NovelToon NovelToon
Cintamu Bukan Untukku

Cintamu Bukan Untukku

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nana

Sudah 5 tahun sejak pernikahanku dengan Raymond. Di depan keluarga dan teman, kami adalah pasangan yang harmonis. Tapi ketika di dalam rumah kecilku, aku merasa hampa. Ini terasa seperti aku bermain sandiwara selama 5 tahun lebih. Aku pun tidak tahu apa yang salah dengan diriku sendiri kenapa aku masih memaksa diriku untuk bersamanya. Tapi satu hal yang pasti, suamiku mencintai statusnya sebagai suami bukan mencintaiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30

"bagaimana persiapanmu ke luar negeri?"

"sudah beres tinggal urus paspor dan visa."

"bagus, perkiraan pengumuman lomba diadakan sebelum kamu berangkat, kamu bisa datang ke acara itu dulu."

"iya prof, saya juga berencana seperti itu."

Llyn sudah mengurus semua keperluannya untuk lanjut kuliah di luar negeri. Proses penerimaannya juga sudah selesai tinggal berangkat lalu mulai kuliahnya. Saat ini perhatiannya sedang tertuju ke acara pengumuman lomba desain yang ia ikuti. Desain yang pernah ia kirimkan ke gedung A memang bukan desain terbaik yang ia buat, tapi itu adalah desain pertama yang ia buat setelah menikah. Dan itu memiliki makna tersendiri untuknya secara pribadi.

Oleh karena itu, meskipun ia berharap untuk menang, tapi realistis saja pasti banyak desain yang jauh lebih baik dari miliknya.

"kamu pasti bisa menang, aku tau kemampuanmu."

"tidak prof, kali ini aku benar-benar tidak berharap bisa menang."

"kamu selalu begitu, terlalu rendah hati."

"tidak tidak prof, kali ini benar seperti itu. Besok aku datang karena ingin menambah pengalaman dan relasi saja, tentang lomba aku sudah yakin tidak akan menang."

Profesor Romi tersenyum lalu mengangguk. Ia iyakan saja ucapan muridnya itu, karena ia lebih tau dari siapapun tentang bakat wanita muda itu.

"datanglah bersama Matt, di sana jangan sendirian."

"profesor datang?"

"aku dapat undangannya sih, tapi belum memutuskan datang atau tidak. Lihat saja besok."

Llyn mengambil ponselnya dan mengetikkan pesan kepada Matt agar menemaninya besok ke hotel X.

Sesuai prediksi, pria itu dengan cepat menjawab pesannya dengan sebuah persetujuan.

"boss bagaimana kalau nanti nona Llyn tau identitas anda?"

Matt saat ini tengah berada di gedung A, alias perusahaannya sendiri. Setelah mengantar Llyn tadi pagi, ia langsung pergi ke perusahaan karena ada beberapa hal yang harus di urus secara langsung olehnya.

"identitasku bukan sesuatu yang harus disembunyikan. Justru aku sedang mencari waktu untuk segera memberitahunya, dan besok malam adalah waktu yang tepat."

Matt teringat sesuatu lalu langsung menoleh ke asistennya. "oh iya carikan gaun terbaik untuk Llyn. Emm, bawa ke butik saja apa ya biar nanti aku bawa Llyn ke sana untuk lihat ukurannya. Ya begitu saja lebih baik," ucapnya kepada asisten sekaligus kepada dirinya sendiri.

Sang asisten mengangguk dan langsung menghubungi beberapa merek terkenal untuk segera mengirim gaun terbaik mereka. Matt terlihat sedang berfikir lagi, meskipun begitu wajahnya terlihat cerah. Tidak serius seperti saat sedang memikirkan pekerjaan.

"boss."

"hm?"

"itu pekerjaannya dikerjakan dulu, deadline sekarang loh boss. Masih harus saya antar ke pak Klein loh boss."

"cerewet kamu."

Sang asisten langsung diam dan melipat bibirnya ke dalam. Satu-satunya hal yang menyenangkan bekerja sebagai asisten Matt hanyalah gaji dan bonusnya. Sisanya hanyalah bekerja bekerja dan bekerja lebih keras dari bosnya.

"nanti kamu minta tambah bonus langsung ke yang transfer gaji, bilang saja disuruh saya seperti biasanya ya."

"SIAP BOSS."

Ralat, bekerja dengan Matt dijamin akan sejahtera seumur hidup.

Matt sebenarnya tidak terlalu suka bisnis, karena itu untuk hal-hal yang menurutnya tidak penting biar asistennya sendiri yang bertindak. "biar mandiri kamu," ucap Matt setiap kali memberi perintah diluar jobdesk sang asisten.

Dia hanya mengurus masalah investor, tender, proyek, dan hal yang menyangkut nyawa perusahaan. Untuk operasional perusahaan akan ia serahkan ke ahlinya saja, yaitu para manajer di setiap divisi. Menurut Matt, untuk apa gaji tinggi kalau tidak dimaksimalkan seluruh kemampuannya untuk perusahaan.

1
Fatmah Ajahra
𝒎𝒂𝒏𝒕𝒂𝒏 𝒔𝒖𝒂𝒎𝒊𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒖𝒔𝒂𝒉 𝒎𝒐𝒗𝒆 𝒐𝒏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!