NovelToon NovelToon
SUAMIMU BUKAN SUAMIMU

SUAMIMU BUKAN SUAMIMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Cinta Seiring Waktu / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:22k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

Aynara terpaksa menikah dengan Aksa karena perjanjian kedua kakek mereka. Pernikahan itu diikat satu syarat: jika mereka bercerai sebelum satu tahun, Aynara harus membayar denda 10 miliar, sementara Aksa akan kehilangan haknya sebagai pewaris keluarga Wicaksono.

Namun, usai janji suci diucapkan, Wicaksono mengalami kecelakaan dan terbaring koma.
Merasa tak ada lagi yang bisa mengaturnya, Aksa berkata kepada Aynara, "Pernikahan ini terjadi karena Kakek. Aku sama sekali gak suka, apalagi mencintaimu. Dunia kita beda. Mulai sekarang, kita jalani hidup masing-masing sampai tiba waktunya bercerai."

Aynara terpaksa menelan kenyataan pahit itu. Namun, takdir mengubah segalanya ketika kecelakaan merenggut nyawa Aksa.
Regan, pembelot yang sedang diburu organisasi kriminal, memanfaatkan kematian Aksa untuk menyelamatkan dirinya.

Aynara tidak pernah tahu bahwa suami yang ia benci telah mati. Dan pria yang kini hidup sebagai Aksa adalah orang asing yang akan mengubah seluruh hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Malam Sebelum Pernikahan

Begitu masuk ke kamar, Aynara menutup pintu perlahan. Ia berdiri beberapa saat di balik pintu, seolah membutuhkan waktu untuk mencerna semua yang baru saja terjadi.

Besok ia akan menikah dengan pria yang bahkan tidak dicintainya.

Aynara segera merogoh ponsel dari saku bajunya. Tangannya sedikit gemetar saat mencari satu nama yang paling ingin ia hubungi saat ini.

Langlang.

Ia menekan tombol panggil. Nada sambung terdengar beberapa kali sebelum akhirnya tersambung.

"Halo, Nara?"

Mendengar suara itu, pertahanan Aynara yang sejak tadi ia bangun runtuh seketika. "Lang..."

Mendengar suara Aynara yang bergetar, Langlang mengerutkan dahi. "Iya. Kenapa, Ra?"

Aynara menarik napas dalam-dalam. "Aku harus ngomong sesuatu."

"Ada apa?" tanya Langlang. 'Kamu kedengarannya gak baik-baik saja."

Aynara duduk di tepi tempat tidur. "Ayah baru saja ngasih tahu aku, kalau aku akan menikah."

"Menikah?" ulang Langlang setelah sempat terdiam sejenak.

"Iya," jawab Aynara pelan.

"Sama siapa?" Langlang menggenggam ponselnya lebih erat.

Aynara menunduk. "Cucu Pak Wicaksono." Aynara memejamkan matanya. "Aku akan menikah besok."

"Apa?" Nada suara Langlang berubah. "Besok? Maksudmu... besok kamu nikah sama orang lain?"

Air mata mulai menggenang di sudut mata Aynara. "Aku juga baru tahu hari ini."

"Tapi kenapa?"

Aynara kemudian menceritakan semuanya. Tentang perjanjian kedua kakek mereka, denda lima miliar rupiah, hingga ancaman bahwa keluarga mereka tidak akan mampu membayar jika pernikahan itu dibatalkan.

Langlang mendengarkan tanpa menyela. Setelah Aynara selesai, terdengar embusan napas panjang dari seberang telepon. "Jadi... kalau kamu batalin pernikahan itu, keluargamu harus membayar lima miliar?"

"Iya."

Langlang terdiam.

Aynara menggigit bibir bawahnya. "Lang, aku gak mau nikah sama dia." Suara Aynara semakin lirih. "Aku mencintaimu."

Untuk beberapa saat, tidak ada jawaban, kemudian Langlang berkata dengan suara berat, "Aku juga mencintaimu, Nara."

Air mata Aynara akhirnya jatuh. "Terus kita harus gimana?"

"Ra," kata Langlang dengan suara rendah. "Aku belum punya pekerjaan tetap. Gak punya tabungan miliaran rupiah. Bahkan untuk membangun kehidupan sederhana sama kamu, aku masih belum mampu. Tapi aku juga gak sanggup kehilangan kamu. Kalau aku punya uang sebanyak itu..." suaranya terdengar getir. "Aku pasti datang jemput kamu sekarang."

Aynara menutup mulutnya menahan tangis. "Jangan bilang gitu."

"Aku serius, Nara."

"Aku tahu." Aynara mengangguk meski Langlang tak bisa melihatnya.

"Kalau saja aku punya sesuatu yang bisa membuat keluargamu gak perlu membayar denda itu..." Langlang terdiam sejenak. "Kamu gak perlu nikah karena terpaksa."

Aynara mengusap air matanya. "Aku harus gimana, Lang?"

"Kalau kamu nolak..." Langlang berhenti sebentar. "Aku takut kamu dan keluargamu bakal makin susah."

"Aku tahu."

Tiba-tiba tak ada lagi yang bersuara. Hingga beberapa saat kemudian, Langlang akhirnya bertanya dengan nada suara pelan. "Orang itu... dari kota?"

"Iya."

Langlang kembali bertanya, kali ini dengan nada hati-hati. "Keluarganya sangat kaya?"

Aynara terdiam sejenak. "Iya. Kenapa?"

"Gak apa-apa." Langlang segera menjawab. "Aku cuma pengen tahu seperti apa keluarga yang akan ngambil kamu dariku."

Aynara mengembuskan napas panjang. "Lang..."

"Hmm?"

"Kalau besok aku benar-benar menikah dengannya..." Suara Aynara kembali bergetar. "Kamu jangan membenciku, ya."

Langlang memejamkan mata. "Aku gak bakal benci sama kamu."

"Kamu janji?"

"Janji."

Aynara menangis dalam diam.

Di sisi lain telepon, Langlang menggenggam ponselnya erat. Untuk pertama kalinya, ia merasa benar-benar takut kehilangan Aynara.

Namun, ada sesuatu yang tidak pernah Aynara ketahui. Langlang tidak hanya takut kehilangan wanita yang dicintainya. Ia juga takut kehilangan kehidupan yang selama ini diam-diam ia impikan bersama wanita itu.

***

Malam itu, sebuah mobil hitam berhenti di depan rumah Jayadi. Bersama anak dan istrinya, pria paruh baya itu langsung pergi ke ruang tamu.

Tak lama kemudian, seorang pria turun dari kursi depan sambil membawa beberapa kotak dan sebuah garment bag.

"Permisi. Saya membawa beberapa keperluan untuk pernikahan Nona Aynara besok."

"Silakan masuk," kata Cepi ramah. "Keperluan pernikahan?" tanyanya setelah pria itu masuk.

"Iya, Bu." Lelaki itu kemudian menyerahkan beberapa barang yang sudah dikemas rapi.

Tidak banyak. Namun, begitu satu per satu dibuka, mata Cepi dan Caca langsung membesar.

Sebuah gaun pengantin terlipat rapi di dalam kotak khusus. Modelnya sederhana, tetapi terlihat elegan dengan bahan yang halus dan jahitan yang begitu rapi.

"Ini untuk Nona Aynara," kata pria tersebut, kemudian membuka sebuah kotak lain.

Di dalamnya terdapat satu set perhiasan berlian yang terdiri dari kalung, sepasang anting, dan gelang.

Caca sampai mendekat tanpa sadar. "Wow..."

Cepi tidak kalah tertegun.

Pria itu kemudian menyerahkan sebuah kotak sepatu. "Ini juga untuk melengkapi gaunnya."

Caca menatap sepatu tersebut dengan mata berbinar. "Berapa harganya?" tanyanya spontan.

Lelaki itu hanya tersenyum sopan. "Maaf, saya kurang tahu, Nona."

"Jangan norak." Cepi segera menyikut lengan putrinya. Padahal matanya sendiri masih terpaku pada perhiasan di atas meja.

"Besok pagi akan ada perias yang datang ke sini," lanjut pria tersebut. "Beliau akan merias Nona Aynara sebelum kami menjemput keluarga."

"Baik," jawab Jayadi.

"Kalau begitu, saya permisi," pamit pria itu setelah memastikan semua barang telah diterima.

Jayadi mengangguk. "Terima kasih."

Tak lama kemudian mobil itu meninggalkan halaman rumah Jayadi.

Jayadi hanya bisa memandangi barang-barang yang tersusun di atas meja. Ia tidak terbiasa melihat perhiasan, gaun, dan sepatu dengan kualitas seperti itu. Dari penampilannya saja, ia tahu semua pemberian tersebut bukan barang murah.

Sementara itu, Aynara justru terdiam. Tatapannya tertuju pada gaun pengantin yang sederhana tetapi terlihat begitu anggun, lalu beralih pada kotak perhiasan yang berisi satu set berlian.

Bukannya merasa senang, Aynara malah merasa semakin gugup. Semua benda itu membuat pernikahan yang awalnya terasa seperti sesuatu yang jauh kini menjadi nyata di depan matanya. Besok ia benar-benar akan menjadi istri Aksa Wicaksono.

Jayadi mengembuskan napas pelan. "Keluarga Wicaksono benar-benar serius dengan pernikahan ini."

Aynara tidak menjawab. Jemarinya perlahan menggenggam ujung bajunya. Di tengah kemewahan yang diberikan keluarga Wicaksono, pikirannya justru tertuju pada satu nama.

Langlang.

Cepi dan Caca masih berdiri memandangi barang-barang yang baru saja datang.

"Bagus banget..." gumam Caca.

Cepi tidak menanggapi. Tatapannya masih terpaku pada perhiasan yang berkilauan di dalam kotak.

"Aku boleh pinjam dulu buat bikin konten, ya?" Caca tiba-tiba mengulurkan tangan ke arah kotak perhiasan.

"Jangan!"

 

...🔸🔸🔸...

..."Tidak semua kemewahan mampu membuat hati bahagia. Sebab ketika cinta harus ditinggalkan, gaun terindah sekalipun terasa seperti pakaian untuk sebuah kehilangan."...

..."Hidup tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan, tetapi setiap keputusan tetap memiliki konsekuensi yang harus kita hadapi dengan berani."...

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Siti Jumiati
semangat Aynara kamu pasti bisa💪💪💪
Fadillah Ahmad
Sudah jelas bukan? Kenapa Langlang terus mendekati Aynara? 😂😂😂 Jawabannya hanya satu ysitu 'CANTIK' dah itu saja. Itu alasan utama Langlang sebenarnya. 😂😂😂
asih
wkwkwk diam² memerhatikan jangan tarik omonganmu ya aksa 🤣🤣🤣

kamu ketinggalan berita sendiri mama sudah tahu kalau istrimu sangat cantik jangan terpesona loh Dan diam² kamu jadi stalker
Fadillah Ahmad
Nih ya, aku kasih tau. Laki-laki itu, yang di lihat dari perempuan itu, adalah Cantik atau tidaknya. Di Usia 20an, Laki-laki melihat Petempuan itu, dari Cantik tidaknya tuh Perempuan. Di Usia 30an, 40an atau bahkan 60an sekalipun, penilaian laki-laki itu tetap sama. Cantik Cantik dan, Cantik! Tidak akan pernah berubah. 😂😂😂 Ini pandangan aku sebagsi laki-laki loh. Penilaian kami, laki-laki tetap sama
'CANTIK' udah itu saja. 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Kan aku sudaj pernah bilang kan, Cinta otu bisa di pupuk kok. 😂😂😂 Kamu-nya saja yang terlalu berlebihan. Kayak nggk afa saja, pria lain. 😂😂😂 Cinta itu, midah datang, mudah juga pergi. Tergantung kitanya saja sih... 😂😂😂
Eka Burjo
Mama Asti: Ngapain kamu kesini?
Aksa. : Mama ngapain ?
Mama Asti: Makan siang sama mantu Mama lah.
😂🤭
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana... Up Bab Baru-nya ya, Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Mereka memang mempunyai hubungan Riva. Hubungan Pernikahsn tau... 😂😂😂
Rahma
makin seru makin menarik, up lg dong ka nana
Fadillah Ahmad
Aynara bobok bersamanya nanti. Bukan sama Aksa. Melainkan Sama Regan. Pembelot dari Organisasi Kriminal. 😂😂😂 Sama Regan nanti, Aynara bobok besamanya. 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Dan... Yang kau ajak bicara sekarang itu, kini adalah Istri CEO tau... 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Dia adalah Istrimu sendiri tau... 😂😂😂 Kenapa? Kau terpesona ya? ha? Kau mau menjilat ludahmu sendiri? h Cuih! Sampah Kau Aksa! 🤬🤬🤬
Fitra Sari
lanjut KK 🙏🙏
Fadillah Ahmad
Wajar sajalah, Kata-katami ke ibumu waktu itu tentang Aynara, sangat menyakiti hatinya tau... 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Nah itu! Di s8tulah kesombongan kau itu Aksa! 😂😂😂 Kau menganggap, kalau perempuan tersebut akan terpesona sama kau! 😂😂😂 Di situlah Kesombongan kau itu tau! 🤬🤬🤬
Marsiyah Minardi
Wahhh pertemuan tak terduga Aynara ,Bu Asti ,Aksa
Akan kah Aksa kian penasaran atau malah Aynara ngajak berantem lagi ke Aksa ?
Anitha
menarik,Aksa selamat kamu akan jatuh cinta sama istrimu sendiri🤣Pak Gunadi ingin sekali menertaeakanmu yang tidak mengeli istri sendiri...
Anitha
Pak Gunadi awasi Lang-Lang yaa takut berbuat macam² sama Nyonya Mudamu,dan awasi juga Nara jika ada orang yang tidak suka Nara,bisa di tegor,,Aksa baguslah tidak mengenali istrinya🤣
Cicih Sophiana
mungkin itu sebuah takdir... qta menginginkan menjauh tp tdk bisa... qta sdh berusaha menjauh tetap tdk bisa juga..
Kadek Sri
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!