NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Kaisar Agung

Kembalinya Sang Kaisar Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Action / Fantasi
Popularitas:36k
Nilai: 5
Nama Author: Devourer

🏆GOLD NOVEL🏆
...

"Dunia menyebutku sampah, tetapi langit mengenalku sebagai Kaisar Agung."

Ingatan pemuda itu kembali terbuka, seluruh memori kuno dan agung dari kehidupan sebelumnya mengalir kembali dan mencerahkan pikirannya. Saat itulah ia tersadar atas identitasnya dan cara kematiannya yang sebenarnya.

Dengan semua memori agungnya, pemuda itu perlahan mulai menumbuhkan kembali taringnya--menjadi jenius sekte, mencari rekan-rekannya yang mungkin masih hidup, dan membalas dendam atas kematiannya sebelumnya! Namun belakangan ini ia pun mendapati sesuatu yang mengejutkan, sesuatu yang tidak diduganya sama sekali.

"Aku adalah..."

GENRE: ACTION, KULTIVASI, REINKARNASI, BALAS DENDAM, XIANXIA, FANTASI TIMUR.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devourer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 005: Pengkhianatan dan Pertolongan

Setelah meninggalkan gua Kelelawar Pelahap Aura, Qin Xiang tidak langsung kembali ke Sekte Pedang Giok. Ia justru terus bergerak semakin dalam menuju bagian hutan yang lebih sunyi dan jarang dijamah manusia. Langkahnya tenang, tetapi pikirannya tetap waspada.

Ia tahu terlalu banyak hal telah berubah dalam waktu singkat.

Seseorang yang sebelumnya dianggap sampah sekte tiba-tiba kembali membawa kekuatan besar... itu bukan sesuatu yang bisa dijelaskan begitu saja. Dunia kultivasi tidak pernah kekurangan orang-orang licik yang senang membongkar rahasia orang lain.

Karena itulah Qin Xiang memilih bersembunyi untuk sementara waktu.

Setelah mencari cukup lama, ia akhirnya menemukan sebuah ceruk sempit di balik tebing batu yang tertutup akar-akar pohon tua. Tempat itu lembap, gelap, dan hampir mustahil ditemukan jika tidak benar-benar mencarinya.

Namun justru itulah yang ia butuhkan.

“Tempat ini cukup bagus,” gumamnya pelan.

Qin Xiang duduk bersila di tengah ceruk batu itu lalu perlahan mengeluarkan Mawar Giok Darah yang telah ia kumpulkan sebelumnya. Aroma khas tanaman spiritual itu segera memenuhi udara.

Harum... tetapi juga menusuk.

Seolah ada bau darah samar yang tersembunyi di balik kelopak merahnya.

Qin Xiang menutup matanya.

Perlahan, energi dari mawar-mawar itu mulai diserap ke dalam tubuhnya.

Dalam sekejap, sensasi panas yang luar biasa langsung menjalar melalui meridian-meridiannya. Rasanya seperti ada cairan magma yang sedang mengalir di dalam tubuhnya, membakar setiap jalur energi yang dilewatinya.

Namun Qin Xiang tidak panik.

Sebaliknya, bibirnya justru sedikit terangkat.

Ia menikmati rasa sakit itu.

Karena ia tahu... rasa sakit ini berarti tubuhnya sedang berubah.

Kotoran-kotoran yang selama ini menyumbat meridian tubuh aslinya mulai dihancurkan sedikit demi sedikit. Jalur energi yang sebelumnya rapuh dan sempit perlahan melebar, menjadi lebih kuat dan lebih kokoh.

Hari pertama berlalu.

Hari kedua.

Hari ketiga.

Ceruk batu itu berkali-kali bergetar akibat luapan Qi yang keluar dari tubuh Qin Xiang. Air Spiritual yang sebelumnya ia padatkan menjadi manik kecil kini perlahan menyusut seiring terus diserap ke dalam dantiannya yang luas.

Wushhh!

Gelombang energi tiba-tiba meledak dari tubuhnya.

Debu dan dedaunan di sekitar ceruk langsung tersapu bersih, sementara rambut hitam Qin Xiang berkibar perlahan di tengah tekanan Qi yang semakin kuat.

Perlahan... ia membuka matanya.

Tatapannya jauh lebih tajam dibanding sebelumnya.

“Puncak Pemurnian Qi tahap kesembilan...” gumamnya lirih.

Napas hangat keluar perlahan dari bibirnya.

Bahkan dirinya sendiri sedikit terkejut dengan perkembangan tubuh ini.

Dantian miliknya benar-benar terlalu besar.

Ia menatap manik Air Spiritual di telapak tangannya.

Kini ukurannya sudah berkurang hampir seperempat.

“Jika kultivator biasa menggunakan energi sebanyak ini...” ucapnya pelan sambil menyipitkan mata, “mereka mungkin sudah cukup untuk menerobos ke ranah Qi Fondasi.”

Tatapannya lalu berubah lebih dalam.

“Tapi tubuhku berbeda.”

Ia bisa merasakan betapa padatnya Qi di dalam tubuhnya sekarang. Meski masih berada di ranah Pemurnian Qi, kualitas energi miliknya sudah jauh melampaui kultivator biasa.

Qin Xiang perlahan berdiri.

Tulang-tulangnya mengeluarkan bunyi retakan ringan.

Tubuh barunya akhirnya mulai mampu mengimbangi sebagian kecil kekuatan jiwanya.

Namun tiba-tiba—

Angin di tengah hutan berubah kacau.

Daun-daun beterbangan liar.

Beberapa kawanan burung yang ketakutan terbang berhamburan dari kejauhan, seolah sedang mencoba melarikan diri dari sesuatu yang mengerikan.

Qin Xiang langsung menyipitkan mata.

“Ada pertarungan.”

Tubuhnya segera melesat ringan menembus pepohonan.

Semakin dekat menuju sumber suara, semakin pekat pula aroma darah yang memenuhi udara.

Hingga akhirnya...

Sebuah area hutan yang hancur memasuki pandangannya.

Pepohonan tumbang ke segala arah.

Tanah retak.

Bekas darah memenuhi rerumputan.

Dan di tengah kekacauan itu, seekor Rusa Bertanduk Kristal raksasa sedang mengamuk dengan mata merah penuh amarah.

Setiap hentakan kakinya membuat tanah bergetar.

Setiap raungannya mengguncang udara di sekitar.

“Rusa Bertanduk Kristal dewasa...” gumam Qin Xiang pelan. “Setara Inti Formasi tahap pertama.”

Tatapannya lalu bergeser ke arah beberapa murid Sekte Pedang Giok yang sedang bertarung mati-matian melawan monster tersebut.

Dan di antara mereka...

Ia melihat sosok yang sangat familiar.

Xiao Jing.

Wajah Qin Xiang langsung berubah aneh.

“Pengacau itu lagi...” desahnya pelan.

Tubuh Xiao Jing tampak penuh luka. Seragam sektenya sudah robek di sana-sini, sementara tangannya gemetar saat menggenggam pedang.

Lalu pandangan Qin Xiang jatuh pada bangkai seekor rusa kecil di dekat sana.

Ia langsung mengerti semuanya.

“Mereka membunuh anaknya, dan sang ibu menuntut balik," Qin Xiang menghela napas.

...

“AWAS!”

Xiao Jing berteriak panik saat monster itu tiba-tiba menyeruduk ke arah dua rekannya yang membeku ketakutan.

Tanpa pikir panjang, ia melompat maju sambil mengangkat pedangnya untuk menahan tanduk kristal monster tersebut.

BRAKKK!

Tubuhnya langsung terpental jauh.

Ia menghantam pohon besar dengan suara keras sebelum jatuh tersungkur ke tanah.

Krakkk...

Matanya perlahan membelalak.

Tatapannya tertuju pada pedang di tangannya yang kini telah hancur berkeping-keping.

Tubuh Xiao Jing sedikit gemetar.

Matanya memandang pedang yang merupakan hadiah dari kakaknya.

Harta yang paling ia banggakan selama ini.

Namun sekarang...

Semuanya hancur.

“Ughhh...” napasnya terdengar kacau.

Sementara itu, seorang gadis muda melesat maju menggantikan posisinya.

Li Mei.

Rambut hitamnya berkibar lembut di tengah pertarungan, sementara pita kupu-kupu di kepalanya ikut menari mengikuti gerak tubuhnya. Pedang ramping di tangannya bergerak sangat indah, membentuk lintasan cahaya berwarna-warni yang memukau mata.

Cantik.

Tetapi juga mematikan.

Setiap langkahnya terasa ringan seperti kupu-kupu yang sedang menari di udara.

Namun Qin Xiang bisa melihat dengan jelas...

Napas gadis itu mulai tidak stabil.

Tangannya bahkan sedikit gemetar karena terlalu banyak menggunakan Qi.

Di sisi lain, Han yang bertubuh besar justru perlahan mundur dengan wajah pucat.

Ketakutan memenuhi matanya.

‘Kami tidak akan menang...’ pikirnya panik.

Tatapannya mulai bergerak ke segala arah.

Mencari jalan kabur.

Dan beberapa detik kemudian—

Ia benar-benar membalikkan tubuhnya lalu berlari pergi.

“Aku akan mencari bantuan! Kalian tahan dia dulu!” teriaknya keras.

Mendengar itu, wajah Li Mei langsung membeku.

Mencari bantuan?

Omong kosong.

Semua orang tahu itu hanyalah alasan pengecut untuk melarikan diri.

Namun meski begitu, Li Mei tetap berdiri di depan rekan-rekannya.

Ia bisa saja pergi.

Tetapi jika ia lari sekarang...

Mereka semua akan mati.

Qin Xiang yang melihat adegan itu perlahan terdiam.

Tatapannya berubah sedikit dingin.

Entah kenapa, pemandangan tadi terasa sangat familiar baginya.

Pengkhianatan.

Dulu...

Seseorang yang paling ia percaya juga pernah meninggalkannya seperti itu.

Bedanya, orang itu menusukkan pedang langsung ke punggungnya.

“Kau mau pergi ke mana?”

Suara Qin Xiang tiba-tiba bergema di belakang Han.

Han langsung membelalak.

Belum sempat ia menoleh—

PAHHH!

Sebuah tinju menghantam wajahnya dengan kekuatan brutal.

Tubuh Han berputar di udara sebelum jatuh tersungkur tanpa kesadaran.

Qin Xiang bahkan tidak meliriknya lagi.

Ia langsung bergerak menuju pusat pertarungan.

Li Mei terkejut saat seorang pemuda tiba-tiba muncul di sampingnya tanpa suara.

“Aku akan membantumu,” ujar Qin Xiang tenang.

Li Mei sedikit mengernyit.

Aura Qin Xiang memang tidak terlalu tinggi, tetapi entah kenapa keberadaannya justru membuat suasana menjadi jauh lebih stabil.

Bahkan monster itu tampak sedikit waspada.

Qin Xiang melangkah maju perlahan.

Tidak ada gerakan berlebihan.

Namun setiap langkahnya membawa tekanan tak terlihat yang membuat medan tempur seolah mulai berada di bawah kendalinya.

Saat Rusa Bertanduk Kristal menerjang—

Tubuh Qin Xiang menghilang dari tempatnya.

BRAKK!

Satu pukulan menghantam kaki belakang monster itu tepat di titik kelemahannya.

Monster besar tersebut langsung kehilangan keseimbangan.

“Sekarang,” ucap Qin Xiang singkat.

Mata Li Mei langsung menyala.

Wushhh!

Ribuan cahaya pelangi bermekaran di belakang tubuhnya, membentuk siluet kupu-kupu raksasa yang sangat indah.

“Tarian Sayap Kupu-Kupu Pelangi!”

Seluruh cahaya itu langsung berkumpul di ujung pedangnya.

Lalu—

WOOSHH!

Li Mei melesat maju seperti seberkas cahaya.

Pedangnya menembus leher monster itu dengan presisi sempurna sebelum ledakan energi pelangi meledak dari dalam tubuh sang rusa.

DUARRR!

Monster raksasa itu meraung kesakitan sebelum akhirnya roboh menghantam tanah.

Hutan mendadak sunyi.

Li Mei terengah-engah pelan sambil menopang tubuhnya dengan pedang.

Keringat terus membasahi wajah cantiknya. Namun entah kenapa tatapannya justru terus tertuju pada Qin Xiang.

Pemuda itu berdiri tenang di tengah debu dan serpihan daun yang beterbangan, sedikit melirik pakaiannya yang bahkan nyaris tidak berantakan, seolah pertarungan tadi hanyalah sesuatu yang biasa baginya.

“Terima kasih...” ucap Li Mei lembut.

Qin Xiang hanya mengangguk pelan sebagai balasa sebelum membalikkan badannya, “Pengecut itu sudah kubuat pingsan. Terserah kau ingin membunuhnya atau tidak,” ungkapnya datar, seolah nyawa Han tidak berarti apa-apa di matanya.

“Tunggu...” panggil Li Mei tiba-tiba. “Siapa namamu?”

Langkah Qin Xiang berhenti sesaat.

Angin hutan berembus pelan, membuat ujung pakaiannya berkibar ringan.

Lalu, tanpa menoleh sedikit pun, ia menjawab dengan suara tenang.

“Qin Xiang.”

Dan sebelum Li Mei sempat mengatakan apa-apa lagi—

Wush!

Sosoknya telah menghilang di antara pepohonan.

Li Mei berdiri diam cukup lama, masih menatap ke arah tempat Qin Xiang tadi berdiri.

Entah kenapa...

Dadanya terasa sedikit aneh. Seolah ada sesuatu yang baru saja tertinggal di sana.

"Qin Xiang..." gumamnya pelan.

Namun, suasana hening itu tiba-tiba pecah.

“Ughhh...”

Salah satu pengikut Xiao Jing mendadak mengerang pelan sambil membuka sebelah matanya hati-hati. Ia melirik ke sekitar seperti pencuri yang takut ketahuan.

Saat menyadari Rusa Bertanduk Kristal benar-benar sudah mati, ia langsung duduk dengan gerakan kaku sambil memegangi dadanya dramatis.

“A-Apa kita masih hidup...?”

Temannya yang lain ikut bergerak beberapa detik kemudian. Pemuda itu bahkan lebih tidak tahu malu. Ia berguling pelan di tanah sebelum pura-pura tersadar sambil batuk dua kali.

“Kuh... monster itu terlalu kuat... aku hampir mati tadi...”

Li Mei menatap keduanya tanpa ekspresi.

Sudut bibirnya bahkan sedikit berkedut.

“Kalian...” gumamnya lirih.

Namun sebelum ia sempat berkata lebih jauh—

BRAK!

Sebuah suara benturan mendadak terdengar dari arah pohon besar.

Ketiga orang itu menoleh bersamaan.

Lalu suasana langsung hening aneh.

Xiao Jing... Masih terbaring kaku dengan mata tertutup.

Tidak bergerak sama sekali.

Kedua pengikutnya saling pandang sejenak. “Bos belum bangun?” bisik salah satunya.

“Kurasa masih pingsan...” balas yang lain pelan.

Namun tepat saat mereka sudah mendekat, Xiao Jing tiba-tiba mengerang dengan sangat dibuat-buat.

“Ughhh...”

Tangannya bergerak lemah sambil memegangi dada, seolah dirinya baru saja kembali dari gerbang kematian.

“Aku... masih hidup...” lirihnya dengan suara serak dramatis.

Li Mei: “...”

Kedua pengikutnya: “...”

Hening.

Sangat hening.

Sampai akhirnya salah satu pengikut tidak tahan lagi dan berseru,

“B-Bos! Jadi sejak tadi kau juga cuma pura-pura pingsan?!”

Wajah Xiao Jing langsung menegang. “Omong kosong! Aku benar-benar terluka parah!” ujarnya marah.

“Lalu kenapa Bos membuka sebelah mata saat Qin Xiang tadi pergi?! Aku lihat sendiri!”

“KAU SALAH LIHAT!”

“Tidak! Bos bahkan sempat menahan napas waktu Qin Xiang lewat dekat sini!”

“Kalian berdua diam!!”

Xiao Jing langsung bangkit sambil meraung malu.

Namun baru setengah berdiri, tubuhnya kembali jatuh terduduk karena luka di dadanya benar-benar masih terasa sakit.

“UGH!”

Kedua pengikutnya refleks mundur beberapa langkah.

Sementara Li Mei akhirnya tidak bisa menahan diri lagi.

Ia menutup bibirnya pelan. Sebuah tawa kecil lolos begitu saja dari mulut gadis dingin itu.

Untuk pertama kalinya sejak pertarungan tadi berakhir, suasana mencekam di hutan itu benar-benar pecah karena akting para trio pengacau.

...

Bersambung!

1
yos helmi
up hanya satu bab = menjauhkan pembaca dari cerita ini 👍👍
Qin Xiang🏆: Sabar bang, kata editor sy fokus naikin retensi dulu😭

Editor novel emang nyaranin untuk lambatin dulu sebelum memasuki bab 80. Nanti kalau 80 bab (semuanya) sudah lulus retensi baru sy berani crazy up🙏🏻
total 1 replies
Risah1112
mantap
budiman_tulungagung
gass satu mawar 🌹
budiman_tulungagung
satu mawar 🌹 lagi
budiman_tulungagung
satu mawar 🌹
Jade Meamoure
bukan main malah d ambilkan tubuh kebo 🤣🤣🤣
New Account
Like dan vote
budiman_tulungagung
masih satu mawar 🌹 dan satu vote
Ress
mantap💪💪👍👍👍
Ress
/Joyful//Determined//Determined//Determined//Determined/
Ress
Hajar💪👍
Sefa Silves
gass👍👍👍
yos helmi
😍😍😍💪💪💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪
Qin Xiang🏆: si bro akhirnya mampir lagi. Thanks bro🙏/Doge/
total 1 replies
yos helmi
😍😍😍🤣🤣🤣🤣🤣💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍😍🤣🤣🤣🤣👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣😍😍😍😍😍💪💪💪
yos helmi
singkat padat.. 🤣🤣🤣
yos helmi
😍😍😍😍😍🤣🤣🤣👍👍👍👍💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!