NovelToon NovelToon
Menggembala CEO Pemalas

Menggembala CEO Pemalas

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Konglomerat berpura-pura miskin / Romantis
Popularitas:487
Nilai: 5
Nama Author: Althea Shalmaira

Menjadi sekretaris di KALUMPERRI CORP seharusnya menjadi puncak karier Aulia Putri yang elegan. Namun, realitanya jauh dari ekspektasi. Alih-alih mengurus agenda bisnis bernilai triliunan, pekerjaan Aulia lebih mirip seorang peternak: menggembala Khatyr Ali Fatih, sang CEO super malas!

Khatyr itu jenius, tapi moto hidupnya adalah rebahan. Ia hobi bolos rapat, sembunyi di bawah meja, dan tidur di gudang arsip. Saat dewan direksi mulai gerah dan mengancam posisi Khatyr, sebuah kesepakatan rahasia terjalin. Aulia menjadi "otak" di balik layar, sementara Khatyr menjadi tameng korporatnya.

Di antara kejar-kejaran kocak di lorong kantor dan intrik politik perusahaan, Aulia sadar bahwa di balik kemalasan Khatyr, ada kejeniusan berbahaya yang siap melindungi dirinya. Mampukah Aulia menjinakkan bos ajaib ini, atau justru ia yang ikut terperangkap dalam pesona santainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Althea Shalmaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembalinya Musuh Lama

Lampu gantung kristal di lantai 42 KALUMPERRI CORP yang biasanya memancarkan kemewahan yang tenang, kini terasa seperti menyorotkan tekanan yang mencekam.

Angin malam Jakarta yang berembus di balik dinding kaca besar seolah membawa hawa dingin dari pegunungan Alpen Swiss, tempat di mana Valkyrie Capital baru saja meluncurkan peluru finansial pertamanya.

Aulia Putri masih menatap layar tabletnya yang berkedip-kedip merah. "Dua belas persen dalam waktu tiga puluh menit... Ini bukan sekadar investasi spekulatif, Khatyr. Ini adalah agresi terencana di pasar negosiasi. Mereka membeli dari para pemegang saham ritel besar dan beberapa sekuritas lokal dengan harga di atas rata-rata pasar."

Khatyr Ali Fatih tidak lagi bersandar di sofa. Pria itu melangkah cepat ke balik meja kerjanya. Dengan gerakan yang sangat tangkas, jauh dari kesan pemalas yang biasa ia tunjukkan.

Ia membuka sebuah kompartemen rahasia di bawah meja jatinya, mengeluarkan sebuah laptop hitam tanpa logo dengan enkripsi militer.

Bip.

Layar laptop itu menyala, menampilkan ratusan baris kode mentah dan grafik interaktif yang melacak aliran dana global secara real-time. Sepasang netra gelap Khatyr bergerak cepat, membaca data-data tersebut dengan intensitas fokus yang luar biasa dingin.

"Mereka memanfaatkan celah perbedaan waktu antara bursa Zurich dan bursa Jakarta," ujar Khatyr, suaranya baritonnya terdengar sangat tajam dan presisi.

"Valkyrie Capital menggunakan lima perusahaan cangkang yang terdaftar di Cayman Islands untuk menyamarkan pergerakan mereka. Tapi pola algoritme pencairan dananya... aku mengenali struktur enkripsi ini. Ini adalah tanda tangan digital milik Aji Naim."

Aulia melangkah mendekati meja kerja, meletakkan tabletnya di samping laptop Khatyr. "Aji Naim? Siapa dia sebenarnya, Khatyr? Dan apa hubungannya dengan mendiang ayah Anda?"

Khatyr menyandarkan punggungnya, melepas kacamata bacanya, lalu memijat pangkal hidungnya dengan helaan napas yang sarat akan kenangan kelam.

"Sepuluh tahun lalu, sebelum Kalumperri Corp sebesar sekarang, ayahku mendirikan sebuah proyek infrastruktur digital bawah laut berskala regional yang disebut Project Poseidon. Aji Naim, yang saat itu memimpin sebuah konsorsium investasi Eropa, mencoba melakukan hostile takeover, pengambilalihan paksa dengan cara menyuap beberapa direktur internal kita dan memanipulasi harga saham Kalumperri di bursa luar negeri."

Khatyr menatap langit-langit ruangan dengan pandangan menerawang.

"Ayahku menghabiskan sisa hidupnya dan seluruh energinya untuk memenangkan pertempuran hukum dan finansial melawan Aji Naim. Kita menang saat itu. Aji Naim bangkrut di Asia, reputasinya hancur, dan dia dipaksa mundur ke Swiss. Tapi tekanan dari perang tak berkesudahan itulah yang membuat kesehatan ayahku drop hingga beliau wafat. Aji Naim... dia secara tidak langsung adalah pria yang membunuh ayahku."

Aulia tertegun. Ia bisa merasakan gelombang kesedihan yang mendalam sekaligus kemarahan yang tertahan di balik nada suara Khatyr.

Secara perlahan, Aulia mengulurkan tangannya, meletakkannya di atas bahu kokoh Khatyr, memberikan remasan lembut yang menenangkan.

"Dan sekarang, sepuluh tahun kemudian, dia kembali melalui Valkyrie Capital untuk menuntut balas?" tanya Aulia lembut.

"Benar," jawab Khatyr, menengadah menatap Aulia dengan binar mata yang kembali menyala tajam. "Aji Naim tahu bahwa saat ini posisi kepemimpinan Kalumperri sedang tidak stabil akibat faksi internal. Kejatuhan Andra dan pemecatan Vania kemarin adalah sinyal bagi dia bahwa benteng pertahanan kita sedang berguncang. Dua belas persen saham adalah modal yang cukup bagi dia untuk menuntut satu kursi di jajaran dewan komisaris pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) bulan depan."

Keesokan harinya, hari Rabu pagi, KALUMPERRI CORP berubah menjadi sarang lebah yang terusik.

Meskipun berita mengenai akuisisi saham oleh Valkyrie Capital belum resmi dirilis ke media massa lokal, namun pergerakan masif di pasar saham kemarin malam tidak bisa disembunyikan dari radar para investor kakap. Suasana di lantai 40, lantai tempat para direktur senior berkumpul sangat riuh.

Pak Haryo melangkah masuk ke lantai 42 dengan wajah yang sangat tegang, diikuti oleh dua orang bodyguard pribadinya. Tanpa mengetuk pintu, ia langsung mendorong pintu ruangan CEO.

"Khatyr! Apakah kamu sudah melihat data bursa pagi ini?!" seru Pak Haryo panik, melemparkan koran bisnis berbahasa Inggris ke atas meja.

"Valkyrie Capital! Mengapa musuh lama ayahmu mendadak menguasai dua belas persen saham kita tanpa ada satu pun analis kita yang mendeteksinya?!"

Khatyr, yang pagi itu sudah duduk tegap di kursinya dengan setelan jas lengkap, sebuah pemandangan yang membuat Pak Haryo sempat berkedip tidak percaya, menjawab dengan sangat tenang.

"Tenang, Paman Haryo. Duduklah terlebih dahulu. Panik tidak akan membeli kembali saham kita yang sudah berpindah tangan."

Aulia Putri segera melangkah maju, menyodorkan sebuah dokumen analisis risiko baru yang sudah ia susun bersama Khatyr hingga pukul tiga dini hari tadi.

"Pak Haryo," panggil Aulia dengan nada suara yang sangat profesional dan meyakinkan.

"Kami sudah memetakan pergerakan Valkyrie Capital. Target jangka pendek mereka bukan untuk meruntuhkan operasional kita secara langsung, melainkan untuk menciptakan kepanikan di antara para pemegang saham minoritas lokal agar mereka ikut melepas saham mereka saat bursa dibuka pukul sembilan nanti. Jika itu terjadi, Valkyrie bisa dengan mudah menambah kepemilikan mereka menjadi dua puluh persen."

Pak Haryo menerima dokumen dari Aulia, membacanya dengan cepat, lalu menatap keponakannya dengan cemas.

"Lalu apa rencana kita, Khatyr? Jika mereka mencapai dua puluh persen, mereka berhak memveto beberapa proyek ekspansi strategis kita!"

Khatyr tersenyum tipis, sebuah senyuman dingin yang memancarkan aura kejeniusan mutlaknya sebagai seorang arsitek sistem finansial.

"Kita tidak akan membeli kembali saham itu di pasar terbuka, Paman. Itu hanya akan memicu short squeeze yang akan membuat harga saham kita melambung tidak wajar dan menguras kas perusahaan secara percuma. Kita akan memainkan permainan yang berbeda."

Khatyr mengetuk layar laptop hitamnya, menampilkan sebuah grafik proyeksi baru.

"Valkyrie Capital membeli saham kita menggunakan dana pinjaman berleverage tinggi dari Bank Sentral Zurich dengan jaminan aset properti mereka di Eropa. Artinya, mereka memiliki batas toleransi likuiditas yang sangat ketat. Jika kita bisa mengunci atau membekukan hak suara dari dua belas persen saham yang mereka beli tersebut atas dasar regulasi pencucian uang, mereka akan mengalami gagal bayar bunga pinjaman dalam waktu dua minggu."

Aulia melanjutkan penjelasan Khatyr dengan sangat taktis. "Sesuai dengan Undang-Undang Pasar Modal Pasal 42 mengenai kepemilikan asing, setiap akuisisi di atas sepuluh persen oleh entitas asing terdaftar harus melalui verifikasi dokumen asal-usul dana oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam waktu 3x24 jam. Tugas saya pagi ini adalah menyerahkan bukti digital mengenai lima perusahaan cangkang di Cayman Islands yang digunakan Valkyrie kepada komite kepatuhan bursa."

Aulia menatap Pak Haryo dengan binar mata yang tajam.

"Kami menduga ada indikasi manipulasi pasar semu. Jika bursa membekukan perdagangan saham Kalumperri khusus untuk entitas Valkyrie selama masa investigasi, maka dua belas persen saham itu akan menjadi aset mati yang tidak bisa mereka gunakan untuk memveto apa pun pada RUPSLB nanti."

Pak Haryo tertegun diam, menatap Aulia dan Khatyr bergantian dengan rasa tidak percaya yang luar biasa. Kombinasi antara analisis hukum mikro yang tajam dari Aulia dan kejeniusan makro finansial digital dari Khatyr menciptakan sebuah strategi pertahanan berlapis yang sangat sempurna, sebuah benteng yang tidak bisa ditembus bahkan oleh investor sekaliber Aji Naim sekalipun.

"Luar biasa..." gumam Pak Haryo, menyandarkan punggungnya dengan helaan napas lega yang sangat panjang.

"Khatyr... gaya bicaramu dan strategimu tadi... benar-benar mengingatkanku pada almarhum ayahmu saat berada di masa jayanya. Dan kamu, Aulia... promosi menjadi Kepala Divisi Analis memang terlalu kecil untukmu. Kamu memang ditakdirkan untuk berada di lantai eksekutif ini."

1
falea sezi
nyimak klo bagus q ksih hadiah thor🤭
Althea Shalmaira: semoga suka kak/Smile//Whimper/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!