NovelToon NovelToon
Bayang Yang Runtuh

Bayang Yang Runtuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:19.5k
Nilai: 5
Nama Author: Shanti_San

Kiara, putri tunggal keluarga terkaya, memilih menikah dengan pria biasa karena cinta yang ia pikir sangat kuat dan abadi. Selama sepuluh tahun pernikahan, Kiara hidup dengan rasa bersalah yang besar—ia tidak pernah bisa mengandung dan melahirkan anak, selalu menyalahkan dirinya sendiri, dan terus meminum obat yang dikatakan suaminya sebagai vitamin penyehat tubuh.

Semua kepercayaan dan kebahagiaannya runtuh dalam sekejap mata. Kiara mengetahui kenyataan pahit, suaminya telah berselingkuh dengan sahabat terdekatnya sendiri.
Lebih menyakitkan lagi, obat yang ia minum setiap hari ternyata adalah pil penunda kehamilan. Sepuluh tahun ia pikir dia kurang subur, padahal dialah yang menjadi korban, dan suaminya sendirilah penyebab ia tidak pernah bisa memiliki keturunan. Puncak kehancuran tiba saat Kiara tahu sahabatnya kini sedang mengandung anak hasil perselingkuhan mereka.

Kiara pun memilih pura-pura tidak tahu, untuk membalaskan rasa sakitnya karena telah di tipu oleh mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 - Senyum Canggung

Di sudut ruangan yang agak jauh dari keramaian, berdiri sosok pria yang diam-diam mengamati semua kejadian itu dengan tatapan yang tajam namun penuh rasa sakit. Itu adalah Baskara. Ia datang sesuai undangan yang diterimanya, bukan karena ia ingin merayakan kemenangan Ferdi, melainkan karena ia tidak bisa menolak undangan keluarga Edward, dan juga karena hatinya selalu tertarik untuk melihat keberadaan Kiara.

sejak melihat Kiara dan Ferdi masuk ke dalam aula acara, Hati Baskara terasa sangat panas. Terlebih ketika ia mengingat bagaimana Kiara dengan tegas melarang nya untuk ikut campur, bayang-bayang tentang Kiara yang pertahankan Ferdi karena Cinta membuat prianiti gelisah.

Mata Baskara tidak pernah lepas dari sosok wanita itu sejak ia masuk ke dalam ruangan. Ia melihat Kiara yang tampak begitu cantik dan anggun, bergerak dengan tenang di antara kerumunan orang penting, tertawa renyah, mengobrol santai, dan sesekali tersenyum bahagia saat Ferdi berada di sisinya. Kiara terlihat begitu bahagia, begitu puas, dan begitu damai, seolah-olah di dalam hidupnya tidak ada satu pun masalah, kesedihan, atau beban berat apa pun yang harus dipikul.

Pemandangan itu kembali mengiris hati Baskara menjadi berkeping-keping. Ingatannya kembali pada percakapan mereka di lorong rumah orang tua Kiara tempo hari, saat ia sudah memberanikan diri memberitahu semua kebenaran yang ia ketahui, namun Kiara menolaknya dengan halus, berkata ia sudah tahu semuanya dan bisa mengatasinya sendiri.

Saat itu Baskara sudah salah paham, dan malam ini, melihat sikap Kiara yang begitu manis, begitu setia, dan begitu bahagia di samping Ferdi, kesalahpahaman itu semakin menguat dan tertanam dalam di hatinya.

Kiara melihat Baskara, Kiara tersenyum canggung pada Baskara dari Jauh, namun senyum singkat karena orang-orang mengajak Kiara bicara mengalihkan pandangan Kiara. Sebenarnya Kiara sangat ingin menemuinya, namun ia menahan dirinya, karena sebentar lagi, ada kejutan yang mungkin akan membuat baskara mengerti dan memaafkan nya.

"Baskara tetap lah disini, aku ingin menunjukan mu sesuatu." Itulah yang ingin Kiara ucapkan pada pria itu, namun ia terlalu canggung untuk memberitahu Baskara.

Rasa kecewa, rasa sakit, dan rasa putus asa bercampur menjadi satu di dada Baskara. Ia merasa dirinya seperti orang asing yang tidak punya tempat dan hak apa pun di dalam kehidupan Kiara. Ia hanya bisa berdiri diam di kejauhan, melihat wanita yang dicintainya bahagia bersama orang lain, orang yang sama sekali tidak pantas mendapatkan cinta yang begitu tulus dan besar itu.

"Kiara bertahun-tahun aku bertahan karena aku mencintaimu, sulit bagiku untuk membuka hati ku karena rasa cinta ku yang begitu besar untuk mu, andai kau tahu ini Kiara, dan andai kau tahu lebih dulu perasaan ku dulu, mungkin yang berdiri di samping mu adalah aku, dan aku tidak akan melukai mu, tidak akan mengkhianati mu seperti yang di lakukan di brengsek itu pada mu, aku sangat tidak rela jika kau terus bertahan padahal kau sudah di khianati dia." Baskara bergumam di dalam hati nya, hanya itu lah yang ia bisa lakukan untuk saat ini. menyesali semua yang telah terjadi karena ia terlambat.

"Tapi aku sudah berjanji dengan diriku sendiri, kalau aku akan slalu menjaga mu apa pun pilihan mu Kiara."

Baskara mengalihkan pandangannya sejenak, menatap Ferdi yang sedang tertawa lebar menerima pujian orang-orang dengan sikap yang semakin sombong. Ia sangat benci melihat wajah puas dan angkuh itu, rasanya ia ingin sekali melangkah maju dan membongkar semua kejahatan pria itu di depan semua orang saat itu juga. Namun, ia ingat pesan Kiara: Jangan ikut campur, aku bisa mengatasinya sendiri.

Baskara menghela napas panjang, menahan segala emosi yang bergolak di dalam dadanya. Ia memutuskan untuk tetap diam dan menunggu, meskipun hatinya terasa perih dan berat. Ia hanya berharap semoga Kiara benar-benar tahu apa yang ia lakukan, dan semoga keputusan yang diambil wanita itu memang yang terbaik bagi dirinya.

Tiba-tiba Pak Edward datang menghampiri Baskara yang sejak tadi memilih untuk menyendiri tak mau berbaur dengan orang-orang.

"Baskara, kenapa kamu disini saja sendirian, kenapa tidak bergabung dengan yang lain, disini banyak orang orang penting. Mereka mungkin juga ingin mengenal kamu. Kamu perlu berbaur untuk dunia bisnis yang kamu rintis ini nak."Ucap Pak Edward memberitahu pada Baskara. Namun hati baskara yang tidak tenang hanya menjawab dengan tenang.

"Saya disini dulu paman, nanti aku akan bergabung."Balas Baskara. Pak Edward pun mengangguk.

"Baiklah, saya kesana dulu menyapa para undangan ya."Pamit Pak Edward. Baskara pun mengangguk, tanpa memberi jawaban.

•••

Sementara itu, di tengah pesta kemegahan yang penuh kepalsuan itu, Kiara diam-diam melirik ke arah jam dinding besar yang tergantung di dinding ruangan. Waktu yang ia tunggu sebentar lagi akan tiba. Ia mengangkat gelas minumannya, lalu menatap Ferdi yang masih asyik dengan pujian-pujian orang dengan tatapan yang dingin dan penuh perhitungan di balik senyum manisnya.

Nikmati semua pujian dan kemegahan ini selagi bisa, Ferdi, batin Kiara dengan suara yang dingin dan tegas di dalam hatinya. Karena sebentar lagi, semua ini akan hancur lebur bersamaan dengan terbongkarnya semua rahasia kotor mu. Malam ini bukan malam kemenanganmu, Ferdi. Ini adalah malam pembalasan, malam di mana kamu akan membayar lunas segala rasa sakit yang pernah kamu berikan kepadaku.

Kiara perlahan melangkah maju, menarik perhatian semua orang dengan suara lembut namun jelas yang memecah keheningan sejenak.

“Hadirin sekalian, maafkan saya boleh saya minta perhatian sebentar?” ucap Kiara dengan suara lantang namun tetap lembut, membuat semua mata seketika tertuju kepadanya, termasuk Ferdi dan Baskara.

“Malam ini adalah malam yang sangat istimewa bagi suami saya, Ferdi. Sebagai tanda cinta dan kebahagiaan saya, saya sudah menyiapkan sebuah kejutan istimewa yang saya persembahkan khusus untuk suami tercinta saya.”

Wajah Ferdi seketika bersinar cerah, rasa bangganya semakin meluap-luap. Ia yakin kejutan yang disiapkan istrinya pasti sesuatu yang luar biasa indah dan mewah, sesuatu yang akan membuatnya semakin dipuji dan dihormati semua orang.

“Terima kasih, Sayang. Kamu benar-benar istri terbaik di dunia,” bisik Ferdi dengan nada penuh kasih, sama sekali tidak menyadari bahwa apa yang akan terjadi selanjutnya adalah kejutan yang akan menghancurkan seluruh hidupnya hingga ke akar-akarnya.

"Aku tidak sabar, kejutan apa yang kamu siapkan untuk ku."

Kiara tersenyum lebar membalas ucapan Ferdi. "Diam dan lihat aja Sayang, kau akan menyukainya."Balas Kiara dingin. Namun Ferdi terlalu semangat hingga tidak melihat ekspresi wajah Kiara yang dingin dan tajam.

1
Teh Yen
cie Kiara udh berani pegang tangan Bagaskara uhuuyyy senengnya pake banget tuh Bagaskara xixiiii
Teh Yen
kapan jadiannya dong kalian ih engg sabar deh liatnya
Teh Yen
iya tapi jangan lama lama.kiara.ntar keburu.d samber ulat bulu lagi gmn dong
Teh Yen
engg akan sadar sadar kynya tuh c Ferdi yah huih 😤
Teh Yen
penyesalan.selalu.datang terlambat yah kan Emily
Teh Yen
trima kasih Aldo kamu terbaik.hihii
Teh Yen
ayo kiara kapan kamu jujur sama bagaskara tentnga perasaanmu ntar keduluan ulet Keket yg kmr kan bahaya bisa d bawa pergi jauh ntar Bagaskaranya gmn dong ???
Teh Yen
Oalah mimpi toh kirain beneran Kiara engg mungkin senekat itu kan hehe 😁
Teh Yen
aaah sayang sekali coba kalau tadi Tidka ada asisten Kiara yg ketuk pintu mungkin kalian sudah....aaah jd senyum" sendiri bayanginnya haha
Teh Yen
baru sadar sekarang Emily hemmm 😏 sudah berulang kali d ingatkan oleh orang tuamu tentang keputusanmu tp kmu yg ttp ngeyel kan
Teh Yen
jangan bersedih Kiara ,,mungkin takdir Tidka menginginkan kamu punya ank dari laki" seperti Ferdi karena nanti itu bisa jadi Tidka baik ,, sudah move on aj.skoga kamu bisa menemukan kebahagian kembali bersama seseorang yg benar" mencintai kamu dengan tulus
Teh Yen
selamat yah Kiara
Teh Yen
yah mulailah hidup yg baru semangat baru jangan ambil milik ornga lain lagi yah
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan yang ga tahu diri kamu itu Emily
Yeni Astriani
lanjut Author
Teh Yen
smoga rencanamu berhasil Kiara ,,dan Ferdi tidak meminta yg aneh" tentunya
Teh Yen
siap siap kamu mempertanggung jawabkan perbuatanmu selama ini Ferdi
Teh Yen
masih punya muka aj tuh c Ferdi mau masuk kantor Wijaya engg tau malu iiih
Teh Yen
ya sudah coba saja Emily apa kamu bisa bertahan d tengah keterpurukan ekonomi hemm 😏 .... aku ragu sih kita liat saja nanti
Teh Yen
wah Emily sepertinya otakmu Tidka bisa berpikir dengan jernih ,, setelah semua yg terjadi kamu masih menginginkan Ferdi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!