidak lagi takut bergerak.

Ketika perawatan berakhir, Tetua Lan membutuhkan waktu untuk menenangkan napas.

Su Yang mencuci tangan, lalu menulis resep.

“Minum ramuan ini setiap hari. Kalau kau mengabaikannya, nyerinya bisa kembali sebelum jadwal berikutnya.”

Tetua Lan menerima kertas itu tanpa segera membacanya.

Ingatan tentang betapa mudahnya ia kehilangan ketenangan di hadapan Su Yang membuatnya ingin menghilang dari kamar tersebut.

“Bagaimana aku harus menghadapi semua ini?” gumamnya.

“Anggap saja pengobatan.”

“Semudah itu menurutmu?”

Ia menatap Su Yang dengan wajah merah.

“Aku seorang tetua, sementara kau murid pelataran luar. Kau sudah melihat sisi diriku yang tidak pernah kulihatkan kepada siapa pun. Bagaimana kau akan bertanggung jawab?”

Senyum Su Yang menghilang.

“Aku menolongmu karena kau memintanya. Aku juga tidak melanggar kesepakatan kita.”

Tetua Lan hendak membalas, tetapi ia terdiam ketika melihat kekecewaan di mata pemuda itu.

“Kalau kau menganggap pertolonganku sebagai penghinaan, silakan pergi.”

Su Yang memalingkan wajah.

Tetua Lan berdiri dengan susah payah. Ia ingin mengatakan sesuatu, tetapi rasa malu membuat kata-katanya tertahan.

Akhirnya, ia meninggalkan kamar.

Begitu pintu tertutup, Su Yang menjatuhkan diri ke ranjang.

“Benar-benar merepotkan....”

Perawatan itu ternyata menguras energi lebih besar daripada yang terlihat.

Qi Yue menunggu di depan tempat tinggal Tetua Lan ketika wanita itu pulang.

“Kak Lan! Bagaimana? Kakak bertemu Kakak Seperguruan Su?”

Tetua Lan mengangguk.

“Dia berhasil membantumu?”

“Ya.”

Qi Yue tersenyum lega.

Namun, ketika melihat cara Tetua Lan berjalan, ia menjadi khawatir. Pertanyaan polosnya membuat wanita itu salah paham tentang pengobatan yang dahulu diterimanya.

“Su Yang juga melakukan sesuatu yang tidak pantas kepadamu?”

Qi Yue segera menggeleng.

“Tidak! Dia hanya mengeluarkan racun dari kakiku. Dia menyelamatkan nyawaku!”

Tetua Lan terdiam.

Gadis itu bahkan terlihat tersinggung karena orang yang menolongnya dituduh sembarangan.

Barulah Tetua Lan menyadari sesuatu.

Su Yang memiliki kesempatan untuk memanfaatkan keadaannya tadi, tetapi tidak melakukannya. Ia hanya menjalankan pengobatan yang telah disepakati, lalu memberinya resep agar penyakit itu tidak kembali.

Jadi aku melampiaskan rasa maluku sendiri kepadanya....

Penyesalan perlahan menggantikan kemarahannya.

Malam itu, setelah membersihkan diri, Tetua Lan kembali mengingat ketenangan Su Yang selama merawatnya. Kehangatan yang tertinggal dalam tubuhnya membuat wajahnya kembali memerah.

Ia tidak ingin mengakuinya, tetapi kini ada alasan lain yang membuatnya memikirkan pemuda itu.

Tengah malam, Su Yang terbangun dan segera duduk bersila.

Sisa energi Yin yang diperolehnya selama perawatan masih tertahan dalam tubuh. Ia mengarahkannya melalui Kitab Pemurnian Tubuh Surgawi, lalu memurnikannya sedikit demi sedikit.

Aliran energi dalam Dantiannya semakin kuat.

Beberapa saat kemudian, penghalang kultivasinya runtuh.

Tingkat Kelima Alam Roh Dasar.

Su Yang membuka mata.

Kemajuan pemurnian tubuhnya masih lambat, tetapi peningkatan energi kultivasinya cukup memuaskan.

Ia menoleh ke arah bulan di luar jendela.

Cahaya pucat itu mengingatkannya pada seorang wanita dari kehidupan sebelumnya—sosok yang pernah dikenal sebagai Dewi Bulan.

Senyumnya perlahan memudar.

“Aku akan menemukanmu lagi.”

Untuk beberapa saat, ia hanya duduk dalam keheningan, memandang bulan yang sama sekali tidak dikenalnya di dunia asing ini.

......................

Bersambung...

1
septian arista
sangat seru dan menarik
Syeh Fahru
manta;bbbbbbs
Syeh Fahru
lanjut..biar lebih seru
Syeh Fahru
semangat..lnjtksn👍💪
Syeh Fahru
lumayan runtut ceritanya
Pelangi SUCI: mksih bosku 🙏 sehat selalu dan banyak rezekinya 🤲🙏
total 1 replies
Syeh Fahru
mantab..lanjut💪
Syeh Fahru
lanjut👍
septian arista
tapi sepertinya akan bagus kalau jadi partner kultivasi ganda🤭🤭🤭🤣🤣🤣
septian arista
kenapa setelah menghabisi lawannya tidak mengambil cincin penyimpanannya siapa tahu ada sumber daya ataupun sesuatu yang berharga di dalamnya
septian arista
👍👍👍
septian arista
aduh tokoh utamanya agak jail juga orangnya
udah tahu wajahnya saja bisa membuat para lelaki iri hati malah dengan sengaja mengajak semua wanita di rumah makan untuk bergabung dengan dia🤭🤭🤭🤣🤣🤣
septian arista
Terus semangat kakak
semoga dalam beberapa hari dekat ini akan ada lebih banyak atensi dan juga apresiasi untuk semua karyamu👍👍👍
Pelangi SUCI: mksih 🙏
total 1 replies
septian arista
ini Amankah🤔🤔🤔
karena sebelum ini ada beberapa novel yang seperti dihapus karena mungkin terdapat adegan yang tergolong vulgar
Aku berharap ini akan terus berlanjut sampai ceritanya benar-benar tamat
septian arista
semakin menarik👍👍👍👍👍👍👍
septian arista
benar-benar wanita yang keras kepala terlalu angkuh dan arogan serta tidak tahu berterima kasih
septian arista
ayo lanjut terus👍👍👍
Pelangi SUCI: Asiiaaaap, mksih bosku 🙏 jangan lupa share ke teman-teman 🙏
total 1 replies
septian arista
menarik👍👍👍
septian arista
sepertinya cucu dari ketua Sun yang akan jadi pasangan pertamanya
septian arista
kultivasi ganda🤔🤔🤔🤭🤭🤭😀😀😀
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
hlo KA bisa berikan ulasan dengan jujur ke novel ku . semoga semoga KK suka hingga sampe jadi untuk favorit 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!