Tiga tahun jadi sampah!
Itulah yang dialami Arya Langit setelah meridiannya hancur. Dari jenius nomor satu Perguruan Langit Biru, dia jatuh jadi pecundang yang bahkan tidak bisa mengangkat pedang.
Di hari pertunangannya, tunangannya sendiri Kezia Adinegara membatalkan pernikahan di depan seluruh tetua demi pria lain dan memberinya 100 Batu Roh sebagai uang hinaan.
Tepat saat tamparan itu mendarat di wajahnya, Sistem Takdir Harem Kaisar Abadi bangkit!
Mata Takdir aktif. Arya bisa melihat masa depan tragis setiap wanita dengan Takdir Kaisar.
Sekar Embun, Bidadari Pedang nomor satu yang dingin seperti es, akan lumpuh total dalam 7 hari dan mati kedinginan di lembah terpencil.
Luna Maheswari, Ratu Iblis yang mempesona, akan menjadi kuali kultivasi dan meledak mati.
Kirana Lestari, Putri Kerajaan yang manja, akan diracun pada malam pernikahannya.
Satu-satunya cara menyelamatkan mereka adalah menjadikan mereka istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fareva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15: Rencana Jahat di Balik Ritual Teratai
Suasana di dalam kamar Sekar Embun yang tadinya penuh dengan aroma cemburu dan perang dingin antara dua bidadari itu langsung berubah menjadi tegang dan serius begitu Arya menyebutkan kata Sekte Darah Hitam dan ritual Pemurnian Jiwa.
Luna Maheswari yang duduk di tepi tempat tidur di sebelah kanan Arya, wajah manisnya yang tadinya penuh kekhawatiran langsung menjadi pucat pasi. Matanya yang indah membelalak lebar menatap Arya dengan tidak percaya.
"Bagaimana... bagaimana kamu tahu tentang ritual Pemurnian Jiwa Teratai Suci? Ritual itu adalah rahasia tertinggi Istana Teratai Suci, hanya Putri Suci dan beberapa Tetua Inti yang boleh tahu! Bahkan Kezia Adinegara yang baru menjadi murid inti pun tidak tahu detailnya! Dari mana kamu tahu?" tanya Luna dengan suara yang sedikit bergetar, bukan karena marah, tapi karena kaget dan takut.
Ritual Pemurnian Jiwa Teratai Suci adalah ritual paling sakral dan paling penting bagi seorang Putri Suci Istana Teratai Suci. Setiap Putri Suci yang baru dinobatkan harus menjalani ritual ini satu bulan setelah penobatannya untuk memurnikan Tubuh Teratai Suci Pemurnian Jiwa miliknya dan membangkitkan kekuatan sejatinya. Jika berhasil, kekuatannya akan naik pesat dan dia akan resmi menjadi calon Pemimpin Istana Teratai Suci yang tak terbantahkan.
Tapi jika gagal, tubuhnya akan hancur dan kultivasinya akan lumpuh total.
Karena itulah ritual ini selalu dijaga kerahasiaannya dengan sangat ketat dan hanya dilakukan di Kolam Teratai Suci yang dijaga oleh banyak ahli di dalam Istana Teratai Suci.
Sekar Embun yang duduk di sebelah kiri Arya juga mengerutkan keningnya dengan wajah dingin. Dia menatap Luna dengan tatapan menyelidik.
"Ritual Pemurnian Jiwa? Aku pernah mendengar tentang ritual itu dari guruku, Pemimpin Perguruan. Dikatakan ritual itu membutuhkan tempat yang penuh dengan energi suci murni dan tidak boleh diganggu sedikit pun. Jika ada sedikit saja energi kotor yang masuk saat ritual, maka Putri Suci yang melakukan ritual akan terkena serangan balik yang sangat mengerikan. Putri Suci Luna, apakah ritualmu akan dilakukan satu bulan lagi?" tanya Sekar Embun.
Luna mengangguk dengan wajah pucat. "Ya, Kakak Senior Sekar. Ritualku akan dilakukan tepat satu bulan lagi, pada saat bulan purnama teratai mekar penuh, di Kolam Teratai Suci di Istana Teratai Suci. Tetua Lotus dan Kezia Adinegara akan menjadi pendamping ritualku. Mereka..."
Luna berhenti sejenak, wajahnya terlihat ragu dan takut untuk melanjutkan.
Arya yang melihat Luna ragu itu langsung melanjutkan kata Luna dengan suara yang dingin dan serius.
"Mereka akan mengkhianatimu di tengah ritual. Tetua Lotus yang sudah bekerja sama dengan Sekte Darah Hitam akan menodai Kolam Teratai Suci dengan Racun Iblis Hati tingkat tinggi saat kamu berada di tengah ritual yang paling rentan. Saat Tubuh Teratai Suci Pemurnian Jiwa mu yang murni mencoba memurnikan racun itu, racun itu akan langsung menyerang jiwamu dan membuatmu kehilangan kesadaran. Lalu Tetua Darah dari Sekte Darah Hitam yang kemarin aku bunuh itu sebenarnya hanya pion kecil. Dalang sebenarnya adalah Tetua Agung Darah Hitam yang kultivasinya sudah Alam Raja Langit tingkat delapan. Dia akan menjadikanmu sebagai tungku kultivasi untuk menyerap Tubuh Teratai Suci Pemurnian Jiwa mu hingga kering, dan kamu akan mati dengan sangat mengenaskan setelah kultivasimu diserap habis."
Setiap kata yang keluar dari mulut Arya seperti palu godam yang menghantam jantung Luna Maheswari.
Wajah Luna yang tadinya hanya pucat kini menjadi putih seperti kertas, tanpa darah sama sekali. Tubuhnya yang duduk di tepi tempat tidur itu bergetar hebat, tangannya yang memegang kotak giok Pil Pemulih Jiwa itu gemetar hingga hampir menjatuhkan kotak itu.
"Ti... tidak mungkin... Tetua Lotus... Kezia... mereka tidak mungkin melakukan itu padaku... Tetua Lotus adalah guru yang membesarkanku sejak kecil... Kezia adalah adik seperguruan yang paling aku sayang..." Luna berbisik dengan suara yang hampir menangis, air mata mulai menggenang di matanya yang indah.
Tapi di dalam hatinya, Luna tahu bahwa apa yang dikatakan Arya itu sangat mungkin terjadi.
Selama beberapa bulan terakhir, dia memang merasakan ada yang aneh dengan Tetua Lotus. Tetua Lotus yang biasanya sangat baik padanya, beberapa bulan terakhir menjadi sedikit dingin dan sering bertanya tentang jadwal ritualnya dengan detail yang tidak wajar. Dan Kezia Adinegara, adik seperguruan yang baru dia terima karena bakatnya yang bagus, ternyata memiliki ambisi yang sangat besar dan sering terlihat berbisik bisik dengan Tetua Lotus di sudut yang sepi.
Dan yang paling membuat Luna merinding adalah, sejak dua minggu yang lalu, dia memang merasakan ada sedikit hawa dingin yang aneh dan rasa tidak nyaman yang samar samar di dalam meridiannya setiap kali dia berlatih di Kolam Teratai Suci, seperti ada racun yang sangat tipis yang mencoba masuk ke dalam tubuhnya.
Itu adalah tanda awal dari Racun Iblis Hati!
"Aku... aku sudah mulai merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhku sejak dua minggu lalu..." Luna berkata dengan suara gemetar, air matanya akhirnya jatuh menetes ke pipinya yang pucat. "Setiap kali aku berlatih, ada hawa dingin yang menusuk di dalam jiwa ku... Aku mengira itu hanya karena aku terlalu lelah mempersiapkan ritual... Ternyata... ternyata itu racun..."
Melihat Putri Suci yang biasanya selalu terlihat anggun, mulia, dan penuh percaya diri itu kini menangis dengan wajah pucat dan tubuh gemetar ketakutan seperti seorang gadis kecil yang tersesat, bahkan Sekar Embun yang tadi masih cemburu padanya pun merasakan sedikit rasa kasihan di dalam hatinya.
Sekar Embun mengulurkan tangannya yang dingin dan menepuk pelan punggung Luna dengan canggung untuk menghiburnya. Ini adalah pertama kalinya Bidadari Pedang Embun yang dingin itu menghibur orang lain.
"Jangan menangis dulu. Jika apa yang dikatakan Arya itu benar, maka menangis tidak akan menyelesaikan masalah. Kita harus mencari cara untuk menghentikan mereka," kata Sekar Embun dengan suara yang masih dingin tapi ada sedikit kelembutan di dalamnya.
Luna menghapus air matanya dengan punggung tangannya dan menatap Arya dengan mata yang penuh dengan harapan dan keputusasaan.
"Arya... bagaimana kamu tahu semua ini? Apakah kamu punya bukti? Jika aku melaporkan ini kepada Pemimpin Istana Teratai Suci tanpa bukti, tidak ada yang akan percaya padaku. Tetua Lotus memiliki posisi yang sangat tinggi di Istana Teratai Suci, dia adalah salah satu dari tiga Tetua Luar yang paling dihormati. Dan aku... aku hanya Putri Suci yang baru dinobatkan satu bulan, fondasiku masih belum kuat..."
Arya menatap Luna yang menangis itu dengan tatapan yang penuh dengan rasa kasihan dan tekad.
Dia tidak bisa berkata bahwa dia tahu semua ini dari Sistem Takdir Harem Kaisar Abadi yang bisa melihat takdir tragis semua orang.
Dia hanya bisa mengarang sebuah alasan yang masuk akal.
"Aku tahu dari pembunuh bayaran Sekte Darah Hitam yang aku bunuh kemarin malam sebelum Tetua Darah datang," kata Arya dengan wajah serius, mengarang cerita dengan lancar. "Sebelum aku membunuh dua pembunuh Alam Jiwa Kesatria tingkat tiga itu, aku menyiksa salah satu dari mereka dan dia mengatakan semua rencana ini sebelum mati. Dia bilang Tetua Lotus sudah menanam Racun Iblis Hati tingkat rendah di dalam Kolam Teratai Suci sedikit demi sedikit selama dua minggu terakhir untuk melemahkan jiwamu, agar saat ritual nanti racun tingkat tinggi bisa langsung mengendalikanmu."
Alasan itu masuk akal dan membuat Luna langsung percaya, karena memang dia sudah merasakan ada yang aneh selama dua minggu terakhir, tepat seperti yang dikatakan Arya.
"Lalu... lalu apa yang harus aku lakukan, Arya? Ritual itu harus tetap dilakukan satu bulan lagi, jika tidak, Tubuh Teratai Suci Pemurnian Jiwa ku akan meledak karena energi sucinya yang terlalu penuh dan tidak dimurnikan. Tapi jika aku melakukannya, aku akan mati di tangan Tetua Lotus dan Sekte Darah Hitam... Aku... aku tidak tahu harus berbuat apa..." Luna menatap Arya dengan mata yang penuh air mata, seperti seorang gadis kecil yang memohon bantuan pada pahlawannya.
Di dalam kepala Arya, suara sistem berbunyi dengan cepat.
[DING! Target Takdir Kaisar Legendaris Luna Maheswari berada dalam keputusasaan dan membutuhkan penyelamat! Ini adalah kesempatan terbaik untuk meningkatkan kepercayaan!]
[Misi Darurat baru: Selamatkan Luna Maheswari dari keputusasaan!]
[Hadiah: Kepercayaan Luna Maheswari +15%, 300 Poin Takdir!]
Arya menarik napas dalam dalam. Dia mengulurkan tangannya yang masih sedikit lemas karena kehabisan energi, dan dengan lembut menghapus air mata di pipi Luna dengan ibu jarinya.
Sentuhan hangat dari tangan Arya itu membuat tubuh Luna sedikit bergetar, tapi dia tidak menghindar. Dia justru menatap mata Arya dengan tatapan yang penuh harap.
"Jangan takut, Luna. Aku ada di sini. Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu, apalagi menjadikanmu tungku kultivasi bagi iblis iblis menjijikkan itu," kata Arya dengan suara yang lembut tapi penuh dengan tekad dan kepercayaan diri yang membuat siapa pun yang mendengarnya akan merasa aman. "Aku punya cara untuk menunda racun Iblis Hati di dalam tubuhmu dan membuatmu tetap aman selama satu bulan ini. Dan dalam satu bulan ini, kita akan mencari bukti pengkhianatan Tetua Lotus dan Kezia Adinegara, lalu kita akan menghancurkan rencana Sekte Darah Hitam itu bersama sama di dalam ritual itu nanti."
"Benarkah... benarkah kamu punya cara?" tanya Luna dengan suara terisak, matanya berbinar menatap Arya.
Arya mengangguk dengan yakin.
"Aku butuh beberapa bahan obat yang langka untuk membuat Pil Pemurni Jiwa kelas tinggi. Pil itu bisa memurnikan Racun Iblis Hati tingkat rendah di dalam tubuhmu dan melindungimu dari racun tingkat tinggi selama satu bulan. Bahan bahannya adalah Bunga Teratai Suci seribu tahun, Buah Jiwa Es dari Puncak Embun, dan... setetes darah naga murni."
Saat Arya mengatakan setetes darah naga murni, mata Sekar Embun yang ada di samping langsung membelalak menatap Arya dengan khawatir.
Darah naga murni! Itu adalah esensi kehidupan dari pemilik Tubuh Meridian Naga Langit! Kehilangan setetes saja akan membuat kultivasi turun dan tubuh menjadi lemah selama beberapa hari!
"Tidak! Kamu tidak boleh menggunakan darah naga mu! Kamu baru saja kehabisan energi setelah membunuh Tetua Darah kemarin! Jika kamu memberikan darah naga mu lagi sekarang, meridianmu akan rusak!" Sekar Embun langsung menolak dengan keras, wajahnya penuh dengan kekhawatiran dan sedikit marah karena Arya ingin menyakiti dirinya sendiri demi wanita lain.
Melihat Sekar Embun yang marah karena mengkhawatirkannya, Arya tersenyum hangat.
"Guru, jangan khawatir. Hanya setetes saja, tidak akan apa apa. Lagipula, Luna adalah teman kita sekarang, dan dia juga adalah korban dari Sekte Darah Hitam yang menyerang Puncak Embun kita kemarin. Membantunya sama dengan membantu diri kita sendiri untuk melawan Sekte Darah Hitam. Benar kan, Guru?"
Sekar Embun ingin membantah lagi, tapi dia melihat mata Luna yang penuh harap dan mata Arya yang penuh tekad, dia akhirnya hanya bisa menghela napas panjang dan mengangguk dengan enggan.
"Baiklah... tapi hanya setetes saja! Dan setelah memberikan darahmu, kamu harus istirahat total selama tiga hari dan tidak boleh berlatih! Dan aku yang akan menjagamu selama tiga hari itu! Mengerti!" kata Sekar Embun dengan nada yang tegas seperti seorang guru, tapi di dalamnya ada rasa cemburu dan khawatir yang sangat jelas.
Luna Maheswari yang melihat interaksi antara guru dan murid yang seperti sepasang suami istri yang sedang bertengkar kecil itu, air matanya berhenti menetes dan dia sedikit tersenyum dengan rasa iri.
"Kakak Senior Sekar, terima kasih... Kamu sangat beruntung memiliki murid seperti Arya... Dan Arya... terima kasih... Aku... aku tidak tahu harus berkata apa..." Luna berkata dengan suara yang masih terisak tapi sudah ada senyuman di wajahnya.
Di dalam kepala Arya, suara sistem berbunyi dengan meriah.
[DING! Misi Darurat selesai! Luna Maheswari berhasil ditenangkan!]
[Kepercayaan Luna Maheswari +15%!]
[Kepercayaan Luna Maheswari saat ini: 55%!]
[Hadiah: 300 Poin Takdir!]
[Poin Takdir saat ini: 4250!]
Arya tersenyum. Kepercayaan Luna naik menjadi 55%, sudah lebih dari setengah jalan. Dan kepercayaan Sekar Embun sudah 95%, hanya butuh satu langkah lagi.
Satu langkah itu adalah sesi penyembuhan ketiga yang akan dia lakukan malam ini setelah membuat Pil Pemurni Jiwa untuk Luna.
Malam ini, dia akan membuat dua bidadari yang berbeda, satu es dan satu teratai, sama sama berhutang nyawa padanya. Dan itu akan menjadi fondasi terkuat untuk membangun harem kaisarnya yang akan mengguncang seluruh dunia.
Tapi sebelum itu, dia harus pergi ke gudang obat Perguruan Langit Biru untuk mencari Bunga Teratai Suci seribu tahun dan Buah Jiwa Es.
Dan dia tahu, Kezia Adinegara dan Tetua Lotus pasti sudah menunggu di sana untuk menjebaknya lagi setelah kegagalan pembunuhan kemarin.
Pertarungan di gudang obat besok akan menjadi pertarungan kecerdasan pertama antara Arya melawan Kezia dan Tetua Lotus.