NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Kaisar Multisemesta

Reinkarnasi Kaisar Multisemesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Perjodohan / Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kairon04

"Di puncak tertinggi multisemesta, aku adalah hukum. Namun di dunia ini, kalian memperlakukanku seperti sampah?"

Shen Long telah mencapai segalanya. Sebagai penguasa mutlak multisemesta, tidak ada lagi puncak yang bisa ia daki, tidak ada lagi musuh yang bisa menantangnya. Di tengah kebosanan abadi yang menjemukan, ia memutuskan untuk melakukan tindakan gila: membuang takhta keabadian dan melompat ke dalam siklus reinkarnasi.

Namun, takdir seolah sedang bercanda.

Ia terbangun di tubuh seorang tentara muda berwajah pucat dengan nama yang sama, Shen Long. Bukannya mewarisi kejayaan, tubuh barunya ini justru sedang sekarat di sudut kamp pelatihan militer, babak belur akibat perundungan kejam dari para seniornya.

Saat ingatan sang Penguasa Multisemesta bangkit, roda takdir berputar balik. Dari seorang prajurit yang ditindas, Shen Long siap merangkak naik, menghancurkan konspirasi, dan menunjukkan pada dunia apa artinya kemurkaan seorang Dewa!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kairon04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5

Bab 5: Jamuan Megah dan Langkah Sang Penguasa

Pintu jip militer lapis baja hitam itu tertutup dengan suara dentuman berat yang mantap. Di dalam kabin yang kedap suara, keheningan instan langsung menyelimuti suasana. Sun Mo, yang duduk di kursi pengemudi, merasakan seluruh tubuhnya kaku seolah-olah dialiri arus listrik bertegangan tinggi. Tangannya yang memegang roda kemudi masih bergetar samar, dan matanya terus melirik ke kaca spion tengah, memandang sosok pemuda di kursi belakang dengan rasa hormat yang kini telah berubah menjadi pemujaan mutlak.

Di luar jendela jip, sisa-sisa unit elit Keluarga Han yang mengenakan jas hitam tampak bergerak dengan kepanikan yang luar biasa. Setelah menyaksikan Gao Peng—pembunuh bayaran legendaris yang sangat mereka takuti—tewas mengenaskan hanya dengan satu tamparan, keberanian mereka telah menguap sepenuhnya. Dengan tangan yang gemetar hebat, beberapa dari mereka menggotong mayat Gao Peng yang hancur ke dalam salah satu mobil SUV yang masih berfungsi, sementara yang lain melompat ke kursi kemudi dan menginjak pedal gas dalam-dalam. Mereka melarikan diri dari gerbang tol dengan kecepatan gila, membawa pesan berdarah dan mayat pemimpin mereka kembali ke kediaman utama Keluarga Han untuk melaporkan bencana ini. Pihak berwenang tol dan polisi setempat, yang melihat mobil-mobil berlambang serigala perak itu pergi dalam keadaan porak-poranda, memilih untuk segera membersihkan area aspal yang retak tanpa berani mengajukan pertanyaan satu pun kepada pihak militer. Kejadian di gerbang tol ini selesai dengan kepatuhan mutlak dari mereka yang bertahan hidup.

"Jalan," perintah Shen Long dari kursi belakang. Suaranya terdengar sangat tenang, seolah-olah badai energi dan kematian yang baru saja ia ciptakan di atas aspal jalan tol tidak lebih dari sekadar menginjak sebutir debu di jalanan.

"Siap... Siap melaksanakan perintah, Kakak Shen!" Sun Mo menjawab dengan suara yang parau. Ia segera memindahkan tuas gigi dan menginjak pedal gas. Jip militer hitam itu bergerak maju dengan mulus, melewati gerbang tol perbatasan yang kini telah terbuka lebar tanpa ada satu pun petugas yang berani menghentikan mereka.

Kendaraan lapis baja itu meluncur membelah kabut pagi yang perlahan menipis, memasuki wilayah metropolitan Jiangnan City. Dari jendela mobil, pemandangan kota modern mulai tersaji dengan megah. Gedung-gedung pencakar langit menjulang tinggi menembus awan, dilapisi oleh kaca-kaca reflektif yang memantulkan cahaya matahari fajar. Jalanan layang bertingkat melintang di antara struktur-struktur beton, dipenuhi oleh arus kendaraan mewah yang mulai padat.

Namun, di mata Shen Long, pemandangan urban yang modern ini memiliki lapisan dimensi yang berbeda. Sebagai entitas yang menguasai jutaan peradaban, ia bisa melihat bahwa di balik kemegahan arsitektur modern Jiangnan City, terdapat aliran energi spiritual alam (*Qi*) yang sengaja dimanipulasi. Distrik-distrik kaya di pusat kota dibangun di atas titik-titik simpul urat bumi yang memiliki konsentrasi energi lebih padat, sementara area pinggiran sengaja dibiarkan kering. Gedung-gedung besar milik klan-klan besar dipasangi formasi pengumpul energi berskala kecil yang menyedot energi spiritual dari lingkungan sekitarnya demi kepentingan kultivasi pribadi mereka.

"Dunia fana yang sangat egois dan primitif," batin Shen Long sambil memejamkan matanya kembali. "Mereka memperebutkan remah-remah energi yang kotor ini seolah-olah itu adalah harta karun tertinggi di alam semesta."

Meskipun demikian, ia tidak menyia-nyiakan waktu perjalanan ini. Sambil bersila, Shen Long kembali mengoperasikan *Teknik Pembalikan Kosmos Primordial*. Energi spiritual kota yang bercampur dengan debu polusi ditarik masuk secara paksa ke dalam pusaran tak terlihat di sekeliling jip militer. Di dalam tubuhnya, esensi cairan emas murni di dalam dantiannya terus berputar, memperkuat fondasi tingkat keenam ranah Penguatan Tubuh yang baru saja dicapainya. Aliran darahnya berdesir seperti suara air terjun yang deras, dan setiap sel di dalam tubuh barunya terus bertransformasi menjadi lebih padat dan tidak hancur oleh hukum fana.

"Sun Mo, ke mana arah tujuan jamuan terbesar di kota ini hari ini?" Shen Long tiba-tiba bertanya tanpa membuka matanya. Melalui ingatan dari potongan informasi yang pernah didengar oleh pemilik tubuh asli, hari-hari ini adalah momen penting bagi pergerakan Keluarga Han dan Keluarga Chu.

Sun Mo terkejut sesaat, namun segera menjawab dengan ingatan yang tajam sebagai intelijen militer kamp. "Melapor, Kakak Shen. Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan emas dari sesepuh agung Keluarga Chu. Namun, yang lebih penting, Tuan Muda Han Junhao dari Keluarga Han telah menyewa seluruh aula utama di Hotel Fenghuang Tian—hotel bintang tujuh termewah di pusat kota Jiangnan—untuk mengadakan jamuan besar. Berita yang beredar di kalangan atas menyebutkan bahwa dalam jamuan itu, Han Junhao akan mengumumkan pembatalan sepihak atas kontrak pertunangan lama antara Anda dengan Nona Chu Yaoyao, sekaligus mendeklarasikan lamaran resminya sendiri kepada Nona Chu."

Mendengar nama Chu Yaoyao dan Han Junhao disebut secara bersamaan dalam konteks tersebut, sebuah senyuman tipis yang sarat akan ironi dingin mengembang di sudut bibir Shen Long. "Begitu rupanya. Mereka mengadakan pesta besar untuk merayakan kematianku dan merampas apa yang mereka anggap sebagai milik mereka. Sungguh sebuah pertunjukan yang sangat sayang untuk dilewatkan."

"Antarkan aku langsung ke Hotel Fenghuang Tian," perintah Shen Long dengan nada yang tidak menerima bantahan.

"Siap, Kakak Shen!" Sun Mo memutar kemudi dengan tajam, membawa jip militer hitam itu keluar dari jalur umum menuju distrik finansial utama tempat pusat kekuasaan dan kemewahan kota berada.

Sementara itu, di dalam Aula Emas Hotel Fenghuang Tian, suasana sangat bertolak belakang dengan ketegangan yang terjadi di perbatasan kota. Ruangan aula yang sangat luas itu dilapisi oleh marmer putih Italia murni dan lampu gantung kristal raksasa yang memancarkan cahaya keemasan yang berkilauan. Ratusan tamu undangan dari kalangan elit, mulai dari pengusaha konglomerat, pejabat tinggi pemerintahan, hingga para kultivator dari berbagai klan kecil di wilayah Jiangnan, hadir dengan mengenakan pakaian formal yang sangat mahal.

Di tengah-tengah aula, berdiri seorang pemuda tampan yang mengenakan setelan jas putih khusus dengan sulaman benang emas berbentuk naga kecil di kerahnya. Pria ini memiliki tubuh yang proporsional, wajah yang simetris dengan garis rahang yang tegas, dan sepasang mata yang memancarkan keangkuhan yang mutlak. Dialah Han Junhao, tuan muda jenius dari Keluarga Han. Basis kultivasinya telah mencapai tingkat keempat ranah Pengumpulan Qi di usianya yang baru dua puluh dua tahun—sebuah pencapaian yang membuatnya dianggap sebagai salah satu naga di antara generasi muda Jiangnan City.

Di samping Han Junhao, berdiri seorang gadis muda yang kecantikannya mampu membuat seluruh lampu kristal di aula itu tampak redup. Gadis itu mengenakan gaun malam panjang berwarna biru malam yang bertabur berlian kecil, menampilkan lekuk tubuhnya yang anggun bagaikan seorang dewi yang turun dari langit surgawi. Kulitnya seputih salju yang belum terjamah, wajahnya memiliki keindahan yang dingin, dan matanya yang jernih memancarkan sikap acuh tak acuh terhadap kemewahan di sekelilingnya. Gadis ini adalah Chu Yaoyao, putri jenius dari Keluarga Chu yang menjadi rebutan seluruh pemuda di provinsi tersebut.

"Yaoyao, hari ini di depan seluruh tokoh penting Jiangnan City, aku akan membersihkan noda terakhir pada nama baikmu," kata Han Junhao dengan nada suara yang lembut namun penuh dengan keyakinan yang arogan, sambil memegang sebuah gelas kristal berisi anggur spiritual yang mahal. "Kontrak pertunangan konyol yang dibuat oleh mendiang kakekmu dengan sampah miskin dari kamp militer itu adalah sebuah penghinaan bagi eksistensimu. Hari ini, kontrak itu akan dihancurkan, dan tidak ada satu pun orang di dunia ini yang bisa menghalangi persatuan antara Keluarga Han dan Keluarga Chu kita."

Chu Yaoyao melirik Han Junhao dengan pandangan yang datar. Ada sedikit kerutan di dahi indahnya, namun ia memilih untuk tetap diam. Melalui tekanan dari ayahnya, Chu Jingshan, kepala Keluarga Chu saat ini, ia terpaksa menghadiri jamuan ini. Di mata Keluarga Chu, Shen Long hanyalah seonggok sampah yatim piatu yang tidak memiliki masa depan, sementara Keluarga Han adalah raksasa yang memiliki koneksi dengan sekte kultivasi kuno di pegunungan dalam. Untuk memastikan kejayaan klan mereka, mengorbankan kontrak lama dengan seorang prajurit rendahan adalah hal yang sangat logis bagi mereka.

"Tuan Muda Han benar-benar pria yang luar biasa! Hanya dia yang pantas bersanding dengan Nona Chu Yaoyao!"

"Benar, kudengar sampah bernama Shen Long itu saat ini sedang menderita di kamp pelatihan militer. Menghadapi kekuatan Keluarga Han, dia bahkan tidak akan berani memunculkan wajahnya di kota ini seumur hidupnya!"

"Hahaha, memunculkan wajahnya? Siapa tahu bocah itu sudah mati karena kecelakaan latihan di bawah pengawasan militer? Klan besar memiliki seribu cara untuk melenyapkan seekor semut tanpa meninggalkan jejak."

Bisik-bisik penuh pujian dan sanjungan dari para tamu undangan mengalir terus-menerus ke telinga Han Junhao, membuat rasa bangga dan kesombongan di dalam hatinya semakin membumbung tinggi. Ia tahu betul bahwa Lin Chen dan Han Chun seharusnya sudah menyelesaikan tugas mereka pagi ini. Di matanya, Shen Long saat ini sudah menjadi mayat yang membusuk di sudut kamp pelatihan yang kotor.

Di sudut aula yang agak tersembunyi, seorang pria tua yang mengenakan jubah abu-aba tradisional sedang berdiri dengan mata yang setengah terpejam. Pria tua ini memiliki rambut yang memutih seluruhnya, namun aura yang memancar dari tubuhnya sangat stabil dan berat, jauh lebih menakutkan daripada Han Junhao. Nama pria tua ini adalah Han Rong, tetua tetua dari Keluarga Han yang memiliki basis kultivasi tingkat keenam ranah Pengumpulan Qi. Ia sengaja diutus oleh kepala klan untuk memastikan keamanan jamuan penting ini dari segala kemungkinan gangguan.

Tepat ketika suasana jamuan mencapai puncaknya dan Han Junhao bersiap untuk melangkah naik ke atas panggung utama untuk memberikan pengumuman resminya, pintu ganda raksasa aula emas yang terbuat dari kayu mahoni berukir tiba-tiba bergetar hebat.

*BUMMMMM!*

Sebuah ledakan suara hantaman yang sangat keras terdengar dari arah pintu masuk utama aula. Kekuatan hantaman itu begitu besar hingga kedua daun pintu mahoni raksasa tersebut terlepas dari engsel besinya, terbang meluncur ke dalam aula sejauh beberapa meter sebelum akhirnya menghantam lantai marmer putih dengan suara dentuman yang memekakkan telinga, menciptakan retakan-retakan panjang di lantai yang mahal tersebut.

*BRAKK!*

Seluruh alunan musik klasik yang memenuhi ruangan langsung berhenti seketika. Ratusan tamu undangan menjerit panik, beberapa wanita bangsawan menjatuhkan gelas sampanye mereka ke lantai hingga pecah berantakan. Keheningan yang mencekam dan penuh kejutan langsung menguasai seluruh aula emas yang megah itu. Semua pasang mata, termasuk Han Junhao, Chu Yaoyao, dan Tetua Han Rong, langsung beralih ke arah pintu masuk yang kini telah terbuka lebar dan dipenuhi oleh kepulan debu halus.

Dari balik kepulan debu yang perlahan mengendap, terlihat dua sosok pria melangkah masuk ke dalam aula. Pria yang berjalan di belakang mengenakan seragam militer hijau dengan wajah yang pucat pasi karena ketegangan yang luar biasa—dia adalah Sun Mo. Namun, pandangan semua orang tidak tertuju pada Sun Mo, melainkan terkunci sepenuhnya pada sosok pemuda yang berjalan di barisan paling depan.

Pemuda itu mengenakan jubah hijau militer sederhana yang tampak agak longgar di tubuhnya yang tegap. Langkah kakinya sangat stabil, setiap ketukan sepatu militernya di atas lantai marmer terdengar sangat ritmis dan membawa tekanan psikologis tak kasat mata yang berat ke seluruh penjuru ruangan. Wajahnya tampan dengan garis-garis yang bersih seperti pahatan giok surgawi, namun yang paling mengerikan adalah sepasang matanya. Mata pemuda itu begitu hitam, sedalam multisemesta abadi, memancarkan aura ketenangan yang mutlak, keangkuhan yang tak terbatas, dan ketidakpedulian yang dingin terhadap seluruh kemewahan serta kekuasaan manusia di dalam ruangan tersebut.

"S-Shen Long?!"

Sebuah seruan penuh keterkejutan yang sangat dramatis keluar dari mulut Chu Yaoyao. Gadis dingin yang biasanya tidak pernah menunjukkan emosi itu kini menutup mulutnya dengan tangan yang gemetar, matanya membelalak lebar melihat sosok pemuda yang seharusnya berada di kamp pelatihan militer ribuan mil jauhnya, kini berdiri di hadapannya dengan aura yang sepenuhnya asing dan menakutkan.

Mendengar nama tersebut, wajah tampan Han Junhao langsung berubah menjadi sangat kaku dan suram. Gelas kristal di tangannya retak halus karena cengkeraman jarinya yang tiba-tiba mengencang. "Shen Long?! Bagaimana mungkin kau bisa ada di sini?! Lin Chen dan Han Chun... apa yang mereka lakukan?!"

Shen Long melangkah masuk lebih dalam ke tengah aula emas, mengabaikan tatapan ratusan orang yang memandangnya seperti melihat monster luar angkasa. Ia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jubah militernya, menatap Han Junhao dengan pandangan yang datar seolah-olah sedang melihat gumpalan tanah di bawah sepatunya.

"Kau bertanya tentang dua ekor anjingmu itu?" Shen Long berkata, suaranya tidak keras namun bergema sangat jernih di setiap sudut aula yang sunyi, membawa esensi dingin yang menusuk tulang semua orang yang mendengarnya. "Lin Chen saat ini sedang merangkak di dalam sel bawah tanah militer dengan meridian yang hancur total sebagai tahanan seumur hidup. Sedangkan Han Chun... dia mungkin baru saja tiba di gerbang kediaman utamamu di dalam mobil medis, dengan rahang yang hancur menjadi bubuk halus dan dantian yang meledak karena tamparanku."

Shen Long berhenti tepat sepuluh meter di depan Han Junhao, sebuah senyuman tipis penuh cemoohan mengembang di sudut bibirnya. "Oh, aku hampir lupa. Anjing liar bertongkat besi yang kau kirim untuk menghadangku di gerbang tol... siapa namanya? Gao Peng? Kepalanya saat ini sudah menjadi tumpukan daging hancur di atas kap mesin mobil SUV milik keluargamu."

*KERIBUTAN DAHSYAT!*

Kata-kata Shen Long meledak seperti bom hidrogen di tengah-tengah kerumunan elit Jiangnan City. Ratusan tamu undangan saling berpandangan dengan wajah penuh ketakutan dan rasa tidak percaya yang ekstrem.

"Apa yang dikatakan bocah ini?! Lin Chen hancur?! Han Chun cacat?! Dan Gao Peng... pembunuh ranah Pengumpulan Qi tingkat ketiga itu tewas?!"

"Dia pasti gila! Dia pasti sedang membual untuk menakut-nakuti Keluarga Han! Bagaimana mungkin seorang prajurit rendahan tanpa kultivasi bisa melakukan semua itu?!"

"Tapi lihat auranya! Cara dia berdiri dan menatap Tuan Muda Han... itu sama sekali bukan sikap seorang sampah!"

Han Junhao merasakan darahnya mendidih karena amarah yang luar biasa liar. Penghinaan terang-terangan di depan seluruh elit kota dan di hadapan wanita yang ingin dilamarnya adalah tamparan paling memalukan yang pernah ia terima seumur hidupnya. "Bajingan cilik! Kau berani mengoceh omong kosong di hari jamuan besarku! Tidak peduli metode licik apa yang kau gunakan untuk melarikan diri dari kamp militer, hari ini, tempat ini akan menjadi kuburan pribadimu!"

Han Junhao tidak lagi menahan kekuatannya. Energi spiritual biru pekat meledak dari seluruh pori-pori tubuhnya, menandakan basis kultivasi tingkat keempat ranah Pengumpulan Qi miliknya yang sangat kokoh. Tekanan angin yang kuat bertiup dari tubuhnya, menghancurkan beberapa meja kaca di dekatnya dan membuat gaun para wanita di sekelilingnya berkibar berantakan. Ia mengulurkan tangan kanannya, mengumpulkan energi spiritual biru tersebut hingga membentuk bilah angin tajam yang berputar kencang di sekitar lengannya—teknik tingkat tinggi *Pedang Angin Pemutus Langit*.

Namun, sebelum Han Junhao sempat bergerak maju untuk menyerang, sosok jubah abu-aba Tetua Han Rong tiba-tiba meluncur ke depan dengan kecepatan kilat, berdiri di depan Han Junhao untuk menghalangi langkah tuan mudanya.

"Tuan Muda, mundur! Bocah ini tidak sesederhana yang Anda lihat!" Han Rong memperingatkan dengan suara yang berat dan penuh kewaspadaan. Sebagai seorang kultivator tingkat keenam ranah Pengumpulan Qi, indra spiritualnya jauh lebih tajam daripada Han Junhao. Ia bisa merasakan bahwa meskipun Shen Long tampak berada di ranah Penguatan Tubuh secara fisik, aura spiritual tersembunyi yang menyelimuti tubuh pemuda itu membawa esensi kuno yang begitu masif, seolah-olah ada seekor naga primordial yang sedang bersembunyi di dalam kulit seorang manusia.

Han Rong menatap Shen Long dengan mata sipitnya yang tajam. "Teman muda, tidak peduli siapa master tersembunyi yang berdiri di belakangmu hingga kau berani bertindak liar di Jiangnan City, menyinggung Keluarga Han adalah keputusan paling bodoh dalam hidupmu. Hari ini, aku, Han Rong, akan menguji apakah kekuatanmu sebanding dengan kesombongan mulutmu!"

Energi spiritual abu-abu yang sangat tebal dan berat meledak dari tubuh Han Rong. Aura tingkat keenam ranah Pengumpulan Qi miliknya menekan atmosfer di dalam aula emas hingga beberapa tamu undangan yang lemah langsung berlutut ke lantai karena tidak tahan menahan tekanan tersebut. Han Rong mengangkat tangan kanannya yang telah berubah warna menjadi hitam legam seperti besi cor berkat teknik beladiri andalannya, *Telapak Besi Penghancur Jiwa Kuno*.

Shen Long menatap Han Rong dengan pandangan yang dipenuhi rasa bosan yang teramat sangat. "Tingkat keenam ranah Pengumpulan Qi... lagi-lagi seekor anjing tua yang mengira dirinya adalah penguasa dunia hanya karena memiliki sedikit energi kotor di tubuhnya. Majulah, aku akan menunjukkan kepadamu seberapa rapuhnya otoritas yang kalian banggakan di hadapan telapak tanganku."

"Mati kau, bocah lancang!" Han Rong meraung dahsyat. Tubuh tuanya bergerak maju dengan kecepatan yang melampaui kecepatan suara fana, meninggalkan serangkaian bayangan kabur di atas lantai marmer. Dalam sekejap mata, ia telah berada di hadapan Shen Long, melayangkan hantaman *Telapak Besi Penghancur Jiwa Kuno* yang membawa kekuatan ribuan pon langsung menuju pusat dada Shen Long, berniat untuk menghancurkan seluruh tulang rusuk dan jantung pemuda itu dalam satu pukulan mutlak.

Hantaman itu membawa tekanan udara yang begitu masif hingga menciptakan suara siulan tajam yang memekakkan telinga semua orang di dalam ruangan. Chu Yaoyao tanpa sadar menahan napasnya, matanya terpaku pada titik benturan yang akan terjadi.

Namun, menghadapi serangan terkuat dari seorang tetua klan besar, Shen Long tidak bergerak mundur satu inci pun. Langkah kakinya tetap terpaku kokoh di atas marmer. Di dalam dantiannya, cairan emas murni dari tingkat keenam ranah Penguatan Tubuh yang sangat sempurna meledak sepenuhnya. Energi emas murni tersebut mengalir deras ke lengan kirinya, membuat kulit tangannya memancarkan kilau emas samar yang sangat suci.

Shen Long mengayunkan tangan kirinya dalam sebuah gerakan tamparan telapak tangan terbuka yang sangat luas dan santai, menyambut hantaman telapak besi hitam Han Rong secara langsung dengan tangan kosong.

*BUMMMMMMMMMMM!*

Sebuah ledakan energi spiritual yang luar biasa dahsyat meledak hebat di tengah aula emas Hotel Fenghuang Tian. Gelombang kejut energi emas dan abu-abu meluas dalam bentuk lingkaran transversal yang sangat besar, menghancurkan seluruh lampu gantung kristal raksasa di langit-langit hingga runtuh dan pecah berkeping-keping di atas lantai marmer. Ratusan meja jamuan makanan mewah terbalik dan hancur berantakan menjadi serpihan kayu, dan debu marmer beterbangan ke segala arah menciptakan kabut putih yang pekat.

Namun, di tengah-tengah kehancuran total aula mewah tersebut, suara patahan tulang yang sangat renyah dan mengerikan terdengar membelah suara ledakan.

*KRAKKKKK! BYARR!*

Sesosok tubuh terlempar keluar dari balik kabut debu putih dengan kecepatan gila seperti peluru kendali yang ditembakkan dari peluncur. Tubuh itu meluncur secara horizontal sejauh lebih dari dua puluh meter, menabrak panggung utama tempat Han Junhao berdiri hingga panggung kayu jati tersebut hancur lebur menjadi abu kayu, sebelum akhirnya tubuh itu menghantam dinding beton tebal di bagian belakang aula dengan sangat keras hingga menciptakan cekungan laba-laba sedalam setengah meter.

*Brak!*

Sosok yang terkapar di dalam reruntuhan dinding itu ternyata adalah Tetua Han Rong! Kondisinya saat ini benar-benar melampaui batas kengerian manusia. Seluruh lengan kanan yang digunakannya untuk menyerang kini telah hilang, hancur menjadi serpihan daging dan bubuk tulang yang berserakan di lantai akibat kekuatan tamparan Shen Long. Sisi kiri wajah tuanya telah rata sepenuhnya dengan rahang yang hancur berantakan, kedua matanya melotot keluar tanpa sisa kehidupan sedikit pun, dan seluruh meridian serta dantian di dalam tubuhnya telah meledak berkeping-keping menjadi energi liar yang menguap ke udara.

Seorang tetua agung dari Keluarga Han yang berada di ranah Pengumpulan Qi tingkat keenam telah tewas seketika di tempat hanya dengan satu tamparan santai dari tangan kiri Shen Long—sebuah kematian yang sangat mutlak dan penjelasan detail mengenai akhir eksistensi Han Rong di dunia fana ini.

Di tengah aula yang kini hancur berantakan dan dipenuhi debu marmer yang perlahan luruh, Shen Long berdiri tegak dengan jubah militer hijau yang bersih tanpa setitik debu pun menempel di kulit pualamnya. Ia menarik kembali tangan kirinya, mengeluarkan saputangan putih yang sama untuk mengusap sisa kehangatan energi dari jarinya dengan sangat tenang.

Seluruh aula emas seketika berubah menjadi keheningan yang mati, keheningan yang jauh lebih mengerikan daripada kuburan massal di malam hari. Ratusan tamu undangan elit, pejabat, dan kultivator muda berdiri mematung seperti patung lilin dengan wajah pucat pasi tanpa setetes darah pun tersisa. Beberapa dari mereka bahkan langsung jatuh pingsan karena tekanan mental yang luar biasa melihat seorang tetua klan besar dihancurkan hingga tewas dalam satu gerakan tamparan anak kecil.

Shen Long perlahan mengalihkan pandangan matanya yang sedalam malam abadi ke arah Han Junhao, yang saat ini berdiri membeku di samping reruntuhan panggung dengan tubuh yang gemetar hebat karena ketakutan primal yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya. Bilah angin di sekitar lengan Han Junhao telah lenyap tanpa bekas, digantikan oleh keringat dingin yang mengalir deras dari seluruh tubuhnya.

"Han Junhao," Shen Long memanggil dengan nada suara yang sangat rendah namun membawa otoritas tirani mutlak yang mampu meruntuhkan langit jiwa pemuda itu. "Kau yang menginginkan nyawaku karena selembar kertas kontrak pertunangan ini? Sekarang... katakan padaku, bagaimana kau ingin mempersiapkan kematianmu di hadapan telapak tanganku?"

Roda takdir di Jiangnan City telah dihancurkan sepenuhnya oleh kehadiran sang Penguasa Multisemesta. Di atas puing-puing kemewahan Hotel Fenghuang Tian, tirai pembalasan berdarah baru saja dimulai dengan kepunahan otoritas pertama dari raksasa yang bernama Keluarga Han.

1
Nanik S
Hadir
Kairon: Terima kasih sudah singgah kak😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!