NovelToon NovelToon
Sekte Puncak Keabadian

Sekte Puncak Keabadian

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Epik Petualangan
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Xuan, seorang pemuda modern penyuka novel web, tiba-tiba bertransmigrasi ke Benua Langit Surgawi. Sialnya, ia terbangun dalam tubuh Ketua Sekte termuda dari "Sekte Bintang Jatuh"—sebuah sekte yang dulunya merupakan penguasa benua, namun kini hanya menyisakan dirinya dan sebuah gunung usang karena diserang oleh aliansi musuh. Di saat musuh datang untuk mengambil alih tanah sektenya, Lin Xuan membangkitkan "Sistem Pembangunan Sekte Abadi".
​Mulai dari merekrut murid jenius yang dibuang klan, membangun paviliun ajaib, hingga memanggil naga penjaga, Lin Xuan memulai perjalanannya untuk mengubah sekte bobroknya menjadi kekuatan nomor satu di seluruh alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Mitos Jiwa Baru Lahir dan Batu Misterius

​Darah merah pekat menodai lantai batu giok putih di Puncak Kuali Naga. Penatua Ku Ming, sosok yang biasanya dihormati dan ditakuti oleh ratusan sekte, kini berlutut dengan tubuh gemetar hebat. Tulang-tulang di pundaknya retak, seolah ada gunung tak kasat mata yang menekannya dari atas.

​Ia mencoba mengangkat kepalanya untuk menatap sosok pemuda berjubah putih di atas kapal raksasa itu, namun tekanan tersebut langsung menghancurkan seluruh hawa murninya.

​Di dalam lautan kesadarannya, Ku Ming merasakan sebuah teror yang belum pernah ia alami seumur hidupnya. Tekanan ini... ini bukan berada di ranah Inti Emas. Bahkan Ketua Tertinggi Aliansi Langit Surgawi yang berada di Puncak Inti Emas tidak memiliki sepersejuta dari aura semacam ini!

​"J-Jiwa... Jiwa Baru Lahir..." Ku Ming bergumam dengan suara serak, darah terus menetes dari sela-sela giginya. "Tuan adalah... Leluhur Jiwa Baru Lahir!"

​Kata-kata itu tidak diucapkan dengan keras, namun di tengah keheningan yang mencekam itu, suaranya terdengar seperti petir di telinga puluhan ribu kultivator yang hadir.

​Jiwa Baru Lahir?!

​Ranah mitos yang hanya tertulis dalam gulungan sejarah kuno Benua Langit Surgawi?! Sebuah eksistensi yang bisa menghancurkan negara fana hanya dengan membalikkan telapak tangan dan memiliki umur abadi hingga ribuan tahun?!

​Ribuan kultivator, dari murid luar hingga ketua sekte, serentak menelan ludah. Kaki mereka lemas. Tanpa ada yang memberi aba-aba, satu per satu dari mereka menjatuhkan senjata dan berlutut menghadap kapal raksasa di udara.

​Gelombang manusia yang berlutut itu tampak seperti ombak di lautan. Bahkan para petinggi di Tribun Kehormatan pun buru-buru turun dan bersujud ke tanah. Tidak ada yang berani menatap langsung ke arah Lin Xuan. Menyinggung seorang ahli Jiwa Baru Lahir sama saja dengan meminta seluruh garis keturunan sembilan generasi dihapus dari muka bumi.

​"Ampuni kebutaan kami, Yang Mulia!" seru seorang ketua sekte tingkat tujuh dengan suara bergetar.

​"Kami tidak tahu bahwa Sekte Bintang Jatuh dilindungi oleh Leluhur Tertinggi! Mohon ampunan Anda!" teriak yang lain.

​Di atas haluan kapal, Lin Xuan menatap pemandangan itu dengan wajah datar yang memancarkan keagungan abadi. Namun, di dalam hatinya, ia sedang tersenyum lebar. Menjadi orang terkuat dan berpura-pura menjadi dewa misterius memang merupakan perasaan terbaik di dunia.

​"Bangunlah," ucap Lin Xuan dengan nada ringan. Ia menarik kembali tekanan auranya, membiarkan puluhan ribu kultivator itu akhirnya bisa bernapas lega.

​Penatua Ku Ming merosot ke tanah, bernapas tersengal-sengal layaknya ikan yang kehabisan air. Ia segera merangkak bangkit, tidak peduli dengan luka di tubuhnya, dan membungkuk sembilan puluh derajat ke arah Lin Xuan.

​"Leluhur... Aliansi Langit Surgawi telah bertindak lancang. Dekrit itu... itu hanyalah kesalahan administrasi! Mulai detik ini, Sekte Bintang Jatuh tidak tunduk pada aturan Aliansi mana pun, dan nama sekte Anda akan diukir di puncak daftar sekte suci!" ucap Ku Ming tergesa-gesa, mencoba menyelamatkan nyawanya.

​Lin Xuan tidak mempedulikan sanjungan itu. Matanya beralih menatap Ye Chen dan Su Yue'er yang masih berdiri di tengah arena. Dua muridnya itu memancarkan aura Inti Emas Tingkat Kedua yang menekan seluruh generasi muda di sana.

​"Kami datang kemari untuk mengikuti Turnamen Seratus Sekte," ucap Lin Xuan santai, suaranya menggema. "Apakah ada di antara kalian yang ingin menguji kemampuan murid-muridku?"

​Pertanyaan itu dijawab dengan keheningan mutlak.

​Menguji murid seorang monster Jiwa Baru Lahir? Keduanya sudah berada di ranah Inti Emas! Jika murid-murid fana mereka yang baru mencapai ranah Pembangunan Yayasan maju ke depan, mereka hanya akan menjadi abu sebelum sempat mencabut pedang.

​"T-tidak perlu, Yang Mulia!" Penatua Ku Ming buru-buru menyeka keringat dingin di dahinya. "Dengan kekuatan dua jenius surgawi ini, Turnamen Seratus Sekte tahun ini jelas dimenangkan oleh Sekte Bintang Jatuh! Tidak ada yang berani menentang!"

​Ratusan ketua sekte mengangguk serempak seperti sekawanan ayam yang sedang mematuk beras. Mereka tidak sabar agar dewa kematian berjubah putih ini segera mengambil hadiahnya dan pergi dari hadapan mereka.

​"Bagus," Lin Xuan mengangguk pelan. "Chen'er, Yue'er. Ambil hadiah kemenangannya, dan kita kembali ke gunung. Udara di tempat ini terlalu kotor."

​"Baik, Guru!" jawab Ye Chen dan Su Yue'er serempak. Mereka berdua melesat ke arah Tribun Kehormatan.

​Ku Ming dengan tangan gemetar menyerahkan sebuah cincin penyimpanan spasial berukir naga emas kepada Ye Chen.

​"I-ini adalah hadiah utama Turnamen tahun ini. Di dalamnya terdapat seratus ribu batu roh tingkat menengah, sepuluh ribu tangkai ramuan spiritual usia ratusan tahun, dan... sebuah pusaka kuno rahasia yang ditemukan oleh Aliansi di dasar Jurang Kematian," jelas Ku Ming dengan nada penuh hormat.

​Ye Chen menerima cincin itu dan memindai isinya dengan indera spiritualnya. Ia mengangguk puas, lalu bersama Su Yue'er melesat kembali ke atas kapal.

​Begitu Ye Chen menyerahkan cincin itu kepada Lin Xuan, nada merdu dari Sistem berdenting di dalam benak sang Ketua Sekte.

​[Ding! Misi Tersembunyi: 'Kejayaan yang Tak Terbantahkan' berhasil diselesaikan!]

[Kondisi Penyelesaian: Menaklukkan Turnamen Seratus Sekte tanpa perlu bertarung dan membuat seluruh benua tunduk pada nama Sekte Bintang Jatuh.]

[Hadiah Diberikan: 5.000 Poin Sekte!]

[Hadiah Diberikan: Bangunan Sekte - Paviliun Kitab Suci Tingkat Menengah!]

[Hadiah Diberikan: Fitur Mata Penilai (Mampu memindai bakat, garis keturunan, dan asal-usul benda rahasia)!]

​Mata Lin Xuan berbinar. "Fitur Mata Penilai? Sistem, aktifkan fitur itu dan periksa pusaka kuno rahasia di dalam cincin ini!"

​Cahaya keemasan melintas sekilas di kedalaman pupil Lin Xuan. Ia mengeluarkan sebuah batu hitam pekat seukuran kepalan tangan dari dalam cincin penyimpanan. Batu itu tampak kusam, berat, dan sama sekali tidak memancarkan fluktuasi energi spiritual. Di mata para tetua Aliansi, ini mungkin hanya sebongkah batu aneh yang tak bisa dihancurkan, sehingga mereka menjadikannya hadiah pajangan.

​Namun, saat Mata Penilai Lin Xuan memindai batu itu, panel holografik merah terang muncul.

​[Nama Benda: Pecahan Jantung Dunia (Fragmen 1 dari 5)]

[Tingkat: Artefak Penciptaan (Kosmik)]

[Penjelasan: Sisa-sisa inti dari Benua Langit Surgawi yang hancur pada zaman purba. Benda ini menyembunyikan hukum pembentukan dunia. Jika seseorang berhasil mengumpulkan kelima pecahannya, ia dapat mengendalikan seluruh benua, mengubah hukum alam di dalamnya, dan menjadikannya ranah pribadinya.]

[Peringatan: Benda ini memancarkan fluktuasi karma yang sangat kuat. Memegangnya akan menarik perhatian entitas dari Alam Atas yang sedang mencarinya!]

​Lin Xuan menarik napas dalam-dalam, segera memasukkan kembali batu hitam itu ke dalam cincin pribadinya yang dilindungi oleh sistem agar auranya tidak bocor.

​"Pecahan Jantung Dunia... Pantas saja Sekte Bintang Jatuh di masa lalu diincar oleh banyak kekuatan rahasia. Leluhur generasi pertama sekte ini pasti mengetahui sesuatu tentang batu ini," batin Lin Xuan. Ia mencium ada badai besar berskala benua yang akan segera datang, namun dengan kekuatannya yang sekarang dan perlindungan sistem, ia justru menantikannya.

​Lin Xuan menjentikkan lengan bajunya, memberikan perintah mental pada kapal.

​Kapal Awan Penakluk Surga berdengung pelan, memancarkan gelombang cahaya keemasan yang menyapu Puncak Kuali Naga, sebelum akhirnya berbalik arah. Kapal raksasa itu melesat membelah langit, menghilang di balik lautan awan dalam sekejap mata, meninggalkan ribuan kultivator yang masih bersujud di tanah.

​Hari itu, sejarah Benua Langit Surgawi ditulis ulang.

​Nama Sekte Bintang Jatuh yang sempat dianggap punah, kini terukir di puncak tertinggi sebagai faksi suci yang tidak boleh disinggung oleh siapa pun. Mitos tentang Ketua Sekte berjubah putih di ranah Jiwa Baru Lahir menyebar seperti api liar ke seluruh penjuru dunia fana.

​Beberapa jam kemudian, di puncak Gunung Bintang Jatuh yang diguyur Hujan Roh Cair.

​Kapal raksasa itu mendarat mulus di pelataran sekte. Lin Xuan turun diikuti oleh kedua muridnya dan Xiao Hei yang melompat-lompat riang menyambut energi spiritual pekat di gunung itu.

​"Chen'er, Yue'er," panggil Lin Xuan saat mereka tiba di depan Aula Utama.

​Kedua murid itu langsung memberi hormat.

​"Guru, apakah ada perintah?" tanya Ye Chen.

​"Kalian telah membuktikan diri di luar sana, namun ranah Inti Emas hanyalah gerbang masuk menuju dunia kultivasi yang sesungguhnya. Di Alam Atas, anak-anak yang baru lahir bahkan memiliki kekuatan yang melampaui kalian," ucap Lin Xuan, meminjam fakta dari masa lalu Su Yue'er untuk memotivasi mereka.

​Su Yue'er mengangguk pelan. Sebagai mantan Permaisuri, ia tahu betul bahwa perkataan Gurunya adalah kebenaran mutlak.

​Lin Xuan mengangkat tangannya, dan menggunakan sisa Poin Sekte yang baru ia dapatkan.

​"Sistem, bangun Paviliun Kitab Suci Tingkat Menengah di sayap timur!"

​GEMURUH!

​Bumi bergetar ringan. Di sisi timur pelataran, sebuah pagoda kuno berlantai tujuh yang memancarkan aura kebijaksanaan dan ilmu pengetahuan tak terbatas muncul dari kekosongan. Di atas pintunya, terdapat plakat berbunyi: Paviliun Kitab Suci Surgawi.

​"Di dalam paviliun itu," Lin Xuan menunjuk bangunan baru tersebut, "terdapat ribuan gulungan teknik kultivasi, seni bela diri, dan pemahaman elemen mulai dari kelas Fana hingga kelas Bumi Tingkat Puncak. Kalian berdua bebas masuk dan mempelajari apa pun yang sesuai dengan jalan Dao kalian."

​Mata Ye Chen berbinar terang. Sebagai kultivator elemen api, ia sangat membutuhkan teknik pelengkap untuk mendukung seni pedangnya.

​"Terima kasih atas anugerah Guru!" ucap keduanya serempak.

​"Pergilah berkultivasi. Jika tidak ada masalah yang mendesak, jangan ganggu Guru," perintah Lin Xuan lembut sebelum ia berbalik dan masuk ke dalam Aula Utama, pintunya tertutup perlahan secara otomatis.

​Di dalam aula yang sepi, senyum tenang Lin Xuan seketika menghilang, digantikan oleh ekspresi serius. Ia merogoh cincin penyimpanannya dan mengeluarkan batu hitam pekat itu ke atas telapak tangannya.

​"Pecahan Jantung Dunia... Sistem, apakah aku bisa menyerap benda ini untuk meningkatkan kultivasiku?"

​[Menjawab Tuan Rumah: Tidak disarankan. Tingkat kultivasi Tuan Rumah saat ini (Jiwa Baru Lahir) terlalu rendah untuk menahan kekuatan asal-usul benua. Namun, Tuan Rumah dapat menanamkan pecahan ini ke dalam Vena Spiritual Gunung Bintang Jatuh untuk meningkatkan pertahanan dan aura sekte secara drastis.]

​"Tanamkan ke gunung?" Lin Xuan mengusap dagunya. "Baiklah. Lakukan."

​[Memproses penanaman Pecahan Jantung Dunia...]

​Batu hitam pekat itu tiba-tiba meleleh menjadi cairan kosmik yang bercahaya seperti galaksi, lalu menetes menembus lantai batu giok Aula Utama, menyatu langsung dengan urat bumi di bawah gunung.

​ZRRRTTT!

​Sebuah fluktuasi energi yang sangat purba menyapu seluruh Gunung Bintang Jatuh. Namun, yang tidak disadari oleh Lin Xuan, fluktuasi ini bergema menembus batas dimensi, mengirimkan riak tak kasat mata ke wilayah pusat benua.

​Di tempat yang sangat jauh, di pusat Benua Langit Surgawi.

​Di dalam istana emas yang melayang di atas awan, Kekaisaran Suci—penguasa mutlak yang sebenarnya dari seluruh benua ini—bersemayam. Di ruang rahasia terdalam istana, seorang pria paruh baya yang mengenakan jubah naga keemasan tiba-tiba membuka matanya. Matanya memancarkan cahaya yang sanggup merobek ruang hampa. Ia adalah Kaisar Suci, seorang ahli di tahap Transformasi Dewa (satu tingkat di atas Jiwa Baru Lahir).

​Di tangannya, sebuah kompas kuno yang terbuat dari tulang naga berputar dengan gila-gilaan, jarumnya menunjuk ke arah perbatasan wilayah timur.

​"Pecahan Jantung Dunia... akhirnya muncul setelah ribuan tahun," gumam Kaisar Suci, suaranya dipenuhi keserakahan yang membara. Ia berdiri, dan seluruh istana bergetar karena auranya.

​"Jenderal Emas!" panggil sang Kaisar.

​Tiga bayangan emas melesat masuk ke dalam ruangan, berlutut dengan satu kaki. Ketiganya memancarkan aura Puncak Jiwa Baru Lahir.

​"Bawa Pasukan Penghancur Surga. Pergilah ke wilayah timur, cari sumber energi purba itu. Siapa pun yang berani menyembunyikan Pecahan Jantung Dunia... bantai seluruh sekte dan keluarganya hingga ke anjing dan ayam peliharaan mereka!"

1
Hadi Hadi
up up🤭
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
sikat💪💪
Hadi Hadi
bantai💪
Romansah Langgu
Novel yang mantap
Hadi Hadi
is good😄😄💪💪
Hadi Hadi
up up💪💪
Hadi Hadi
is good😍😍😍
Hadi Hadi
up up😍💪
Hadi Hadi
sikat😍😍💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
up up💪
Hadi Hadi
semangat😍💪💪
Hadi Hadi
is top
Hadi Hadi
is y😍😍💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!