NovelToon NovelToon
Hati Yang Selalu Dijauhkan

Hati Yang Selalu Dijauhkan

Status: tamat
Genre:Romansa / Angst / Perjodohan / Tamat
Popularitas:72.6k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Sejak kecil, Lolitta telah melewati begitu banyak penderitaan hidup. Berbagai masalah bahkan menyeretnya hingga ke penjara, menempa dirinya menjadi seorang gadis yang tangguh dan mandiri. Ia selalu menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Meski bertunangan dengan pria kaya dan tampan, Lolitta tak pernah menjadi manja atau bergantung pada tunangannya.Di
balik ketegarannya, ia menyimpan luka yang hanya bisa ia tangisi dalam diam.

Dev Zhang, seorang konglomerat berpengaruh, menerima pertunangan itu hanya demi memenuhi permintaan sang kakek. Ia tak pernah menyadari bahwa gadis yang berdiri di sisinya telah mencintainya selama sepuluh tahun. Kedekatan Dev dengan cinta pertamanya membuat Lolitta memilih menjauh dan selalu menjaga jarak, mengubur perasaannya dalam diam.

Akankah Lolitta akhirnya berani mengungkapkan perasaan yang selama ini ia pendam pada Dev Zhang?
Dan di antara Lolitta dan cinta pertamanya, siapakah yang benar-benar dicintai Dev?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Di taman mansion keluarga Zhang yang luas dan tertata rapi, Lolitta berjalan perlahan di samping Kakek Zhang. Angin sore berembus lembut, menggoyangkan dedaunan dan membawa suasana tenang yang sangat kontras dengan kekacauan di dalam hatinya.

“Lolitta, kenapa kau tidak datang menemui Kakek? Apa Dev menindasmu?” tanya Anthony Zhang dengan nada khawatir.

Lolitta tersenyum tipis. “Maafkan aku, Kek. Beberapa waktu ini ada sedikit masalah, jadi aku pergi ke luar negeri untuk sementara.”

Kakek Zhang mengangguk pelan. “Kakek sudah tua. Dev juga belum menikah. Sebelum Kakek pergi, Kakek ingin melihatnya menikah. Baru Kakek bisa tenang.”

“Kakek jangan bicara seperti itu. Kakek masih sehat, harus hidup sampai seratus tahun,” sahut Lolitta lembut.

Anthony tersenyum hangat menatapnya. “Dari semua orang yang Kakek kenal, Kakek hanya yakin padamu. Kakek percaya kau dan Dev bisa menikah dan hidup bahagia. Karena itu, saat Dev kembali, Kakek langsung memintanya melamarmu.”

Lolitta menunduk pelan. “Dev adalah pria yang sangat sukses. Di luar sana masih banyak wanita yang lebih pantas bersanding dengannya.”

“Kalau hanya melihat status, itu tidak ada gunanya,” balas Anthony ringan. “Dev sudah tiga puluh dua tahun. Tapi tidak pernah mau berpacaran. Selalu sibuk dengan bisnis. Kalau Kakek tidak membuka suara, dia bisa jadi perjaka tua,” ujarnya sambil tertawa kecil.

Lolitta ikut tersenyum, meski matanya menyimpan sesuatu yang tidak bisa dibaca.

***

Di ruang kerja Presdir Zhang Xing Group yang luas dan sunyi, Dev Zhang duduk tegak di kursinya. Tablet di tangannya menampilkan berita yang sedang ramai dibicarakan di berbagai media.

Judulnya mencolok dan provokatif.

SKANDAL KELUARGA FANG TERKUAK! PUTRI SULUNG TERNYATA BARU BEBAS DARI PENJARA?

Tatapan Dev bergerak pelan mengikuti setiap baris kalimat. Wajahnya tetap datar, sulit ditebak. Namun sorot matanya mengeras saat membaca nama itu.

Lolitta Fang.

Asistennya yang berdiri tidak jauh darinya tampak ragu untuk berbicara.

“Tuan… berita ini sudah menyebar ke hampir semua portal. Saham Ji Group mulai goyah sejak satu jam terakhir.”

Dev tidak langsung menjawab.

Jarum jam di dinding terdengar jelas berdetak di ruangan yang hening itu.

“Kasus tabrak lari… satu tahun penjara…” gumam Dev pelan.

Ia teringat jelas tatapan dingin Lolitta kemarin. Cara gadis itu berbicara, sikapnya, bahkan darah di tangannya.

Sekarang semuanya mulai masuk akal.

Bukan gadis desa kasar seperti yang dikatakan keluarganya.

Bukan juga wanita lemah seperti yang dibayangkan orang-orang.

Melainkan seseorang yang pernah hidup di neraka, lalu keluar dengan membawa api.

Dev meletakkan tablet itu di meja.

“Aku ingin seluruh rekam jejak kasus ini. Detail. Tanpa ada yang terlewat,” perintahnya tenang.

“Baik, Tuan.”

Dev bersandar di kursinya, menatap kosong ke depan.

Shane berdiri tegap di depan meja kerja Dev.

“Tuan, berita ini sudah tersebar. Kalau sampai ada yang tahu Nona Fang adalah tunangan Anda, saya khawatir…” ucapnya, menggantung kalimat itu.

Tatapan Dev terangkat pelan, tajam.

“Selidiki siapa yang sengaja menyebarkan berita ini,” perintah Dev dingin. “Kalau bisa, hapus semuanya.”

“Baik, Tuan,” jawab Shane cepat. “Tuan, Nona Fang ada di rumah Kakek Zhang.”

Alis Dev berkerut tipis.

“Bukankah sudah berjanji bahwa aku yang akan menjemputnya?” tanyanya.

“Sepertinya Nona Fang tidak terlalu peduli,” jawab Shane hati-hati.

Ruangan kembali hening.

Dev terdiam sesaat. Ingatannya kembali pada tatapan kosong Lolitta… dan kartu namanya yang dibuang ke tempat sampah tanpa ragu.

Sikap itu bukan pura-pura.

Itu sikap seseorang yang tidak ingin bergantung pada siapa pun.

"Apa yang sebenarnya kau lalui selama ini... "batin Dev. "Lolitta yang dulu lembut dan sering tersenyum, kini berubah menjadi dingin tanpa ekspresi."

Ia berdiri tiba-tiba, meraih jasnya.

“Aku pulang sekarang,” ucapnya singkat. “Cari tahu sampai dapat.”

"Baik, Tuan," jawab Shane.

***

Beberapa saat kemudian Dev tiba di kediaman kakeknya.

Dari luar ruang teh yang terbuka ke taman, ia melihat Anthony dan Lolitta duduk berhadapan. Uap tipis mengepul dari cangkir porselen di meja kayu kecil. Aroma teh daun memenuhi udara.

Dev tidak langsung masuk.

Ia berdiri diam, mendengarkan.

Lolitta terlihat sangat terlatih. Gerakannya tenang, presisi, anggun saat menyeduh teh. Tangannya tidak gemetar, napasnya teratur, seolah ritual itu sudah melekat di tubuhnya sejak lama.

“Lolitta, kau masih ingat yang kakek ajarkan. Rasa tehnya tidak berubah,” ucap Anthony dengan senyum hangat.

“Semua ajaran kakek selalu aku ingat,” jawab Lolitta lembut.

Nada suaranya… berbeda.

Bukan nada dingin seperti saat di rumah Fang. Bukan nada sinis seperti saat berbicara dengan Eric.

Ini suara Lolitta yang dulu.

“Sudah lima tahun lamanya kita tidak bertemu. Ke depannya kau harus sering datang dan menemani kakek. Kalau Dev menindasmu, kau harus beritahu kakek,” kata Anthony sambil tertawa kecil.

“Kakek, terima kasih perhatiannya. Di dunia ini hanya kakek yang paling baik padaku,” ucap Lolitta tulus.

“Di sini adalah rumahmu juga. Keluarga Zhang adalah keluargamu. Kau harus selalu ingat itu,” balas Anthony.

Lolitta tersenyum tipis.

"Yang menganggapku keluarga… hanya kakek seorang, "batinnya. Aku tidak bisa selalu ada di sini."

“Kakek, Lolitta,” suara Dev terdengar dari pintu.

Anthony dan Lolitta menoleh bersamaan.

Pandangan Lolitta bertemu dengan Dev.

Senyumnya perlahan memudar.

Wajahnya kembali datar.

Sementara Dev menyadari sesuatu yang membuat dadanya terasa aneh—

Gadis yang tertawa hangat barusan… menghilang begitu melihatnya.

Anthony bangkit perlahan dari kursinya, menepuk bahu Dev dengan lembut.

“Dev, kau sudah datang, temankan Lolitta. Kalian sudah lama tidak bertemu. Pasti banyak yang harus dibicarakan,” kata Anthony sebelum melangkah pergi.

Ia menoleh pada Lolitta dengan senyum hangat seorang kakek yang penuh kasih.

“Lolitta, kakek pergi istirahat dulu. Sering-seringlah datang ke rumah. Kakek ingin selalu bertemu denganmu.”

“Iya, Kakek,” jawab Lolitta lembut.

Langkah Anthony menjauh, meninggalkan Dev dan Lolitta di ruang teh yang tenang. Aroma teh daun masih menguar di udara, hangat namun canggung di antara keduanya.

Beberapa saat kemudian Dev duduk berseberangan dengan Lolitta. Tatapannya tidak lepas dari gadis itu yang tampak terlatih dan tenang saat menuangkan teh ke dalam cangkir kecil, lalu meletakkannya di depan Dev dengan gerakan halus.

“Setelah dipikirkan, sudah lima tahun kau tidak datang,” kata Dev sambil menatap wajah Lolitta yang kini jauh berbeda dari yang ia ingat.

“Iya, sudah cukup lama,” jawab Lolitta singkat, tanpa menatapnya.

“Lolitta, berita yang tersebar kau sudah tahu?” tanya Dev, suaranya lebih serius.

“Sudah!” jawab Lolitta tenang, seolah berita itu bukan tentang dirinya.

“Apakah benar yang dikatakan bahwa kau baru bebas dari penjara?” tanya Dev, matanya meneliti ekspresi Lolitta.

“Semua yang ada di berita itu memang benar, dan bukan rahasia bagiku,” jawab Lolitta dengan nada datar.

Dev terdiam sejenak. Ia tidak menemukan rasa malu, panik, atau takut di wajah Lolitta. Justru ketenangan yang tidak wajar.

“Kenapa kau bisa begitu tenang? Berita itu akan merusak nama baikmu,” tanya Dev heran.

Lolitta menyesap tehnya pelan sebelum menjawab.

“Masa depanku sudah hancur, jadi tidak ada bedanya. Aku tidak keberatan sama sekali,” ucapnya.

Ia lalu mengangkat wajahnya, menatap Dev lurus.

“Kebetulan karena kita bertemu di sini… batalkan saja pertunangan ini.”

1
awesome moment
oon dipiara
awesome moment
baobei kah nama utk lollita dri carmen?
awesome moment
koq malah terasa nyeri kemandirian lollita.
awesome moment
👍👍👍s7 dgn lollita.
Helen Nirawan
apa gk bs dikasi jodoh yg laen yg lebih3x dr dev ( cowo lemah ) , gk bs apa2 , payah /Sleep/
Helen Nirawan
lolita pergi lah sejauh jauh ny , ganti nama , klo perlu operasi plastik , hidup br di tmpt laen
Helen Nirawan
kan br di blg , pret , cowo lembek , jauh2 sono ah , rusuh
Helen Nirawan
cinta apa ny ? pacar lu mo di kmn in ? omongan lu gk bs di percaya , preett , janji sana sini , gembel , issshh
Helen Nirawan
tdk seramah dulu , tdk seramah dulu , apaan seh , gaje lu , trus mau ny dia ramah terus gt , dodol , guna nya apa hah gw tanya , dah tau dia dipenjara di hajar2 narapidana laen , yg bikin dia jd tangguh , tdk lemah , lu kepo , lu tunangan jg bkn lu yg mau krn di suruh kakek lu tau , lu berharap lolita muja2 lu , sapa elu , bodo amir /Smug/
Mei TResna Rahmatika
gak ada bonus chapternya kak?🤭
sukensri hardiati
baobei itu kamu lolitaaa...
evi carolin
kebanyakan ngeles si jeny jd nya pinter banget jawabnya gitu tuh org ga mau kalah dan disalahkan sama sekali , lupa ya Bu ama masa lalu nya ,terbang tinggi nya kelamaan akhirnya sakit jg jatuhnya
evi carolin
nah kalo ga dari sumbernya ga faham faham jg kita 🤭
evi carolin
diotaknya penuh strategi ,amati masalahnya, otaknya langsung melemparkan rencana yg diluar dugaan ,tenang ... tp menghancurkan
evi carolin
haduh malah ngajak keluarga yg salah tuk jadi sasaran tembak nih , kasian banget malah kalian yg bakal dihabisi ama lolita
evi carolin
Fu...fu...fu... habis la kau di babat ama loli...gemana klo kena geprek tu kepalanya spt si Carmen 😁
Rosita Tumbelaka
Tapi author tdk menjelaskan sedetail tentang tubuh dan penampilan dan apakah Lollita cantik ramping manis dll
Liana Simon
seru ceritanya
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Mampir dan dukung karyaku, yuk!

‎- TRUST ME

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Jangan lupa juga untuk Like, Komen, Share, dan Subscribe, ya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
lee zha
bagus.....authorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!