NovelToon NovelToon
Hutang Harta Berujung Cinta

Hutang Harta Berujung Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Bad Boy
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Green_Rose

Ia dijodohkan dengan anak orang kaya di kampungnya. Pria lumpuh dengan latar belakang yang tak enak di dengar. Anak tunggal dari orang terkaya di kampung itu. Cap play boy yang suka mempermainkan wanita melekat sangat kuat di nama si cowok.

Namun, Aulia tetap menerima pernikahan itu karena hutang ayahnya yang besar. Iya. Singkatnya, pernikahan itu karena hutang keluarga yang besar, yang tidak bisa ayahnya kembalikan.

Namun, siapa sangka kalau hidup akan berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Green_Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode *8

"Tapi ... sayangnya, Non Lia tidak akan melihat sisi lemah dari Den Zihan. Karena Den Zihan adalah tipe pria yang sangat pintar menyembunyikan kelemahan yang dia miliki. Karena itu, Non Lia tidak akan tahu hal itu jika Bibi tidak memberitahukannya kepada Non."

Lia terdiam. Dia memikirkan ulang apa yang baru saja Mbok Yah katakan. Dan, perlahan benaknya membenarkan apa yang dikatakan oleh Mbok Yah. Selama lebih dari satu minggu ia tinggal satu rumah dengan Zihan, tak sekalipun ia pernah melihat Zihan meminum obat apapun. Padahal, jika menurut perkataan Mbok Yah barusan, Zihan pasti harus minum obat dengan teratur karena ia hidup atas ketergantungan obat.

Tapi Zihan sungguh pintar menyembunyikan semua itu. Entah bagaimana caranya ia melakukan hal tersebut sampai Lia yang tinggal satu rumah tidak pernah sekalipun melihat ia meminum obatnya.

"Non Lia." Mbok Yah langsung memanggil Lia karena melihat Lia bengong.

"Iya, Mbok." Terlihat wajah kaget yang berusaha Lia sembunyikan dari Mbok Yah sekarang.

"Kenapa bengong, Non?"

"Eh, tidak kok, Mbok. Tidak bengong. Hanya sedang berpikir soal sesuatu saja."

"Mm ... berpikir soal apa, Non? Soal Den Zihan ya?" Kini, Mbok Yah malah menggoda Lia.

Seketika, Lia langsung menepis apa yang Mbok Yah katakan. Selanjutnya, Mbok Yah kembali bercerita tentang kehidupan Zihan. Yang dari cerita itu membuat Lia semakin prihatin akan nasib yang sudah Zihan alami selama ini.

"Den Zihan itu sebenarnya pria yang baik, Non. Hanya saja ... karena kesepian dan jauh dari orang tua, dia jadi sedikit nakal. Tapi, itu sebelum kecelakaan itu terjadi. Karena setelah kecelakaan itu terjadi, Den Zihan .... "

Belum sempat Mbok Yah menyelesaikan apa yang ingin ia katakan. Bel pintu rumah mereka tiba-tiba saja berbunyi. Hal itu sontak mengalihkan perhatian mereka berdua dari apa yang sedang mereka bicarakan.

"Ah, sepertinya Den Zihan dan Mang Mamat sudah pulang, Non. Mbok bukain pintu dulu ya," ucap Mbok Yah sambil bangun dari duduknya.

Tapi, baru juga ia bangun, dia langsung menoleh ke arah Lia kembali. "Eh, tapi kan mereka baru saja pergi ya. Kok bisa sudah pulang saja sekarang." Mbok Yah terlihat bingung sendiri.

Lia yang mendengar ucapan itu pun jadi ikutan bingung sekarang. "Maksud Mbok gimana?"

"Ah, tidak apa-apa, Non. Biar Mbok bukain pintunya sekarang ya."

"Iya, Mbok."

Lia tiba-tiba merasa tidak enak hati. Entah kenapa, ada rasa yang tidak nyaman seiring perginya Mbok Yah dari meja makan tersebut. Sementara si Mbok langsung menuju pintu untuk melihat siapa yang sedang berada di depan pintu tersebut.

Ketika pintu terbuka, Mbok Yah langsung dikagetkan dengan kemunculan seorang perempuan yang terlihat agak mirip dengan orang yang sebelumnya ia kenali dengan cukup baik. Perempuan yang pernah Zihan ajak pulang ke rumah. Dia adalah perempuan satu-satunya yang pernah mampir selama Zihan tinggal di rumah tersebut.

Kemunculan perempuan yang cukup mirip ini membuat Mbok Yah langsung kaget. Sampai-sampai, ia tidak bisa berucap satu patah kata pun ketika matanya melihat si perempuan.

Sementara perempuan itu, dia yang melihat Mbok Yah langsung mengukir senyum manis yang lebar sampai menampakkan gigi-giginya karena tersenyum. "Mm ... maaf, ini ... rumah Kak Zihan, kan? Eh, maksud aku, apa benar ini rumah Kak Zihan, Bik?"

Ucapan dengan nada sopan itu langsung membuat Mbok Yah sadar dari lamunannya. Dia pun langsung membalas senyum si perempuan dengan senyum kecil yang terlihat sangat dipaksakan.

"Iya. Ini ... memang benar rumah Den Zihan. Nona ini siapa ya? Ada perlu apa dengan Den Zihan?"

"Saya ... ah, saya ingin bertemu dengan Kak Zihan. Apa boleh saya masuk sekarang, Bik?"

"Jika ingin masuk, silahkan, Non. Tapi, saat ini, Den Zihan sedang tidak ada di rumah. Mungkin, akan pulang setelah beberapa jam ke depan. Jika Nona ingin menunggu .... "

"Oh, kalau gitu tidak apa-apa kok, Bik. Saya tidak keberatan buat menunggu Kak Zihan pulang. Karena ada hal yang ingin saya bicarakan." Si perempuan makin terlihat tidak sopan sekarang. Karena ia bisa-bisanya langsung memotong ucapan Mbok Yah dengan cepat tanpa memberikan Mbok Yah kesempatan untuk menyelesaikan ucapannya terlebih dahulu.

Sementara itu, Lia yang merasa tidak enak hati sebelumnya, ditambah Mbok Yah yang pergi cukup lama itu pun semakin membuat Lia merasa tidak tenang. Karena itu, dia pun memilih untuk segera menyusul Mbok Yah.

Beberapa saat berjalan, Lia pun langsung tiba ke pintu utama rumah mereka. Saat ia mendekati pintu, dia pun langsung bertanya. "Siapa, Mbok Yah? Kak Zihan atau siapa sih? Kok tidak masuk juga?"

Sontak, suara itu langsung membuat Mbok Yah merasa panik. "Eh, Non ... Lia. Ini .... "

"Siapa dia, Bik? Kenapa dia bisa tinggal di rumah ini? Apa dia saudaranya Kak Zihan?" Perempuan itu pula angkat bicara. Dengan wajah yang sepertinya kurang suka akan keberadaan Lia, perempuan itu menatap Lia dengan tatapan sinis.

"Eh ... dia ... dia adalah .... "

"Aku istrinya Kak Zihan. Kamu siapa?" Lia yang kesal langsung saja berucap dengan lantang.

Karena ucapan itu, wajah si perempuan semakin tidak enak untuk dilihat. Dari tatapan sinis, kini berubah menjadi tatapan benci dan marah karena terserang api kecemburuan.

"Hah? Kamu istrinya Kak Zihan? Yang benar saja, Mbak. Kak Zihan itu cinta mati dengan kakakku. Mana mungkin dia mau menikah dengan perempuan lain selain perempuan yang mirip dengan wajah kakakku yang sudah meninggal," ucap perempuan itu dengan nada kesal.

"Maaf, Non. Apa yang Non Lia katakan itu benar. Non Lia adalah istri sah Den Zihan. Karena itu dia ada di sini." Mbok Yah yang merasa kesal akan ucapan perempuan itu langsung angkat bicara untuk membela Lia.

"Bibi diam saja deh sekarang. Aku tidak ngomong sama Bibi kok. Jadi, tidak usah ikut campur." Si perempuan malah bicara dengan nada sedikit tinggi pada Mbok Yah. Hal itu membuat Lia merasa semakin naik darah atas sikap kasar yang perempuan itu perlihatkan.

"Maaf, Adik. Kamu tidak layak bicara dengan orang tua dengan nada seperti itu. Asal kamu tahu saja, Kak Zihan aja tidak pernah bicara kasar sama Mbok Yah. Tapi kamu yang bukan siapa-siapa malah ngomong kasar. Heran aku sama Kak Zihan, kenapa bisa ada hubungan dengan perempuan seperti kamu ya?"

"Eh, maaf deh. Salah pikir aku barusan. Yang ada hubungan itu bukan kamu ya? Melainkan, kakak kamu yang sudah tiada. Karena aku masih percaya, kalau suami aku itu tidak akan salah milih orang untuk dia ajak berpacaran."

1
sunaryati jarum
Sadar diri namanya buruk,takut jika usahanya tidak dilirik masyarakatnya karena citramu buruk.Cerdik juga.
sunaryati jarum
Baru mampir
Green_Rose: yuhu... moga betah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!