NovelToon NovelToon
MATA TEMBUSH PANDANG

MATA TEMBUSH PANDANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dunia Masa Depan / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Melalui dinding yang seolah lenyap itu, Chen bisa melihat dengan sangat jelas interior kamar Mei. Dan yang membuat jantungnya hampir melompat keluar dari dada adalah, ia bisa melihat area kamar mandi kecil di dalam sana. Pintu kamar mandinya pun tembus pandang.
Di dalam sana, Mei sedang berdiri di bawah kucuran air shower. Tanpa sehelai pakaian pun.
Chen terpaku di tempatnya, tenggorokannya mendadak kering. Setiap lekuk tubuh tetangganya itu, bulir-bulir air yang mengalir di kulitnya, bahkan warna rambutnya yang basah terlihat dengan detail yang luar biasa jernih. Kemampuan matanya seolah menembus batas ruang dan privasi yang ada.
Chen buru-buru menutup kedua matanya dengan telapak tangan, napasnya memburu, dan wajahnya memerah padam sampai ke telinga.
“A-apa yang terjadi dengan mataku?!” batin Chen menjerit panik sekaligus tidak percaya. “Apakah kakek semalam… benar-benar nyata?”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: RUANGAN LELANG

Keesokan paginya, suasana di gang sempit tempat kos Chen mendadak gempar. Sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam mengkilap—yang harganya setara dengan seluruh bangunan kos-kosan di daerah itu—perlahan masuk dan berhenti tepat di depan halaman. Kehadiran mobil itu langsung memancing perhatian warga, termasuk ibu kos yang sedang menyapu dan Mei yang kebetulan ingin membuang sampah.

Pintu kemudi terbuka, dan seorang pria berjas rapi dengan sarung tangan putih keluar. Ia berjalan tegap, lalu membungkuk hormat tepat di depan Chen yang baru saja keluar dari pintu utama.

"Selamat pagi, Tuan Chen. Saya adalah asisten pribadi Tuan Liu. Saya diutus untuk menjemput Anda menuju acara lelang hari ini," ucap sang asisten dengan suara lantang dan penuh rasa hormat.

Ibu kos yang menyaksikan adegan itu langsung melongo hingga sapunya terlepas dari tangan. Sementara Mei, matanya terbelalak tidak percaya menatap Chen. Mereka tidak pernah menyangka, Chen yang setiap hari bekerja memeras keringat sebagai kuli angkut miskin, kini dijemput oleh mobil mewah dan dipanggil 'Tuan'.

Chen yang menyadari tatapan terkejut dari orang-orang sekitarnya hanya bisa tersenyum canggung. Ia menoleh ke arah Mei. "Mei, aku pergi dulu, ya. Ada urusan sebentar."

"Ah... i-iya, Chen. Hati-hati," jawab Mei terbata-bata, masih berusaha memproses apa yang baru saja ia lihat.

Memasuki Dunia Kelas Atas

Perjalanan menuju hotel bintang lima milik keluarga Liu berlangsung cepat dan nyaman. Begitu sampai, Chen langsung disambut oleh Liu yang sudah menunggu di lobi dengan setelan jas modisnya.

"Hahaha! Akhirnya kamu datang juga, Sahabatku!" seru Liu sambil merangkul pundak Chen dengan akrab, mengabaikan tatapan heran dari para pengusaha dan sosialita yang ada di sana. "Ayo masuk, lelangnya akan segera dimulai. Hari ini aku ingin melihat lagi 'keberuntungan' mengerikan yang kamu miliki!"

Aula lelang itu sangat megah, dipenuhi lampu kristal yang berkilauan. Barang-barang yang dilelang hari ini bukan hanya batu giok mentah, melainkan kombinasi antara batuan langka dan barang-barang antik peninggalan dinasti kuno.

Chen duduk di kursi VIP di samping Liu. Ia mulai memusatkan pikirannya, mengaktifkan energi hangat di kedua matanya. Detik itu juga, seluruh ruangan berubah di matanya. Ia bisa melihat struktur bagian dalam dari setiap barang yang dipajang di panggung.

Barang pertama dan kedua berlalu begitu saja. Hanya barang antik biasa yang harganya sengaja digelembungkan oleh para kolektor yang haus gengsi. Sampai akhirnya, barang kelima dikeluarkan ke atas panggung.

"Hadirin sekalian, barang berikutnya adalah sebuah Patung Buddha Perunggu dari Era Dinasti Tang," seru sang kurator lelang. "Patung ini ditemukan di sebuah situs kuno dan memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Harga awal dibuka pada lima ratus ribu yuan!"

Para taipan kaya langsung menaikkan papan penawaran mereka dengan agresif. Harga dengan cepat melonjak hingga dua juta yuan.

Liu menoleh ke arah Chen. "Bagaimana menurutmu, Chen? Apa patung itu layak dibeli?"

Chen tidak langsung menjawab. Ia menajamkan penglihatan tembus pandangnya, menembus lapisan perunggu patung tersebut. Seketika, jantung Chen berdegup kencang. Di dalam rongga perut patung perunggu yang tampak biasa itu, tersembunyi sebuah gulungan kain sutra kuno yang memancarkan aura keemasan yang sangat pekat!

Di atas kain sutra itu, terdapat guratan tinta emas yang membentuk barisan huruf kuno. Mata Chen membaca sekilas dan menyadari bahwa itu adalah Kitab Pengobatan Rahasia Kaisar yang telah hilang selama ribuan tahun! Nilai sejarah dan medis dari kain sutra di dalam patung itu seribu kali lipat lebih berharga daripada patung perunggunya sendiri.

Namun, kejutan mata Chen tidak berhenti di situ. Ketika ia menggeser pandangannya ke sudut panggung, ia melihat sebuah batu hitam legam sebesar bola basket yang diletakkan di sudut sebagai pajangan tambahan, bukan sebagai barang lelang utama. Batu itu dicap sebagai 'batu limbah yang tidak berharga'.

Saat mata Chen menembus batu hitam tersebut, ia tertegun. Di dalam inti batu hitam itu, terdapat sebutir kristal berwarna merah darah yang sangat berkilau—Giok Darah Naga (Dragon's Blood Jade). Ini adalah jenis batu mistis yang bahkan lebih langka daripada Giok Kekaisaran yang ia temukan kemarin.

Chen menarik napas dalam-dalam, mencoba menyembunyikan keterkejutannya. Ia membisikkan sesuatu ke telinga Liu.

"Liu, biarkan orang-orang bodoh itu berebut patung perunggu dengan harga mahal. Kita ikuti saja sampai akhir. Tapi, target utama kita yang sebenarnya adalah batu hitam pajangan di sudut panggung itu. Kamu harus bisa mendapatkannya dengan cara apa pun."

Liu menatap Chen dengan mata berbinar penuh teka-teki. Tanpa ragu sedikit pun pada kemampuan sahabatnya, Liu tersenyum seringai. "Baik, serahkan urusan penawaran ini padaku."

1
Markario Putra
ok siap bang
👍😁
indrawanto djiwanto
konflik kurang banyak min. kalopun lanjut, ceritanya terus jangan berubah jadi kultivator plus nanti lawan alien atau mkahluk dunia ata dst.
Agus Suciyadi
lumayan bagus sih thor...ceritanya nyambung terus, Mcnya bagus dlm sifat dan sikapnya tidak menye2 yg nafsuan. semangat thor lanjut terus/Good//Good//Good/
Markario Putra: Bantu share yah gan 👍
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!