NovelToon NovelToon
GOMA: THE REBORN

GOMA: THE REBORN

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Action
Popularitas:390
Nilai: 5
Nama Author: By Magus

Mati di puncak gunung Goma justru terbangun di dasar neraka sebagai tengkorak rapuh tanpa daging. Demi kembali ke panti asuhan tempat ia dibesarkan Goma mulai membantai iblis dan memangsa tubuh mereka. Setiap nyawa yang ia telan menumbuhkan otot serta kulit baru di atas tulangnya. Ini bukan hanya tentang bertahan hidup namun tentang pendakian berdarah dari dasar jurang menuju singgasana para dewa yang telah menghina takdirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Magus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sensasi Sumsum Yang Terbakar

Episode 1

Rasa dingin itu perlahan lahan menghilang digantikan oleh rasa panas yang sangat kering menyengat di sekujur kerangka tubuhku yang kaku. Aku mencoba untuk membuka mata namun yang kurasakan hanyalah kekosongan yang sangat hampa. Saat penglihatanku mulai kembali secara perlahan aku hanya bisa melihat hamparan langit berwarna ungu tua yang berputar putar layaknya badai raksasa yang tidak pernah berhenti. Aku mencoba menggerakkan tanganku namun suara gesekan benda keras langsung memenuhi lubang telingaku yang kosong.

Klak Klak.

Suara itu terdengar sangat asing sekaligus mengerikan di saat yang bersamaan. Aku melihat ke arah bawah dan jiwaku seolah membeku sesaat meskipun aku tahu aku tidak lagi memiliki organ tubuh di dalam sana. Tanganku hanya terdiri dari rangkaian tulang putih yang kotor penuh dengan debu serta retakan kecil yang menandakan betapa rapuhnya tubuh baru ini.

Apa yang sebenarnya terjadi padaku. Apakah ini benar benar akhir dari hidupku sebagai manusia.

Tiba tiba sebuah suara melengking kecil terdengar dari balik tumpukan tulang yang ada di sebelah kananku. Aku tersentak kaget hingga tulang rusukku bergetar hebat menghasilkan suara derit yang sangat tidak nyaman didengar. Aku mencoba menoleh ke arah sumber suara tersebut dengan sangat perlahan agar leher tulanku tidak patah secara memalukan. Di sana di celah sebuah tengkorak raksasa mahluk lain aku melihat sesosok mahluk kecil berbentuk gumpalan asap hitam dengan dua mata ungu yang bercahaya redup.

"Hei kau yang baru bangun. Apakah kau masih punya kesadaran atau kau sudah menjadi gila seperti yang lainnya."

Suara mahluk itu terdengar mengejek. Aku mencoba menjawab namun suaraku keluar bukan dari mulut melainkan berupa getaran udara yang sangat kasar dari dalam tengkorakku sendiri.

"Siapa kau. Di mana aku sekarang."

Mahluk asap itu terbang mendekat kemudian berputar putar di depan wajahku yang hanya berupa lubang mata kosong dengan api biru kecil di dalamnya.

"Namaku Kharis. Aku adalah roh bayangan yang terjebak di lembah kalsium ini selama ratusan tahun. Dan kau adalah pendatang baru yang sangat aneh. Biasanya mereka yang bangun di sini langsung merangkak tanpa arah layaknya binatang bodoh yang kehilangan otak. Tapi kau sepertinya masih memiliki sisa ingatan manusia di kepalamu yang kosong itu."

Kharis tertawa kecil sambil hinggap di atas bongkahan batu tulang di dekatku. Aku mencoba untuk duduk tegak sambil menahan rasa pusing yang menyerang jiwaku secara tiba tiba. Aku memandang ke sekeliling tempat ini dan hanya melihat lautan tulang belulang yang tidak berujung. Bau belerang yang sangat menyengat memenuhi udara membuatku merasa sangat sesak meskipun aku tidak lagi bernapas.

"Di mana aku sebenarnya. Apa yang terjadi dengan tubuhku yang asli."

Kharis menatapku dengan mata ungunya yang berpendar. "Kau berada di Gehenna wahai manusia yang malang. Ini adalah tempat pembuangan bagi jiwa jiwa yang ditolak oleh langit. Mengenai tubuhmu itu sudah menjadi abu di dunia sana. Sekarang kau hanyalah seekor Skeleton kasta terendah. Mahluk paling lemah yang hanya ditakdirkan untuk dihancurkan oleh pemangsa yang lebih kuat di sini."

Aku mengepalkan jari jari tulanku meskipun rasanya sangat ringan serta ringkih.

Kasta terendah. Aku adalah seorang pendaki tebing yang sudah menaklukkan ribuan rintangan mustahil. Aku tidak akan membiarkan diriku berakhir sebagai sampah di tempat ini.

"Aku tidak peduli apa sebutanmu untukku. Aku akan mencari jalan keluar dari tempat ini."

Kharis tertawa terpingkal pingkal hingga asap hitamnya bergoyang goyan. "Keluar katanya. Lucu sekali. Di sini tidak ada jalan keluar kecuali kau merangkak naik ke puncak kekuasaan. Tapi lihatlah dirimu sendiri. Kau bahkan tidak punya sepotong otot pun untuk berdiri dengan benar. Bagaimana kau bisa bertahan hidup saat mahluk itu datang."

"Mahluk apa maksudmu."

Belum sempat Kharis menjawab dari balik gundukan tulang di depan kami muncul seekor mahluk yang sangat mengerikan. Ia berbentuk seperti anjing namun tanpa kulit sama sekali. Seluruh tubuhnya adalah otot merah yang basah serta berdenyut dengan cairan hitam yang menetes dari sela sela giginya yang tajam. Matanya yang kuning menatapku dengan rasa lapar yang sangat murni.

"Itu adalah Flesh Hound. Mahluk yang sangat suka mengunyah tulang tulang segar seperti dirimu. Selamat menikmati kematian keduamu wahai pendaki."

Kharis terbang menjauh mencari posisi aman di atas batu besar. Anjing daging itu menggeram rendah membuat getaran di udara terasa sampai ke dalam jiwaku yang paling dalam. Ia mulai berlari ke arahku dengan kecepatan yang cukup tinggi. Aku menyadari bahwa aku tidak bisa lari dengan kondisi kaki yang hanya berupa tulang kering ini. Aku harus bertarung jika ingin tetap hidup untuk kembali ke panti asuhan.

Goma kau harus fokus. Ingat saat kau menghadapi longsoran salju di gunung. Kau harus tenang.

Aku melihat sekeliling dengan cepat mencari apa pun yang bisa kugunakan untuk melawan mahluk ini. Aku menemukan sepotong tulang paha mahluk raksasa yang ujungnya sangat runcing tergeletak tepat di bawah kakiku. Aku membungkuk dengan sangat cepat meskipun sendi sendi pinggulku mengeluarkan suara retakan yang menyakitkan.

Grep.

Aku menggenggam tulang paha itu dengan tangan kananku. Anjing daging itu melompat ke arah leherku dengan mulut terbuka lebar. Bau busuk daging yang membusuk langsung menyerang kesadaranku. Aku tidak menghindar melainkan aku menjatuhkan diriku ke arah samping sambil mengincar bagian perut mahluk tersebut menggunakan teknik yang biasa kugunakan saat terjatuh di tebing.

Brak.

Anjing daging itu menabrak tempatku berdiri tadi sementara aku berhasil menusukkan ujung tulang tajam di tanganku ke arah kakinya yang berotot. Cairan hitam kental menyemprot keluar dari luka mahluk itu. Ia menjerit dengan suara melengking yang sangat memekakkan telinga.

"Hahaha kau benar benar punya nyali ya manusia tulang. Tapi dia sekarang sangat marah."

Anjing itu berbalik dengan cepat. Matanya yang kuning kini berubah menjadi merah karena amarah yang luar biasa. Ia kembali menyerangku namun kali ini ia tidak melompat. Ia merangkak dengan sangat rendah kemudian mencoba menggigit kaki tulanku agar aku tidak bisa bergerak. Aku melompat sedikit ke belakang menggunakan teknik keseimbangan pendaki.

"Kau terlalu lambat dasar anj*ng."

Saat mahluk itu menyerang lagi aku menggunakan tangan kiriku untuk mencengkeram rahang bawahnya sementara tangan kananku menusukkan tulang tajam berkali kali ke arah kepalanya dengan penuh tenaga.

Jleb. Jleb. Jleb.

Setelah belasan tusukan anjing daging itu akhirnya ambruk tidak bernyawa lagi. Cairan hitam kental memasahi seluruh tangan dan tubuh tulanku. Aku berdiri di atas bangkainya dengan perasaan yang sangat aneh. Tiba tiba di depan pandanganku muncul sebuah layar transparan yang bercahaya kebiruan.

[ SISTEM: TARGET DIELIMINASI ]

[ SISTEM: MENGEKSTRAKSI ESENSI DAGING TINGKAT RENDAH ]

[ SISTEM: APAKAH ANDA INGIN MENGONSUMSI HASIL BURUAN? (YA/TIDAK) ]

Aku tertegun melihat layar itu.

"Layar apa ini. Kharis apakah kau melihat ini."

"Melihat apa. Aku hanya melihatmu berdiri bengong di depan bangkai yang bau itu."

Ternyata hanya aku yang bisa melihatnya.

"Ya. Aku ingin mengonsumsinya."

Begitu kata itu terucap di dalam pikiranku rasa lapar yang sangat menyiksa muncul dari dalam rongga dadaku yang kosong. Rasanya seolah olah ada lubang hitam di dalam jiwaku yang ingin menelan segala sesuatu yang ada di depanku saat ini. Aku mulai merobek daging merah dari bangkai anjing itu menggunakan jari jari tulanku yang tajam. Begitu daging itu masuk ke dalam rahangku daging itu tidak jatuh ke tanah melainkan menguap menjadi kabut merah yang sangat pekat.

[ SISTEM: MENGONSUMSI FLESH HOUND ]

[ SISTEM: MEMULAI PROSES PENJAHITAN DAGING (FLESH STITCHING) ]

[ SISTEM: PROSES EVOLUSI DIMULAI ]

Rasanya sangat panas seolah olah ada lava yang mengalir di dalam sumsum tulangku. Aku jatuh berlutut sambil mencengkeram pasir abu abu dengan sangat kuat untuk menahan rasa sakit yang luar biasa. Aku bisa melihat dengan jelas bagaimana serat serat otot yang berwarna merah cerah mulai tumbuh serta melilit tulang rusuk dan lengan kananku secara perlahan.

"Aaakh. Ini sangat menyakitkan."

"Tahan rasa sakit itu manusia tulang. Itu adalah tanda bahwa kau sedang tumbuh kembali."

Aku mengatur fokus jiwaku. Aku membayangkan diriku sedang mendaki sebuah tebing yang sangat tinggi dengan beban yang sangat berat di punggungku agar aku tidak kehilangan kesadaran. Perlahan lahan rasa sakit yang membakar itu berubah menjadi rasa hangat yang sangat nyaman di seluruh tubuhku. Setelah beberapa menit pertumbuhan itu berhenti secara tiba tiba.

[ SISTEM: EVOLUSI TAHAP 1 SELESAI ]

[ SISTEM: ANDA TELAH MEMPEROLEH JARINGAN OTOT LENGAN KANAN DAN DADA ]

[ SISTEM: SINKRONISASI JIWA MENINGKAT 1 % ]

Aku menatap tubuhku sendiri dengan rasa tidak percaya. Sekarang di antara tulang rusukku sudah terdapat lapisan otot tipis yang melindungi bagian tengah jiwaku. Di lengan kananku juga sudah ada beberapa jaringan otot yang melekat kuat pada tulang humerusku. Aku mencoba untuk menggerakkan tanganku dan rasanya jauh lebih bertenaga serta lebih nyata daripada sebelumnya.

"Aku punya otot. Aku benar benar menumbuhkan daging kembali."

Kharis terbang mendekat dengan ekspresi yang sangat terkejut di mata ungunya. "Luar biasa. Kau benar benar bisa menyerap esensi mahluk itu secepat ini. Aku belum pernah melihat Skeleton yang bisa menumbuhkan daging hanya dengan satu kali makan."

Aku berdiri tegak sambil menatap ke arah dinding batu hitam yang menjulang tinggi di kejauhan. Aku merasakan sebuah kekuatan baru yang mengalir di dalam tulang tulangku yang tadinya kering. Kemarahan yang tadi meluap luap kini berubah menjadi sebuah tujuan yang sangat jelas untuk masa depanku.

"Kharis beritahu aku di mana tempat mahluk mahluk yang lebih kuat itu berada. Aku butuh lebih banyak daging untuk menyempurnakan tubuhku ini."

"Hoho kau sangat rakus ya pendaki. Aku suka semangatmu itu. Jika kau terus seperti ini mungkin kau benar benar bisa menantang para penguasa di pusat Gehenna ini. Ayo ikuti aku. Kita akan menuju ke Hutan Sumsum di mana mangsamu jauh lebih banyak dan jauh lebih berdaging."

Goma mulai melangkah mengikuti roh kecil itu menembus kegelapan lembah. Setiap langkah yang diambilnya kini terasa lebih mantap serta lebih berisi daripada sebelumnya. Ia tidak lagi merasa seperti mahluk yang akan hancur oleh tiupan angin neraka. Ia adalah seorang pendaki yang baru saja menemukan tebing tersulit dalam hidupnya di dunia bawah ini.

Ibu Widya tunggu aku. Aku akan segera pulang dengan tubuh yang lengkap dan kekuatan yang besar.

Dewa jika kalian bisa mendengarku dari atas sana maka siapkanlah singgasana kalian dengan baik. Karena aku sedang mendaki dari jurang terdalam ini hanya untuk menyeret kalian jatuh bersama sama denganku di atas pasir abu abu yang kotor ini.

Goma terus berjalan dengan api biru di matanya yang menyala semakin terang menerangi jalan setapak yang penuh dengan tulang belulang. Ia tidak akan berhenti memangsa ia tidak akan berhenti tumbuh sampai seluruh dunia ini berlutut di hadapannya sebagai sang Raja Iblis yang baru.

1
diy
tetap semangat 💪
M Agus Salim: siap💪
total 1 replies
diy
hmmm menarik☕
M Agus Salim: terima kasih sudah mampir untuk membaca karya novelku 🙏
total 1 replies
diy
semakin menarik ☕
M Agus Salim: terima kasih sudah mampir untuk membaca karya novelku 🙏
total 1 replies
diy
semangat author💪
M Agus Salim: selalu 💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!