Plakkkkkk
Suara tamparan tampak menggema di sebuah ruangan gelap dimana semua orang menatapnya dengan ekspresi terkejut diwajah mereka.
Daxia, Atau kini namanya telah berubah Yu Chaoyin, Gadis yang seharusnya melakukan rutinitas belanjanya di hari pekan kini berubah sempurna kala dirinya berada didunia yang dia anggap mengerikan.
"Ku perintahkan keluar, Atau ku hancurkan wajah sialanmu itu dengan kuku ku"
Ucapnya dengan kasar, Menatap marah pada sosok gadis muda di hadapannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pio21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan sang kakek
Lan menatap heran pada junjungannya yang benar-benar kini telah sibuk dengan kegiatannya sedari tadi, Membongkar beberapa rak buku yang katanya mencari sebuah buku yang ketika disebutkan ciri ciri dari sampulnya saja dia tidak yakin akan menemukan buku tersebut di perpustakaan istana ini.
Beberapa pelayan dibelakang tampak sibuk menyusun dan merapikan buku yang telah diacak acak oleh Chaoyin, Dalam hati mereka jelas saja mereka menggerutu sebab tidak hanya satu atau dua rak, Melainkan sudah lima rak buku yang telah dibongkar oleh gadis itu.
Ingin melarang atau protes mereka tidak memiliki keberanian, Sebab mereka sudah menjadi saksi bagaimana brutalnya putri Chaoyin pada selir Rong dan Meiyin bahkan dalam menentang kaisar Yu tadi. Jadi apa boleh buat, Mereka hanya bisa membiarkan gadis itu membongkar beberapa rak buku lagi.
"Lan, Segera periksa di sebelah sana"
Suara Chaoyin terdengar membuat Lan segera memeriksa rak yang diminta gadis tersebut.
Hingga beberapa beberapa waktu telah berlalu dimana matahari benar benar telah hilang dari posisinya di gantikan dengan sang rembulan yang tampak begitu cantik dipandang mata.
Bulir bulir keringat terlihat jelas dikening Chaoyin, Habis sudah semua rak yang dia bongkar untuk mencari buku yang membawanya kedunia ini, Tapi dia tidak menemukannya sama sekali. Namun ada beberapa buku yang dia ambil untuk dia pelajari, Terkait kultivasi, Dan beberapa hal tentang dunia baru dimana dia berada, Dia harus mempelajarinya sebab dia tidak ingin mati cuma-cuma, Dia harus kembali ke dunianya yang indah.
"Lan, Ayo kembali, Siapkan air untukku"
Ajaknya yang kemudian segera berlalu dari sana tanpa peduli dengan para pelayan yang menatapnya dengan tidak suka karna meninggalkan pekerjaan yang entah kapan selesainya.
Lan segera bergegas pergi mengikuti langkah junjungannya, Chaoyin terus membawa langkahnya hingga pandangannya tertuju pada sekelompok prajurit yang sedang berlatih, Hal tersebut membuat langkahnya terhenti, Sebab yang menarik perhatiannya adalah saat prajurit prajurit itu melepaskan kekuatan mereka dengan cahaya berbeda mengelilingi tubuh mereka masing-masing.
"Siapa orang terkuat di kekaisaran ini, Lan"
Tanya gadis itu tiba-tiba yang langsung membuat Lan segera menatapnya dengan heran, Sebab dia rasa pertanyaan itu cukup aneh untuk dilontarkan.
Semua orang jelas tau siapa orang terkuat di kekaisaran ini, Dan bagaimana junjungannya itu bertanya seolah melupakan hal tersebut. Entahlah dia rasa semenjak Chaoyin bangun hari ini semua hal tentang junjungannya itu menjadi sesuatu hal yang berbeda, Seolah dia berhadapan dengan orang yang berbeda.
"Tentu saja kaisar Yu, Putri"
Lan menjawab dengan cepat
"Ada yang lebih hebat dari dia?"
Tanya Chaoyin penasaran, Dia kembali melanjutkan langkah kakinya menuju istana belakang.
"Ada, Dia seorang kaisar muda di pulau seribu, Tapi untuk saat ini rumornya pangeran Jingmi akan mengalahkan kaisar Yu karna kecepatan kultivasinya luar biasa, Dia dikatakan sebagai genius mud"
Lan memberi penjelasan terkait informasi yang dia tau belakangan ini.
"Kaisar muda? Pulau seribu?"
Tanya Chaoyin dengan dahi berkerut, Alih alih menyebut nama calon tunangannya dia lebih tertarik dengan sang kaisar muda yang disebutkan oleh Lan.
"Iya putri, Tapi sampai saat ini belum ada yang bisa melihat bagaimana wujud dari kaisar muda itu, Rumornya dia adalah pria berhati dingin dan bersikap layaknya iblis, Tapi entah itu benar atau tidak tidak ada yang tau pasti, Karna ketika ada pertemuan antara kaisar dia enggan untuk hadir memilih diwakilkan oleh tangan kanannya"
Chaoyin tidak lagi menganggapi, memilih melanjutkan langkahnya berjalan menuju istana belakang dimana tempat dia tinggal, Istananya tidak begitu buruk, ukurannya sangat besar hanya saja hanya ada 3 pelayan di sana, Dan juga letaknya jauh dari istana inti kekaisaran.
Keesokan paginya, Segala rutinitas telah Chaoyin lakukan hingga kini dirinya memilih berbaring di gazebo dengan buku kultivasi ditangannya.
Entah sudah berapa lembar yang gadis telah baca, Namun dia rasa semakin gadis itu membacanya semakin dirinya menjadi lebih penasaran. Sebab bayangkan saja, Jika didunia sebelumnya dia berangan angan memiliki kemampuan layaknya sebuah sihir, Kini didunia barunya dia bisa mewujudkannya. Hal tersebut membuat dirinya semakin tidak sabar.
"Putri, Tuan besar Hangli datang mengunjungi anda"
Lan segera berucap begitu tiba dihadapan Chaoyin
"Siapa tuan besar Hangli?"
Tanya Chaoyin yang kemudian meletakkan buku ditangannya dan menatap Lan penasaran.
"Itu kakek anda putri, Apakah anda juga melupakannya?"
Kini Lan yang semakin terheran-heran dibuatnya, Dia pikir bagaimana bisa junjungannya itu melupakan tuan besar Hangli yang selama ini begitu menyayangi junjungannya tersebut.
"Sepertinya karna kepalaku terbentur saat jatuh di sungai, Itu membuatku lupa pada beberapa hal"
Chaoyin membuat alasan yang paling masuk akal, Sebab sangat tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada Lan meskipun dia tau jika pelayannya itu sangat setia padanya.
Namun bukankah lebih baik menyimpan rahasia kita sendiri, Karna kita tidak tau siapa saja yang bisa menusuk kita dari belakang.
Belum sempat Lan menimpali, Pelayan lainnya tampak tergesa-gesa menghampiri keduanya.
"Putri, Ini gawat, Tuan besar Hangli marah besar dan segera menemui kaisar Yu"
Sahut pelayan tersebut dengan nafas tersengal sengal.
Di sisi lainnya.
Keributan besar terjadi, Beberapa prajurit tumbang menghadapi kemarahan pria tua itu, Dia baru saja mendapatkan kabar dari mata-matanya jika cucu kesayangannya ternyata selama ini diasingkan di istana dingin.
Dia tidak mengetahui hal tersebut, Selain karna dirinya sibuk berjaga diperbatasan, Chaoyin sang cucu tidak pernah mengatakan apapun padanya meski setiap pekan mereka saling bertukar surat untuk menanyakan kabar mereka masing-masing.
Namun entah mengapa beberapa waktu yang lalu, Tuan besar Hangli merasa ada sesuatu yang berbeda, Sebab tidak ada surat yang dikirim cucunya di hari yang sama seperti hari hari sebelumnya. Hal tersebut membuatnya khawatir. Hingga mengerahkan prajurit kepercayaannya untuk mencari tau bagaimana kondisi cucunya di istana kekaisaran Yu.
Namun siapa sangka, Hal yang dia dapatkan jelas berhasil memancing emosinya dengan luar biasa. Dia mengetahui jika cucu kesayangannya di asing kan ditempat tidak layak. Dia pikir bagaimana bisa kaisar Yu melakukan hal tersebut.
"Panggil kaisar Yu, Atau aku akan menghancurkan istana ini"
Teriaknya dengan lantang, Wajah pria itu terlihat menghitam, Ekspresi diwajahnya mengisyaratkan jika yang dikatakannya bukan hanya ancaman semata.
"Ta tapi panglima, Yang mulia kaisar sedang rapat di..."
Belum sempat prajurit itu menyelesaikan perkataannya tuan besar Hangli atau yang kerap disebut dengan panglima Hang telah melepaskan serangannya.
Wushhhhhh
Brakkkkk
Tubuh prajurit itu terbang kemudian menghantam dinding istana.
"Katakan padanya untuk segera menemuiku, Jika tidak, Akan ada peperangan dua kubu dalam satu kekaisaran"
Sahut panglima Hang seolah tidak menerima bantahan apapun kali ini.
thanks teh 💪😍🙏
biasanya gua skip,tapi iseng2 baca dulu Ng tau bagus banget.
thanks teh 🙏💪😍
di tunggu double up ny thor