NovelToon NovelToon
Menikah Karena Jebakan

Menikah Karena Jebakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Nikahmuda / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Kegiatan kemping Pramuka yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi petaka, kala seseorang dengan sengaja mengubah arah tanda panah penunjuk jalan. Daniel dan Zeya tersesat hingga terpaksa bermalam di sebuah pondok tua. Demi bertahan dari dinginnya malam yang bisa menyebabkan hipotermia, mereka pun saling menghangatkan tubuh.

Pagi harinya, warga desa menemukan mereka dalam keadaan berpelukan. Tanpa mau mendengar penjelasan, keduanya langsung dibawa ke Balai Desa dan dipaksa menikah sesuai hukum adat yang berlaku.

Daniel dan Zeya mengira semuanya akan selesai setelah pernikahan itu. Namun, mereka kembali dikejutkan oleh aturan adat yang melarang pasangan pengantin meninggalkan desa sampai waktu yang ditentukan.

Terjebak dalam pernikahan yang tak terduga, Daniel dan Zeya harus menjalani hari-hari bersama di desa, apakah Daniel dan Zeya akan terpuruk atau justru bangkit memulai hidup baru mereka di sana?

Ikuti kisah mereka hanya di sini;
"Menikah Karena Jebakan"
karya Moms TZ, buka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18.

Kepulangan Maura kembali ke rumah disambut haru Bu Safira. Wanita itu memeluk putri sambungnya dengan erat seolah enggan melepaskannya.

"Selamat datang di rumah, Sayang," ucap Bu Safira lirih sambil mengusap punggung Maura.

"Rumah ini selalu menjadi tempatmu pulang. Tapi ibu berharap, kali ini sebagai pribadi yang lebih baik," lanjutnya, bibir wanita itu tersungging senyum tipis yang dingin.

Tangis Maura pecah seketika. Gadis itu membalas pelukan Bu Safira dengan tubuh bergetar.

"Maafkan... aku, Bu," ucapnya terbata-bata masih dalam pelukan sang ibu sambung. "Aku sudah mengecewakan Papa, Ibu... juga semua orang."

Bu Safira mengurai pelukan lantas mengusap kedua pipi Maura yang basah oleh airmata. "Kesalahanmu memang besar, Nak. Tapi, selama kamu sungguh-sungguh memperbaiki diri, ibu akan tetap mendampingimu."

Bu Safira kembali tersenyum tipis, tetapi lagi-lagi senyumnya terasa begitu dingin jika diperhatikan dengan seksama.

Dr. Rangga yang sejak tadi berdiri tak jauh dari mereka akhirnya melangkah mendekat. Wajahnya masih menyimpan ketegasan.

"Masuk ke ruang kerja Papa," ujarnya sambil menatap Maura. "Ada hal yang harus kita bicarakan," lanjutnya, nada bicaranya terdengar lebih tenang.

Maura mengangguk pelan, lantas melangkah bimbang mengikuti sang ayah menuju ruang kerja. Bu Safira ikut masuk, lalu duduk di samping Maura.

Dr. Rangga membuka map berisi dokumen yang baru dibawanya dari kantor kepolisian, kemudian meletakkannya di atas meja.

"Mulai hari ini, statusmu adalah tahanan kota," ucapnya seraya menatap Maura lekat. "Itu artinya kamu nggak boleh meninggalkan kota tanpa izin. Semua aturan itu harus kamu patuhi."

"Iya, Pa," jawab Maura lirih sambil menggenggam kedua tangannya di atas pangkuan. "Aku akan menurut."

Dr. Rangga mengembuskan napas panjang, lalu kembali berbicara. "Papa menjadi penjaminmu bukan karena papa ingin membebaskanmu dari tanggung jawab. Papa harap kamu bisa menggunakan kesempatan ini untuk merenungi dan menyesali kesalahanmu dengan memperbaiki diri."

Maura kembali menundukkan kepala. Airmatanya menetes membasahi punggung tangannya.

"Aku nggak akan menyia-nyiakan kesempatan ini," ucapnya dengan suara bergetar. "Aku akan menjalani semua proses hukumnya dan berusaha keras."

Bu Safira menggenggam tangan Maura dengan lembut. "Ibu percaya perubahan nggak akan terjadi dalam sehari," tuturnya pelan. "Tapi selama kamu mau berusaha dan terus melangkah ke arah yang benar, pasti nggak akan sia-sia."

Suasana kembali hening. Maura merasakan kehangatan rumah yang hampir hilang sejak masalah muncul akibat perbuatannya sendiri. Namun, ia juga sadar bahwa kepulangannya bukanlah akhir dari permasalahan. Proses hukum masih menantinya, begitu pula tanggung jawab yang harus ia jalani hingga semuanya benar-benar selesai.

.

.

.

Suasana grup chat SMA Pelita Bangsa menjadi heboh sejak kemunculan video viral Daniel dan Zeya yang berhasil menaklukkan beg4l. Kini kembali dibuat gempar setelah Jenna mengirimkan sebuah pesan di grup tersebut.

"Teman-teman, aku punya kabar terbaru nih... mengenai siapa penyebar fitnah sekaligus yang mengunggah foto-foto pernikahan Daniel dan Zeya di media sosial beberapa waktu lalu. Dia adalah Maura Adriana Wijaya."

Dalam hitungan detik, notifikasi bermunculan tanpa henti.

"Hah? Serius?" tulis seorang siswa dengan cepat, disusul beberapa teman lain yang mengajukan pertanyaan hampir sama

"Jen, kamu tahu dari mana?" tanya salah seorang teman sekelas Jenna dan Zeya, penasaran.

"Jangan asal menuduh. Ini masalah serius," timpal yang lain masih terlihat ragu.

Jenna menatap layar ponselnya sejenak, kemudian mulai mengetik balasan.

"Aku nggak asal nuduh. Tadi aku telepon Zeya buat nanya perkembangan kasusnya. Dia sendiri yang cerita ke aku," balasnya.

Namun, jawaban itu rupanya belum cukup meyakinkan.

"Kalau memang benar, ada buktinya, nggak?" tanya siswa itu lagi. "Bukannya nggak percaya sama kamu, tapi tuduhan seperti ini nggak bisa sembarangan."

Jenna mengembuskan napas pelan. Jemarinya lantas membuka rekaman panggilan yang sengaja ia simpan di ponselnya. Tanpa berpikir lama, ia mengirimkan file suara itu ke grup.

"Ini rekaman obrolanku sama Zeya. Tuh, dengerin sendiri. Makanya aku berani ngomong karena ada buktinya."

"Kemarin yang pas unggahan fitnah itu, kalian langsung telan mentah-mentah. Sekarang giliran dikasih bukti nyata tapi kalian malah meragukan!" tambahnya dengan kesal.

Beberapa detik kemudian, grup yang semula ramai mendadak sunyi. Semua sibuk memutar rekaman yang dikirim Jenna.

Tak lama setelah rekaman itu selesai didengarkan, notifikasi kembali berdenting.

"Ya Allah... ternyata benar," tulis siswa yang tadi sempat ragu dengan rasa tak percaya.

"Kasihan Daniel sama Zeya. Selama ini kita malah percaya sama fitnah itu," sahut siswa lain.

"Aku jadi malu sendiri. Dulu aku sempat ikut ngegosipin mereka," tulis seseorang yang langsung disambut beberapa emoji sedih dari anggota grup lainnya.

Jenna membaca semua pesan itu tanpa membalas. Baginya, yang terpenting bukan hanya membuat Maura menjadi bahan gunjingan baru, melainkan mengembalikan nama baik Daniel dan Zeya yang selama ini tercoreng akibat fitnah.

Tak lama kemudian, sebuah pesan baru muncul dari salah seorang siswi.

"Terus... sekarang Maura gimana?" tanyanya penuh rasa ingin tahu.

Jenna mengetik balasannya perlahan. "Zeya bilang, kasusnya sudah ditangani polisi. Selebihnya aku nggak tahu lagi. Jadi, jangan tanya aku soal itu."

Balasan itu membuat obrolan kembali dipenuhi berbagai komentar. Kali ini bukan lagi cibiran kepada Daniel dan Zeya, melainkan penyesalan karena telah begitu mudah mempercayai gosip yang belum tentu benar.

....

Desa Sekar

Di dapur rumah Pak Kades, tampak ibu-ibu sibuk memasak hidangan untuk para bapak-bapak yang sedang bekerja bakti. Sambil mengiris sayur, mengulek bumbu, dan menata makanan, mereka antusias membicarakan aksi Daniel dan Zeya semalam.

Bu Esti, istri Pak Unang, menyenggol pelan lengan Zeya yang sedang menyusun kue di atas nampan.

"Wah... Neng Zeya hebat banget, ya! Bisa ngalahin beg4l-beg4l itu. Padahal mereka bawa senjata tajam. Saya sampai merinding dengar cerita dari Pak Unang," ujarnya mengawali cerita.

"Benar..." sahut Bu Santi, istri Pak Dadang. "Saya juga nggak nyangka. Kelihatannya Neng Zeya itu lembut, ternyata jago bela diri."

Zeya hanya tersenyum canggung sambil menggaruk pelipisnya. "Ah, itu hanya kebetulan, Bu. Lagian, Daniel juga ikut membantu. Kalau sendirian, mana saya berani."

"Eleeeuh, Neng Zeya mah, sukanya merendah," kata Bu Esti sambil tersenyum. "Kata suami saya, justru Neng Zeya yang bikin para beg4l itu kewalahan."

Beberapa ibu mengangguk setuju. Ada yang tersenyum kagum, ada pula yang ikut memuji.

Tiba-tiba terdengar suara celetukan dari sudut dapur. "Woalaaah... gitu aja kok, dibesar-besarkan."

Semua orang langsung menoleh ke arah suara berasal.

"Eh, Bu Yuni. Maksudnya apa?" tanya Bu Santi. "Suami saya sama Pak Unang lihat sendiri kejadiannya."

Bu Yuni mendengus pelan. "Kalian ini gampang banget percaya."

Suasana yang tadinya ramai mendadak hening. Bu Yuni meletakkan cabai di tangannya, lalu menatap Zeya dengan pandangan sinis.

"Mereka ini orang kota. Mana kita tahu siapa mereka sebenarnya? Orang kota itu pintar bersandiwara."

Beberapa ibu saling berpandangan seraya mengernyit bingung.

"Atau... bisa jadi beg4l-beg4l itu memang komplotannya untuk membuat keributan. Lalu mereka datang sebagai pahlawan supaya kita semua memujinya," tambah wanita bertubuh gembul itu, membuat suasana semakin tegang.

Ruangan seketika sunyi. Tak ada seorang pun menanggapi. Tangan Zeya yang sedang menata kue langsung terhenti. Ia menarik napas pelan, lalu menatap Bu Yuni dengan tenang.

"Maaf, Bu..." ucapnya lembut. "Maksud ucapan Ibu apa, ya?"

1
Enz99
bagus banget
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih bintang 5 nya akak 🫰🫶😍
total 1 replies
Nar Sih
org seperti juragan bahar yg rentenir juga jht pelu di laporin polisi biar gk se enak nya sendiri
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Nar Sih
alhamdulilah untung nya zheya dtg tepat waktu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
rapat dadakan 😁
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin🤭
total 1 replies
Nar Sih
jgn kepede an dulu juragan ,jgn anggap remeh daniel dan zheya yg ada kmu yg kalah🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul betul betul
total 1 replies
Patrick Khan
kyk nya mw rundingan😁😁
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin🤭
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
perasaan cuuinttaaaaa ..... itu namanya Zeyaaa kasih tau Moms
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣,
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
ini mama Mia yang di sebelah yah ... Mak Mia 🤭🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 9 replies
Patrick Khan
serbuuuuuuu🔨🔨🔨🔨🔨ini q bawah senjata😁
Aditya hp/ bunda Lia: siap perang kita 😂😂😂
total 5 replies
Aditya hp/ bunda Lia
kebalik paaaakkk kamu yang siap2 belum tau ajah kau itu siapa Daniel dan zeya ... kamu salah pilih lawan ...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Esther
Bu Yuni kompor meleduk....kalau iri bilang bu😂🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: kak, Es, pernah lihat sinetton tukang ojek pengkolan gak? nah seperti itulah karakter bu yuni dlm bayangan ibu🤭🤣
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
akhirnya maraton 😁
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👍👍👍👍👍
total 3 replies
Nar Sih
lega kan hti mu maura klau sdh minta maaf dan di terima ,tinggal perbaiki diri dan hti mu biar jauh dri sifat yg gk trrpuji lgi
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Patrick Khan
ahh muara tobat ni ye🤣🤣🤣
Patrick Khan: 😁😁😁😁😁😁😁😁😁
total 2 replies
Patrick Khan
terkejut kan zeya
.emaknya datang😁
Esther
kalau akur gini kan enak,gak ada rasa iri.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Nar Sih
kejutan untuk mu ya zhe
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👏👏👏👏👏
total 1 replies
Nar Sih
semoga dgn ada nya zheya dan daniel di desa tersebut bisa membwa perubahan yg lbh maju
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Nar Sih
👍👍maura kmu sdh berani bersikap legowo minta maaf semoga dgn saling memaaf kan bisa membawa hidup lebih damai biar bagai mana pun kmu dan zeya saudara
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
tium atuh Niel udah sah ini tium kening ajah ... 🤭
Aditya hp/ bunda Lia: wkwkwkk ... iya juga yah
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!