Aretha memilih hidup menderita bersama suaminya. padahal Kemewahan disediakan oleh orangtuanya. Namun Suaminya berselingkuh karena tekanan dari mertuanya. Apakah Aretha bisa mempertahankan rumah tangganya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mandiri
Karena Aretha dan Andreas masih dalam sekolahnya menjadi dokter spesialis. Maka mereka menunda bulan madu. Sementara mereka masih tinggal di rumahnya Aretha. Andreas sudah memberi rumah buat dia tempati bersama istrinya, di kawasan elite juga, namun jika rumah orangtua Aretha di kompleks nomor satu perumahan elite, maka rumah yang Andreas beli di nomor tiganya.
Mama dan Papa Aretha juga membeli mobil mewah keluaran terbaru dari merek terkenal buat Andreas. Satu seri lebih tinggi dari punya Aretha. Sebagai rasa sayang mereka kepada anak mantu mereka.
"Ma, pa, Besok Andre mau bawa istri Andre untuk tinggal di rumah kami."
"Cepat sekali??? Sudah terisi semua furniturenya."
"Sudah ma. Papa yang membantu lewat desain interior kenalan papa. Terima kasih ya pa."
"Iya, papa lakukan itu, biar kalian berdua hidup nyaman.Tetapi ingat, rumah ini, juga milik kalian. Jadi sering - sering kesini. Papa ngak akan egois, orangtua Andre juga perlu di kunjungi. Pintar - pintar kalian bagi waktunya."
"Oke pa, Andre janji, ditengah kesibukan kami sebagai dokter, kita akan meluangkan waktu buat mama dan papa juga orangtua Andre."
Malam hari semua baju Aretha dan Andreas sudah dirapikan di masukan ke koper - koper. Tidak semua barang Aretha di bawa, biar ada yang lain di rumah orangtuanya.
"Sudah semua sayang."
"Sudah bang."
"Ayo bobo."
Andreas langsung mengendong istrinya dibawa ke tempat tidur. Besoknya pagi - pagi sekali Aretha sudah bangun langsung berolah raga kebiasaaan yang tidak bisa dia tunda selain berdoa pagi bersama suaminya. Jam lima mereka berdua bangun berdoa, namun Andreas akan kembali tidur. Sedangkan Aretha tentu berolah raga.
Mobil Aretha sudah ada di rumah baru mereka dari kemarin. Semalam mereka dari rumah sakit pulang ke rumah hanya menggunakan mobil hadiah papa dan mama buat Andreas.
Rumah bergaya minimalis ini sangat cocok buat keluarga dokter. Sebagai anak satu - satunya, tentu mama dan papa Aretha mau menyiapkan semua kebutuhan anak mereka dengan baik.
"Kalian tidak membutuhkan asisten rumah tangga??"
"Tidak sekarang papa, Tea bisa kok bagi waktunya. Abang juga pasti membantu."
"Iya pa, kami berdua sudah sepakat untuk menjalankan rutinitas di rumah ini bersama."
Selesai menikmati makan malam dengan masakan yang simpel dan enak, orangtua Aretha pun pamit pulang. Jarak rumah mereka tidak begitu jauh hanya tiga puluh menit, begitu juga kerumah orangtuanya Andreas.
Selesai menutup pagar rumah. Andreas membantu istrinya membersihkan perabot kotor masak dan makan.
"Abang mau minum kopi atau teh??"
"Boleh ngak makan kamu aja."
"Masa sekarang??"
"Ngak tahan lihat keseksian kamu. Juniorku memberontak."
Akhirnya mereka menghabiskan malam mereka di kamar mereka berdua. Kamar yang besar di rumah ini. Dan mereka berdua pun menghabiskan malam yang romantis dan penuh keintiman ditambah dengan kenikmatan berdua.
Aretha sudah lemas dalam pelukan suaminya. Keringat memenuhi tubuhnya. Aretha di cium oleh suaminya di semua tubuhnya.
"I love you sayang. Terima kasih ya. Ini indah sekali."
"I love you too sayang."
Aretha masih di peluk oleh suaminya. Mereka masih membicarakan hal- hal yang harus mereka lakukan bersama dalam membangun rumah tangga ini. Jelas yang menjadi panutan Aretha adalah mama dan papanya. Yang tetap mencintai sampai usia mereka sekarang ini. Kesabaran dan ketabahan mamanya, serta kebijaksanaan papanya dalam menjadi kepala rumah tangga.
Dokter Andreas Jatmiko adalah dokter di rumah sakit daerah di Tangerang, dia sudah menjadi pegawai negeri, sedangkan dokter Aretha Lopez adalah pegawai tetap tenaga medis di rumah sakit swasta Siloam yang punya cabang di beberapa daerah. Tahun ini adalah tahun terakhir mereka menjadi dokter residen, tinggal beberapa bulan saja. Makanya mereka menunda rencana bulan madu mereka.
Seperti biasa, Aretha akan membangunkan suaminya berdoa. Setelah itu biasanya Andreas akan tidur dan Aretha akan olah raga karena beberapa alat olah raga disiapkan papanya buat putri kesayangannya. Dan ada spot dari interior rumah mereka yang digunakan sebagai tempat berolah raga. Setelah itu dia akan membuat sarapan buat mereka berdua. Sekalian bekal makan siang.
"Selamat pagi sayang. Apa yang bisa abang lakukan."
"Abang cuci perabotan masak yang kotor ya."
"Oke sayang."
Selesai itu Andreas langsung menikmati kopi hitam dan roti bakar yang disiapkan istrinya juga jus buah. Sementara Aretha sedang mandi. Tadi sebelum sarapan Andreas sudah memanasi mesin mobil mereka berdua. Sebelum berangkat kerja mereka berdoa.
"Aku pulang sore bang, karena hari ini ada ikut operasi tiga pasien."
"Oke, hati - hati di jalan ya. Jangan ngebut - ngebut. Abang akan menunggu ade di rumah."
"I love you."
"Love you more istriku sayang." Andreas mencium bibir dan kening istrinya dan memberi tanda berkat buatnya. Hal yang sama di lakukan oleh Aretha.
Jarak rumah sakit temat Aretha dan Andreas dari rumah mereka tidak jauh juga. Andreas membeli rumah di kawasan ini sudah mempertimbangkan semua termasuk jarak ke rumah mertua dan orang tua juga jarak ke tempat kerja. Serta fasilitas umum seperti mall dan pasar.
Sampai di rumah sakit setelah beristirahat sejenak. Aretha langsung berada di ruang operasi. Sedangkan Andreas melayani di poli penyakit dalam setelah melakukan visit ke ruang rawat pasiennya. Dokter Jihan yang adalah sahabat Aretha juga setempat kerja dengan Andreas. Sedari pagi mengamati segala aktivitas Andreas.
"Pulang Dre."
"Eeee Jihan. Iya nih. Aku duluan ya."
Dokter Jihan ini sekampus dengan Aretha namun dia lebih memilih menjadi dokter gigi. Suaminya adalah seorang pengusaha juga. Punya usaha mebel. Mereka belum di karuniai anak, karena mungkin kesibukan suaminya yang bekerja di luar daerah. Padahal usia pernikahan mereka sudah tiga tahun. Jihan selalu menjadikan Andreas sebagai tempat curhatnya. Namun ketika tahu Andreas mau menikah, Andreas sendiri yang membatasi pertemuan mereka.
Malam pukul tujuh, Aretha baru tiba di rumahnya. Disambut oleh suami tercinta. Dengan ciuman dan pelukan.
"Maaf bang, pulangnya telat sekali ya."
"Its oke. Kamu kan kerja sayang."
"Terima kasih suamiku. I love you."
"Love you more."
Karena Andreas sudah masak. Maka mereka langsung makan malam bersama.
"Sayang, besok kamu ada waktu ngak, kita ke rumah mama dan papa depok, tadi Anna telepon kata mama lagi kurang sehat."
"Ngak sekarang saja bang."
"Mama sudah ke dokter sayang."
"Besok adek bisa."
"Bearti besok kita semobil saja ya ke rumah sakit. Abang antar adek."
Selesai membersihkan perabot makan yang kotor. Aretha langsung memadamkan lampu dapur dan ke kamar mereka. Terlihat Andreas lagi membuat tesisnya.
"Masih buat tesisnya bang???"
"Sedikit lagi selesai dek."
Aretha langsung masuk ke kamar mandi, setelah memberikan kecupan mesra di bibir suaminya. Selesai mandi, dia skin care, dan langsung masuk kedalam selimut lalu di peluk suaminya mereka pun tidur.