NovelToon NovelToon
Kepentok Cinta Sama Rival Kantor

Kepentok Cinta Sama Rival Kantor

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Peri Bumi

"Budget nya ini terlalu berlebihan, harus lebih efisien!"

Kenzo Swara, memberikan revisi untuk Rain Edelweis tak terhitung jumlahnya.

Lelah dan ingin marah, tapi nasib sial Rain memang ada di tangan Teman Rival kantornya itu. Kepala Tim Marketing vs Kepala Tim Perencanaan memang sering bentrok.

Di sisi lain, ada Divisi Humas yang selalu jadi penengah.

Apa jadinya kalau rival kantor Rain malah diam diam suka sama Rain?

Padahal setiap hari Rain selalu mencacinya.

Simak kisah mereka disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Peri Bumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kunjungan pertama

Satu bulan sejak kepindahan Rain ke Surabaya, akhirnya tiba kesempatan yang sudah lama mereka nantikan, Kenzo mendapat cuti akhir pekan panjang dan memutuskan untuk terbang langsung menemui Rain, sesuai janji yang selalu dia pegang teguh.

Rain sudah menunggu di area kedatangan Bandara Juanda sejak setengah jam sebelum jadwal mendarat, tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya meski berusaha tetap tenang di tengah keramaian bandara.

Begitu Kenzo muncul dari pintu kedatangan, membawa tas ransel sederhana dengan senyum lebar di wajahnya, Rain tidak bisa lagi menahan diri. Dia berlari kecil menghampiri Kenzo, langsung memeluknya erat tanpa mempedulikan pandangan orang-orang di sekitar mereka.

"Aku kangen banget," bisik Rain, wajahnya terbenam di dada Kenzo.

"Aku juga," jawab Kenzo, memeluk balik dengan tidak kalah eratnya, menghirup aroma familiar yang selama sebulan ini hanya bisa dia rasakan lewat kenangan. "Kamu makin cantik aja."

"Gombal," Rain tertawa kecil, melepaskan pelukan itu meski tangannya masih enggan melepaskan genggaman tangan Kenzo.

Sepanjang akhir pekan itu, mereka menghabiskan waktu menjelajahi kota Surabaya bersama, mengunjungi beberapa tempat kuliner khas yang belum sempat Rain coba sendirian karena kesibukan kerja, berjalan-jalan santai di sepanjang kawasan kota lama yang menyimpan bangunan bersejarah peninggalan kolonial, hingga menikmati sunset romantis di kawasan pantai dekat Suramadu.

"Kamu udah mulai betah di sini?" tanya Kenzo, duduk berdampingan dengan Rain di tepi pantai, menikmati semilir angin sore yang menyejukkan.

"Perlahan-lahan," jawab Rain jujur. "Awalnya berat banget, apalagi harus buktiin diri ke tim yang masih meragukan kemampuan aku. Tapi sekarang udah mulai nemuin ritmenya."

"Aku bangga banget sama kamu," kata Kenzo, menatap Rain dengan tulus. "Kamu selalu berhasil ngelewatin hal-hal berat, di mana pun kamu berada."

Rain tersenyum, menyandarkan kepalanya ke bahu Kenzo. "Ini semua nggak akan seringan ini kalau nggak ada dukungan kamu dari jauh. Paket-paket kejutan, surat-surat kecil, video call tiap malam, itu semua bikin aku ngerasa nggak sendirian, meski secara fisik kita jauh."

"Aku juga belajar banyak hal dari jarak ini," Kenzo mengaku. "Dulu aku pikir, cinta itu cukup dengan kehadiran fisik. Tapi ternyata, cinta yang sesungguhnya diuji justru saat kita nggak bisa selalu hadir secara langsung, dan harus cari cara lain buat nunjukin perhatian."

Malam harinya, mereka makan malam romantis di sebuah restoran kecil dengan pemandangan kota Surabaya yang berkilauan dari lantai atas. Suasana hangat dan intim itu membuat Rain merasa seolah jarak yang selama ini memisahkan mereka benar-benar menghilang untuk sementara waktu.

"Rain," kata Kenzo, tiba-tiba menjadi lebih serius di tengah makan malam mereka. "Aku pengen ngomongin sesuatu yang udah lama aku pikirin."

"Apa itu?" tanya Rain, sedikit penasaran dengan perubahan nada suara Kenzo.

"Aku udah ngomong sama Papa soal kemungkinan aku dipindahtugaskan ke sini, ke Surabaya," Kenzo menjelaskan, membuat Rain terkejut mendengarnya. "Perusahaan hasil merger emang lagi butuh orang buat mimpin divisi Finance di cabang baru ini juga."

"Kamu serius mau pindah ke sini?" tanya Rain, hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.

"Aku serius," jawab Kenzo mantap. "Aku udah capek jalanin hubungan jarak jauh kayak gini, Rain. Aku pengen kita bisa deket lagi, bisa saling dukung secara langsung, bukan cuma lewat layar ponsel."

Rain merasakan matanya mulai berkaca-kaca mendengar ketulusan itu. "Tapi karier kamu di Jakarta, posisi kamu yang udah mapan di sana"

"Karier aku penting, tapi kebersamaan kita lebih penting," Kenzo memotong, menggenggam tangan Rain erat di atas meja. "Lagipula, ini bukan langkah mundur. Ini kesempatan buat aku bangun sesuatu yang baru, di kota baru, bareng kamu."

Keesokan paginya, sebelum Kenzo harus kembali ke Jakarta, mereka menghabiskan waktu terakhir mereka dengan sarapan santai di penginapan tempat Kenzo menginap selama akhir pekan itu.

"Kapan kira-kira kepindahan kamu bakal diproses?" tanya Rain, masih setengah tidak percaya dengan kabar baik yang baru saja dia terima kemarin malam.

"Kemungkinan dalam dua bulan ke depan, kalau semua administrasi berjalan lancar," jawab Kenzo, tersenyum penuh harap. "Aku janji, aku akan berusaha secepat mungkin biar kita nggak perlu jauh-jauhan terlalu lama lagi."

"Aku nggak sabar," Rain mengaku, matanya berbinar penuh harapan akan masa depan yang mulai terlihat lebih jelas dan menjanjikan.

Saat mengantar Kenzo kembali ke bandara untuk penerbangan pulangnya, perpisahan kali ini terasa jauh lebih ringan dibanding perpisahan pertama mereka sebulan lalu, karena kini, mereka berdua tahu, ini bukan lagi perpisahan tanpa kepastian, melainkan langkah sementara menuju babak baru yang akan mempertemukan mereka kembali, kali ini untuk waktu yang jauh lebih lama.

"Sampai ketemu lagi, dalam waktu dekat," kata Kenzo, memeluk Rain erat sebelum akhirnya harus masuk ke area keberangkatan.

"Sampai ketemu lagi," Rain membalas, tersenyum penuh keyakinan, melambaikan tangan sampai sosok Kenzo benar-benar menghilang dari pandangannya.

Dalam perjalanan pulang menuju apartemen barunya, Rain merasakan hatinya dipenuhi harapan yang jauh lebih besar dari sebelumnya, harapan bahwa perjuangan panjang mereka, dari rivalitas kantor yang penuh perdebatan hingga jarak yang memisahkan mereka untuk sementara waktu, akhirnya akan membuahkan hasil yang jauh lebih indah dari yang pernah dia bayangkan sebelumnya.

1
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
🙂
Xlyzy
jelas lah dia dia dah Dig dug plu gugup pertama kali loh ketemu wajar aja, apalagi ini camer 🤭
Tamaa
Bagusnya memang Rain ke Surabaya aja, biar hubungan mereka teruji selain itu kalau hubungan terus berlangsung tanpa adanya masalah sedikitpun dan bertemu setiap hari pasti ada rasa bosan yang muncul sedikit.
Tamaa
awas hubungannya jadi renggang
Tamaa
Kena mutasi nih, harus ldr dong
-Thiea-
habisnya si pandu juga kagak jelas. kayak tarik-ulur gitu. jadi bingung kan si rain.
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠ : dia hablum minannas ke semua orang ka 😭
jadinya bikin cewek salah paham
total 1 replies
-Thiea-
mulai nyaman sih ya komunikasinya walau masih ketus.
Mingyu gf😘
nahh, sama kenzo aja deh yang gak plin plam
Mingyu gf😘
Jangan mau sama pandu rain, dia kayaknya terlalu plin plan sama hatinya
Aquarius97 🕊️
apakah itu artinya bang Kenzo juga percaya pada rain.. uhuyuhuyuhuy 😍😍
Aquarius97 🕊️
tenang saja... kan ada babang Kenzo rain...
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kartika Candra Buwana
moga aja ayahnya kenzo meridhoi rain
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kartika Candra Buwana
nontonnya di noveltoon juga kah?😄
Prayy
ternyata sifat Kenzo kaya gitu demi nutupin dari semua orang deh karena beban yang di pikul nya
Prayy
kenapa kaget ? masih canggung yaaa
Prayy
sampai pandu tauu buruan pandu nanti ke duluan pak Kenzo
Prayy
mulai mulai satu kantor udh tahu nih
Myz Pena
cieee yanh mau makan dengan calon mamernya... rain happy...tapi pandu auto mewek sendirian 🤧...
Putry Chan
kalimat " aku disini " itu singkat tapi power full genggaman tangan Kenzo bikin rain merasa lebih nyaman , tim solid bgt semoga mereka bisa ngelewatin tes dari papa kenzo
ginevra
nah, akhirnya kamu sadar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!