NovelToon NovelToon
Fy Unig

Fy Unig

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di mata tetangga apartemennya di Los Angeles, Faelynn Yosephine (26) hanyalah "perawan tua" pengangguran.

Namun, di balik pintu kamar, ia adalah penulis novel romantis papan atas yang memikat jutaan pembaca.

Dunia tenangnya terusik saat Kingsley Emerson (29 tahun), seorang agen elit CIA yang menyamar sebagai diplomat, mulai mengirim pesan misterius dengan nama akun Son_Roger.

Kingsley, yang baru saja kembali dari misi berdarah di luar negeri, terobsesi dengan detail taktik dalam tulisan Faelynn yang terlalu akurat.

Berawal dari debat teknis hingga gombalan tak terduga, Kingsley mulai memasuki hidup Faelynn, membawa bahaya nyata yang selama ini hanya Faelynn tulis di Novelnya.
.
.
Happy reading dear 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Faelynn Yosephine menghempaskan tubuhnya ke kursi kerja, menatap layar ponsel yang menyala di kegelapan kamarnya. Nama Son_Roger kembali muncul di baris teratas, namun kali ini ada sesuatu yang berbeda. Foto profil pria itu—Kingsley—seolah menatapnya balik dengan intensitas yang mengganggu.

Faelynn menarik napas panjang. Di dunianya, pria tampan dan karismatik biasanya hanya ada dalam draf novelnya yang paling laris. Dalam realita, pria-pria seperti itu biasanya adalah tipe yang sangat sadar akan daya tariknya dan menggunakannya untuk mengisi waktu luang dengan menggoda wanita di internet.

Pasti dia tipe pria pesolek yang kurang kerjaan, pikir Faelynn sinis. Ia teringat Ibner. Ibner dulu selalu membanggakan kesibukan kantorannya untuk meremehkan dedikasi Faelynn. Dan sekarang, muncul pria asing yang seolah punya seluruh waktu di dunia untuk mengiriminya gombalan di jam-jam yang tidak masuk akal.

Dengan jemari yang sedikit kaku, Faelynn mengetik balasan yang cukup tajam.

"Apa pekerjaanmu sebenarnya? Apa kau pengangguran? Makanya kau punya begitu banyak waktu luang untuk mengirim gombalan seperti ini?"

Di mansion keluarga Emerson, Kingsley yang sedang duduk di balkon kamarnya, menyesap kopi pahit sembari menatap kebun bunga adiknya, tersenyum lebar melihat balasan itu. Ada nada defensif sekaligus penasaran di sana.

"Coba tebak apa pekerjaanku," balas Kingsley dengan santai.

Faelynn mendengus. "Melihat caramu mengkritik detail senjataku semalam... ternyata kau seorang penulis juga?"

"Hanya hobi, bukan pekerjaan utama," jawab Kingsley secepat kilat.

Faelynn menatap jawaban itu cukup lama. Hanya hobi? Berarti pria ini memiliki pekerjaan lain yang memberinya pengetahuan teknis tingkat tinggi, namun ia tetap memiliki waktu untuk mengganggunya.

Faelynn merasa permainannya mulai tidak seimbang. Ia merasa seolah-olah sedang dipancing ke dalam sebuah labirin yang didesain oleh seorang ahli.

Dan dengan keputusan bulat, Faelynn melakukan apa yang paling ditakuti oleh setiap pria yang sedang berusaha mendekat: ia berhenti membalas. Ia menutup aplikasi Sosial Media itu, meletakkan ponselnya dengan layar menghadap ke bawah, dan kembali fokus pada bab terbaru novelnya. Ia tidak akan membiarkan seorang pria asing yang mungkin hanya ingin menjadikannya selingan di sela waktu luangnya, mengacaukan konsentrasinya.

Satu hari berlalu. Faelynn tetap pada pendiriannya. Ia melihat notifikasi muncul, namun ia tidak membukanya.

Son_Roger: Kenapa tidak membalas? Apa kau sesibuk itu?

Dua hari berlalu. Faelynn disibukkan dengan kedatangan Anna yang kembali membawa tumpukan keluhan tentang pengasuh anaknya, serta sindiran tetangga tentang "Menikah di masa depan". Di tengah hiruk-pikuk itu, ponselnya kembali bergetar.

Son_Roger: Kau sedang apa? Aku mulai berpikir aku benar-benar menyinggung perasaanmu.

Tiga hari, empat hari, hingga genap satu minggu. Kingsley Emerson, pria yang dilatih untuk memiliki kesabaran setajam silet saat mengintai target di zona perang, mulai merasa akal sehatnya terkikis.

Ia mendapati dirinya bolak-balik mengecek ponsel setiap sepuluh menit. Ia melihat status Faelynn yang sesekali 'Aktif' di grup penulis atau media sosialnya, membalas komentar para penggemar dengan ramah dan hangat. Namun, pesannya? Pesannya dibiarkan membusuk di dasar tumpukan notifikasi tanpa pernah mendapat tanda centang biru.

"Kenapa aku harus kalah pada gadis ini?" gumam Kingsley, suaranya parau karena frustrasi yang tidak biasa. Ia berdiri di ruang kerjanya yang gelap di mansion, menatap lampu-lampu kota yang berkelap-kelip di kejauhan.

Bagi Kingsley, kegagalan dalam berkomunikasi adalah kegagalan misi. Dan ia bukan orang yang terbiasa gagal. Perasaan diabaikan ini memicu sisi gelap dalam dirinya—sisi seorang agen intelijen yang tidak mengenal kata "tidak bisa".

"Kau ingin bermain sembunyi-sembunyi, Yosephine? Baiklah. Mari kita ubah aturannya," ucapnya dengan nada dingin yang mematikan.

Ia duduk di depan laptop pribadinya yang telah dienkripsi dengan sistem keamanan tingkat tinggi. Kingsley menarik napas dalam. Ia tahu ini adalah penyalahgunaan wewenang, menggunakan instrumen negara untuk urusan pribadi. Namun, egonya sudah terlanjur terluka, dan rasa penasarannya telah berubah menjadi obsesi yang tak terkendali.

Ia mulai mengetikkan nama pengguna Instagram Faelynn ke dalam sistem pencarian data terpadu yang terhubung dengan basis data global. Ia memasukkan alamat email yang tertera di bio profil penulisnya.

Enter.

Dalam hitungan detik, layar laptopnya menampilkan aliran data yang sangat cepat. Foto-foto lama, catatan sekolah, riwayat pekerjaan di perusahaan lamanya bersama Ibner, hingga alamat lengkap apartemennya di Los Angeles muncul dengan presisi yang menakutkan.

Done.

Kingsley menyandarkan punggungnya, matanya terpaku pada sebuah string angka sepuluh digit. Itu adalah nomor ponsel pribadi Faelynn—nomor yang tidak terhubung dengan akun media sosial publiknya. Nomor yang hanya diketahui oleh keluarga dan teman dekatnya.

"Kau tidak bisa lagi mengabaikan aku, Faelynn," bisik Kingsley dengan senyum miring yang menyimpan ancaman sekaligus ketertarikan yang mendalam.

Ia menyimpan nomor itu di kontak pribadinya. Besok, ia tidak akan lagi mengirim pesan lewat akun Son_Roger yang bisa diabaikan begitu saja. Ia akan masuk langsung ke ruang pribadinya. Ia akan menjadi gangguan yang tidak mungkin bisa Faelynn hapus dengan satu klik "tutup aplikasi".

Malam itu di Los Angeles, Faelynn tidur dengan tenang, tanpa menyadari bahwa seorang predator informasi baru saja meruntuhkan dinding privasi yang selama ini ia jaga dengan ketat. Badai yang sesungguhnya baru saja mendapatkan koordinat rumahnya.

Keesokan Paginya...

Faelynn baru saja selesai menyeduh kopi ketika ponselnya bergetar di atas meja makan. Bukan notifikasi Instagram, bukan pesan grup penulis. Itu adalah sebuah pesan teks (SMS) dari nomor yang tidak dikenal.

Pesan itu hanya berisi satu kalimat:

"Kopi pagi ini terasa lebih nikmat jika diminum sambil membalas pesan orang yang sudah menunggumu selama seminggu, Faelynn Yosephine."

Gelas kopi di tangan Faelynn hampir saja terlepas. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena romansa, tapi karena rasa ngeri yang dingin.

Bagaimana orang ini tahu nama lengkapnya? Dan bagaimana dia bisa mendapatkan nomor pribadinya?

Permainan kucing dan tikus itu baru saja berubah menjadi perburuan yang sangat nyata.

🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
ren_iren
kembalikan king dan faelynn😂
Ros 🍂: maafkan author Buntu 😭🤣🙏🏼
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍
ren_iren
dan tetiba king and faelyn berubah jd gadis angkat jemuran... dirimu kak, ada2 aja.... 😂😂😂
Ros 🍂: Nanti saya revisi kak, biar masuk cerita nya, Makasih Kak 🫶🙏🥰
total 3 replies
winpar
lnjut thorrr
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍👍
Ros 🍂: ma'aciww kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!