Lin tian seorang remaja yang tinggal bersama ayah nya seorang pemabuk. suatu hari tiba tiba ayah nya berbicara dan mengasih warisan keluarga untuk anak nya dapat berkultivasi. seperti pepatah mengatakan "di balik kekuatan hebat terdapat musuh yang kuat"
Mampu kah Lin Tian bertahan dari banyak nya musuh yang datang.
mari kita cari tau bersama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11: Menghadang Cakar Raksasa
BOOOM!!
Dentuman keras memecah kesunyian hutan saat Lin Tian mendarat tepat di depan gadis berjubah biru itu. Tanah di sekitarnya ambles dan retak. Dengan kedua tangan memegang erat gagang pedang besar Alat Fana Kualitas Top, Lin Tian mengangkat bilahnya secara horizontal ke atas kepala, menahan hempasan cakar raksasa Beruang Hitam Lapis Baja secara mentah-mentah!
BANGGG!
Percikan api memercik hebat saat cakar sekeras baja itu berbenturan dengan bilah pedang Lin Tian. Gelombang kejut tak kasatmata menyebar kuat, menghempaskan kabut di sekitar mereka hingga bersih dalam radius lima meter.
"Ugh!"
Lin Tian merasakan tekanan berat yang luar biasa menghantam pundaknya. Kekuatan fisik Beruang Peringkat 2 benar-benar di luar dugaan. Kaki Lin Tian melesap masuk ke dalam tanah hingga batas pergelangan kaki, dan pola perunggu kuno di bawah kulit lengannya bergetar hebat menahan beban ribuan kati tersebut.
Namun, Lin Tian berhasil menahannya! Fisik Suci Yang Terbalik miliknya membuktikan bahwa meskipun kultivasinya baru Level 3 Pengumpulan Qi, kekuatan struktural tubuhnya tidak kalah dari monster.
Gadis berjubah biru itu perlahan membuka matanya. Dia tercengang saat melihat punggung seorang remaja pria asing yang kurus namun tampak kokoh bagaikan gunung, menahan serangan maut yang seharusnya sudah meremukkan tubuhnya.
"Kamu... siapa?"
"Cepat lari, itu Beast Peringkat 2!" seru gadis itu dengan panik sekaligus takjub melihat seorang remaja tanpa seragam sekte mampu menahan beruang tersebut.
"Kalau aku lari, kita berdua bakal mati!" sahut Lin Tian dengan gigi terkatup.
ROAAAR!
Beruang Hitam Lapis Baja itu merasa terhina karena serangannya ditahan oleh manusia kecil yang auranya sangat lemah. Dengan mata memerah, beruang itu menarik cakarnya dan berniat melepaskan gigitan mematikan ke arah leher Lin Tian.
"Jangan harap!"
Lin Tian memanfaatkan momen saat beruang itu menarik cakar. Dengan letupan energi di kakinya melalui Langkah Bayangan Langit, dia melesat mundur setengah langkah, lalu memutar tubuhnya dengan gila. Pedang besarnya diayunkan dalam garis horizontal yang tajam, mengincar bagian bawah perut beruang yang tidak terlindungi kulit lapis baja tebal.
SRAAAT!
Bilah pedang berlapis Qi emas murni itu berhasil menyayat kulit perut beruang, meninggalkan luka sepanjang tiga puluh sentimeter yang mengucurkan darah segar.
Beruang raksasa itu melolong kesakitan. Rasa sakit itu justru memicu amarah liarnya. Ia mengamuk buta, mengibaskan kedua lengannya ke segala arah, menumbangkan pohon-pohon di sekitarnya menjadi serpihan kayu.
Lin Tian terus bergerak lincah bagaikan bayangan di antara sela-sela pohon, menghindari setiap amukan brutal tersebut. Sambil bergerak, matanya melirik ke arah gadis berjubah biru yang kini terduduk lemas di dekat batu besar.
"Nona!"
"Jika Anda punya kartu AS atau teknik penyerang, keluarkan sekarang!" Saya tidak bisa menahannya terlalu lama!" teriak Lin Tian.
Qi di dalam Dantiannya mulai terkuras akibat penggunaan teknik gerak kaki yang terus-menerus.
Gadis itu menggertakkan giginya. Dia tahu remaja asing ini bertaruh nyawa demi menyelamatkannya. Dengan sisa-sisa tenaga dan Qi yang kacau akibat racun, gadis itu meraba cincin ruang angkasanya dan mengeluarkan sebuah jimat kertas berwarna merah darah yang memancarkan aura api yang sangat panas.
"Ini, ini Jimat Api Suci Peringkat 2! Alihkan perhatiannya ke arah kiri, aku akan membakarnya!" seru gadis itu sambil mulai merapal mantra dengan tangan bergetar.
Melihat jimat itu, mata Lin Tian berbinar. "oke tidak masalah!"
Lin Tian menghentakkan kakinya keras-keras, melompat lurus ke arah kanan wajah beruang raksasa itu. Dia sengaja melepaskan sedikit aura Qi emasnya secara mencolok dan menusukkan pedangnya ke arah mata sang beruang untuk memancing seluruh perhatian makhluk itu.
"Kemari, dasar beruang bodoh!" Raung Lin Tian memekakkan telinga hutan.
cerita nya seru, like + bunga🌹 , semangat😉