NovelToon NovelToon
KISAH CINTA ALDARA DAN ARIES

KISAH CINTA ALDARA DAN ARIES

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Romantis
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Chinta Maulana

Aldara, wanita yang hatinya baru saja remuk redam ditinggalkan kekasih demi wanita lain, berusaha menyembunyikan kesedihannya di balik senyum tenang agar tidak dikasihani orang lain. Ketika dipanggil oleh kenalannya, Siska, untuk bertemu di kafe langganan, ia tidak menyangka bahwa kunjungannya kali ini akan menjadi titik balik hidupnya. Di sana ia diperkenalkan kepada Aries—seorang pemuda pendiam namun memiliki pesona tersendiri. Pertemuan yang awalnya terasa biasa saja perlahan membuka jalan bagi sebuah kisah baru yang akan menyembuhkan luka lama dan mengajarkan Aldara arti cinta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 001: Pertemuan Pertama

Hati Aldara terasa seperti tercabik-cabik sejak semalam, namun di balik dinding kamarnya yang tertutup rapat, ia memaksakan diri untuk bangkit dan berpenampilan sebaik mungkin. Luka yang ditorehkan oleh mantan kekasihnya begitu dalam, tetapi ia bertekad tidak akan terlihat lemah di hadapan siapa pun. “Aku harus tetap berdiri, bukan jatuh karena orang yang tidak menghargaiku,” bisiknya pada cermin, meski matanya masih menyimpan jejak air mata yang semalam tak kunjung kering.

Tak lama, ponsel di atas meja berdering lembut. Layarnya menampilkan nama Siska, kenalan barunya yang beberapa kali mengajak bertemu. Aldara mengangkat telepon itu dengan nada yang terdengar tenang.

“Assalamualaikum, Sis,” sapanya.

“Walaikumsalam, Kak. Apa Kak Aldara tidak sibuk?” tanya Siska dengan nada ramah.

“Tidak, memang ada apa?”

“Emm… bisa Kak Aldara datang ke tempat biasa? Aku mau mengobrol sebentar,” jawab Siska terdengar penuh harap.

“Baiklah, aku segera ke sana,” balas Aldara tanpa banyak bertanya. Ia segera bersiap, mengenakan pakaian sederhana namun rapi, lalu melangkah keluar rumah. Ia tidak tahu, langkah kaki yang diambilnya kali ini akan mengubah seluruh jalan hidupnya.

Setelah perjalanan singkat menggunakan kendaraan umum, Aldara tiba di kafe kecil yang nyaman itu. Aroma kopi dan kue segar langsung menyambutnya. Dengan wajah yang tetap tenang dan senyum yang terjaga, ia melangkah masuk dan melihat Siska melambaikan tangan dari salah satu meja di sudut ruangan.

Aldara menghampiri meja itu dan duduk di kursi kosong.

“Apa kabar, Dara? Lama tak jumpa,” sapa Randy, kekasih Siska yang juga sudah duduk di sana.

“Alhamdulillah, kabarku baik-baik aja,” jawab Aldara santai. “Oh iya, memangnya ada urusan apa sampai memanggilku ke sini?” Ucap Aldara dan langsung duduk dikursi kosong yang dekat dengan seorang pemuda yang dari tadi diam.

Siska tersenyum tipis lalu melirik ke sosok pemuda yang selama ini hanya diam duduk tenang di sisi lain meja. “Tidak ada hal penting, cuma sudah lama kita tidak berkumpul. Btw, Perkenalkan itu temanku, Aries, ia baru saja pulang dari luar kota dan sedang menetap di sini untuk beberapa waktu.”

Aries mengangkat wajahnya. Tatapannya tajam namun lembut, dengan senyum samar yang terukir di bibirnya. Wajahnya tampan, dengan rahang tegas dan sorot mata yang terasa tenang, seolah memiliki ketenangan tersendiri.

“Namaku Aldara, atau bisa juga dipanggil Dara,” ucap Aldara sambil mengulurkan tangan.

Aries menerima uluran tangan itu dengan genggaman yang hangat namun tidak berlebihan. “Namaku Aries,” jawabnya singkat dan sopan.

Percakapan berjalan santai sambil menikmati makanan yang ada diatas meja. Aldara berusaha bersikap biasa saja, meski sesekali ia merasa tatapan Aries memperhatikannya diam-diam.

Setelah selesai makan, Aldara memutuskan untuk berpamitan pulang. Namun langkahnya baru saja beranjak ketika suara Siska memanggilnya.

“Kak Aldara, tunggu sebentar!”

Aldara menoleh. “Iya, ada apa?”

“Mmm… bagaimana kalau Kakak diantar Aries pulang saja? Kebetulan ia membawa motor, dan Kakak tadi datang naik kendaraan umum kan? Lebih aman kalau ada yang mengantar,” usul Siska dengan hati-hati, sesekali melirik ke arah Aries.

Aldara terdiam sejenak, mempertimbangkan ajakan itu. Ia menatap Aries yang kini juga menunggu jawabannya dengan pandangan yang menenangkan. “Baiklah, kalau tidak merepotkan,” jawabnya akhirnya.

Mereka pun berjalan keluar menuju tempat parkir. Aries membantu Aldara memakai helm, lalu duduk di kursi kemudi. “Pegang saja dengan nyaman,” katanya sebelum menyalakan mesin.

Di tengah perjalanan, langit mulai berangsur redup dan suasana sore terasa sejuk. Tanpa diduga, Aries menghentikan motornya di pinggir jalan yang banyak dijajakan makanan ringan.

“Kita singgah sebentar ya untuk ngemil dulu. Sudah agak sore, Sepertinya jajanan disini enak,” katanya sambil menoleh.

Aldara tersenyum tipis, merasa kebaikan kecil itu membuat hatinya sedikit lebih ringan. “Baiklah, boleh saja.”

Di sanalah, di antara keramaian jajanan makanan dan cahaya lampu jalan yang mulai menyala, pertemuan pertama mereka berlanjut, menjadi awal dari sebuah kisah yang perlahan akan menyembuhkan luka dan menumbuhkan harapan baru di hati Aldara.

Aldara, wanita yang hatinya baru saja remuk redam ditinggalkan kekasih demi wanita lain, berusaha menyembunyikan kesedihannya di balik senyum tenang agar tidak dikasihani orang lain.

Aries adalah pemuda tampan yang pendiam dan tak banyak bicara, dia berumur 27 tahun.

1
Sribundanya Gifran
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!