Hella Adelia menjalani hidupnya dalam diam, memikul peran sebagai seorang ibu sekaligus ayah bagi putra semata wayangnya. Dengan tekad sederhana—melihat anaknya agar bisa melanjutkan sekolah ke jenjang SMK—ia rela menyingkirkan lelah dan gengsi, menerima pekerjaan sebagai asisten rumah tangga di rumah seorang CEO ternama.
Di balik kemewahan rumah itu, Dave Julian Alexander hidup dalam kesunyian. Seorang duda tanpa anak, dengan hati yang masih terikat pada kenangan akan mendiang istrinya. Dingin, tegas, dan tak tersentuh.
Kesederhanaan Hella, ketulusannya sebagai seorang ibu, dan harapan kecil yang ia genggam untuk masa depan anaknya, menghadirkan kehangatan yang lama hilang dalam hidup Dave.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Endel_Bagong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TERJERAT CINTA SANG BOSS
Malam pun tiba. Suasana rumah besar itu berubah menjadi jauh lebih sunyi. Lampu-lampu menyala terang, tapi tetap saja terasa sepi. Ini pertama kalinya Hella berada dalam satu rumah, hanya berdua dengan majikan barunya.
Perutnya mulai terasa lapar.
Hella berjalan pelan menuju dapur, membuka satu per satu lemari dengan hati-hati. Namun yang ia temukan hanya beberapa bahan yang belum siap dimasak, dan beberapa roti yang tersimpan rapi.
Ia menatap roti itu cukup lama.
“Kalau cuma ini… pasti nggak kenyang,” gumamnya pelan.
Tangannya sempat ingin mengambil, tapi ia ragu. Itu milik majikannya. Ia tidak berani sembarangan menyentuh tanpa izin.
Akhirnya, ia mengeluarkan ponselnya, berniat memesan makanan lewat aplikasi. Namun langkahnya terhenti.
“Alamatnya…” bisiknya bingung.
Ia belum benar-benar hafal alamat rumah ini. Bahkan detail lokasinya pun masih asing.
Hella menarik napas pelan. Setelah berpikir sejenak, ia memutuskan sesuatu.
Dengan langkah hati-hati, hampir seperti mengendap, ia berjalan keluar menuju pos satpam di dekat gerbang. Malam itu, ada dua satpam yang berjaga.
Salah satu dari mereka langsung menoleh saat melihat Hella datang.
“Iya, Mbak? Ada apa malam-malam ke sini?” tanyanya ramah.
Hella sedikit canggung. “Maaf, Pak… saya mau minta tolong.”
“Silakan, Mbak,” jawab satpam itu.
“Itu.. Saya mau pesan makanan lewat aplikasi online, tapi saya belum tahu alamat lengkap di sini… boleh pinjam HP sebentar gak pak..?” ucap Hella dengan sopan.
Kedua satpam itu saling pandang sebentar, lalu salah satunya tersenyum.
“Oh, begitu. Ya sudah, Mbak. Pakai saja,” katanya sambil menyodorkan ponselnya.
“Terima kasih, Pak,” jawab Hella cepat.
Ia pun mulai memesan makanan. Setelah beberapa saat memilih, akhirnya ia memesan tiga porsi ayam goreng lengkap dengan nasi, sambal, dan sayur.
Setelah selesai, ia mengembalikan ponsel itu.
“Sudah, Pak. Terima kasih banyak,” ucapnya tulus.
“Iya, sama-sama, Mbak,” jawab satpam itu.
Hella kemudian menjauh sedikit dari pos satpam. Ia memilih duduk di bangku kecil yang agak jauh, berusaha menjaga jarak. Ia tidak ingin terlalu banyak ditanya atau menjadi pusat perhatian.
Malam semakin hening. Hella duduk sendiri, menunggu pesanannya datang.
Angin malam berhembus pelan, membuat suasana terasa dingin. Ia memeluk dirinya sendiri, pikirannya melayang jauh.
Ke Dimas.
“Semoga kamu sudah makan…” bisiknya lirih.
Di saat yang sama, di dalam rumah yang megah itu, lampu di salah satu kamar lantai dua masih menyala.
Dan tanpa Hella sadari—
ada sepasang mata sedang menatap dan mengawasinya seolah bertanya.
"Sedang apa dia di sana, apa yang ia lakukan malam - malam di pos satpam" ya itu yang ada dalam pikiran Dave.
Di sisi lain, dering telfon berbunyi dari dalam pos satpam, lalu satu dari satpam tersebut menerima panggilan tersebut, ya mereka tau siapa orang yang menelfon itu, jika bukan sekretarisnya si bos, maka Bosnya sendiri.
"Halo selamat malam Tuan.." kata si salah satu satpam.
"Sedang apa dia disana..?" tanya Dave
Satpam tersebut pun paham, siapa yang di maksud oleh sang Bos.
"Oh.. Itu tuan, Mbaknya lagi nunggu kurir pengantar makanan Tuan, sepertinya dia pesan nasi." jawab ramah sang Satpam.
"Baik lah" Dave menjawab singkat, lalu menutup panggilan tersebut.
Si satpam langsung mencari keberadaan sang Majikan, dengan heran, kok Bosnya bisa tau kalau Hella itu ke tempat pos satpam.
Dengan celingukan si satpam langsung menemukan keberadaan si Bos.
"Oooww duduk di balkon atas, pantesan bisa tau" penasarannya mulai terjawab.
"Ada apa sih..?" kata satpam satunya.
"Itu Tuan barusan telfon, nanya mbak itu kenapa bisa ada di sini tadi, aku heran kok bisa tau, ternyata Bos lagi menonton dari atas" jawabnya dengen sedikit tertawa pelan.
Tak lama Pesanan itu pun datang, dan Hella langsung lari menghampiri si kurir ke gerbang, dan di bantu di bukakan pintu oleh si satpam.
"Berapa Pak..?" tanya Hella ke Kurir pengantar.
"90 Mbak." Jawab si Kurir.
Hella menyodorkan uang seratus ribu.
"Ini pak, kembaliannya g usah, buat bapak aja."
"Wah beneran, terimakasih Banyak Mbak, kalau gitu saya lanjut ya Mbak.." Lalu sang kurir pun berlalu.
Hella menyodorkan dua bungkus Nasi ke satpam yang masih berada di sebelahnya.
"Ini buat bapak sama temen bapak, dimakan ya."
Si satpam sempat menolak, karna merasa malu telah di belikan makanan oleh Hella.
"Jangan mbak, buat mbaknya aja." tolaknya.
"Gak papa pak, itung - itung terimakasih saya ke bapak dan temannya" Setelah mengatakan itu Hella pun berlalu pergi masuk ke dalam rumah, dan menyantap makanan yang ia beli barusan dengan laham.
*Johan, Marcel and Dave 😁
biar gak tua-tua amat...kurang seru soalnya kalau ketuaan pemain nya 👍😁