NovelToon NovelToon
Pelakor Berkedok Sahabat

Pelakor Berkedok Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Gusmon

Nadya adalah definisi istri sempurna: cantik dengan wajah baby face yang menggemaskan, tubuh sintal yang terjaga, dan hati selembut sutra. Namun, kebaikannya yang tanpa batas justru menjadi bumerang. Demi membangkitkan butik eksklusifnya yang mulai lesu, Nadya mempekerjakan Stefani, seorang top affiliate e-commerce berusia 21 tahun yang sedang naik daun.


Stefani bukan sekadar rekan kerja biasa. Di balik wajah cantiknya yang sensual dan gaya bicaranya yang manja, ia adalah predator yang haus akan kemewahan. Saat pertama kali menginjakkan kaki di rumah mewah Nadya, target Stefani berubah. Ia tidak lagi menginginkan komisi penjualan, ia menginginkan seluruh hidup Nadya—termasuk suaminya, Erian.


Erian, seorang eksekutif muda yang gagah, selama ini memendam gairah besar yang tidak tersalurkan karena sifat Nadya yang terlalu pasif dan "terlalu baik" di ranjang. Celah inilah yang dimanfaatkan Stefani dengan sangat licik. Dengan kedok profesionalisme—sering menginap untuk alasan live.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gusmon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Persekutuan di Balik Topeng Renda

Malam itu, saat Erian sedang termenung di balkon dan Nadya sudah terlelap karena kelelahan emosional, sebuah notifikasi masuk ke ponsel Stefani yang sedang asyik maskeran di kamar tamu.

Sebuah pesan dari nomor tak dikenal.

“Besok jam 2 siang. Kafe lobi Hotel Grand Central. Ada penawaran menarik yang lebih menguntungkan daripada sekadar jadi asisten butik. – M”

Stefani tersenyum lebar. Ia tahu persis siapa 'M' itu. "Cepat juga umpannya dimakan," gumamnya genit.

Keesokan harinya, di sebuah sudut kafe yang remang dan privat, Marlon sudah menunggu. Ia tampak gagah dengan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku, memperlihatkan jam tangan mewahnya. Begitu Stefani datang dengan dress ketat yang menonjolkan lekuk tubuhnya, Marlon tidak membuang waktu.

"Langsung saja, Stefani. Aku tahu kamu bukan cuma sahabat yang tulus buat Nadya. Aku tahu tatapan mata wanita serakah sepertimu," ujar Marlon dingin, tanpa basa-basi.

Stefani tertawa manja, menyandarkan tubuhnya ke kursi hingga dadanya membusung menantang. "Wah, galak sekali. Lalu, apa mau pria tampan yang rela babak belur demi tas sahabatku ini?"

"Aku ingin Nadya. Aku ingin dia berpisah dari Erian dan jatuh ke pelukanku. Dan aku tahu kamu punya kartu as untuk menghancurkan Erian," Marlon mencondongkan tubuh, matanya berkilat penuh obsesi. "Bantu aku merusak rumah tangga mereka sampai hancur total, dan aku akan pastikan kamu mendapatkan semua harta yang kamu incar dari keluarga itu. Aku punya modal lebih besar dari Erian."

Stefani menjilat bibirnya, tampak sangat tertarik. Namun, ia bukan wanita yang puas hanya dengan janji harta. Matanya turun menatap tubuh atletis Marlon.

"Kerja sama yang menarik. Tapi... aku juga ingin merasakan 'kejantanan' pria hebat sepertimu, Marlon. Sepertinya kamu jauh lebih bertenaga daripada Erian yang membosankan itu," bisik Stefani dengan nada sangat menggoda.

Marlon mendengus sinis. "Maaf, Stefani. Hatiku, pikiranku, dan tubuhku hanya untuk Nadya. Aku tidak tertarik pada wanita sepertimu."

Stefani tidak tersinggung. Ia justru tertawa kecil, jemarinya mulai menari di atas meja, mendekati tangan Marlon. "Oh, aku tahu. Kamu cinta mati sama si polos Nadya yang innocent itu, kan? Tapi bukankah kamu sudah lama haus padanya?"

Stefani berbisik lagi, kali ini suaranya serak dan penuh rencana gila. "Bagaimana kalau begini... kita buat kesepakatan tambahan. Di atas ranjang nanti, aku akan memakai topeng renda full face. Kamu tidak perlu melihat wajahku. Tutup matamu sebentar, bayangkan wanita yang sedang kamu gagahi itu adalah Nadya. Bayangkan kulitnya, suaranya... aku akan melakukan apa pun yang kamu mau seolah-olah aku adalah Nadya-mu."

Marlon tertegun. Rahangnya mengeras. Bayangan bercinta dengan Nadya adalah obsesi tergilanya selama bertahun-tahun. Tawaran Stefani adalah racun yang sangat manis.

"Kamu gila, Stefani," desis Marlon.

"Kita berdua gila, Marlon. Makanya kita cocok jadi sekutu," sahut Stefani sambil mengedipkan sebelah matanya. "Jadi, bagaimana? Mau mencicipi 'Nadya' palsu malam ini sebelum kita hancurkan Nadya yang asli?"

Marlon terdiam lama, menatap tajam ke arah Stefani yang tersenyum penuh kemenangan. Perlahan, Marlon mengangguk pelan. Persekutuan dua ular itu resmi terbentuk.

Marlon bangkit dari kursinya, tatapannya dingin namun penuh tekad yang gelap. "Ikut aku," perintahnya singkat.

Stefani tersenyum genit, menyampirkan tas mewahnya dan berjalan mengekor di belakang Marlon dengan gaya yang sengaja dibuat manja. Mereka masuk ke dalam mobil SUV mewah milik Marlon yang aromanya sangat maskulin. Sepanjang perjalanan, tidak ada percakapan romantis. Hanya ada aura persaingan dan rencana busuk yang menggantung di udara.

Mobil itu berhenti di depan sebuah butik parfum eksklusif dengan dekorasi serba merah yang elegan. Marlon melangkah masuk dengan langkah pasti, seolah sudah tahu persis apa yang dia cari.

"Berikan aku Le Baiser de la Rose," ujar Marlon kepada pelayan butik tanpa melihat menu.

Pelayan itu segera mengambilkan sebuah botol kristal cantik berisi cairan berwarna merah muda pucat. Begitu tutupnya dibuka, aroma mawar yang segar, lembut, namun sangat innocent langsung memenuhi ruangan. Itu adalah aroma khas Nadya—aroma yang selalu membuat Erian merasa tenang, dan aroma yang membuat Marlon merasa gila karena haus akan pemiliknya.

Marlon menyerahkan botol itu kepada Stefani. "Ini. Pakailah di seluruh tubuhmu. Ini parfum yang sama persis dengan yang dipakai Nadya setiap hari."

Stefani menerima botol itu, menyemprotkannya ke leher dan pergelangan tangannya dengan gerakan sensual. "Hmm, jadi begini aroma si manis Nadya? Terlalu polos untuk seleraku, tapi kalau ini bisa membuatmu bertekuk lutut, aku akan memakainya seolah-olah ini kulitku sendiri."

"Cepat pakai. Aku tidak punya banyak waktu," desis Marlon, matanya mulai menggelap saat mencium aroma itu mulai menyatu dengan suhu tubuh Stefani. Pikirannya mulai melayang, membayangkan sosok Nadya yang selama ini hanya bisa ia sentuh lewat mimpi.

Setelah membayar tanpa melihat label harga, mereka segera meluncur menuju sebuah hotel mewah di pusat kota. Di dalam lift yang berdinding cermin, Stefani berdiri tepat di belakang Marlon, sengaja mengembuskan napasnya ke tengkuk Marlon.

"Sudah siap bertemu 'Nadya' kesayanganmu, Marlon?" bisik Stefani sambil mengeluarkan sebuah topeng renda hitam full face dari tasnya. Topeng itu begitu tipis, namun mampu menyembunyikan identitas wajahnya dengan sempurna di bawah remang lampu kamar nanti.

Marlon tidak menjawab. Rahangnya mengeras, tangannya mengepal kuat menahan gejolak yang meledak-ledak di dalam dadanya. Begitu pintu lift terbuka di lantai penthouse, Marlon menarik lengan Stefani dengan kasar menuju kamar yang sudah ia pesan atas nama samaran.

Di dalam kamar yang mewah dengan pemandangan lampu kota yang gemerlap, Marlon menyalakan lampu temaram. Ia tidak ingin melihat wajah Stefani. Ia hanya ingin aroma itu, suara itu, dan sensasi itu.

"Pakai topengnya," perintah Marlon serak.

Stefani tertawa kecil, suara tawanya kini diatur agar terdengar lebih lembut, mirip dengan nada bicara Nadya yang selalu sopan. Ia mengenakan topeng renda itu, menyisakan hanya bibirnya yang memerah dan matanya yang berkilat nakal di balik lubang renda yang halus.

"Sekarang... tutup matamu, Marlon," bisik Stefani sambil mendekat, membiarkan aroma mawar itu mengepung indra penciuman Marlon. "Bayangkan aku adalah Nadya yang polos. Bayangkan aku adalah wanita yang paling kamu inginkan di dunia ini."

Marlon memejamkan mata rapat-rapat. Saat jemari Stefani mulai menyentuh dadanya, pikirannya benar-benar terputus dari kenyataan. Di bawah pengaruh aroma parfum yang identik dengan Nadya, Marlon mulai memanggil nama yang salah dalam desahannya yang penuh gairah gelap.

1
katty
up
Ovha Selvia
Nadya bodohnya minta ampun wkwkwkwkw
Lee Mba Young
Kbanyakan istri sah ki mesti baik nya kbanyakan bodoh mudah di tipu. masukin wanita lain ke rumah pdhl itu TDK bnar menurut agama.
ntar kl suami selingkuh dng wanita itu yg di Salah kan suaminya pdhl yg Salah jls istri sah yg mmbawa wanita lain tinggal di situ 🤣🤭.
mkne kl erian terjerat ma pelakor ya yg Salah istri sah lah. gk muasin suami plus malah bawa wanita lain seatap. 😄🤭
katty
lanjut
katty
/Shy/
katty
lanjut
Indi_Dedy77
nadya oon, suaminya CEO tp oon juga, jd ada lubang si ular bs masuk se enaknya. kan bs pake ancaman utk stefani biar keluar dr rumahnya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!