NovelToon NovelToon
Suamiku Ternyata Bos Mafia Yang Disegani Dunia

Suamiku Ternyata Bos Mafia Yang Disegani Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Romansa Fantasi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

Liora dipaksa menikah dengan Arkan demi menyelamatkan perusahaan ayahnya yang hampir bangkrut. Ia mengira Arkan hanyalah pengusaha kaya biasa yang dingin dan tertutup. Kehidupan baru Liora dimulai di kediaman megah namun penuh ketatapan. Pelan tapi pasti, Liora mulai melihat keanehan-keanehan: pengawal yang selalu berjaga, orang-orang yang menunduk takut saat melihat Arkan, dokumen rahasia, hingga pembicaraan tentang organisasi bernama Bayangan Hitam.

Liora perlahan mengetahui kenyataan pahit: suaminya bukan sekadar pengusaha, melainkan pemimpin mafia paling berkuasa yang menguasai jalur perdagangan gelap, ekonomi bawah tanah, dan memiliki koneksi hingga ke pejabat tinggi negara. Dunia Liora berantakan, rasa takut bercampur kagum. Di sisi lain, Arkan yang awalnya menganggap Liora hanya kewajiban kontrak, mulai tertarik pada ketulusan dan keberanian gadis itu yang tidak pernah lari meski sudah tahu siapa dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertempuran di Utara

Malam itu gelap gulita, hanya diterangi oleh cahaya bulan separuh yang redup. Di wilayah pelabuhan utara, suasana yang biasanya ramai kini menjadi hening dan menegangkan. Angin laut bertiup kencang, membawa bau garam dan sesuatu yang lain... bau bahaya yang pekat.

Di balik tumpukan peti kemas dan bangunan gudang tua, puluhan orang bersembunyi, tangan mereka mencengkeram senjata api yang siap meledak kapan saja.

Pemimpin organisasi Serigala Putih, seorang pria berbadan besar berusia sekitar empat puluh tahun bernama Boris, berdiri di atas kontainer tertinggi sambil menatap jam tangannya dengan senyum penuh percaya diri.

Di sekelilingnya, anak buahnya berjumlah lebih dari lima puluh orang, semuanya bersenjata lengkap dengan senapan serbu dan peluru tajam.

Mereka merasa yakin, mereka merasa kuat. Mereka berpikir bahwa Arkan, Raja Bayangan yang selama ini ditakuti, hanyalah legenda yang mulai memudar, seorang pemimpin yang sudah tua dan terlalu nyaman hidup mewah.

"Dia tidak akan datang," gumam Boris dengan logatnya yang kental.

"Arkan itu penakut. Dia hanya berani mengancam lewat pesan perantara. Dia tahu dia akan kalah jika berhadapan langsung denganku."

Salah satu bawahannya yang berdiri di dekatnya, seorang pria berwajah luka parah bernama Ivan, mengerutkan keningnya.

"Bos, aku dengar cerita tentang Arkan itu bukan main-main. Dulu dia pernah menghancurkan satu organisasi besar sendirian dalam satu malam saja. Mungkin kita terlalu meremehkannya."

Boris tertawa keras, suara tawanya menggema di pelabuhan yang sepi itu.

 "Dongeng pengantar tidur saja, Ivan. Semua itu dibuat-buat agar orang takut padanya. Lihatlah kita, kita punya senjata lebih banyak, pasukan lebih banyak, dan posisi strategis.

 Bahkan jika dia datang, dia akan mati di sini malam ini. Dan besok, aku akan menjadi Raja Bayangan yang baru!"

Namun, kalimat terakhirnya belum selesai terucap, ketika tiba-tiba suara deru mesin kendaraan terdengar mendekat. Bukan satu atau dua, melainkan iring-iringan mobil yang jumlahnya tak terhitung, melaju dengan kecepatan tinggi menuju gerbang pelabuhan. Lampu-lampu mobil yang terang benderang menyala bersamaan, menyinari seluruh area pelabuhan siang bolong.

Boris dan anak buahnya terkejut. Mereka bersiap menembak, namun mereka melihat bahwa mobil-mobil itu berhenti berjarak sekitar seratus meter dari posisi mereka.

 Pintu terbuka, dan puluhan orang berjas hitam turun dengan gerakan cepat dan terlatih, membentuk barisan rapi yang mengerikan.

Di tengah barisan itu, sebuah mobil sedan hitam mewah berhenti perlahan. Pintu pengemudi dibuka oleh seorang pengawal, dan sosok tinggi tegap turun perlahan.

Itu Arkan.

Ia berdiri diam sejenak di bawah sorotan lampu kendaraannya. Ia tidak memegang senjata apa pun, tangannya malah masuk ke dalam saku celananya dengan santai. Ia mengenakan jas hitam yang rapi, rambutnya disisir rapi, seolah ia sedang menghadiri pesta mewah, bukan medan perang berdarah. Namun, aura yang ia pancarkan begitu dahsyat hingga membuat udara di sekitarnya terasa berat dan sulit dihirup.

Arkan melangkah maju sendirian, berjalan perlahan mendekati gerbang pelabuhan, sementara pasukannya tetap diam di belakangnya, seperti bayangan yang siap bergerak sekejab saja atas perintah tuannya.

Boris menelan ludah, rasa percaya dirinya sedikit goyah melihat sosok itu. Ada sesuatu pada diri Arkan yang membuatnya merinding, sesuatu yang mengingatkannya pada cerita-cerita mengerikan yang dulu ia dengar.

"Arkan!" teriak Boris, berusaha mengembalikan keberaniannya.

"Kau berani datang sendirian? Kau pikir kau siapa? Dewa perang?"

Arkan berhenti tepat di depan gerbang, sekitar lima puluh meter dari posisi Boris. Ia mengangkat kepalanya, menatap tajam ke arah pria besar itu.

Suaranya terdengar tenang namun jelas, sampai ke telinga semua orang yang ada di sana.

"Aku datang sendirian karena aku tidak ingin menghabiskan tenaga pasukanku hanya untuk membunuh sampah sepertimu, Boris.

 Kau pikir dengan mengumpulkan puluhan penjahat rendahan dan membeli senjata dari pasar gelap, kau sudah pantas menantangku?"

Arkan tersenyum sinis, senyum yang membuat darah semua orang di situ membeku.

"Dengar baik-baik. Aku memberimu waktu dua puluh empat jam untuk pergi. Kau tidak pergi. Kau malah menantangku. Kau membuatku kecewa. Kau membuatku harus turun tangan sendiri, padahal aku sudah malas membunuh orang-orang bodoh sepertimu."

Boris marah besar. Ia mengangkat senjatanya dan menodongkan ke arah Arkan.

"Jangan sombong! Kau pikir kau kebal peluru? Satu peluru saja ke kepalamu, semua kekuasaanmu akan berakhir, dan aku akan mengambil istrimu yang cantik itu juga!"

Kalimat itu baru saja keluar dari mulut Boris, ketika tiba-tiba suasana berubah drastis. Senyum Arkan lenyap seketika, digantikan oleh ekspresi dingin dan kosong yang mengerikan.

Kilatan pembunuh berkedip di matanya. Ia tidak lagi terlihat seperti manusia, melainkan seperti iblis yang baru saja dibangunkan dari tidur panjangnya.

"Kau sudah membuat dua kesalahan besar malam ini, Boris," ucap Arkan perlahan, suaranya rendah namun penuh dengan amarah yang meledak-ledak.

"Pertama, kau berani merebut wilayahku. Kedua... dan yang paling parah... kau berani menyebut nama istriku dengan mulut kotormu itu."

Arkan mengangkat tangan kanannya perlahan, lalu menjentikkan jarinya.

Crak! Crak!

Suara itu terdengar kecil di tengah angin laut, namun bagi orang-orang di sana, itu adalah suara kematian. Secepat kilat, pasukan Arkan bergerak. Sebelum Boris atau anak buahnya sempat menarik pelatuk, rentetan tembakan terdengar serentak.

Bukan hanya dari depan, tapi dari segala arah. Arkan sudah mengelilingi pelabuhan itu tanpa mereka sadari.

Orang-orang Serigala Putih jatuh bergelimpangan sebelum mereka sempat memahami apa yang terjadi. Senjata mereka tidak berguna sama sekali.

Pasukan Arkan bergerak dengan presisi militer, menembak tepat sasaran, tidak ada peluru yang terbuang sia-sia. Itu bukan sekadar perkelahian antar geng, itu adalah eksekusi massal yang terencana dengan sempurna.

Boris yang ketakutan berusaha bersembunyi di balik peti kemas, berteriak histeris memerintahkan anak buahnya untuk melawan, tapi sia-sia. Anak buahnya sudah kocar-kacir, sebagian besar sudah tewas atau terluka parah.

Arkan berjalan maju perlahan, melewati tubuh-tubuh yang bergelimpangan, darah yang mulai mengalir membasahi aspal, seolah itu hanya genangan air biasa baginya.

Ia berhenti tepat di depan tempat persembunyian Boris. Dengan ujung sepatunya yang mengkilap, Arkan menendang peti kemas itu hingga bergeser.

Boris terlihat gemetar hebat, senjatanya jatuh dari tangannya. Ia mengangkat kedua tangannya ke atas, memohon ampun.

"Maafkan aku, Tuan Arkan! Aku salah! Aku bodoh! Ampuni nyawaku, aku akan pergi jauh, aku tidak akan pernah kembali!" rintih Boris, kehilangan seluruh keberaniannya.

Arkan berjongkok di depannya, menatap mata pria itu dengan tatapan yang begitu kosong dan kejam.

"Maaf? Kau meminta maaf setelah kau mencoba meruntuhkan kekuasaanku? Setelah kau berani mengancam nyawaku? Dan setelah kau berani mengatakan kau akan mengambil istriku?" Arkan tertawa pelan, suara tawanya terdengar mengerikan di telinga Boris.

Arkan mengeluarkan pisau lipat kecil yang indah namun tajam dari saku jasnya. Ia memainkannya di jari-jarinya dengan lincah.

"Kau tahu apa hukuman bagi siapa pun yang berani menyakiti atau bahkan sekadar bermimpi menyakiti orang yang kucintai?" tanya Arkan pelan.

"Tidak... jangan... aku mohon..." Boris mundur terguling ke belakang.

Arkan berdiri tegak kembali, menatap tajam ke arah mata Boris. "Hukumannya bukan hanya kematian, Boris.

Tapi penghapusan total. Namamu akan hilang, jasadmu akan musnah, dan sejarah akan melupakan bahwa kau pernah ada di dunia ini."

Arkan memberi isyarat tangan ke arah bawahannya yang mendekat.

"Bersihkan tempat ini. Jangan tinggalkan jejak. Dan untuk Boris... buang dia ke laut dalam dengan beban berat di kakinya. Pastikan tidak ada ikan pun yang mau memakan dagingnya."

"Tuan Arkan! Ampun! Ampun!" teriak Boris histeris saat ditarik paksa oleh dua pengawal besar Arkan. Teriakannya perlahan menjauh hingga hilang tertelan suara deburan ombak.

Arkan berdiri sendirian di tengah medan perang yang hening itu. Darah musuh menggenang di kakinya, namun wajahnya tetap tenang, bahkan sedikit bosan. Ia mengeluarkan sapu tangan bersih dari saku, menyeka sedikit percikan darah yang menempel di pipinya.

Ia menatap ke arah selatan, ke arah rumah kami. Di sana, aku sedang menunggunya.

"Maafkan aku, Liora," gumamnya pelan pada dirinya sendiri. "Aku harus melakukan hal kotor ini agar kau bisa tidur tenang.

Aku harus menjadi iblis ini agar kau tetap bisa hidup sebagai malaikat di sampingku."

Ia berbalik dan berjalan kembali ke mobilnya. Pasukannya sudah selesai bekerja dengan cepat dan rapi. Dalam waktu kurang dari satu jam, organisasi Serigala Putih yang beranggotakan ratusan orang lenyap begitu saja dari muka bumi.

Tidak ada lagi tantangan, tidak ada lagi ancaman. Dan nama Raja Bayangan kembali bergema lebih kuat dan mengerikan dari sebelumnya, mengingatkan seluruh dunia bahwa Arkan masih berkuasa, dan ia adalah penguasa mutlak yang tidak boleh disentuh, apalagi disakiti.

Perjalanan pulang terasa panjang namun damai bagi Arkan. Ia sudah melakukan apa yang harus ia lakukan.

Kini, satu-satunya tujuannya adalah pulang, kembali ke rumah tempat aku menunggunya, satu-satunya tempat di mana ia bisa melepas semua topeng kejamnya dan menjadi manusia biasa.

Sementara itu, aku masih menunggu di beranda rumah, mataku tak lepas dari gerbang utama. Jantungku berdebar kencang, merasakan bahwa sesuatu yang besar baru saja terjadi malam ini.

Aku tidak tahu bahwa saat itu, Arkan baru saja membantai ratusan orang demi menjaga harga dirinya dan namaku. Aku hanya tahu satu hal: Arkan akan pulang, dan ia akan kembali padaku sebagai pemenang.

Dan benar saja, tidak lama kemudian, iring-iringan mobil mewah itu kembali terlihat melaju masuk ke gerbang rumah. Arkan turun dari mobilnya, jasnya sedikit berdebu namun tetap gagah. Saat ia melihatku berdiri menunggunya, sorot matanya yang tadinya dingin dan berdarah, seketika meleleh menjadi lembut dan hangat. Ia berjalan mendekatiku dengan langkah lebar, lalu memelukku erat-erat seolah aku adalah barang paling berharga yang ia miliki di dunia ini.

"Aku pulang," bisiknya di telingaku, suara beratnya bergetar karena kelegaan.

Aku membalas pelukannya, tidak peduli apa yang baru saja ia lakukan, tidak peduli darah apa yang mungkin menempel di tangannya.

 Di saat itu, aku sadar sepenuhnya: aku sudah jatuh cinta pada pria ini. Pada Raja Bayangan yang kejam bagi dunia luar, namun lembut dan penyayang hanya untukku.

1
Dhatu Lukita
aku kasih ⭐ 5 y biar semangat
Tri Wahyuni: Terimakasih
total 1 replies
Dhatu Lukita
halo thor, ceritanya menarik yaa😍.
jangan lupa mampir ya thor 💗, tinggalin jejak oke 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!