NovelToon NovelToon
Gadis Polos Salah Server

Gadis Polos Salah Server

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cintapertama / Ketos
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sandhyaruntala

Kanaya Adistia adalah seorang gadis desa yang super polos, lugu, dan selalu melihat dunia dengan penuh prasangka baik. hidup seorang diri di sebuah rumah tua dan tidak layak di tinggali, ayah dan ibunya telah lama meninggal dan keluarga yang lain tidak ada yang mau menampungnya. Namun, sebuah kecelakaan aneh membuat jiwanya terbangun di dalam tubuh Anaya Alysha Wicaksono, seorang siswi SMA kota yang terkenal nakal, pemberontak, dan sering membuat masalah. Di rumah, Anaya asli dikenal sebagai gadis yang sangat dingin, tertutup, dan enggan berinteraksi dengan keluarganya sendiri. Ia selalu mengurung diri di kamar, menghindari obrolan di meja makan, dan sengaja membangun benteng pembatas yang tinggi dengan orang tua serta kakaknya. Karena nama panggilan mereka sama-sama Naya, orang-orang di sekitar Anaya tidak menyadari bahwa jiwa di dalam tubuh itu telah tertukar. Lalu bagaimana kelanjutan kehidupan Kanaya Adistia setelah bertransmigrasi ke tubuh Anaya Alysa Wicaksono? Yukkk lanjut baca novelnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: PINGSAN

Senin pagi di mansion Wicaksono dibuat gempar karena Anaya ditinggal sekolah oleh Arka, abangnya.

Melihat suasana mansion yang sepi karena seluruh keluarga besar kembali ke London untuk mengurus kepindahan ke Jakarta.

“Mommyyyy... why Abang tinggal-tinggal Naya?” tanyanya dengan suara melengking yang panik karena sudah hampir terlambat.

“Mommy sudah bangunkan kamu berulang kali, tapi kamunya nggak bangun-bangun,” terang Siska.

“Tapi... tapi, Naya kan mau sekolah, Mommy, hwaaaaa!” Pecah sudah tangis si bungsu.

Hendra yang memang belum berangkat ke kantor akhirnya mengantarkan Anaya lebih dulu.

Namun, sesampainya di depan gerbang sekolah, gerbang tinggi itu sudah ditutup rapat, hanya menyisakan Pak Satpam yang berjaga.

“Daddy...” cicit Naya dengan mata berkaca-kaca. Ia takut dihukum karena terlambat.

Devan, yang sejak pagi sudah berada di sekolah, sedang melakukan sidak terhadap murid yang terlambat. Ia berjalan berkeliling untuk berpatroli, memastikan tidak ada satu pun siswa yang nekat membolos demi menghindari upacara bendera hari Senin.

Namun, langkah tegas sang Ketua OSIS mendadak terhenti saat manik matanya menangkap siluet dua orang di balik gerbang utama.

Di luar gerbang tinggi SMA Pradipta International (PIHS), tampak Anaya berdiri berdampingan dengan Hendra. Devan menyipitkan mata, merasa asing dengan pemandangan di depannya.

Tidak ada wajah menantang atau bibir yang mengerucut sebal. Sebaliknya, mata gadis itu sudah memerah berkaca-kaca menahan tangis. Jangan lupakan hidung mungilnya yang juga memerah.

Melihat pemandangan yang tidak biasa itu, Devan segera melangkah lebar menghampiri gerbang. Begitu jarak mereka mengikis, ia langsung menyapa Hendra dengan sebuah anggukan kecil yang sarat akan rasa hormat kepada pria paruh baya itu.

"Om," sapa Devan dengan suara baritonnya yang tenang namun sopan.

Anaya, yang tahu bahwa cowok jangkung di depannya adalah Ketua OSIS, mendadak dirayapi rasa takut akan hukuman. Spontan, ia melangkah mundur dan menyembunyikan tubuh mungilnya di balik punggung lebar sang daddy.

Hendra yang melihat tingkah putrinya hanya bisa tersenyum geli. Perubahan ini terasa begitu ajaib di matanya. Anaya yang dulu biasanya akan bersikap cuek, mendecak malas, bahkan sama sekali tidak peduli saat terlambat sekolah, kini justru tampak sangat ketakutan hanya karena berhadapan dengan Ketua OSIS.

"Anaya terlambat ya, Om?" tanya Devan memastikan, pandangannya sempat melirik ujung rambut Anaya yang menyembul dari balik tubuh Hendra.

"Iya, nih, Dev. Bangunnya kesiangan," jawab Hendra ramah, lalu menoleh ke belakang untuk menatap putrinya.

"Daddy..." cicit Anaya pelan dengan nada merajuk yang terdengar sangat lucu, seolah memprotes sang ayah yang membongkar aibnya di depan orang asing.

"Om titip Anaya ya, Dev," ucap Hendra sembari menuntun putrinya mendekat dan menyerahkannya kepada pemuda di hadapannya.

"Baik, Om. Om tenang saja," jawab Devan sopan.

"Tapi Naya nggak mau dihukum, Daddy..." rengek Anaya sambil mencengkeram ujung kemeja sang ayah, enggan dilepaskan.

"Kan Princess sendiri yang tadi sulit dibangunkan. Jadi, sekarang harus berani tanggung jawab," goda Hendra pada putrinya.

Pria itu sama sekali tidak khawatir, karena ia tahu betul sistem di Pradibta International High School (PIHS),tidak akan memberikan hukuman fisik yang membahayakan untuk muridnya.

Mendengar itu, Anaya perlahan mendongak. Ia memberanikan diri menatap langsung ke arah Devan dengan tatapan memelas yang amat tulus.

"Kak Dev... mau hukum Naya, ya?" tanya Naya dengan suara bergetar dan sepasang mata bulat yang mulai berkaca-kaca.

Ditatap seintens itu oleh sepasang manik mata yang jernih tanpa dosa, Devan sempat terpaku sesaat. Jantungnya berdesir aneh. Namun, sebagai Ketua OSIS yang dikenal dingin dan disiplin, ia segera menguasai diri.

"Ayo masuk," ucap Devan tegas, berusaha mempertahankan nada suara tegasnya.

Anaya hanya bisa pasrah. Dengan bahu yang merosot lesu, gadis itu berjalan mengekor di belakang tubuh tegap Devan sambil terus menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Sementara itu di lapangan utama, seluruh murid sudah berbaris rapi melaksanakan upacara hari Senin. Kehadiran Devan yang berjalan memimpin di depan, diikuti oleh Anaya yang mengekor dengan kepala tertunduk, sontak mencuri perhatian.

Murid-murid yang melihat pemandangan tidak biasa itu langsung saling berbisik sambil menahan tawa.

Bagi mereka, pemandangan tersebut terlihat sangat menggelikan. Anaya yang biasanya berwajah ketus dan angkuh kini tampak persis seperti anak kecil yang sedang pasrah diomeli oleh ayahnya setelah ketahuan berbuat nakal.

Sesuai aturan sekolah bagi murid yang tidak disiplin, Devan mengantar Anaya berjalan menuju barisan khusus anak-anak yang terlambat.

Arka, yang berdiri di barisan kelas 12 tak jauh dari area murid yang terlambat, dibuat syok setengah mati saat netranya menangkap siluet sang adik bungsu.

Detik itu juga, gelombang rasa bersalah. Ia merutuki keputusannya tadi pagi yang meninggalkan adik kecilnya itu.

'Duh, Princess... maafkan abang,' sesal Arka dalam hati, menatap cemas ke arah Anaya.

Waktu berlalu, hingga akhirnya upacara selesai l. Seluruh barisan dibubarkan untuk kembali ke kelas masing-masing, menyisakan barisan anak terlambat yang masih harus tertahan di tengah lapangan untuk menerima hukuman.

Anaya yang sejak awal hanya bisa diam mematung, kini mulai didera rasa kesal yang luar biasa. Kulitnya yang putih mulai terasa menyengat akibat paparan sinar matahari pagi Jakarta yang kian terik.

Ditambah lagi, sepasang kaki mungilnya sudah terasa sangat pegal dan sakit karena terlalu lama berdiri tegak.

Gadis itu memajukan bibirnya beberapa senti, menunduk menatap sepatunya sendiri sambil sesekali menggeser tumpuan berat badannya demi mengurangi rasa sakit di kaki. Tanpa ia sadari, sepasang mata elang milik Devan sejak tadi tidak pernah lepas mengawasi gerak-geriknya.

Setelah teguran lisan yang cukup panjang dari pihak kesiswaan selesai diberikan, hukuman yang sebenarnya pun dimulai. Para murid yang terlambat diinstruksikan untuk berlari mengelilingi lapangan utama sebanyak tiga kali putaran bagi murid perempuan dan lima kali putaran bagi murid laki-laki, di bawah terik matahari yang kian menyengat.

Anaya terpaksa ikut berlari di antara kerumunan murid-murid yang datang terlambat atau berniat membolos itu.

“Ughh laparr” cicitnya

“Ini semua gara-gara abang Arka, kenapa tinggal tinggal naya” ketusnya sebal saat teringat dirinya ditinggal sang abang

Langkah kakinya terasa begitu berat. Baru saja menyelesaikan putaran kedua, kepala Anaya mendadak terasa sangat pening dan berdenyut nyeri. Pandangan matanya mengabur, dan berkunang-kunang. Kombinasi antara kepanikan sejak pagi, perut yang kosong karena belum sempat sarapan, ditambah hukuman lari ini benar-benar menguras habis energinya.

Dengan sisa-sisa tenaga yang ada, Anaya mencoba bertahan. Namun, tepat beberapa meter sebelum menyelesaikan putaran ketiga, pertahanan tubuhnya runtuh. Kesadaran Anaya merosot tajam. Tubuh mungilnya langsung ambruk begitu saja di atas tanah lapangan yang keras. Ia pingsan akibat kelelahan dan lambung yang mendadak kram karena kosong.

Devan yang sejak tadi memang fokus mengawasi gerak-gerik Anaya, seketika panik bukan main saat melihat gadis itu tumbang tepat di depan matanya.

Jantung sang Ketua OSIS seolah berhenti berdetak selama satu detik. Tanpa memedulikan pandangan ratusan pasang mata murid lain, Devan bergerak secepat kilat. Ia berlari kencang membelah lapangan, lalu dengan sigap menyusupkan kedua lengannya untuk mengangkat tubuh Anaya dalam gendongan ala bridal style.

Dengan perasaan cemas yang bergemuruh di dada, Devan membawa Anaya setengah berlari menuju UKS.

...****************...

# HAI GUYSSS ✨#

GIMANA NIH CERITA DI BAB 29..

PASTI SERU BANGET KAN!!

STAY TUNE TERUS SETIAP PAGI DAN MALAM JAM 08.00-09.00 dan 19.00 YA GUYS. KARNA BAB BARU AKAN UP SETIAP JAM 08.00-09.00 dan 19.00😙

JANGAN LUPA YAAA

LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARNA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA.

THANK YOU SUDAH MAMPIR DI KARYA KU🥰🫶

1
partini
Dengar adeknya pingsan macam mana si arka yah reaksinya
ayo cil kerjain abangmu ngambek dua hari kalau ga ya satu Minggu 😂
Sandhyaruntala: Kayaknya dunia persilatan gonjang ganjing deh kak🤣
total 1 replies
Sandhyaruntala
Matur thank youu kak dewi🫶
Dewiendahsetiowati
kok diulang lagi ya
Sandhyaruntala: 😭😭😭😭 mau nangisss, padahal keributannya beda guys. Mereka ribut karna abang kembar , marco dan marvel yang tamvannya menghipnotis🥰
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
gws Thor
Nia husnia
apakah penyusup nya cogan² 🤣
Sandhyaruntala: Hayooo di tungguuuu🤣
total 1 replies
Nia husnia
devan so cool deh, tar ngejar-ngejar degem kita lagi🤭
Sandhyaruntala: Tiba tiba cinta wkwk🤭
total 1 replies
Sandhyaruntala
Sabar sabar, nanti kita buat jadi rempeyek dia xixi. Jangan lupa bantu kasih penilai-yan ya kak lop yuuu🫶🔥
Sandhyaruntala
Upsss🤣
Dewiendahsetiowati
cari mati mau nampar Naya
Dewiendahsetiowati
mampus gak tuh dikira ondel-ondel
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Sandhyaruntala: Woahhh thank you kaka, jangan lupa jagain dedek gemes bareng bareng ya kak🫶🔥
total 1 replies
partini
buset dah keluarga stres,,
Sandhyaruntala: Hihi keluarga bobrok 🤣
total 1 replies
partini
ini masih kroco" ,yg itu yg menyelidiki diam" musuh bebuyutan kah Thor
si Utara dan Selatan masa ga ngeh yah dia ahli segala ahli
Sandhyaruntala: Arah mata angin lagi pada di london, nanti ada bab dimana seseorang ngeh itu. Mau di spill nih🤭
total 1 replies
Opacraphile
clara kayaknya gak ada kapoknya deh, udah si disiksa aja. gemes bener😡
partini
dua kali loh Clara bikin masah masa cuma di ancam doang gas eksekusi bikin kere
Sandhyaruntala: Namanya juga mancing emosi kak🤭🫶
total 1 replies
partini
di kelilingi Abang" tamvan masa ga ngeh kalau lagi di di selidiki apa mereka ga peka apa agak kurang 🤭
Sandhyaruntala: tunggu tanggal mainnya kak hihihi, 🤭
total 1 replies
Dana Kristina
suru,menghibur,TDK membosankan 🥰😎😎😎😎🤩🤩🤩🤩💪🙏
Dana Kristina
ikutan deg deg an kyk Devan Thor,Krn tingkah polosy naya😄😄
Sandhyaruntala: Bocil meresahkann guysss🤭
total 1 replies
Dana Kristina
mampir baca, cerita y seru😍😍,mga TDK membosankan 💪💪💪🙏
Renn
lanjut dong 🙈
Sandhyaruntala: Tunggu jam 19.00 ya guys🥰🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!