NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN SANG PEWARIS SAKTI

KEBANGKITAN SANG PEWARIS SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Selama tiga tahun, Ye Chen hidup sebagai menantu benalu di keluarga Su. Dia mencuci pakaian, memasak, dan menerima setiap hinaan tanpa melawan demi melindungi istrinya yang dingin namun cantik jelita, Su Yuhan. Semua orang memanggilnya anjing pecundang, tanpa tahu bahwa di dalam nadinya mengalir darah keluarga paling berkuasa di ibu kota.
​Ketika sebuah konspirasi mengancam nyawa istrinya dan mertuanya memaksanya untuk bercerai demi menikahkan Yuhan dengan tuan muda kaya, sebuah liontin giok peninggalan ibunya menyerap darah Ye Chen dan membangkitkan Warisan Tabib Naga Sakti. Di saat yang sama, iring-iringan Rolls-Royce hitam dari ibu kota tiba di depan rumahnya.
​Mulai hari ini, sang naga telah membuka matanya. Mereka yang pernah menghinanya harus berlutut!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: Lahirnya Istana Naga dan Amarah Sang Ratu Jingcheng

​Suara berat Ye Chen yang menyatakan perang terbuka melawan Ibu Kota membuat seluruh lobi Grup Kosmetik Su membeku.

​Ye Tian, yang masih terduduk di sofa dengan wajah pucat, menggigil hebat. Kesombongannya telah menguap tanpa sisa. Pemuda yang dulu ia injak-injak dan ia anggap sebagai sampah jalanan, kini berdiri di hadapannya dengan aura seorang raja penakluk.

​"K-Kau... kau sudah gila, Ye Chen! Kau ingin melawan Ibuku dan seluruh klan?! Kau akan mati tanpa kuburan!" Ye Tian meracau panik.

​"Itu bukan urusanmu," Ye Chen menatap dingin. "Sekarang, bawa anjing-anjingmu dan enyah dari kotaku. Tapi sebelum itu..."

​Mata Ye Chen berkilat. Ia mengangkat jari telunjuk kanannya, lalu menyentil udara ke arah lutut Ye Tian.

​Wusss! Krek!

​Seutas Qi emas tak kasat mata melesat layaknya peluru, menembus tempurung lutut kanan Ye Tian.

​"AAAAAAARRRGGHH!" Ye Tian menjerit histeris, jatuh bergulingan di lantai sambil memegangi lututnya yang hancur berlumuran darah.

​"Itu adalah pesan pembuka untuk ibumu," ucap Ye Chen santai, mengabaikan jeritan adik tirinya. "Beri tahu wanita itu, aku sengaja membiarkanmu hidup hari ini agar dia tahu bahwa Ye Chen yang dulu ia racuni, kini telah kembali dari neraka. Pergi!"

​Tujuh pengawal Master Qi Dalam yang sedari tadi berlutut ketakutan, segera bangkit dengan sisa tenaga mereka. Mengabaikan harga diri, mereka memapah Ye Tian yang setengah pingsan dan berlari keluar menuju atap gedung, melarikan diri layaknya anjing yang dipukuli.

​Hanya dalam waktu sepuluh menit, suara baling-baling helikopter terdengar menjauh, meninggalkan lobi perusahaan yang berantakan.

​Ye Chen menarik napas panjang, menarik kembali auranya ke dalam tubuh. Ia berbalik, menatap Su Yuhan yang berdiri mematung bersama Master Tang.

​"Master Tang, panggil tim medismu untuk mengobati para satpam. Berikan kompensasi satu juta yuan untuk setiap orang yang terluka hari ini," perintah Ye Chen.

​"Segera dilaksanakan, Tuan Ye!" Master Tang membungkuk, lalu bergegas mengurus kekacauan.

​Kini, hanya tersisa Ye Chen dan Yuhan.

​Wanita cantik itu berlari kecil, langsung memeluk pinggang Ye Chen. Tubuhnya masih sedikit gemetar. Ini adalah pertama kalinya Yuhan melihat intrik keluarga konglomerat tingkat nasional yang sesungguhnya. Helikopter pribadi, dekrit keluarga, dan pengawal berkekuatan super—ini jauh melampaui skala bisnis lokal.

​"Ye Chen... ibumu... apa yang sebenarnya terjadi tiga tahun lalu?" Yuhan mendongak, matanya berkaca-kaca menatap wajah suaminya.

​Ye Chen mengusap punggung istrinya dengan lembut. Ia menuntun Yuhan duduk di sofa lobi yang masih utuh.

​"Ibu kandungku adalah istri sah pertama dari ayahku," Ye Chen mulai bercerita, suaranya tenang namun menyimpan duka yang dalam. "Namun, ayahku membawa seorang wanita lain—Zhao Xinlan—yang sangat ambisius. Wanita itu perlahan mengambil alih kekuasaan internal keluarga. Sepuluh tahun lalu, ibuku meninggal. Mereka bilang itu karena serangan jantung. Tapi tiga tahun lalu, aku menemukan bukti bahwa ibu diracun menggunakan racun kronis dari dunia bawah."

​Yuhan menutup mulutnya tak percaya. "Ya Tuhan..."

​"Ketika aku mencoba melapor pada Kakek, Zhao Xinlan lebih dulu menjebakku. Dia meracuniku, merusak meridian di tubuhku, dan membuangku ke jalanan Jiangcheng saat badai salju. Jika Kakekmu tidak menemukanku dan menikahkanku denganmu... aku mungkin sudah mati membeku," Ye Chen tersenyum pahit, menatap Yuhan.

​Yuhan menggenggam kedua tangan Ye Chen erat-erat. Air mata jatuh membasahi pipinya. Ia akhirnya mengerti mengapa Ye Chen bisa menahan segala hinaan dari ibunya dan paman-pamannya selama tiga tahun tanpa melawan. Penderitaan Ye Chen di masa lalu ribuan kali lipat lebih menyakitkan daripada cacian mertua!

​"Satu bulan lagi," Yuhan menghapus air matanya, matanya kini memancarkan tekad baja yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya. "Waktu kita hanya satu bulan sebelum bulan purnama."

​"Kau tidak perlu ikut ke Ibu Kota, Yuhan. Aku tidak ingin kau—"

​"Aku istrimu!" potong Yuhan tegas, menatap tajam ke mata Ye Chen. "Jika kau pergi ke sarang naga, aku akan ikut bersamamu. Kau bilang kau akan melindungiku, kan? Maka biarkan aku berada di sisimu. Aku akan mempercepat penggabungan aset Keluarga Utama Su dan ekspansi Grup Kosmetik Su. Dalam satu bulan, aku akan membangun kekaisaran bisnis bernilai triliunan yuan di Jiangbei. Aku akan membuat perusahaanku menjadi perisai finansial yang tidak bisa diabaikan oleh keluargamu di Ibu Kota!"

​Mendengar sumpah Ratu Esnya, dada Ye Chen bergemuruh oleh rasa bangga.

​"Baik," Ye Chen tersenyum, mencium punggung tangan Yuhan. "Kita akan menaklukkan Ibu Kota bersama-sama."

​Malam harinya, di sebuah markas rahasia bawah tanah milik Asosiasi Harimau Putih di Jiangbei.

​Ye Chen duduk di kursi utama yang terbuat dari kayu eboni. Di hadapannya, berdiri puluhan petarung elit dari dunia bawah tanah Jiangcheng dan Jiangbei.

​Di barisan paling depan, berdiri Master Tang Zhenhai, serta belasan mantan master bela diri dari Asosiasi Bela Diri Provinsi yang telah bersumpah setia setelah Ketua mereka, Jian Nantian, hancur lebur.

​Suasana di ruangan itu sangat hening dan penuh kekhidmatan.

​"Waktuku di provinsi ini tidak banyak," suara Ye Chen menggema. "Bulan depan, aku akan pergi ke Utara. Saat aku pergi, aku butuh sebuah kekuatan yang mutlak untuk melindungi seluruh aset bisnis istriku dari ancaman mana pun."

​Ye Chen berdiri, matanya memancarkan kilatan emas yang menekan jiwa seluruh petarung di ruangan itu.

​"Mulai malam ini, aku secara resmi melebur Asosiasi Harimau Putih dan sisa-sisa Asosiasi Bela Diri Jiangbei. Organisasi baru ini akan berada langsung di bawah komandoku. Namanya adalah... Istana Naga (Dragon Pavilion)!"

​Seluruh petarung tersentak, lalu serempak berlutut dengan satu kaki.

​"Kami bersumpah setia pada Tuan Ye! Hidup dan mati demi Istana Naga!" raungan puluhan pria kekar itu menggetarkan markas bawah tanah.

​"Master Tang," panggil Ye Chen.

​"Hadir, Tuan!" Tang Zhenhai melangkah maju.

​Ye Chen melemparkan sebuah buku kecil bersampul biru yang baru saja ia tulis tangannya sendiri sore tadi. Itu adalah Teknik Pernapasan Harimau Naga, sebuah metode penyederhanaan dari ilmu bela diri kuno milik warisannya.

​"Kau kuangkat menjadi Pelindung Pertama Istana Naga. Latih anak buahmu dengan buku ini. Dalam satu bulan, aku ingin melihat sepuluh orang menembus tahap Grandmaster Sejati. Bisa kau lakukan?"

​Mata Master Tang melotot menatap buku itu seolah itu adalah kitab suci dari surga. Sepuluh Grandmaster?! Di seluruh provinsi sebelumnya hanya ada segelintir! Namun dengan teknik dewa dari Ye Chen, itu bukanlah hal mustahil.

​"Jika saya gagal, saya akan memenggal kepala saya sendiri!" janji Master Tang sambil bersujud.

​Ye Chen mengangguk puas. Dengan kekuatan militer dari Istana Naga yang menjaga di bayang-bayang, dan kekaisaran bisnis Yuhan yang menekan dari permukaan, fondasinya di Provinsi Jiangbei kini sekokoh benteng besi.

​Ia telah siap menyambut badai di Ibu Kota.

​Sementara itu, ribuan kilometer di arah Utara. Ibu Kota Negara, Jingcheng.

​Di jantung kota yang sibuk, terdapat sebuah kompleks kediaman kuno bergaya Dinasti Qing seluas belasan hektar yang dijaga ketat oleh paramiliter bersenjata. Ini adalah Markas Besar Keluarga Ye—keluarga nomor satu yang mengendalikan hampir dua puluh persen ekonomi nasional Tiongkok.

​Di dalam paviliun utama yang dikelilingi taman teratai, seorang wanita berusia akhir empat puluhan sedang duduk anggun memetik dawai Guqin (kecapi kuno Tiongkok).

​Meski usianya tak lagi muda, wajah wanita itu sangat cantik, terawat dengan obat-obatan herbal tingkat tinggi. Ia mengenakan gaun Cheongsam sutra merah gelap. Auranya memancarkan keanggunan, namun sekaligus kelicikan yang mematikan layaknya laba-laba beracun.

​Ia adalah Zhao Xinlan, Nyonya Besar Keluarga Ye. Ibu tiri Ye Chen.

​Alunan musik kecapi yang merdu mendadak terhenti oleh suara langkah kaki tergesa-gesa.

​Dua dokter keluarga berlari masuk, diikuti oleh tandu darurat. Di atas tandu itu, Ye Tian mengerang kesakitan, lutut kanannya hancur berantakan dan dibalut perban yang masih merembeskan darah.

​"I-Ibu..." Ye Tian meratap, mengulurkan tangannya yang gemetar. "Ibu! Dia menghancurkan kakiku! Ye Chen... anjing itu... dia seorang monster!"

​Melihat lutut putranya yang hancur, mata Zhao Xinlan sedikit melebar. Jari telunjuknya yang lentik secara tidak sadar menekan dawai kecapi terlalu keras.

​Ting! Tring!

​Dawai kecapi yang terbuat dari sutra baja itu putus, menyayat jari Zhao Xinlan hingga meneteskan darah. Namun wanita itu tidak meringis sedikit pun. Ia berdiri perlahan, berjalan menghampiri tandu putranya.

​"Bawa dia ke ruang operasi. Panggil Tabib Dewa dari sekte medis untuk menyambung tulang rawan di lututnya. Berapa pun biayanya," perintah Zhao Xinlan dingin kepada para dokter.

​Setelah putranya dibawa pergi, seorang pria tua berpakaian jas hitam—Kepala Pelayan Keluarga Zhao, keluarga asal Zhao Xinlan—melangkah keluar dari balik pilar paviliun.

​"Nyonya," ucap pria tua itu menunduk. "Laporan dari Jiangbei sangat mengejutkan. Ye Chen tidak hanya menolak ikut dengan Tuan Muda Tian, tapi intel kita mengatakan dia baru saja menghancurkan Dewa Pedang Jian Nantian dan menguasai seluruh bisnis di Jiangbei."

​Zhao Xinlan menatap sisa darah di jarinya, lalu tersenyum sinis. Senyum yang membuat siapa pun yang melihatnya akan merinding.

​"Anak haram yang kubuang tiga tahun lalu di salju, ternyata menemukan tulang naga dan berhasil merangkak naik. Sungguh merepotkan," gumam Zhao Xinlan pelan. Ia mengambil saputangan sutra untuk membersihkan jarinya. "Dia bilang dia akan datang saat bulan purnama?"

​"Benar, Nyonya. Dia berniat membuat keributan di Pesta Ulang Tahun Kepala Keluarga."

​"Orang tua bangka itu sudah sakit-sakitan, dia sengaja memanggil Ye Chen karena ingin mengembalikan posisi pewaris utama kepadanya. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi," desis Zhao Xinlan, matanya memancarkan kekejaman absolut.

​Ia berbalik, menatap patung Buddha emas raksasa di tengah ruangan.

​"Kirim pesan ke Kuil Bayangan Hitam di pegunungan Utara. Beri tahu mereka, donatur utama mereka membutuhkan jasa Empat Raja Iblis untuk acara bulan purnama depan."

​Kepala Pelayan itu tersentak, wajah tuanya memucat seketika. "E-Empat Raja Iblis?! Nyonya... mereka adalah kultivator Alam Ilahi (Divine Realm) yang diasingkan! Jika mereka masuk ke Ibu Kota, pemerintah pusat pasti akan awas!"

​"Gunakan jalur rahasia keluarga," potong Zhao Xinlan tegas, auranya tak terbantahkan. "Jika Ye Chen bisa membunuh Jian Nantian, dia pasti sudah setengah langkah menuju Alam Ilahi. Aku tidak akan mengambil risiko. Di Pesta Ulang Tahun Kakeknya nanti, saat pemuda itu melangkah masuk ke pintu gerbang Keluarga Ye..."

​Zhao Xinlan meremas saputangan berdarahnya hingga kusut.

​"...aku ingin dia disuguhi kematian yang tidak akan pernah bisa ia tolak. Aku akan memastikan garis keturunan ibunya musnah untuk selama-lamanya!"

1
yos helmi
sdh banyak cerita seperti alur ini.. tp semua ng pernah tamat.. cerita ciplakan/saduran.. jd jgn harap tamat
Marthen
dari teknik bela diri penakluk naga apakah ada sutra naga penyerap energi agar kultivadinya naik lagi kan sayang energi musuh yg terbuang....?
Arinto Ario Triharyanto
mantap ini😎
Marthen
banjir darah mewarnai pesta ulangtahun
Arinto Ario Triharyanto
tegas lugas gak pake lama... mantul 😎
Marthen
seru sekaLi.....
Marthen
keren....suka dgn jalan ceritanya.....
Fajar Fathur rizky
cepat bantai Asosiasi bela diri sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua musuhnya sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai su zheng bikin dia menyaksikan sendiri pas yechen bantai semua klan su sampai ke akar akarnya bikin su zheng mengutuk putranya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!