NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Cacat

Menikahi Pria Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Vanesa Dintiani

Laura Hiraya yang baru berusia 20 tahun harus rela di jodohkan dengan putra konglomerat. Keputusan egois keluarganya menjadikan ia alat tukar di dalam bisnis. Keluarga konglomerat itu menjanjikan sebuah kerjasama bisnis, dan sebagai imbalannya mereka menginginkan calon istri untuk putra mereka, Gaharu Gardapati.

Gaharu, pria cacat yang sialnya sangat tampan. Kecelakaan tragis 2 tahun lalu membuatnya harus terduduk di atas kursi roda. Ia kehilangan kedua fungsi kakinya. Itu, bersifat sementara. Ia masih menjalani perawatan.

Lalu.. bagaimana kisah rumah tangga si gadis ceria dan aktif seperti Laura Hiraya yang di hadapkan dengan Gaharu Gardapati si pria arogan yang pemarah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanesa Dintiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

04. Sekertaris prosedur

“Kalo nanti Lo dapat black card, Lo harus jajanin gue daging wagyu, gue nggak mau tau!” kekehnya.

“Itupun kalo di kasih—”

“Gue do'ain bakal dapet, do'a anak yatim biasanya manjur!”

“Hahaha.. iya-iya, tapi aku nggak janji ya.”

Waktu mereka habiskan cukup lama dengan mengobrol hal random. Namun, di tengah obrolan mereka, suasana kantin menjadi senyap. Hal itu mengundang tanda tanya bagi mereka berdua.

“Nyonya Laura,”

Tubuh Laura mematung saat mendengar suara yang sangat amat ia kenal. Ia membalikan badannya, si sekertaris prosedur berada di belakangnya, berdiri beberapa meter dari tempatnya duduk. Suara panggilannya cukup membuat suasana menjadi hening.

Aktivitas yang sedang berjalan di kantin tersebut sontak terhenti. Mereka menatap seorang pria berjas rapi berdiri di ambang pintu kantin.

Si sekertaris melangkah dengan tenang namun tegas. Sepatu pantofel yang ia gunakan beradu dengan lantai keramik, bergema memecah keheningan kantin. Setiap langkahnya terasa dingin.

“Nyonya, sepertinya Anda melanggar prosedur yang sudah Tuan muda terapkan.”

.

.

Laura berdiam diri di dalam mobil yang membawanya pulang. Di depan kemudi si sekertaris prosedur menyetir, sesekali matanya mengawasi Laura lewat pantulan kaca spion.

Helaan nafas sudah berulang kali gadis itu keluarkan. Ia merasa kehilangan kendali atas kehidupannya. Ia di paksa untuk pulang, si sekertaris prosedur itu mendatangi petinggi kampusnya untuk memberikan izin agar Laura dapat di bawa pulang dan tidak dapat mengikuti kelasnya siang nanti. Tidak ada yang dapat membantah, apalagi ini bersangkutan dengan keluarga Gardapati, keluarga berpengaruh di kota ini.

“Aku hanya pergi kuliah, apa salahnya?”

“Melakukan aktivitas seperti biasanya memang tidak salah, Nyonya. Hanya saja, di sini Anda sudah melanggar ketentuan prosedur yang Tuan muda terapkan.” Balasnya dengan tenang.

“Anda hidup di bawah naungan Tuan muda Gaharu, jelas Anda harus mematuhi setiap prosedur yang beliau buat.”

Laura tertawa hambar, sebuah suara yang terdengar lebih seperti rintihan frustrasi daripada geli. Ia memalingkan wajah, menatap deretan pepohonan yang melesat cepat di balik jendela mobil yang ia tumpangi.

“Kamu selalu mengatakan hal yang sama, prosedur dan prosedur,” lirihnya.

Si sekertaris hanya diam. Ia memperhatikan pantulan Laura lewat kaca spion. Memperhatikan setiap gerak gerik tubuh Nyonya barunya.

Gerbang kediaman pribadi Gaharu terbuka lebar. Mobil itu melesat masuk. Dapat Laura lihat di depan pintu penthouse, pelayan sudah berjajar rapih. Seperti menanti kedatangan seseorang yang sangat penting.

“Tuan muda akan pulang hari ini, saya harap Anda tidak membuat masalah dengan melanggar prosedur yang sudah di terapkan.”

Pria itu memberikan sebuah map kepada Laura. Si empu yang menerimanya terlihat bingung.

“Karena Anda belum terbiasa hidup di lingkaran kuasa Tuan muda, saya membuatkan daftar larangan yang harus Anda hindari dan aturan yang harus Anda patuhi.”

Laura membuka lembaran map tersebut. Ia mendongak menatap si sekertaris. Wajahnya terlihat menunjukkan pertanyaan. Seperti, 'apakah ini yang di sebut prosedur?' atau 'di bandingkan prosedur, ini lebih terlihat seperti undang-undang.'

Ada dua lembar daftar di dalam map tersebut, satu lembar larangan, dan satu lembar lagi aturan. Dia benar-benar sudah kehilangan kontrol hidup.

Ia pikir, dengan menerima pernikahan ini, dengan tidak peduli perasaan satu sama lain yang tidak di dasari oleh cinta, ia masih bisa mengontrol kehidupannya, Ia masih bisa hidup dan melakukan aktivitas seperti sebelumnya. Tapi, sepertinya hal itu tidak sesuai dengan apa yang ia bayangkan.

Juna membuka pintu penumpang, mempersilahkan Laura untuk keluar dari dalam mobil. “Hari ini Anda bisa beristirahat. Anda memiliki waktu luang untuk memahami isi dari map yang sudah saya berikan,” ucapnya.

Dengan perlahan ia keluar dari mobil, mendekap map tersebut. Sedikit kesal dan jengkel ia rasakan. Ia rasa ingin berteriak dan memaki orang di depannya ini.

“Satu lagi, Nyonya,” Juna mengeluarkan sesuatu dari saku jas-nya. Ponsel baru yang kemarin di berikan oleh pria itu, atas perintah Gaharu.

“Anda harus selalu membawa ponsel ini, ini akan memudahkan pekerjaan saya. Jangan sembarangan meninggalkan benda ini. Ini bisa jadi pelindung untuk Anda.” Pria itu tersenyum tipis dan menyodorkan benda tersebut.

Raut wajah Laura berubah masam, jelas karena ia sudah muak. Dengan gerakan cepat ia membawa ponsel tersebut.

“Pelindung yang kamu maksud lebih mirip dengan rantai leher dari pada alat komunikasi,” Laura berucap dengan tenang namun penuh dengan kata-kata sindiran.

Di depannya, Juna tidak merasa tersinggung. Pria itu berdiri tegak, mempertahankan sikap profesionalnya.

“Anggap saja itu sebagai asuransi keselamatan, Nyonya. Dunia Tuan Gaharu tidak selembut yang Anda bayangkan.”

“Haha, Terimakasih atas pengertiannya sekertaris prosedur, Anda benar-benar perhatian.” Laura tersenyum paksa. Setiap kata yang ia keluarkan ia tekankan. Seakan memberitahukan jika ia merasa kesal.

“Juan, Nyonya. Sama-sama, itu sudah kewajiban saya.” Sekertaris itu membungkuk hormat.

Laura mendengus, dan entah keberanian dari mana, gadis itu menabrak bahu si sekertaris cukup keras namun tidak cukup untuk menggoyahkan ketahanan tubuh sekertaris itu.

“Sial, bahunya sangat keras.”

Gerutuan lirih Laura dapat Juan dengar dengan jelas. Ia berbalik dan menatap Laura yang mulai berjalan masuk dengan tangan yang sibuk mengusap bahu kanannya. Pria itu tersenyum miring.

“Apakah itu sifat asli Anda, Nyonya? Anda terlihat berbeda dan lebih menantang dengan sifat itu,” Juan menatap sebentar sebelum kembali masuk ke dalam mobil dan melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda.

***

Di landasan pacu pribadi milik keluarga Gardapati, sekretaris Juna tampak berdiri tegap menunggu kedatang sang Tuan muda yang baru saja pulang dari kota X.

Saat ia melihat sosok Tuan mudanya yang sudah mendekat, ia membungkukkan badannya sebagai tanda penghormatan.

“Selamat datang kembali, Tuan,” sapa Juan yang hanya di balas dengan deheman singkat yang terdengar dingin.

Dengan isyarat tangan, Gaharu mengusir dua ajudan yang setia menemaninya saat perjalanan ke kota X. Ia menatap sekretarisnya dalam diam.

Juan merasa, ada suatu hal yang tidak beres.

“Aku sangat mempercayaimu, namun hari ini kau benar-benar membuatku kecewa,” ucapnya tenang namun bagi Juan ini bukan sesuatu hal yang baik.

“Saat membuat kesalahan, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan, bukan?”

Juna menunduk, “saya mengerti, Tuan.”

Gaharu mengontrol kursi roda elektriknya untuk berjalan. Di belakangnya, Juan berjalan mengikuti. Menerka-nerka, kira-kira hukuman apa yang akan Tuannya berikan kali ini.

Di dalam ruangan pribadi milik Gaharu, Juan berdiri tegap di tengah-tengah ruangan. Beberapa meter dari diamnya Juan, Gaharu duduk tenang. Di tangannya sudah siap dengan tiga bola kasti.

“Jangan menghindar,” peringatnya.

Juna mengangguk, “saya mengerti, Tuan.”

Satu bola melayang.

Dugh!

Bola itu mengenai bahu Juan. Dalam posisi duduk, Gaharu dapat melempar dengan tenaga penuh.

Bola kedua sudah pria itu pegang. Dalam hitungan detik, bola tersebut kembali melayang, tepat mengenai perut si sekertaris. Juan sedikit membungkuk, meringis kecil sebelum kembali pada posisi semula.

Bola terakhir, tangan besar Gaharu memutar-mutar bola tersebut dan pada detik berikutnya, bola tersebut terlempar mengenai dahi si sekertaris.

Rasa pening langsung menyerang, namun karena keprofesionalan nya, Juan menegakan kembali tubuhnya. Ini termasuk hukuman ter-ringan dari pada hukuman-hukuman sebelumnya.

“Kau orang terpercayaku, Juan, tapi hari ini kau membuatku kecewa.” Gaharu memutar kursi rodanya, mengambil remot tv dan mulai memencet tombol power.

Layar hitam itu menyala, menampilkan sebuah berita yang menayangkan video singkat tentang Laura yang berada di dalam bus. Terlihat jika Laura tertidur lelap di dalam bus. Pengambilan video terlihat dari kursi penumpang sebrang kanan, itu terlihat jelas.

'Istri konglomerat naik bus? Apa suaminya tidak memberikan mobil atau supir untuknya?'

'Lihat, pakaiannya sangat sederhana. Dari pada seorang istri konglomerat, gadis itu terlihat seperti orang biasa.'

'Wah! Istri konglomerat ini merakyat sekali ya,'

'Apa kamu meminta tanda tangan dari istri konglomerat itu? Bukankah akan untung jika di jual?'

'Istri orang penting tidak membawa pengawalan? Miris sekali.'

Gaharu mematikan tv tersebut, lalu—

Brak!

Remot tv yang di masih berada di genggaman pria itu terlempar dan berserakan di lantai.

“Aku benci kekacauan!”

“Maaf atas kelalaian saya, Tuan.”

“Aku tidak butuh maafmu! Aku butuh tindakan. Kau tahu apa yang harus kau lakukan, bukan?”

“Saya akan membereskan nya, Tuan.”

“Adakan konferensi pers malam ini,”

“Baik.”

***

Halo, mohon dukungannya ya teman-teman. Jangan lupa untuk memberikan like dan juga komentar dukungan.

Terimakasih.

Senin, 23 Maret 2026

Published : 27 Maret 2026

1
aku
tembok batu makax klo gmg kaku 🙄 untung ada 5 antek, jd lau gk kesepian 😁
Wawan
Hadir
Bagus Effendik
hai kak semangat ya seru ceritanya mampir juga punyaku yuk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!