Leerant Quan adalah mahasiswa S2 paling njelehi sedunia. Dia tidak mau menyelesaikan tugas akhir akibat pundung sama dosen pembimbingnya ditambah nilai bahasa Inggris nya D gara2 dosennya tua! Akibatnya, ayahnya Timothy Quan ( dr triad Quan Taiwan ) mengultimatum harus lulus dalam waktu kurang dari setahun. Leerant harus kuliah lagi bahasa Inggris dan ternyata dosennya ... Katerina Reeves. Gadis yang empat tahun lebih tua darinya mampu membuat Leerant jungkir balik. Segala cara dilakukan agar putri Kaivan Reeves itu mau dengannya. Sementara Katerina tidak suka pria malas dan njelehi ditambah dia sudah punya pacar. Leerant pun berusaha menikung meskipun harus adu senjata.
Gen 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
No No Ya
"Jealousy, turning saints into the sea
Swimming through sick lullabies, choking on your alibis
But it's just the price I pay, destiny is calling me
Open up my eager eyes, 'cause I'm Mr. Brightside ...."
Leerant mendengarkan lagu milik band lawas The Killers dengan judul Jealously dari aipodsnya sambil terkantuk-kantuk di kursi tunggu. Dia merasa kesal karena Katerina tidak segera keluar dari ruang dosen.
Matanya yang setengah sayu itu melihat adik kelasnya sedang berjalan menuju ruang dosen. Bambam menoleh dan menghampiri Leerant.
"Quan-ge, kamu nunggu siapa?" tanya Bambam yang langsung duduk di sebelahnya.
"Menunggu yang bisa ditunggu," jawab Leerant cuek.
"Gege nggak pulang? Apa masih ada kuliah lagi? Kayaknya Gege cuma ambil Sastra Inggris kan? Eh, Gege mau buat tugas paper apa? Aku penasaran," cecar Bambam.
"Aku belum tahu. Makanya aku di sini mencari wangsit," jawab Leerant.
"Kalau aku mau bahasa Solo Leveling. Memang lama sih tapi buat aku mind blowing banget! Aku ingin macam Sung Jin-woo. Yang lemah tapi karena dia mengembangkan kekuatan. Ya dia dibantu sistem sih, tapi progresnya itu yang membuat aku yakin kalau aku bisa." Bambam memperlihatkan novel Solo Leveling.
"Kamu kerja jadi apa?" tanya Leerant.
"Aku kan bukan anak konglomerat macam Gege, jadi aku sadar diri kalau aku anak tukang bakpau dan dimsum. Ayahku memang sudah ekspansi tapi aku akan membuat lebih dari ayahku. Akan lebih banyak orang mau makan bakpau dan dimsum kami. Nggak cuma di Taipei tapi ke kota-kota lainnya," jawab Bambam dengan semangat.
Leerant terdiam. Bambam sudah memikirkan bisnis keluarganya. Bahkan Anton tadi sudah punya visi ke depan bekerja di perpustakaan nasional dan hendak menerjemahkan semua buku-buku klasik.
Lha aku? Tidak punya visi misi apapun itu! Tidak seperti kak Longze yang dari kecil sudah tahu mau menjadi pengusaha macam Papa - batin Leerant.
"Kamu ngapain ke ruang dosen sastra?" tanya Leerant.
"Mau diskusi dengan Miss Reeves. Kamu tahu, beliau tadi di ruang kuliah sastra ... Lebih suka mendengarkan pendapat kita in English. Banyak yang terkejut karena itu adalah cara Miss Reeves membenarkan grammar kita. Jadi tidak hanya teori saja tapi praktik juga," cerita Bambam.
"Lho? Kamu tadi ikut kuliahnya dia?" tanya Leerant terkejut.
"Hu um. Kuliah manajamen bisnis aku kosong karena Professor Ling sedang menguji sidang skripsi. Admin lupa mengganti jadwal kuliah jadi aku masuk ke kelas Miss Reeves daripada bengong," jawab Bambam.
Tak lama Katerina pun keluar bersama dengan para dosen dan tampaknya gadis itu hendak pulang. Bambam dan Leerant pun berdiri. Mereka menunggu sampai Katerina berjalan sendirian baru menghampirinya.
"Miss Reeves!" panggil Bambam.
Katerina menoleh. "Oh, hai Bambam. Leerant," sapanya dengan tatapan bingung.
"Miss Reeves, maaf mengganggu. Bolehkah saya berdiskusi tentang tugas paper yang harus diserahkan hari Jumat besok?" pinta Bambam sopan.
"Boleh. Aku sudah lowong kok. Mau pulang sih sebenarnya tapi tidak apa. Ayo, kita duduk di kursi taman itu." Katerina menoleh ke Leerant. "Kamu juga mau diskusi?"
Leerant tergagap. "Eh, iya."
Katerina tersenyum. "Kamu belum mendapatkan novel yang cocok?" tanyanya sambil berjalan ke kursi taman.
Leerant menggelengkan kepalanya. Matanya menatap wajah cantik Katerina dengan tatapan tidak bisa diprediksi.
Ketiganya pun duduk. Bambam lalu memperlihatkan novel Solo Leveling. Katerina tersenyum.
"Ini novel yang bagus. Aku sudah baca semua," jawab Katerina.
"Benarkah Miss?" tanya Bambam dengan wajah berbinar.
"Yup. Aku punya yang cetakan bahasa Korea dan Inggris. Ada di rumah aku di Jakarta. Bisa dibilang, aku punya perpustakaan cukup besar di rumah," jawab Katerina. "Kamu mau diskusi apa?"
Bambam dengan antusias memberikan ide dan tipe tulisannya. Katerina mendengarkan dengan serius. Setelah Bambam selesai memberikan pendapatnya, Katerina memberikan celah yang sedikit plat hole.
Leerant melihat bagaimana cerdasnya Katerina yang ternyata benar-benar sudah membaca buku itu. Gadis itu benar-benar menguasai isi novel yang diberikan Bambam.
Raut wajah Bambam semakin terlihat kagum ke dosennya. Dia tidak menduga jika Katerina menguasai isi cerita Solo Leveling. Bambam mengucapkan terima kasih ke Katerina lalu dia berpamitan untuk ke kelas berikutnya.
"Kamu nggak pulang?" tanya Katerina setelah mereka tinggal berdua.
"Aku menunggu kamu," jawab Leerant.
Katerina menaikkan sebelah alisnya. "Menunggu aku?"
Leerant mengangguk. "Aku mau ajak kamu makan malam sekalian mengantar pulang."
Katerina tertawa kecil. "Tunggu sebentar Mr Quan. Sebagai dosen kamu, aku wajib bertanya. Apakah kamu sudah mendapatkan buku yang hendak kamu buat tugas besok?"
"Apa kamu ada referensi?" tanya Leerant.
"Pernahkah kamu membaca The Picture of Dorian Gray?" Katerina menatap Leerant.
Pria itu memandang Katerina dengan wajah malas. "Seriously?"
"Kenapa? Tidak suka sastra jadul?" tanya Katerina.
"Aku belum pernah baca. Garis besarnya?" Leerant menatap Katerina.
"Ceritanya berkisar pada potret dari Dorian Gray karya Basil Hallward, seorang seniman yang terkesan dan tergila-gila dengan keindahan Dorian. Melalui Basil, Dorian bertemu Lord Henry Wotton, dan dia segera terpesona oleh pandangan dunia hedonistik aristokrat: bahwa keindahan dan kepuasan sensual adalah satu-satunya hal yang layak dikejar dalam hidup. Baru memahami bahwa kecantikannya akan memudar, Dorian mengungkapkan keinginan untuk menjual jiwanya, untuk memastikan bahwa gambarnya, bukan dia, akan menua dan memudar. Keinginan itu dikabulkan, dan Dorian menjalani kehidupan libertine dengan berbagai pengalaman amoral sambil tetap muda dan cantik, sementara itu, potretnya menua dan mencatat setiap dosa Dorian. Apa kamu tertarik?" Katerina tertawa kecil melihat wajah sebal Leerant.
"Aku hanya tahu Dorian Gray di film The League of Extraordinary Gentlemen."
Katerina tertawa. "Kamu tahu kan bagaimana endingnya?"
"Jadi kamu menyarankan novel itu?" Leerant memegang pelipisnya.
"Yup. Bagaimana?"
"Akan aku lakukan! Akan aku baca novel purba itu!" jawab Leerant penuh keyakinan.
"Bagus! Aku tunggu papernya ya?" senyum Katerina sambil berdiri.
Tiba-tiba Leerant menggandeng tangan Katerina. "Aku ajak kamu makan malam."
Katerina melepaskan tangannya. "Aku di sini dosen kamu, Leerant. Bukan saudara kamu. Lagipula, ini hari pertama aku mengajar dan aku tidak mau ada gosip. Oke?"
"Jadi?"
"Berikan saja nama restaurannya dan aku akan menyusul dengan taksi." Katerina harus tegas.
"Kamu tidak ada mobil? Aku bilang Papa ya?"
"Leerant ... Jangan seperti itu ya? No no ya," senyum Katerina.
Leerant semakin cemberut. "Kok aku macam dimarahi oleh Mamaku ya?"
Katerina tertawa. Mereka pun pergi ke parkiran dan berpisah di sana. Katerina memanggil taksi setelah mendapatkan alamat restauran yang dimaksud Leerant.
***
Yuhuuuu up Siang Yaaaaaaaa gaeeessss
Thank you for reading and support author
don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
mntn mrtuanya kceplosan...jgn blng kl kcelakaan tu emng d sngaja sm kluarganya tristan????
tp alasannya apa????
harta????atw sking ga sukanya sm kate,smp tega mnyingkirkannya????
keceplosan kah????
usut itu kecelakaan kykny emang biar kate meninggal trs tristan bs di setir sama keluarga ma dan diporotin hartanya
mungkin karena harta yang diperoleh Tristan yang jadi harta warisan 🤔🤔🤔
kasihan Lena dijadikan sandera warisan appa-nya😔😔😔