NovelToon NovelToon
Impoten Sang Singa Madrid

Impoten Sang Singa Madrid

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Mafia / Action
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Leonardo De Luca adalah penguasa Madrid yang memiliki segalanya, kecuali masa depan. Di balik kemegahan tahtanya, ia menyimpan rahasia kelam tentang infertilitas yang membuatnya merasa seperti tanah gersang tanpa harapan akan pewaris. Baginya, garis keturunan De Luca telah menemui jalan buntu.
Hingga ia bertemu Olivia, seorang gadis penjual bunga yang hidup di antara harum kelopak dan ketabahan akar. Di mata Olivia, Leonardo bukanlah singa yang menakutkan, melainkan jiwa yang haus akan kehidupan. Pertemuan ini adalah awal dari sebuah keajaiban; tentang bagaimana cinta seorang penjual bunga mampu menumbuhkan benih kehidupan di celah batu karang yang paling keras sekalipun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Restu di pesisir marbella

Jet pribadi Leonardo mendarat di landasan pacu eksklusif Malaga dengan mulus. Perjalanan dilanjutkan dengan iring-iringan tiga SUV hitam menuju sebuah villa mewah yang bertengger di tebing Marbella, menghadap langsung ke Laut Mediterania. Udara di sini jauh lebih bersih dan hangat dibandingkan London yang kelabu atau Madrid yang padat.

Di dalam mobil, Olivia meremas jemarinya. Ia cemas. Bagaimana ia harus menjelaskan kepada ayahnya yang konservatif bahwa dalam waktu kurang dari empat puluh delapan jam, ia telah bertunangan dengan pria paling ditakuti di Spanyol?

"Tenanglah, Olivia. Kau terlihat seperti sedang menuju eksekusi," suara Leonardo datar, namun matanya tetap tertuju pada dokumen di tabletnya.

"Bagi saya, ini hampir sama, Leonardo. Ayah saya seorang pensiunan guru. Dia tidak mengenal dunia pria seperti Anda," balas Olivia lugas.

Leonardo mematikan tabletnya. Ia menoleh, menatap Olivia dengan intensitas yang selalu membuat gadis itu merasa telanjang. "Ayahmu tidak butuh mengenal duniaku. Dia hanya perlu tahu bahwa putrinya tidak akan pernah kekurangan apa pun lagi. Itu tugas seorang pria."

Mobil berhenti di depan villa putih yang dikelilingi pohon palem. Di teras depan, seorang wanita paruh baya dengan wajah lelah namun mata yang cerah berlari menyongsong mereka. Itu adalah ibunya, Margaret.

"Olivia! Oh, syukurlah!" Margaret memeluk putrinya erat. Matanya kemudian beralih ke sosok pria raksasa yang berdiri di belakang Olivia. Leonardo turun dari mobil dengan setelan jas abu-abu gelap, kacamata hitam, dan aura otoritas yang tak terbantahkan.

"Ibu, ini... ini Leonardo De Luca. Dia yang mengatur semua ini," ucap Olivia pelan.

Margaret tertegun. Sebagai wanita yang menghabiskan hidupnya di pinggiran London, ia tahu pria kelas atas saat melihatnya. Leonardo melangkah maju, melepaskan kacamata hitamnya, dan menjabat tangan Margaret dengan sopan namun tegas.

"Senang bertemu dengan Anda, Nyonya. Saya harap perjalanan Anda nyaman," ucap Leonardo dalam bahasa Inggris yang sempurna.

"Sangat nyaman, Tuan De Luca. Kami tidak tahu bagaimana harus berterima kasih. Suami saya... dia sudah di dalam. Dokter bilang kondisinya stabil karena peralatan medis di jet Anda sangat lengkap."

Mereka masuk ke dalam villa. Di sebuah kamar luas dengan jendela besar yang menghadap laut, ayah Olivia, Arthur, berbaring di tempat tidur medis yang canggih. Wajahnya pucat, tapi matanya tajam saat melihat putrinya masuk bersama seorang pria asing.

"Olivia?" suara Arthur parau.

"Ayah, tenanglah. Ini Leonardo. Dia... dia tunanganku," Olivia memaksakan kata itu keluar dari mulutnya.

Arthur terdiam. Ia menatap Leonardo dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ia melihat jam tangan Patek Philippe di pergelangan tangan Leonardo, sepatu kulit yang mahal, dan cara pria itu berdiri tegak seolah ia memiliki tanah yang ia pijak. Arthur bukan orang bodoh. Ia tahu pria di depannya ini bukan sekadar pengusaha biasa. Ada kegelapan di mata Leonardo, namun ada juga kekuatan yang absolut.

"Tunangan?" Arthur batuk kecil. "Sejak kapan kau punya tunangan sekaya ini di Spanyol, Nak?"

Leonardo melangkah maju, berdiri di samping tempat tidur Arthur. Ia tidak membungkuk, ia tetap tegak, menunjukkan posisinya sebagai pria yang setara.

"Baru-baru ini, Sir. Saya bertemu Olivia di tokonya dan saya tahu saya tidak bisa membiarkannya pergi," jawab Leonardo lugas. "Saya tahu ini mendadak, tapi saya berkomitmen penuh pada keselamatan dan kesejahteraan putri Anda. Termasuk kesehatan Anda."

Arthur menatap Leonardo lama. Ruangan itu hening selama beberapa detik. Sebagai seorang ayah, ketakutan terbesarnya adalah meninggalkan Olivia sendirian di negara asing tanpa pelindung. Dan di depan matanya sekarang, berdiri seorang pria yang tampak sanggup meratakan gunung demi apa yang ia miliki.

"Kau terlihat tangguh, Tuan De Luca," ucap Arthur akhirnya. "Kau punya mata pria yang tahu cara bertarung. Apa kau bisa menjamin putriku akan selalu aman bersamamu?"

"Selama saya bernapas, tidak ada satu pun orang yang bisa menyentuh Olivia tanpa melangkahi mayat saya," balas Leonardo tanpa ragu. Kalimat itu bukan sekadar basa-basi; itu adalah sumpah seorang De Luca.

Arthur menghela napas panjang, lalu tersenyum tipis ke arah istrinya. "Sepertinya putri kita memilih pria yang tepat, Margaret. Setidaknya aku tidak perlu khawatir ada penjahat kecil yang berani mengganggunya jika suaminya adalah singa seperti ini."

Olivia terkejut. Ia mengira ayahnya akan menginterogasi Leonardo atau menolak bantuan ini karena harga diri. Namun, bagi orang tuanya, keselamatan Olivia adalah prioritas di atas segalanya. Mereka melihat ketangguhan Leonardo sebagai jaminan keamanan yang selama ini mereka cemaskan.

"Makan malam akan disiapkan di teras," ucap Leonardo, memberikan ruang bagi keluarga itu untuk berbicara. "Olivia, tinggallah di sini bersama orang tuamu. Aku akan mengurus administrasi dokter di ruang depan."

Saat Leonardo keluar, Margaret mendekati Olivia. "Dia pria yang sangat dominan, Olivia. Tapi Ibu bisa melihat caranya menatapmu saat kau tidak melihatnya. Dia seolah ingin menelanmu bulat-bulat agar tidak ada yang bisa melihatmu selain dia. Ayahmu benar, dia tangguh. Kita butuh pria tangguh di masa sulit seperti ini."

Olivia hanya bisa mengangguk kaku. Ia menyadari bahwa orang tuanya telah memberikan restu mereka secara buta karena terpesona oleh kekuatan Leonardo. Kini, ia benar-benar terperangkap. Ia adalah milik Leonardo De Luca, didukung oleh hukum, uang, dan sekarang, restu orang tuanya sendiri.

Dari teras, Leonardo menyulut cerutunya sambil menatap laut. Denyutan gairah di tubuhnya masih ada, stabil dan kuat. Ia merasa puas. Ia telah mengamankan asetnya, ia telah memenangkan hati keluarganya, dan sekarang, ia hanya perlu memastikan Olivia benar-benar tunduk di bawah kendalinya di rumah kaca Madrid.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Ani Jumadi
terlalu berlebihan sih bisa ga jangan terlalu mengekang
chiara azmi fauziah
aku kasih gift ya thor😍
Isti Mariella Ahmad: makasih😍
total 1 replies
chiara azmi fauziah
mantap thor ceritanya mau dong di cintai ugal-ugalan 🤣🤣🤣
falea sezi
lanjut q ksih bunga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!