NovelToon NovelToon
Pesona Gadis Desa Dan Ceo ARogan

Pesona Gadis Desa Dan Ceo ARogan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Sevda Aryan

Nala putri, seorang gadis yatim piatu yang miskin, nekat merantau ke ibukota berbekal kejujuran dan keberanian yang membaja.
Namun, nasib membawanya masuk ke ruang wawancara PT Dirgantara Megah Utama, tepat di hadapan Adrian Dirgantara _ Sang CEO tampan yang terkenal kejam, arogan, dan sangat membenci wanita akibat penghianatan masa lalu.

Bagi Adrian, semua wanita adalah makhluk bermuka dua yanh menjijikan, Namun, saat ia mencoba menindas Nala, gadis desa itu justru menatap matanya dengan berani dan membalasnya dengan kalimat menohok yang meruntuhkan harga dirinya.

Alih-alih memecatnya, Adrian yang penasaran justru menjebak Nala dengan menjadikanya sekertaris pribadi demi menyiksanya dengan tugas-tugas mustahil. Adrian mengira Nala akan menamgis dan menyerah. ia keliru, Nala tidak sekedar bertahan, gadis itu justru perlahan- lahan meruntuhkan dinding pembatas di hati Adrian dengan ketulusannya dan ketegasannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sevda Aryan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 : Pujian dari Mr, Takahashi Untuk Nala putri

Maaf atas ketidaknyamanan ini! Mr. Takahashi," ucap Nala dengan suara yang lembut, sopan, namun memancarkan ketegasan seorang wanita cerdas. "map yang diambil oleh mereka semalam hanyalah- draf tiruan yang sengaja disiapkan oleh Pak Adrian.

Ini adalah dokumen kontrak asli yang sebenarnya. beserta hasil terjemahan manual bahasa Jepang yang telah saya selesaikan tepat waktu pukul tiga pagi tadi, Silakan Anda periksa!

Mr. Takahashi yang awalnya skeptis perlahan mengambil dokumen tersebut. begitu melihat hasil terjemahan manual Nala, sepasang mata perak sang utusan kaisar seketika terbelalak tidak percaya.

"Jemarinya menyusuri setiap bait terjemahan yang ditulis oleh Nala. pilihan kosakata bahasa Jepang yang digunakan oleh Nala bukan sekedar bahasa Jepang formal biasa." melainkan menggunakan gaya bahasa kehormatan tingkat tinggi (Keigo) yang sangat rumit, yang biasanya hanya digunakan di lingkungan istana kekaisaran Tokyo.

'luar biasa..." gumam Mr. Takahashi, wajah marahnya kini berubah total menjadi senyuman kekaguman yang luar biasa lebar.'

Beliau menatap Nala dengan pandangan penuh rasa hormat . Nona Nala, terjemahan anda ini sangat sempurna!

Bahkan orang Jepang asli pun belum tentu bisa menyusun tata bahasa seindah dan sehormat ini. anda memahami esensi dan budaya bangsa kami dengan sangat mendalam.

Nala, membungkuk hormat dengan sopan. " Terima kasih atas pujiannya, Mr. Takahashi. Saya hanya berusaha memberikan yang terbaik untuk kehormatan kerjasama ini."

Mr.Takahashi tertawa renyah, rasa kesalnya, hilang sepenuhnya. Beliau langsung mengambil pulpen emasnya -dan menandatangani kontrak asli tersebut tanpa keraguan sedikitpun.

Mr.Adrian, Anda adalah pria yang sangat beruntung!...Memiliki sekretaris pribadi secerdas dan sepesona nona Nala adalah aset terbesar bagi perusahaan anda.

Hubungan kerjasama kita bukan hanya aman. tapi akan tumbuh sangat kuat berkat dirinya, dan perusahaan anda akan semakin maju dan semakin banyak dikenal orang.

Adrian yang mendengar pujian bertubi-tubi untuk Nala merasakan dadanya membumbung oleh rasa bangga yang teramat sangat.

Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang tulus saat menatap wajah samping Nala yang bersemu merah karena pujian Mr.Takahashi.

"Tentu saja, Mr. Takahashi. Nala putri adalah sekretaris pribadi Pilihan Terbaikku. dan tidak akan ada satu orang pun yang diijinkan untuk mengusiknya di perusahaan ini".

Jawab Adrian dengan nada penuh penekanan yang posesif, menegaskan kembali posisinya sebagai pelindung utama sang gadis desa.

Setelah prosesi penandatanganan selesai dan Mr. Takahashi pamit undur diri dengan penuh kepuasan. Para dewan direksi satu persatu meninggalkan ruangan sambil menjabat tangan Nala dengan penuh rasa segan.

Mereka tidak lagi memandang Nala sebagai gadis desa udik yang lemah, melainkan sebagai sosok wanita cerdas yang memegang kendali penuh atas kepercayaan sang CEO.

Kini, di dalam ruangan rapat yang luas itu, hanya tersisa Adrian dan Nala. keheningan kembali merayap di antara mereka.

Namun kali ini atmosfernya tidak lagi menegangkan, melainkan dipenuhi oleh desiran debar jantung yang tak kasat mata.

Adrian melangkah mendekati Nala, melipat kedua tangannya di dada sambil menatap tajam mata bulat gadis itu. Sifat arogannya kembali muncul.

Namun dengan binar mata yang jauh lebih hangat. "bagaimana? Setelah semua drama pagi ini, apakah kamu masih berpikir kalau aku adalah bos arogan yang hanya tahu cara menindasmu, Nala putri?"

Nala mendongak, menatap langsung kedalam manik mata pria tampan di hadapannya. Untuk pertama kalinya, Nala melihat ketulusan yang murni di balik topeng arogansi Adrian.

Nala tersenyum manis- sebuah senyuman yang kali ini berikan khusus hanya untuk Adrian seorang.

"Tidak, pak Adrian. terima kasih karena telah mempercayai dan melindungiku," ucap Nala dengan tulus.

Mendengar ucapan terima kasih dan melihat senyuman indah itu khusus untuknya, jantung Adrian berdegup sangat kencang.

Memicu badai Perasaan baru di dalam hatinya yang selama ini beku. dia tahu mulai detik ini, hidupnya tidak akan pernah sama lagi setelah pesona sang gadis desa berhasil meruntuhkan seluruh tembok keangkuhannya.

Wajah Adrian tiba ' tiba memerah dan salah tingkah ketika Nala terus menatap wajah tampannya.

Lalu Adrian pun memalingkan wajahnya, " karena situasi merasa menjadi canggung akhirnya Nala pun berkata pak Adrian karena rapat sudah selesai saya undur diri mau keruangan saya."

Karena ada beberapa pekerjaan yang harus saya kerjakan ucap Nala, sambil membungkukan badan nya.

Dengan perasaan yang berdebar. setelah Nala keluar dari ruangan rapat dan menutup pintu.

Adrian memegang dada nya dengan perasaan berdegub lebih kencang perasaan apa ini?....kenapa dengan jantungku berdebar!

Sepertinya aku harus periksa ke dokter!...Ucap Adrian dalam hati.

Di saat Nala, sedang berjalan menuju koridor ruang pribadi banyak karyawan yang membicarakan tentang kejadian yang menegangkan di ruang rapat. mendengar desas- desus tentang permasalahan yang tadi sempat bikin tegang dan hampir mereka tidak bisa bekerja lagi!.

Dan bahkan ada beberapa karyawan yang mengumpat, dan mengatakan ingin sekali memukul kepalanya, mantan senior sekertaris pak Adrian itu.

Ada juga yang memberikan sumpah serapah. sebagian juga ada yang menimpali iya dia itu mentang sekertaris senior orang nya sombong.

Pake baju ketat dandannya seprti ondel- ondel mereka akhirnya tertawa, iya pake make up tebal seperti nenek lampir ternyata untuk memikat hati bos kita pak Adrian.

' Nala cuma tersenyum saja tidak mau ikut menimpali. 'Nala duduk di ruang tempat kerjanya sambil menghela napas dalam huft,,,!

Untung pak Adrian tau sebelum ada orang yang ingin menyabotase surat perjanjian kontrak kerja dengan kekaisaran jepang.

kalau tidak bagaimana dengan nasib perusahaan kantor ini yang akan rugi milyaran?!.

Bukan hanya perusahaan saja yang rugi, ribuan karyawan di sini akan menjadi penganguran!

Sebaiknya aku melanjutkan kerja lagi ucap Nala, "tanpa Nala sadari saat Nala masuk ke ruang kerjanya Adrian terus memperhatikan gadis desa itu.

Memandang wajah Nala, yang polos tanpa riasan, hidung mancung, kulit putih bersih rambut panjang, dan senyum nya yang manis yang membuat kecantikanya semakin bertambah .

Adrian memperhatikan wajah Nala yang sedang bekerja. sambil memandang komputer di hadapanya dan jemarinya yang lincah terus bergerak sambil mengetik.

Sebaiknya aku mengajak Nala untuk makan malam, merayakan atas keberhasilan kerja keras ini!.

"Entah kenapa sang CEO arogan itu sambi mengetuk_ ngetuk pulpen emasnya, seakan dia binggung bagaimana caranya untuk mengatakannya".

Akh!... pusing kenapa saya menjadi seperti orang bodoh!.

Di depan client saya bisa mengatasinya, kenapa di otak dan pikiranku ini sekarang hanya wajah gadis desa itu yang ada dalam pikiranku?...

Tok-tok....suara pintu ketukan di ruangan sang Ceo sudah tiga kali berbunyi.

Tapi tidak ada sahutan dari dalam. dengan pelan sang asisten CEO yang bernama Han, membuka pintu dia binggung saat pertama pemandangan langka yang ia lihat!..

Sang bos CEO arogan, sedang melamun duduk di kursi kebesaran nya sambil senyum-senyum.

Sang asisten yang bernama Han mengucek mata nya sampai tiga kali apakah aku salah lihat -si bos yang dingin terkenal arogan sekarang sedang senyum-senyum sendiri, apa si bos kesurupan?

' Tuan -tuan pangil sang asisten sampai tiga kali!...

Tapi Adrian masih melamun tidak ada sahutan!

karena merasa kesal asisten Han, pun akhirnya memanggilnya dengan suara yang sangat keras. sehingga Adrian yang sedang melamun pun jadi sadar.

Hey asisten gila!...

Ngapain kamu di ruangan saya? sebelum masuk seharusnya kamu ketuk pintu dulu tidak sopan.

Asisten Han, pun menjawab Tuan dari tadi sebelum saya masuk, saya sudah Ketuk pintu berkali-kali. tapi tidak ada suara dari dalam!

Pas saya lihat ternyata tuan sedang melamun sambil senyum- senyum sendiri. apa tuan baik -baik saja?..

Tidak ada makhluk halus yang masuk kedalam tubuh tuan?

Dasar asisten gila, kamu pikir saya kesurupan!

Saya potong bonus bulanan kamu ancam Adrian. Jangan tuan saya kesini ingin mengantarkan ada berkas yang harus anda tanda tangani tuan, ucap sang asisten.

kemudian Adrian pun mengambil map yang diberikan oleh asisten Han. lalu membacanya dan setelah itu menandatangani berkas tersebut. Adrian berkata; ingat bonus bulan depan kamu saya potong!.

Mendengar kata dipotong asisten Han pun langsung berkata jangan tuan! kalau dipotong nanti saya akan rugi gimana nanti saya bayar cicilan Apartemen saya. mohon maaf Tuan tadi saya cuman bercanda.

Adrian pun Mengibaskan tangannya dan menyuruhnya untuk keluar.

Baik tuan kata sang asisten.

Ketika Nala berjalan ke ruang CEO, tanpa sengaja Nala berpapasan dengan asisten Han.

Sambil tersenyum ke arahnya lalu berkata Hai Nala Putri. kamu mau ke ruang pak Adrian yah?

Nala pun mengganggukan kepalanya tanda ia. sambil tersenyum manis yang membuat asisten Han Menjadi salah tingkah!

Kemudian Nala pun berkata : apa Pak Adrian ada di ruangannya? ....

Asisten Han pun menjawab iya pak Adrian ada di ruangannya.

Baiklah kalau begitu saya permisi dulu pak Han.

Mau mengantarkan berkas ini ke ruangan Pak Adrian. Asisten Han pun menjawab silakan Nona Nala .

kemudian Nala pun mengetuk pintu di ruangan Adrian. ketika Ardian sedang memeriksa berkas, Adrian mendengar suara ketukan pintu lalu berkata masuk.

Masuklah Nala Putri, sambil membukukan badannya kemudian ia berkata! Sambil menyodorkan sebuah Map.

Ini Pak Adrian berkas yang harus anda tanda tangani kata Nala.

'Adrian pun menerima berkas itu. Lalu membacanya kemudian menandatanganinya". Nala pun berdiri dengan sopan, membungkukan badannya, lalu berkata- kalau begitu Pak Adrian Saya permisi dulu ada kerjaan lain yang harus saya kerjakan.

Adrian pun menganggukan kepalanya, lalu Nala bangun dari kursinya ketika akan sampai depan pintu, Adrian Pun berkata!

Nala, Saya ingin mengajak kamu untuk makan malam. merayakan karena kerjasama saya dengan investor Jepang berhasil.

kamu sudah berjuang bekerja keras menyelesaikan tugas yang saya berikan sama kamu. sampai jam tiga pagi dan kamu bisa menyelesaikannya dalam waktu yang cepat.

"dan ini adalah bukti bahwa kamu telah bekerja keras untuk perusahaan ini semakin maju. " Jika kamu tidak keberatan Nanti malam saya akan jemput kamu ke rumah kamu!.

Nala pun menimbang-nimbang, dan memikirkannya, Apakah ia harus menerima tawaran ini!

karena sebagai bentuk sebagai apresiasi karena kerja kerasnya berhasil.

Baiklah Pak Adrian kalau begitu, di mana anda mengajak saya untuk makan malam? Ucap Nala . Adrian pun berkata; Nala kirimkan alamat rumah kamu ke telepon saya, nanti saya yang akan menjemput kamu ke tempat kamu kata Adrian.

Nala pun mengambil ponselnya, lalu mengirimkan tempat alamat yang ia tinggal. Adrian pun berkata nanti jam tujuh malam kamu harus sudah siap Saya akan jemput kamu! baik Pak jawab Nala.

Setelah Nala keluar pintu, Adrian pun menghembuskan nafasnya dengan panjang Huft,,,,bisa-bisanya aku grogi. " hanya karena ingin mengajak gadis desa untuk makan malam.

Hampir tidak bisa bernapas ucap Adrian. Sambil memegang dadanya yang berdebar kencang.

Aneh aku tidak pernah merasakan perasaan seperti ini dulu! Ketika waktu masih bersama Marisa batin Adrian.

"Di sebuah kontrakan sempit Nala Putri yang sudah siap. "sambil bercermin dia memakai bando pemberian dari ibunya ketika dulu dia ulang tahun yang ke lima.

Bando yang warnanya sudah pudar, namun terlihat masih bagus. Nala pun menatap dirinya di cermin ketika memakai bando itu dia merasakan bahwa sosok ibunya berada di sekitarnya.

' Adrian pun sampai di sebuah kontrakan yang sempit dan padat namun, dia bingung untuk menemukan di mana tempat letak kontrakan Nala?' akhirnya Adrian pun mengambil ponsel mahal miliknya lalu, menekan tombol nomor gadis itu .setelah panggilan terjawab terdengar suara lembut, Nala yang sopan, dan merdu. Seketika membuat jantung Ardian berdegup kencang.

Halo jawab Nala, Adrian pun sadar lalu berkata' Nala dimana tempat kontrakanmu? aku sudah berada di depan pinggir jalan .

Karena mobilnya tidak bisa masuk ke dalam. harus melewati gang sempit Nala pun berkata !

Pak Adrian Tunggu saja saja di pinggir jalan raya! biar saya yang ke sana.

Banyak orang anak jalanan yang di pinggir jalan itu, dari anak- anak yang kecil sampai yang dewasa dan juga yang tua. 'Ketika mereka melihat Nala karena mereka sudah akrab dengan Nala di situ, karena Nala suka membantu orang-orang di situ dan juga anak jalanan'.

Bahkan Nala pun juga pernah membantu seorang nenek yang sudah tua berjualan di saat hari libur Nala suka membantu orang-orang di sekitarnya.

Sikap kebaikannya di segani oleh orang-orang di sekitar tempat tinggal Nala. " ketika Nala keluar dari gang itu , Nala yang menggunakan sebuah gaun yang sudah pudar namun rapi dan juga mengenakan bando seperti seorang putri semua mata tertuju pada Nala. termasuk Adrian sendiri pun tanpa berkedip memandangi wajah Nala yang cantik meskipun tanpa riasan tebal, cuman menggunakan lip balm saja".

Entah kenapa di mata Adrian memandangi wajah Nala malam ini semakin terlihat mempesona. cantik , tambah seksi. kemudian ada seorang gadis kecil Kak Nala panggilnya!

Kakak mau pergi bersama pangeran tampan Ini?

Kata gadis kecil itu. apa Pangeran tampan ini pacar Kakak?... gadis kecil yang bernama mutiara itu.

Terpesona karena melihat penampilan Nala tidak seperti biasanya!.

1
Endang Manuskowati
lanjut author, bagus
Sevda Aryan: "Halo semuanya, terima kasih atas komentar dan antusiasmenya yang luar biasa! Maaf ya kalau updatenya agak terlambat, karena saya penulis pemula dan sedang merapikan susunan kata serta tanda baca dari bab awal agar lolos komtrak editor. Dukungan kalian membuat saya sangat bersemangat. Tunggu kelamjutan ceritanya ya, jangan lupa novel ini di rak buku kalian 😍
total 1 replies
Ifana
Sisil sama Han udh kek tom & jerry 🤣🤣
Sevda Aryan: iya tiap ketemu berantem terus
total 1 replies
Ifana
ditunggu lanjutannya kk ~
Sevda Aryan: iya kaka, mohon maaf jika telat
total 2 replies
Ifana
wong edan...udh ngrebut perusahaan bpk nya sekarang mau ambil perusahaan anaknya, dasar serakah 😡
Sevda Aryan: Nama nya juga manusia serakah , ka🤣
total 1 replies
Ifana
jgn² Sisil jodoh nya Han 🤣🤣
Ifana: tp cewek mcm Sisil cocok sama cowok model Han yg kaku kek kanebo kering 🤣🤣
total 2 replies
Ifana
semangat up nya kk
Sevda Aryan: iya makasih banyak atas dukungannya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!