NovelToon NovelToon
Selingkuhan CEO

Selingkuhan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Aliansi Pernikahan / Persaingan Mafia
Popularitas:742
Nilai: 5
Nama Author: Sabana01

Natalie terpaksa bekerja pada Ares demi memenuhi kebutuhan ekonominya, termasuk bekerja di club malam dan kemudian menjadi asisten pribadinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabana01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Kalung Pusaka dan Drama Panggung

Hari H Pertunangan: Kediaman Sastrawan

Suasana di taman Kediaman Sastrawan, tempat pertunangan diadakan, terasa seperti pameran kekayaan berlebihan. Ratusan mawar Black Baccara menumpuk dalam instalasi besar, lampu kristal besar tergantung di bawah tenda, memantulkan kilauan sampanye.

Natalie berdiri di samping pilar, mengenakan gaun formal hitam sederhana—pilihan yang sangat disengaja untuk tetap profesional dan tidak mencuri perhatian Claudia. Peran barunya terasa seperti berdiri di belakang tirai panggung; ia melihat semua drama dan kepalsuan yang tersembunyi dari pandangan publik.

Di tangannya, tas kecil berbobot yang ia genggam erat. Di dalamnya terdapat pusaka yang tak ternilai harganya: Kalung Berlian Sastrawan.

Tugas Natalie malam ini jauh lebih penting daripada sekadar memastikan minuman tersaji. Ia adalah satu-satunya yang bertanggung jawab atas kalung itu hingga momen di mana Ares secara simbolis akan memasangkannya ke leher Claudia di hadapan ratusan tamu penting.

Natalie merasakan kehadiran Ares sebelum melihatnya. Ares memasuki area resepsi, mengenakan tuksedo yang dibuat khusus, yang semakin mempertegas figur kekuasaannya. Ia bergerak melalui kerumunan, menerima selamat dan basa-basi dengan ekspresi yang begitu terkendali hingga hampir membosankan.

Tak lama kemudian, Claudia muncul, tampak berkilauan. Gaun desainernya dan riasan sempurna membuat penampilannya terasa dingin, seperti patung mahal. Ia langsung menghampiri Ares, memegang lengannya, dan menempelkan senyum yang sangat dipaksakan di hadapan para fotografer.

Natalie melihat interaksi mereka: Claudia mencoba menarik perhatian Ares dengan membicarakan detail kecil acara; Ares hanya mengangguk dan merespons dengan satu atau dua kata, matanya terus-menerus memindai kerumunan, mencari sesuatu yang lain—kekacauan yang mungkin mengancam 'ketertiban'nya.

Ancaman di Balik Basa-Basi

Ketika Natalie sedang memverifikasi jalur pergerakan keamanan dengan Rook, Claudia mendekatinya, meninggalkan Ares yang sedang berbicara dengan Ayahnya.

"Natalie," panggil Claudia, suaranya tajam seperti pecahan kaca.

Natalie berbalik. "Ya, Nyonya Sastrawan?"

Claudia mencondongkan tubuh sedikit, menurunkan suaranya sehingga hanya mereka berdua yang bisa mendengarnya. "Apa yang ada di tasmu itu?"

"Hanya dokumen penting yang diminta Tuan Ares untuk saya amankan, Nyonya," jawab Natalie, berbohong tanpa berkedip.

"Jangan berbohong padaku," desis Claudia. Matanya yang tajam tertuju pada tas itu. "Itu kalung pusaka keluarga. Aku tahu itu. Ares mengirimmu, seorang mantan pelayan bar, untuk mengurus berlian yang sudah diwariskan selama tiga generasi? Itu penghinaan!"

"Tuan Ares mempercayakan saya dengan semua aset berharganya, Nyonya. Ini menunjukkan tingkat kepercayaan Tuan Ares terhadap loyalitas dan keahlian saya," balas Natalie, menekan setiap kata dengan profesionalisme.

Claudia tertawa kecil, suara itu penuh kebencian. "Kepercayaan? Tidak, Natalie. Itu adalah permainan. Dia mencoba membuatku cemburu. Dia ingin aku tahu bahwa dia bisa mengambil sampah dari jalanan dan memberinya kekuasaan, hanya untuk menunjukkan padaku bahwa dia tidak membutuhkanku untuk urusan apa pun selain warisan nama."

Claudia mendekat lagi, bibirnya nyaris menyentuh telinga Natalie. "Dengar baik-baik. Setelah pertunangan ini, kau akan dipecat. Aku akan menuntut Ares memberiku hak untuk memilih asisten pribadinya. Dan begitu aku menjadi Nyonya Ares, kau akan kembali ke tempat asalmu. Kecuali, tentu saja, kau ingin aku menemukanmu dan Tuan Adrian untuk 'menghidupkan kembali' masa lalu yang indah, bukan?"

Ancaman itu jelas. Claudia tidak hanya ingin Natalie pergi; ia ingin Natalie hancur. Ini bukan hanya tentang status; ini tentang dominasi wanita atas wanita lain di lingkungan Ares.

Natalie mengambil napas dalam-dalam. "Saya sangat menghargai peringatan Anda, Nyonya. Saya akan terus melakukan tugas yang diperintahkan Tuan Ares dengan loyalitas penuh, tidak lebih dan tidak kurang."

Saat Claudia hendak merespons dengan kata-kata tajam lainnya, Ares tiba-tiba berada di antara mereka, tangan kirinya dengan santai berada di bahu Claudia.

"Ah, sayang," kata Ares, suaranya hangat dan palsu saat berbicara dengan Claudia. "Kau sedang mengganggu Natalie. Dia harus fokus pada detail. Jangan membuat asisten terbaikku terganggu di saat-saat penting."

Ares memberi tekanan ringan pada bahu Claudia, isyarat untuk mengakhiri pembicaraan. Claudia memberinya senyum yang mematikan, yang hanya bisa dimengerti oleh pasangan yang menikah karena bisnis.

"Tentu, Sayang," kata Claudia. "Aku hanya memastikan bahwa asistenmu ini mengerti betapa pentingnya pusaka keluarga Sastrawan."

Ares menoleh, tatapannya beralih ke Natalie. Tatapan itu dingin, mengukur.

"Natalie, kau sudah melihat panggung?" tanya Ares.

"Sudah, Tuan. Posisinya sudah sesuai permintaan Nyonya Claudia, di bawah lampu kristal terbesar."

"Bagus," kata Ares, ia meraih tangan Natalie, bukan romantis, tetapi profesional, dan mengambil tas kecil itu dari tangannya. Sentuhan kulitnya dingin dan kuat. "Kau telah melakukan tugasmu. Sekarang, pergilah ke sisi panggung. Tetap di sana sampai aku memberi isyarat."

Ares tidak menunggu persetujuan Natalie. Ia meletakkan tangannya di pinggang Claudia, memimpinnya dengan posesif menuju panggung.

Momen di Bawah Cahaya Kristal

Natalie berjalan ke sisi panggung, di mana ia bisa melihat seluruh drama. Ares dan Claudia berdiri di mimbar, lampu kristal berkilauan di atas kepala mereka, membuat berlian di jari Claudia tampak seperti bintang kecil.

Ares berbicara dengan suara yang dalam dan meyakinkan, memuji aliansi kedua keluarga. Kata-katanya penuh dengan janji kekuasaan, namun kosong dari kasih sayang.

Saat tiba pada klimaks, saatnya hadiah. Ares meraih kalung dari tas yang baru saja ia ambil dari Natalie.

Kalung itu luar biasa: tiga baris berlian baguette yang bersinar dengan cahaya dingin, diakhiri dengan berlian biru besar di bagian tengah. Pusaka yang berteriak tentang sejarah, kekayaan, dan—yang paling penting—kepemilikan.

Ares mengangkat kalung itu, dan keheningan menyelimuti penonton. Ia melangkah ke belakang Claudia.

Saat Ares memasangkan kalung itu, Claudia memejamkan mata, ekspresinya adalah campuran kepuasan dan kebanggaan. Ini adalah puncaknya; ia telah berhasil, ia menjadi Ratu dalam kerajaan Ares.

Namun, saat Ares memasangkan pengaitnya, mata Ares bertemu dengan mata Natalie di sisi panggung, hanya sekejap.

Di matanya, Natalie tidak melihat cinta atau kebahagiaan untuk tunangannya. Ia melihat sebuah kekosongan. Sebuah kesadaran bahwa ia, Ares, baru saja secara publik mengikat dirinya pada transaksi bisnis ini.

Sinyal itu sangat cepat dan personal, sebuah pengakuan yang hanya mereka berdua yang pahami: Aku terjebak. Dan kau adalah satu-satunya yang tahu.

Ares menjauh dari Claudia, dan tepuk tangan meriah membanjiri ruangan. Claudia tersenyum cemerlang, puas dengan kemenangannya.

Ares meraih tangan Claudia, mengangkatnya untuk menunjukkan kalung yang berkilauan. Mereka berciuman—ciuman yang singkat, formal, dan murni untuk kamera.

Di sisi panggung, Natalie hanya mengangguk kecil. Ia sudah melihat semua yang perlu ia lihat. Ares mungkin berkuasa, tetapi dia adalah budak dari warisannya. Dan Natalie, yang tadinya budak Adrian, kini menjadi saksi rahasia dan tangan kanan dari penguasa yang terperangkap itu.

Dia tidak mencintainya. Dan dia mengandalkanku untuk menjaga fasad ini.

Natalie merasakan beban baru. Bukan hanya menjaga kerahasiaan bisnis Ares, tetapi juga menjaga rahasia hatinya yang kosong.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!