NovelToon NovelToon
MATA TEMBUSH PANDANG

MATA TEMBUSH PANDANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dunia Masa Depan / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Melalui dinding yang seolah lenyap itu, Chen bisa melihat dengan sangat jelas interior kamar Mei. Dan yang membuat jantungnya hampir melompat keluar dari dada adalah, ia bisa melihat area kamar mandi kecil di dalam sana. Pintu kamar mandinya pun tembus pandang.
Di dalam sana, Mei sedang berdiri di bawah kucuran air shower. Tanpa sehelai pakaian pun.
Chen terpaku di tempatnya, tenggorokannya mendadak kering. Setiap lekuk tubuh tetangganya itu, bulir-bulir air yang mengalir di kulitnya, bahkan warna rambutnya yang basah terlihat dengan detail yang luar biasa jernih. Kemampuan matanya seolah menembus batas ruang dan privasi yang ada.
Chen buru-buru menutup kedua matanya dengan telapak tangan, napasnya memburu, dan wajahnya memerah padam sampai ke telinga.
“A-apa yang terjadi dengan mataku?!” batin Chen menjerit panik sekaligus tidak percaya. “Apakah kakek semalam… benar-benar nyata?”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Taruhan Besar

Aura di lorong kos semakin menegang setelah Tuan Feng melontarkan tantangannya. Chen terdiam sejenak, menimbang-nimbang situasi. Ia tahu siapa pria di hadapannya ini—seorang maestro yang pengaruhnya di dunia batu mulia tidak tertandingi.

"Tuan Feng, tantangan Anda menarik," jawab Chen akhirnya, suaranya tetap tenang. "Namun, saya harus tahu, apa taruhan di balik ujian ini?"

Tuan Feng tersenyum tipis, seolah sudah memprediksi pertanyaan itu. "Sederhana. Jika kau kalah, kau harus menyerahkan hak kepemilikan Giok Darah Naga yang kau dapatkan kemarin kepadaku, dan kau harus bekerja di bawah naungan asosiasiku seumur hidupmu. Tapi jika kau menang..." Tuan Feng menjeda kalimatnya, matanya berkilat. "Aku akan memberikan sebidang tanah tambang giok mentah di wilayah barat, plus uang tunai lima puluh juta yuan!"

Mendengar nominal fantastis dan konsekuensi yang begitu besar, Mei yang berdiri di belakang Chen refleks mencengkeram ujung baju Chen. Wajahnya pucat karena cemas.

Chen sendiri mengerutkan kening. Nilai taruhan ini terlalu masif. Kebebasannya adalah hal paling berharga yang ia miliki sekarang. "Maaf, Tuan Feng. Saya rasa saya harus menolak. Taruhan ini terlalu besar, dan saya tidak tertarik mempertaruhkan masa depan saya hanya untuk membuktikan sesuatu kepada orang lain."

Tuan Feng sedikit terkejut dengan penolakan tegas Chen, namun sebelum sang master sempat membalas, suara langkah kaki terburu-buru kembali terdengar dari tangga.

"Paman! Apa yang sedang Paman lakukan di sini?!"

Sesosok pemuda dengan setelan necis muncul dengan napas sedikit memburu. Itu Liu. Tampaknya ia langsung bergegas ke sana begitu mendengar kabar bahwa pamannya pergi menemui sahabatnya.

Tuan Feng menoleh, menaikkan sebelah alisnya. "Liu? Kenapa kamu ada di sini?"

Liu tidak menjawab pamannya. Ia langsung berjalan tegap dan berdiri tepat di samping Chen, menepuk pundak sang sahabat dengan mantap. Ia menatap lurus ke arah Tuan Feng.

"Paman Feng, jika Chen menolak karena jumlah taruhannya yang terlalu besar, maka aku yang akan menjamin taruhan itu atas namanya!" seru Liu lantang tanpa ragu sedikit pun. "Jika Chen kalah, aku yang akan menyerahkan seluruh saham pribadiku di perusahaan keluarga kepada Paman. Tapi jika Chen menang, Paman harus menepati janji memberikan tambang dan uang itu kepada sahabatku!"

Mendengar keputusan nekat keponakannya, dua pengawal di belakang Tuan Feng terbelalak. Mempertaruhkan saham keluarga demi seorang pemuda miskin dari kos-kosan? Itu adalah kegilaan!

Namun, reaksi Tuan Feng justru di luar dugaan. Pria beruban itu tidak marah sama sekali. Ia menatap Liu, lalu beralih menatap Chen dengan binar mata yang dipenuhi rasa kagum yang luar biasa. Selama ini, Liu adalah pemuda yang sangat rasional dan paling menghormati garis keturunan keluarga, terutama dirinya sebagai paman terkaya. Tapi hari ini, Liu justru berbalik arah secara total demi membela Chen.

"Hahaha! Luar biasa! Benar-benar luar biasa!" Tuan Feng tertawa lepas, suaranya menggema hebat. "Chen... Aku tidak menyangka kamu memiliki karisma sebesar ini. Kamu tidak hanya memiliki insting tajam terhadap batu, tetapi juga bisa membuat keponakanku yang keras kepala ini berpaling dariku dan memilih berdiri di pihakmu!"

Tuan Feng mengangguk-angguk penuh apresiasi. Rasa penasarannya kini berubah menjadi rasa hormat yang mendalam kepada Chen.

"Baik! Taruhan ini sah!" Tuan Feng menunjuk Chen. "Tiga hari lagi, datanglah ke Paviliun Giok Surgawi milikku. Aku sendiri yang akan menyiapkan tiga batu giok paling langka dan paling terkutuk yang pernah ditemukan di negeri ini. Kita lihat, apakah matamu bisa menembus kutukan batu-batu itu!"

1
Markario Putra
ok siap bang
👍😁
indrawanto djiwanto
konflik kurang banyak min. kalopun lanjut, ceritanya terus jangan berubah jadi kultivator plus nanti lawan alien atau mkahluk dunia ata dst.
Agus Suciyadi
lumayan bagus sih thor...ceritanya nyambung terus, Mcnya bagus dlm sifat dan sikapnya tidak menye2 yg nafsuan. semangat thor lanjut terus/Good//Good//Good/
Markario Putra: Bantu share yah gan 👍
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!