Arkanendra adalah seorang jaksa penuntut yang berdinas di kejaksaan agung, sepak terjangnya sebagai jaksa yang dingin dan tegas juga sering memenangkan kasus besar dan sulit, membuat Arka menjadi populer di kalangan penjahat. karena profesinya itu Arkanendra menghadapi bahaya yang sangat fatal, dia nyaris saja mati di racun oleh musuh nya.
sebuah pertolongan datang dari underworld, dia bisa tertolong namun dewa Hades memberikan syarat mutlak, Arkanendra harus menghisap energi hidup dari dewi Athena sebelum 40 hari, jika tidak maka dia akan mati dan binasa.
Dewi Athena yang tak pernah tertarik dengan pria, Dewi Athena yang lebih memilih menjadi Perawan seumur hidupnya, lalu apa yang terjadi ketika bagian dari kepingan jiwanya jatuh cinta pada Arkanendra yang notebene adalah kepingan jiwa dari Dewa Hades.
Apa sejarah akan berubah, atau jeratan cinta itu membuat Dewi perawan tak berdaya, cinta memang memiliki keajaiban luar biasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. Kalah dalam permainan, dia tak sesuai harapan.
"Harus menyamar di pesta seperti itu bersama Krisera..." Gumam Marcus dalam hati saat dia berada di toilet dan masih saja resah. Dia makin merasa gelisah jika kalah undian nanti. Siapa yang tidak mengenal Krisera Dwiyanti. Seorang perwira polwan wanita yang tangkas, ahli bela diri, cantik, dan pandai menembak.
Beberapa bulan lalu Marcus pernah malu karena jadi ledekan teman-temannya, dan petugas polisi bernama Emir dan Vano yang juga teman kuliahnya dulu, karena dia kalah di arena latihan menembak dengan Krisera, skor perempuan itu diatasnya, dari dua puluh tembakan hanya dua saja yang meleset.
Lalu skor Marcus, dia sungguh parah, tembakannya meleset dua belas dari dua puluh tembakan, dan alhasil polwan cantik itu menepuk bahunya mengejek.
"Pak Jaksa sepertinya kamu harus kursus menembak dulu untuk beberapa bulan, apa jadinya nasib lencanamu jika hendak menembak penjahat, kamu malah meleset menembak korbannya ckckck"
"Ehh ....---" Ledekan yang membuat Marcus menjadi sebal setengah mati dan sejak saat itu, Marcus sering menghabiskan waktu di lapangan tembak hingga larut malam hanya untuk memperbaiki kemampuannya, lupa pada hobinya berkencan.
"Uh sial sial~...aku gak mau kesana sama dia, bisa aku kikuk dengannya dan salah tingkah" Bicara sendiri seperti orang tak waras sambil meremas rambut hitamnya di toilet pria, takkan ada yang percaya Jika Marcus lulus sarjana hukum S2 dengan nilai cumlaude di universitas Indonesia dulu, jika tingkahnya aneh begini. Benar benar jaksa sinting.
Di mana pak jaksa Marcus? Apa dia tak tertarik makan siang?" Yusuf yang tengah makan di kantin heran, karena biasanya duo kembar Arka dan Marcus itu biasanya selalu kompak makan siang bersama di kantin, tumben hari ini salah satu dari mereka, batang hidungnya tak terlihat.
"Eum gak tau, mungkin dia sudah kenyang" Arka hanya angkat bahu malas, jujur saja dia pening dengan misinya.
"Menurutmu siapa yang bakalan menyamar di pesta itu dana jadi pasangan nya Krisera?" Gunawan ikutan nyeletuk, dan Arka langsung merenggut kesal karena godaan dua sohibnya.
"Yak....kenapa kalian suka sekali melihatku susah?"
"Hahaha ya ampun Ar, jangan suka ngambek dong" Kedua rekannya tertawa mengejek, membuat Arka makin kesal saja, dia ingin sekali menjejalkan sendok dan garpunya ke mulut dua pria rese itu.
*****
Apa sudah di putuskan siapa yang akan masuk ke club malam di jamuan pesta itu?" Demi tuhan sampai setua ini Arka dan Marcus belum pernah ikut jamuan laknat seperti itu, dan besok malam salah satu dari mereka harus pergi. "Kita mulai saja undian nya sekarang"
Rangga si polisi menimpali, menatap satu satu dua jaksa itu, dan tersenyum mengeluarkan smirknya.
"Yang kalah menyamar dalam club malam itu dan melakukan negosiasi dengan Tha Xhelin, dan yang menang bersama tim kepolisian mengawasi diluar" Kedua jaksa muda itu terpaksa mengangguk lemas, tuntutan profesi mereka ternyata sesulit ini. "Semua fasilitas penunjang sudah kami siapkan dengan detail, anda berdua tinggal menjalankan dengan baik sesuai tugas masing-masing"
"Baiklah, undiannya di mulai sekarang saja" Kepala kejaksaan Andrew yang seusia Arka hanya diam tanpa komentar, dan menatap dingin bawahannya itu yang sedang bersiap untuk batu gunting kertas.
"Hyak kenapa aku sih?? Oh tuhan apa apa an ini?" Itulah isi protes Marcus Setelah kalah, dia resah sejak tadi dan akhirnya memang benar benar kalah, setelah Arka berseru -Yes. Rekannya itu meremas tangannya.
"Siapkan semua untuk besok malam, pak Marcus lebih baik juga, jika anda melakukan pencarian dulu di internet tentang pesta itu, agar disana anda tak terlalu terkejut dan bisa menyesuaikan diri" Ucapan Rangga hanya di anggukan Marcus dengan lemas, begitu pun Krisera yang tak terlalu antusias karena pasangannya menyamar kali ini si jaksa evil.
"Dia tak perlu di ajari soal seperti itu inspektur, sudah keahliannya sejak dulu--- haha"
"Yak Arkanendra rese! Jangan senang karena menang" Teriak Marcus emosi.
"Nggak kok, besok aku akan bekerja keras bersama pak Rangga dan tim reserse kepolisian, kami akan menjadi pelindung kalian jika terjadi sesuatu yang gawat"
"Huh!!" Sewot Marcus.
"Tadinya aku berharap yang kalah pak Arka saja" Saat menyesap minuman ice kopinya dan menikmati waktu sorenya sebelum pulang, polwan cantik itu mengobrol dengan Hanifah, sekertaris dari kepala kejaksaan.
"Lalu kak Sera kecewa karena pasanganmu kali ini pak Marcus?"
"Eum sedikit kecewa sih-----ah aku heran dengan sikap dinginnya pak Arka itu, aku dengar dia tak pernah menanggapi pegawai wanita di gedung ini yang menyukainya"
"Begitulah, kak Sera harus pandai bersikap, pak Arka itu tipikal yang sulit di dekati, dia akan langsung menjauhi jika seorang perempuan mengaku suka padanya"
"Wow cowok yang menarik, bagaimana cara mendapatkannya ya?" Hanifah tertawa geli, dia bisa menangkap sinyal jika polwan itu pasti ada rasa dengan Arkanendra, dia segera membereskan berkas yang harus dia kerjakan sore ini sebelum waktunya pulang.
****
Di apartemennya.
Malam ini Arka tengah berbaring di ranjangnya, melakukan pencarian di internet dengan laptopnya, soal bagaimana pesta terlarang itu atau biasa di sebut Seks party-.
Matanya melotot karena memang hasilnya tak jauh dari dugaannya selama ini, dan segala hal tentang tak senonoh pasti terjadi di sana.
Diam-diam Arka bersyukur, dia masih berada di luar gedung club besok malam, meski harus menjadi tameng untuk penyelamat Marcus dan Krisera yang berada di dalam gedung klub malam, berjaga-jaga jika tiba-tiba ada insiden gawat.
Lelaki tampan itu melirik jam di meja nakas, waktu berputar cepat hingga tengah malam, tanpa terasa dia sudah berjam-jam berselancar di dunia maya sampai melupakan menghubungi Nayyara.
"Ahh sial aku merindukannya, tapi ini sudah jam sebelas malam, apa dia masih belum tidur?" Arka mengirim pesan pada Nayyara, sedikit resah dia menunggu balasan dari gadis itu yang belum nampak.
Tenggorokannya tiba-tiba kering butuh minum, dan Arka sebenarnya tadi juga berniat melihat keadaan Nayyara, tapi ketika balik dari kejaksaan sudah malam, dan dia tak tega merecoki pacarnya itu semalam ini.
Dengan berjalan keluar dari kamarnya dia membawa serta HP nya, Arka memeriksa pesan tadi yang belum dibalas sama sekali oleh Nayyara.
"Ah dia bikin aku kuatir aja" Arka berusaha menelpon gadis itu, sedikit tak sabar karena dia merasakan ada yang tak beres dengan Nayyara.
Dengan berjalan menyusuri koridor melewati tangga, sambil masih berusaha menghubungi Nayyara.
"Halo....Nay kamu sudah tidur ya?" Arka kaget karena suara diseberang berisik sekali.
Ada teriakan Nayyara terdengar panik dan cemas juga terisak. "Lho halo, Hei ada apa Nay?" Tanya Arka makin cemas.
****
Di lain tempat, ini adalah kejadian dia rumah Nayyara malam ini. "Akhirnya aku menemukan mu gadis perawan anak Dewi Athena, hehe~ darahmu, aku butuh sedikit saja agar aku bisa menambah kekuatanku" Ucapan lirih sebuah bayangan hitam yang berdiri di samping ranjang dalam kamar minimalis rumah ini.
Makhluk dengan bayangan hitam itu adalah seorang vampir, anggap saja dia bukan manusia, karena dia sudah mati dan tak memiliki jiwa di dunia ini lagi, jiwanya juga sudah berada di alam bawah kegelapan dalam kurungan dewa Hades, namun dendam dan nafsunya masih bergentayangan di dunia ini, vampir akan mengganggu manusia bahkan serupa dengan iblis, yang menyeret Manusia agar terus berbuat jahat dan menambah dosa baru.
"Bersiaplah gadis cantik, aku butuh darahmu sedikit saja" Vampir bernama Nathan itu menunduk, memamerkan deretan giginya dengan dua taring tajam yang siap mengoyak kulit korbannya, kali ini dia begitu girang saat berhasil menemukan gadis kepingan jiwa Dewi Athena yang masih perawan dan sudah lama dia cari.
Nathan membutuhkan darah gadis itu, Nayyara juga adalah gadis perawan yang memiliki banyak energi murni dari Dewi Athena. Darah murni gadis itu bisa menambah kekuatan bangsa vampir, siluman dan monster, energi murni dan darah gadis itu juga membuat Bangsa vampir bisa menjadi makhluk abadi, dan bisa mengalahkan siluman maupun monster sekuat apapun, hanya setetes darah saja dan kekuatannya akan bertambah berkali-kali lipat
"Euh........eum ehm" Mungkin dia sedang bermimpi buruk, beberapa kali Nayyara mengigau lirih, dia yang tengah berbaring pulas dan mengarungi alam mimpi itu sama sekali tak tahu, jika nyawanya bisa melayang begitu vampir itu berhasil mengigit lehernya dan meminum darahnya.
Tangan Nathan dengan kuku hitamnya mengusap perlahan pipi mulus gadis itu, dia menggeleng takjub karena terpesona oleh wajah secantik bidadari itu, semua makhluk pria di bawah kolong langit ini pasti akan terpesona pada gadis itu, meskipun dia seorang vampir sekalipun atau bahkan para dewa Yunani.
Wajah cantik itu seperti sebuah pahatan dari Tuhan yang luar biasa, Mungkin juga wajah cantik Nayyara adalah anugrah dari Dewa Dewi yang memberikan bentuk sesempurna itu padanya.