NovelToon NovelToon
Wanita Penjaga Takdir

Wanita Penjaga Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Identitas Tersembunyi / Bad Boy
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hidayati Yuyun

Nurul adalah seorang wanita cantik, baik, sabar, juga tegar dalam menghadapi semua cobaan hidupnya. Walau ia sudah terkhinati , dibohongi selama pernikahannya. Namun demi seorang anak yang masih murni dan polos. Nurul tetap berbaik sangka kepada Allah. Rasa sakit dari suaminya Nizam yang sangat ia sayangi. Sempat membuat Nurul kecewa dan terluka. Tapi Nurul berusaha tetap tenang dan berusaha menjadi ibu yang terbaik demi anaknya Sampai akhirnya ia mampu melewati semuanya dengan menjaga hati sang anak untuk menjadi wanita yang berjiwa besar, sukses dan hidup bahagia pada akhirnya. Bahkan Nurul kembali bisa menemukan cinta sejatinya. Yang kembali membawanya hidup bahagia dari seorang pria yang tulus bernama Azka
Akan kah Nizam menyesal .....ikuti ceritanya ya......

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5. Sedikit Tenang

Lalu Nizam masuk kamar menyusul Nurul yang sedang berganti pakaian. Terlihat istrinya itu sedang memakai jaket tebal seperti hendak pergi keluar.

" Ade mau kemana?" tanya Nizam

" Mau jemput Aliya, apa kak Nizam lupa kita punya anak" kata Nurul yang lalu melewati Nizam begitu saja.

" Astaga dia benar benar marah padaku" guman Nizam yang merasa istrinya itu begitu cuek padanya.

" Ini sudah kuduga, semuanya gara gara ibu. Tapi mau apalagi. Andai saja dari awal aku menolak pasti tidak akan seperti ini" batin Nizam sembari melepas pakaiannya. Lalu cepat masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Sedangkan Nurul berjalan pelan menuju rumah Sasa. Sesampainya di teras, Nurul mengetuk pintu rumah sederhana itu. Dan tak lama terdengar suara langkah kaki membuka pintu. Sehingga pintu terbuka lebar.

" Eh mba Nurul, masuk dulu" kata Burhan yang tak lain suami Sasa yang tersenyum menyambutnya.

" Terimakasih bang, apa Aliya sudah tidur?" tanya Nurul yang lalu masuk dan duduk di ruang tamu.

" Belum de, de....!! tuh mba Nurul sudah datang. Mau jemput Aliya" teriak Burhan pada sang istri.

" Ya bang, Al ayo bangun sayang. Itu bunda Aliya sudah datang mejemput" kata Sasa Berdiri dari tempat duduknya. Yang sedari tadi menemani Irma dan Aliya menonton kartun anak anak.

" Ya tante....Ir aku pulang dulu ya. Besok kita main lagi" kata Aliya pamit kepada Irma

" Ok ....jangan lupa bawa oleh olehnya ya" kata Irma karna Aliya bercerita ayahnya akan pulang dari luar kota.

" Ok ...dah" pamit Aliya sambil tersenyum. Sedangkan Sasa membawakan tas sekolah Aliya dan kantong baju kotor.

" Bunda...apa ayah sudah pulang?" Aliya pun setengah berlari kearah Nurul yang duduk menunggu di ruang tamu.

" Sudah ....apa ade belum ngantuk, maaf bunda telat jemput ade" kata Nurul yang langsung memeluk erat anaknya.

" Ngak apa apa bun, besok Al kan libur. Jadi bisa bantu ibu kerja ditoko sama Irma" kata Aliya mendongak kearah wajah Nurul dengan senyum manis yang terlihat imut.

" Anak pintar, terimakasih ya sa. Maaf sudah menitipkan Aliya terlalu lama" kata Nurul

" Hei santai saja rul. Toh Irma juga senang Aliya ada disini. Karna itu bisa membuatnya lebih betah main di rumah" kata Sasa tersenyum.

" Ya sudah kami pamit dulu ya. Kak Nizam baru pulang. Aku belum menyiapkan makan malam untuknya" kata Nurul.

" Ya pulanglah, hati hati ya rul. Salam buat kak Nizam" kata Sasa sembari menyerahkan tas dan kantong kresek baju kotor.

" Hmm...assalamualaikum..." jawab Nurul lalu beranjak sambil mengandeng tangan Aliya Kedua ibu dan anak itu pun berjalan keluar pintu. Sasa pun lalu mengantar mereka sampai depan pintu sampai keduanya menghilang di kejauhan.

Sedangkan di dalam rumah. Nizam membuka pintu kulkas untuk melihat isinya. Ketika tadi ia tak menemukan makanan diatas meja. Sebab meja kosong melompong tanpa bekas makanan sama sekali.

" Huh......tak biasanya isi kulkas kosong seperti ini" kata Nizam menghela nafas dalam dan ketika menutup pintu ia teringat akan sesuatu. " Astagfirullah aku memang belum memberikan uang belanja pada Nurul minggu ini. Lantaran uang itu kutinggalkan buat ibu kemaren." kata Nizam yang langsung terduduk lemas kursi dekat dapur. Karna sebelum pergi ia lupa membeli uang belanja pada istrinya. Dan uang itu gunakan untuk keperluan sang ibu saat pulang kerumah.

Dan ketika Nizam ingin beranjak tiba tiba...

" Ayah....Al kangen.....ayah bawa oleh oleh apa buat Al!! " teriak bocah kecil itu berlari kearah Nizam dan Nizam pun dengan cepat meraih tubuh mungil itu untuk menggendongnya.

" Maaf ayah lupa belikan oleh oleh...." kata Nizam yang tak ingat sama sekali pada pesanan putrinya.

" Yah...kok gitu, kan kemaren Al sudah pesan bawakan coklat yang banyak" kata Aliya cemberut.

" Maaf...ayah benaran lupa. Bagaimana kalo kita beli sekarang saja di Midi Mart diujung jalan sana." kata Nizam yang ingin menebus kesalahannya pada sang putri.

Sedangkan Nurul hanya diam sembari menaruh tas dan baju kotor di keranjang pakaian kotor.

" Kak Nizam mau pergi. Sekalian beli makanan. Minggu ini kak Nizam belum kasih uang belanja sama Nurul. Jadi Nurul hanya beli matangan biar ngirit" Nurul pun mengingatkan suaminya itu.

" Ya maaf kak Nizam lupa, apa ade mau ikut sekalian biar bisa milih milih" jawab Nizam sembari melirik raut wajah Nurul yang sudah terlihat tidak semarah tadi.

" Tidak Kak Nizam saja sama ade saja, Nurul mau nyuci pakaian kotor" kata Nurul beralasan. Karna masih kesal pada suaminya. Namun ia tak ingin menunjukannya di depan Aliya

" Baiklah,mau titip apa," kata Nizam sambil meraih dompetnya ditas meja.

" Terserah" kata Nurul

" Bun...ikut saja biar bisa belanja yang banyak, kan biasanya ayah kalo pulang dari luar kota dapat uang bonus banyak. Ya kan yah. Aliya mau beli coklat banyak. Biar bisa bagi bagi sama teman teman disekolah" celetuk Aliya yang mengekori sang ayah.

" Tuh baju kotor ayah banyak, takut besok bunda ngak sempat nyuci. Bunda kasih catatan saja" kata Nurul yang langsung menuju meja untuk mengambil pulpen dan secarik kertas untuk menulis apa yang harus dibeli oleh suaminya

" Hmm... .ya sudah Aliya sama ayah saja. Bunda biar jaga rumah" kata Nizam sambil mengusap kepala putri kecilnya. Merasa bersalah karna sudah membuat suasana hati Nurul bad mood. Sebab ia tahu betul jika istrinya itu tak banyak bersuara. Maka bisa di tebak, batas level kemarahan sang istri

" Huh....ya Allah tenangkan hatinya. Aku tak bermaksud menyakitinya sama sekali. Aku khilaf" batin Nizam yang sadar ia sudah melakukan kesalahan fatal.

Nurul yang melihat Nizam pergi bersama putrinya keluar lewat pintu. Hanya menarik nafas dalam. Merasakan ada rasa sakit didadanya.

" Ya Allah apa ini ujian dari mu, jika benar ini untukku kuatkan aku untuk menerimanya. Aku masih menyayangi suami dan anakku ya Allah. Sebab aku mencintai mereka karna mu ya rabb" guman Nurul pelan sambil terduduk lemas memikirkan perkataan Nizam yang berniat menikah sirih .

Dengan wajah sendu Nurul lalu berbaring di sofa. Sambil menunggu putri dan suaminya pulang. Dari sore ia belum makan apa pun. Karna kepikiran dengan masalah tadi siang. Yang masih mengganjal di hatinya.

Disisi lain Nizam yang dihubungi Lara. Saat berada di Midi Mart hanya bicara sebentar. " Aku sedang menemani Aliya belanja ra. Tidur dan istirahatlah. Nurul di rumah sedang berberes" kata Nizam yang tak mau lama lama bicara. Karna tak ingin menambah masalah.

" Tapi apa kau tak bisa tidur dikontrakkan ku saja" kata Lara memohon.

" Tidak...kita belum menikah, sudah aku tutup dulu ini mau aku mau bayar jajanan Aliya. Takut dia rewel" kata Nizam memberi alasan. Membuat Aliya mendelik saat mendengar pembicaraan ayahnya itu. Karna gadis kecil itu berdiri tak jauh dari Nizam.

" Siapa yang telpon ayah, apa dia pelakor seperti wanita yang menggoda ayah Yaya " celetuk Aliya yang mendengar cerita ayah temannya sering bersama wanita lain. Ketika mereka bertemu di toko mainan. Sehingga terjadi keributan saat temannya di jemput pulang oleh sang ibu.

" Aliya ayo pulang sayang" kata Nizam yang meraih tangan Aliya yang melamun.

" Ya yah . Tadi ayah di telpon siapa? Ngak mungkin bunda kan. Ayah panggil namanya ra gitu" kata Aliya penuh selidik.

" Ah bukan siapa siapa, itu hanya teman kantor ayah kok. Yang mau ngajak makan diluar. Sudah ayo kita pulang. Kasihan bunda nunggu lama di rumah," kata Nizam memberi alasan pada Aliya. Tahu anaknya itu sangat kritis dalam berpikir.

" Mampus aku, jika Aliya sampai tahu" kata Nizam. Cepat meraih 2 kantong belanja dan sambil mengendong Aliya keluar dari toserba itu. Lalu cepat melangkah menuju kearah mobil yang terpakir.

1
Marsiyah Minardi
Aku kok gregetan banget sama Nizam
Sudah tua gitu masih plin plan dan gampang disetir ibunya
Pantas lah kau ditinggal istri dan anakmu Nizam
Tar jangan nyesal ya lihat kebahagiaan Nurul 🤭
Hidayati Yuyun
Terimakasih readers, semoga readers juga diberi keshatan dan berlimpah rezeki
Marsiyah Minardi
Ya Allah ,semoga kakak ipar Othor lekas sadar ya
Aamiin
Marsiyah Minardi
Duh aduh si bibi keceplosan tuh ,tolong dimaafkan ya Nurul 🤭
Hidayati Yuyun
maaf suasana lebaran belum habis ditambah tetangga nikahan jadi blum sempat update
Marsiyah Minardi
Othorrr, masih sibuk berlebarankah ?
Aku menunggu kelanjutan kisahnya ini 😍😍
Hidayati Yuyun
aamiin
Marsiyah Minardi
Doa doa terbaik untuk semuanya 😍😍😍😍
Semoga iman dan takwa tetap terjaga sepeninggal ramadhan mulia
Marsiyah Minardi
Aku gregetan banget sama Nizam
Memang benar ya lelaki peselingkuh ya hobi bohong sana sini
Aku ikut tepuk tangan kalau Nizam dipecat biar kapok
Bila perlu diblacklist semua perusahaan ,sekalian si Lara juga
Marsiyah Minardi
Ga papa Othor ,lagi musim sibuk bebikinan kue juga
Wahhh Nurul ,jodohmu lagi otw
Jodoh dunia akhirat sehidup sesyurga
Marsiyah Minardi
Aku sukaaa prinsipmu Nurul
Biar lelaki ga seenaknya sendiri cari cari alasan ini itu
Marsiyah Minardi
Aku pengin nampol kepala Nizam biar otaknya ga tambah erorrr
Marsiyah Minardi
Awas Nizam ,sekali kejebak tamat sudah riwayatmu
Aku ikut tepuk tangan karena kamu lelaki mencla mencle
mana ada lelaki beristri sesantai itu mau antar teman wanita
Marsiyah Minardi
Dih kenapa pula tuh uler keket kaget lihat Nurul makan bareng Nizam ?
Ayo Nurul jaga ketat harga dirimu
Marsiyah Minardi
Ya mampus lah kau Nizam ,kepergok sama abang iparmu sendiri rangkulan gandengan dengan WIL
Habislah kau disidang abang ipar
Marsiyah Minardi
Plisss Nurul jangan mau sama tukang selingkuh ,selingkuh penyakit yang susah obatnya kecuali pelaku bener bener tobat
Kamu berharga Nurul ,jangan mau diinjak harga dirimu sama suami tukang selingkuh
Hidayati Yuyun
makasih masih setia , baru sempat nulis lagi masuk ramadhan
Marsiyah Minardi
Yesss netes lagi karya baru Othor
Nampaknya beda genre lagi ya Thor
BTW aku nungguin lagi squel salah satu kisah Kalimantan Thor ,sampai baca ulang lagi marathon 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!