NovelToon NovelToon
Kontrak Hamil Anak Bos

Kontrak Hamil Anak Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Sinopsis

Sarah Lestari, seorang personal assistant, menerima tawaran kontrak untuk mengandung anak bosnya, Samudra Grayson, CEO muda pemilik berbagai perusahaan di Eropa. Awalnya hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan, tetapi seiring waktu benih cinta tumbuh di antara keduanya. Saat kontrak berakhir, mereka harus memilih antara menepati perjanjian atau memperjuangkan cinta yang tak pernah direncanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34: Nama dari Kakek Idris

Hari Minggu pagi itu, langit Milan terlihat sangat cerah. Cahaya matahari menyinari taman mansion, dan burung-burung berkicau dengan riang. Sarah sedang duduk di ruang tamu, menikmati secangkir teh hangat sambil membaca buku, ketika Samudra mendekatinya.

"Sarah, hari ini kita harus mengunjungi Kakek Idris. Dia sudah meminta kita datang," ujar Samudra.

Sarah tersenyum. "Tentu, Pak. Aku juga sudah lama tidak bertemu dengan Kakek."

Mereka pun bersiap-siap. Sarah mengenakan dress hamil berwarna biru muda yang sangat nyaman, dan Samudra memakai kemeja putih dengan jaket kasual berwarna krem. Felix mengantar mereka ke rumah Kakek Idris yang tidak terlalu jauh dari mansion.

Sesampainya di sana, mereka disambut oleh Kakek Idris yang sudah berdiri di depan pintu. Kakek Idris terlihat sangat ceria, dan matanya berbinar-binar saat melihat Sarah.

"Selamat pagi, Sarah! Kamu semakin bersinar-sinar," sapa Kakek Idris.

"Selamat pagi, Kakek. Terima kasih sudah mengundang kami," jawab Sarah.

Mereka masuk ke dalam rumah, dan Kakek Idris mengajak mereka duduk di ruang tamu. Seorang pelayan menyajikan teh dan camilan ringan.

"Nenek, ini untukmu," ujar Sarah sambil menyerahkan sekotak kue buatan Yola.

Kakek Idris menerimanya dengan senyuman. "Terima kasih, Sarah. Kamu selalu membawa oleh-oleh yang manis."

Mereka pun mengobrol santai. Kakek Idris bertanya tentang kehamilan Sarah, tentang kesehatannya, dan tentang rencana-rencana ke depan.

"Sarah, bagaimana perasaanmu sekarang? Sudah enam bulan lebih, kan?" tanya Kakek Idris.

"Iya, Kakek. Sekarang sudah hampir masuk tujuh bulan. Perutku sudah semakin besar, dan bayinya sangat aktif," jawab Sarah.

Kakek Idris tersenyum. "Bagus. Berarti dia sehat. Dan aku juga sudah memikirkan sesuatu untuknya."

Sarah dan Samudra saling pandang. "Apa itu, Kakek?" tanya Samudra.

Kakek Idris mengambil sebuah kotak kecil dari dalam sakunya. Kotak itu terbuat dari kayu jati, dengan ukiran yang sangat indah. Ia membuka kotak itu, dan di dalamnya terdapat selembar kain sutra berwarna putih yang dilipat rapi.

"Ini adalah kain sutra yang aku simpan sejak lama. Kain ini diberikan oleh ibuku saat aku masih muda. Dan aku ingin memberikan kain ini untuk cicitku," ujar Kakek Idris.

Sarah menatap kain itu, matanya mulai berkaca-kaca. "Kakek... ini sangat berharga."

"Aku juga sudah memikirkan nama untuknya," ujar Kakek Idris.

Samudra mengerutkan kening. "Nama? Tapi kami belum tahu jenis kelaminnya, Kakek."

"Aku sudah tahu. Dari wajah Sarah, aku yakin bayinya laki-laki. Dan aku juga sudah memilih nama untuknya," jawab Kakek Idris.

Sarah dan Samudra menatap Kakek Idris dengan penasaran.

"Apa namanya, Kakek?" tanya Sarah.

Kakek Idris tersenyum. "Namanya adalah Arya Grayson. Arya berarti 'bangsawan' atau 'yang mulia' dalam bahasa Sansekerta. Dan Grayson adalah nama keluarga Samudra. Aku berharap, dia akan tumbuh menjadi pria yang mulia dan bijaksana."

Sarah menatap Kakek Idris, dan air matanya jatuh. "Kakek... aku sangat tersentuh."

Samudra juga tersenyum. "Arya Grayson. Nama yang sangat indah, Kakek."

Kakek Idris meraih tangan Sarah, dan menatapnya dengan lembut. "Sarah, aku sudah tua. Aku tidak tahu berapa lama aku akan hidup. Tapi aku ingin kamu tahu, bahwa aku sangat bahagia melihatmu membawa keturunan baru bagi keluarga ini. Kamu adalah wanita yang kuat, dan aku bangga padamu."

Sarah mengangguk, sambil mengusap matanya. "Terima kasih, Kakek. Aku akan menjaga bayi ini dengan sepenuh hatiku."

Mereka pun menghabiskan waktu bersama Kakek Idris dengan penuh kebahagiaan. Kakek Idris juga memberikan beberapa nasihat tentang cara merawat bayi, dan tentang pentingnya menjaga kesehatan.

Saat mereka akan pulang, Kakek Idris memeluk Sarah dengan hangat.

"Jaga dirimu baik-baik, Sarah. Dan jangan lupa untuk sering-sering ke sini. Aku ingin melihat Arya segera lahir," ujar Kakek Idris.

"Iya, Kakek. Aku akan sering ke sini," jawab Sarah.

Mereka pun kembali ke mansion. Sepanjang perjalanan, Sarah memegangi kain sutra yang diberikan Kakek Idris, dan ia tersenyum.

"Pak, aku sangat senang," ujar Sarah.

"Aku juga senang, Sarah. Arya Grayson. Nama yang sangat indah," jawab Samudra.

"Aku berharap dia lahir dengan sehat, dan tumbuh menjadi pria yang baik seperti Kakek Idris," ujar Sarah.

Samudra meraih tangan Sarah. "Dia akan menjadi pria yang baik. Karena dia memiliki ibu yang luar biasa."

Sarah tersenyum, dan mereka pulang ke mansion dengan perasaan yang sangat bahagia. Malam itu, Sarah menyimpan kain sutra dari Kakek Idris di dalam lemari, dan ia berdoa agar bayinya lahir dengan sehat.

"Arya Grayson," bisiknya. "Kami akan menunggumu."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!