100.000 tahun yang lalu, dunia ini telah ditaklukkan oleh sebuah sekte bernama Sekte Sang Raja! Pemimpinnya dijuluki Huang atau Sang Penjaga. Huang telah menjelajahi dunia dan menciptakan legendanya sendiri.
Hingga suatu saat ia pergi dari dunia untuk menjelajahi dunia lain. Sebelum kepergiannya, ia mewariskan posisinya kepada para muridnya yang ia pilih. Selama 10.000 setelah kepergiannya, dunia masih baik-baik saja.
Hingga pada tahun 10.001 setelah kepergiannya, portal raksasa terbuka diberbagai penjuru dunia, makhluk-makhluk aneh dan menyeramkan keluar dari portal itu, membunuh dan membantai apapun yang mereka lihat. Orang-orang menyebutnya, RAS IBLIS!
Sejak saat itu, dunia yang dulunya damai dan tentram, kini kembali kedalam kekacauan, demi melindungi dunia sekte Sang Raja jatuh hingga titik terendah dan memaksanya untuk menutup diri. Kini 90.000 tahun lagi telah berlalu, dunia hampir sepenuhnya dikuasai oleh ras iblis.
Huang kembali, tapi orang sudah hampir lupa dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdullah Perwira Ginting, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 05 Bertemunya Guru dan Murid
Tubuh Long Yu bergetar hebat mengabaikan rasa sakitnya ketika orang dihadapannya mengaku sebagai Huang. Sulit baginya untuk tidak percaya, kekuatan yang baru saja ditunjukkan membunuh jendral besar iblis dalam satu serangan cukup untuk membuktikan. Namun sulit juga baginya untuk menerima kenyataan, ia berpikiran apakah ini ilusi?
Pasalnya, yang berdiri dihadapannya adalah Huang yang asli! Orang yang sudah menciptakan Legenda dan merubah dunia 100.000 tahun yang lalu! Di seluruh dunia ini, siapa yang tidak tahu tentang dirinya? Bahkan sejarah sudah mencatat namanya hingga turun temurun.
"Kenapa menatapku begitu?"
Huang bertanya heran karena Long Yu menatapnya dengan mata membesar.
Long Yu mencoba untuk bicara, tapi rasa sakit membuatnya tidak sanggup mengucapkan sepatah katapun.
"Apakah keturunan Naga Hitam sekarang begitu lemah? Menghadapi seorang iblis diranah Tahap Jiwa bintang delapan, bisa membuatmu hampir mati begini?"
Huang secara terang-terangan mengejeknya, ranah Tahap Jiwa dibilang lemah? Apa-apaan ini? Long Yu hanya berada di ranah Tahap Jiwa bintang lima, bukankah suatu kehebatan bisa bersaing dengan Tahap Jiwa bintang delapan?
Sebelum melanjutkan, mari kita bahas tentang tingkatan kultivasi atau ranah bela diri di dunia ini.
Tingkatan kultivasi dibagi menjadi lima ranah besar yaitu :
Tahap Fondasi (Pemurnian Fisik/Qi): Mengolah tubuh fisik, otot, tulang, dan organ untuk menyerap Qi. Contohnya, Penyempurnaan Daging -> Penyempurnaan Tulang -> Penyempurnaan Organ.
Tahap Inti (Pembentukan Inti/Dantian): Mengubah energi menjadi Inti Emas atau Inti Sejati di dalam dantian (pusat energi).
Tahap Jiwa (Jiwa Baru Lahir/Transformasi): Inti emas diubah menjadi Bayi Dewa atau Jiwa Baru Lahir, memungkinkan kultivator merasakan Dao dan kekuatan spiritual lebih dalam.
Tahap Dewa/Transendensi: Mencapai kekuatan yang melampaui manusia fana, menyatu dengan hukum alam semesta, membentuk Dao sendiri, dan menghadapi kesengsaraan surgawi.
***Tahap Tertinggi (Kaisar/Penguasa/Keabadian): Menguasai hukum kosmos, menjadi setara dewa, bahkan penguasa dunia, dengan kekuatan yang melampaui batas pemahaman biasa. ***
Setiap tahap dibagi lagi menjadi sembilan bintang.
Oke, Lanjut!!
Didunia ini, orang yang berada di tahap tertinggi bisa dibilang tidak ada, paling tinggi hanya berada di ranah Tahap dewa. Itu pun terbilang sangat langka dan bisa dihitung dengan jari.
Meskipun Huang mengejeknya, detik berikutnya ia melambaikan tangan dan dalam seketika tubuh Long Yu terangkat dan menyembuhkan luka-lukanya.
"Salam hormat leluhur!.." Long Yu langsung berlutut dengan tubuh masih gemetar.
Huang mengangguk, "Aku merasakan duniaku saat ini dengan situasi yang rumit. Kau atur seluruh murid dan pasukan dikota ini, aku akan bertanya pada muridku dan Sekte Sang Raja Saja."
Selanjutnya, Huang pergi dengan Naganya dan meninggalkan Long Yu tanpa menoleh.
"Sudah 100.000 tahun, dia terlihat masih sangat muda!" Long Yu membatin.
Huang telah sampai di sekte Sang Raja tanpa hambatan, dia berdiri dihadapan sektenya dengan tangan dibelakang.
"Aku merasakan aura Qingyue sangat lemah." Gumamnya.
"Mungkin dia terluka tuan.." Ucap seekor naga Hijau kecil yang melingkar dilehernya.
Huang tidak menjawab, namun pandangannya langsung tajam dan menakutkan.
Selanjutnya dia pun memasuki Sekte dengan langkah yang tenang. Murid yang menjaga gerbang hendak menghentikannya, tapi sebuah suara tua yang serak mendahului mereka.
"Itu adalah leluhur Huang! Cepat biarkan dia masuk!"
Murid itu tidak mengenalnya, sangat terkejut ketika nyonya pemimpin mengatakan itu. Secara spontan mereka langsung membungkuk hormat!
Huang tidak terlalu peduli, dia segera masuk dan menjumpai muridnya. Namun ketika dia melihat keadaan muridnya, ia langsung bertanya tanpa basa-basi.
"Mu Qingyue, kau terlihat sangat tua dan lemah, apa yang terjadi padamu? Aku ingat ketika aku pergi, tidak banyak yang bisa bersaing denganmu."
Wajah Qingyue terlihat sedih dan cemberut.
"Guru, kamu baru saja sampai dan langsung bertanya seperti itu. Kamu tahu, aku merindukanmu tapi sepertinya guru tidak merindukanku."
Nyonya pemimpin yang namanya adalah Mu Qingyue, menjawab dengan sedih.
"Aku bertanya karena aku peduli padamu, kau adalah murid yang paling kucintai. Lupakan saja, dimana anakku?"
Tubuh Mu Qingyue tegang seketika, matanya merah menahan kesedihan yang tiba-tiba.
"M-maafkan aku guru...anak guru..." Qingyue tidak sanggup melanjutkan. Sulit dipercaya, ternyata gurunya tahu kalau dahulu dia mengandung anaknya!
Ya benar, terjadi sesuatu yang diluar harapan dimasa lalu, membuat guru dan murid itu melakukan hubungan yang terlarang. Qingyue takut jika gurunya marah, oleh karena itu dia tidak mengatakan kalau dia mengandung anak Huang, tapi sekarang dia tidak bisa menyembunyikan apapun.
Huang menarik nafas,
"Baiklah, kembali kekamarmu Qingyue. Nanti aku akan bertanya semuanya padamu, untuk sekarang biarkan aku yang mengurus Sekte Sang Raja dahulu."
Seperti seorang gadis kecil yang baru saja dimarahi oleh ayahnya, Qingyue tanpa berani membantah langsung masuk kamar sambil menunduk sedih dan takut. Apakah Huang akan menghukumnya seperti klan Naga Hitam?
Sementara itu, Huang sedang mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada dunianya dan bagaimana Sekte Sang Raja bisa jatuh. Tidak lama, dia telah mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Kaisar dewa iblis kah? Menarik sekali, bahkan bisa membuat Qingyue terluka seperti ini..." Huang mengulas sebuah senyum aneh.
Han Li, berdiri dibelakang Huang dan bertanya, "Mungkinkah Kaisar Dewa Iblis ini adalah musuh leluhur yang bangkit dimasa lalu?"
"Mungkin ya dan mungkin tidak. Kau tahu, aku tidak pernah sekalipun mengampuni musuhku. Baiklah, biarkan dia berbuat seenak sebentar lagi, sebelum aku benar-benar membuatnya putus asa!" Huang tersenyum kejam, Han Li merinding melihat itu.
Setelah itu, Huang pergi menemui Qingyue yang menunggunya dengan suasana hati tidak tenang. Bisa dibilang, harap-harap cemas.
Ketika pintu terbuka, Qingyue langsung menoleh dengan gugup, sementara Huang tidak peduli dengan itu.
"Sekarang kita hanya berdua, katakan apa yang terjadi dengan putraku?" Suaranya sedikit dingin dan acuh.
Qingyue langsung terjatuh dan berlutut,
"Maafkan saya guru, saya tidak bisa menjaga putra guru dengan baik! Saya membiarkannya menghilang dalam perang 90.000 Tahun yang lalu, saya tidak tahu hidup dan matinya..." Ucapnya sambil menangis.
Huang terdiam dengan mata memejam. Membuat Qingyue berpikir jika Huang sedang marah besar. Tapi selanjutnya....
"Bukan salahmu..." Ucapannya sangat lembut dan langsung mengambil Qingyue dalam pelukannya.
Qingyue tertegun, dia sangat nyaman di dalam pelukan ini. Tapi dia mengingat jika dia sudah sangat tua dan hampir mati, jadi dia melepaskan pelukan itu dengan paksa.
"Tapi tetap saja, aku adalah ibu yang buruk..."
"Kalau begitu aku adalah ayah yang bajingan.."
"Tapi aku sudah tua dan guru masih muda.."
"Kalau begitu-eh apa? Apa aku pernah mempermasalahkan rupa mu? Cantik jeleknya kamu tetap adalah ibu dari anakku, tua atau mudanya kamu tetap adalah muridku!"
"Guru mungkin tidak masalah, tapi aku merasa itu masalah besar.."
Huang tertegun seketika. Benar-benar wanita, masalah sepele bisa jadi besar kalau ini terus berlanjut.
"Kalau begitu, aku akan mengembalikan kecantikan alamimu."
.............