NovelToon NovelToon
Hallo, Mas Sersan

Hallo, Mas Sersan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Naylest

Nayra, siswi SMA yang cerewet, polos, dan sedikit konyol, tak pernah menyangka kalau hidupnya akan jadi seribet ini. Semua gara-gara ia jatuh hati pada kakak dari sahabatnya sendiri, Sersan Arga. Seorang Tentara muda yang dingin, cuek, dan hampir tak pernah tersenyum. Hari-hari selalu membayangkan betapa tampannya seorang Arga Arfian.

Nayra selalu mencari cara agar bisa bertemu dan menyapa sang Sersan. Banyak rintangan yang ia lalu, namun itu tak menyurutkan semangat nya untuk memiliki Sersan Arga.
___

"Hallo, Mas Sersan"

Akan menjadi teman bacamu lebih menyenangkan... Yuk Baca selengkapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naylest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5. Malu.

"Nay, bangun Nay."

Samar-samar terdengar suara seseorang memanggil namanya. Namun, matanya enggan untuk terbuka.

"Nay, bangun dong. Jangan buat aku takut."

Suara itu, sepertinya sangat tidak asing di telinga Nayra. Namun, ia tak membuka matanya sama sekali. Ia masih mencerna suara Dinda dan apa yang terjadi padanya.

"Astaga, Nayra. Bangun dong."

Dan setelah berkali-kali membangunkan Nayra, akhirnya gadis itu membuka matanya.

"Nayra." Pekik Dinda, saat ia melihat Nayra membuka mata.

"Aku kenapa, Din? Kok rasanya beda banget." Tanya Nayra dengan suara lemas dan penuh penasaran.

Dinda memukul lengan Nayra pelan. "Kamu pingsan, nakut-nakutin aja kamu." Jawab Dinda yang terdengar khawatir.

"Hah, pingsan?" Ucap Nayra, dan langsung bangkit dari tidurannya. Dan ia pun menatap sekelilingnya, tempat yang sangat asing baginya.

"Iya. Kenapa sih? Kamu gak sarapan ya tadi pagi?" Jawab Dinda sambil memplototi Nayra.

Nayra memegangi kepalanya, mengingat apa yang terjadi hingga ia pingsan. Seketika matanya melotot, setelah mengingat kejadian tadi.

"Aaaaaaaaaaa." Teriak Nayra, membuat Dinda terkejut.

"Nayra! Kenapa teriak-teriak sih?" Ujar Dinda sambil memegangi dadanya, karena kaget.

"Astaga, malunya." Batin Nayra.

Tok tok.

"Itu pasti kak Arga. Aku buka pintu dulu ya." Kata Dinda.

Mendengar nama Arga, Nayra panik bukan main. Ia tak sanggup melihat Arga atas atas yang terjadi tadi. Dinda sudah terlihat berjalan ke arah pintu.

"Mati aku."

Dengan cepat Nayra berbaring, lalu membungkus tubuhnya dengan kain, agar tidak melihat Arga. Ia sangat malu pingsan di depan laki-laki yang sudah membuat jantungnya berdebar-debar.

"Jangan sampai aku pingsan lagi." Ucapnya bergumam di dalam kain yang menutupi tubuhnya.

Sedangkan diluar, Dinda sedang berbicara dengan kakaknya, Arga.

"Ini, temanmu butuh makan." Kata Arga, lalu menyerahkan kantong yang berisi bubur ayam.

Dinda mengambil dan memeriksa kantong tersebut. "Makasih, Kak."

"Hm."

"Ish, cuek banget sama adek sendiri." Gerutu Dinda dengan wajah cemberut.

"Masuk. Kakak mau latihan."

"Iya." Jawab Dinda dengan nada malas.

Tanpa basa-basi lagi, Arga pun pergi. Dinda kembali masuk dan saat masuk, ia kaget melihat Nayra sudah menutup seluruh tubuhnya dengan kain.

"Nayra. Kamu kenapa?" Tanya Dinda dan memeriksa keadaan Nayra.

"Aku ngantuk." Jawabnya yang terdengar pelan.

"Nanti aja tidurnya. Ini, kak Arga bawain bubur buat kamu."

"Bubur?"

"Iya. Ayo di makan dulu, nanti pingsan lagi loh. Kalo pingsan lagi, yang ada kamu di buang sama kak Arga ke sungai." Ujar Dinda.

"Apa hubungannya?" Tanya Nayra yang masih enggan membuka kain nya.

"Tadi Kak Arga yang bawa kamu ke sini. Kalo kamu pingsan lagi, kamu bakal di buang ke sungai sama dia."

Sretttt.

Nayra membuka kainnya, dan langsung duduk. Sebelum ia berbicara dengan Dinda, ia menatap sekeliling untuk mencari Arga.

"Aman." Batinnya.

"Kak Arga yang bawa aku ke sini?" Tanya nya kurang yakin.

Dinda mengangguk. "Iya, siapa lagi? Gak mungkin aku kan?" Jawab Dinda.

Nayra meringis malu. "Din, Malu."

"Dih, sejak kapan kamu kenal yang nama nya malu?" Jawab Dinda.

"Dindaaaaaa."

"Dek."

Deg.

Tubuh Nayra membeku mendengar suara Arga. Ia mencoba menahan posisinya, agar tidak jatuh pingsan lagi.

"Kenapa kak?" Tanya Dinda.

Arga mendekat, sedangkan Nayra tertunduk dalam. Arga melirik Nayra dengan ekspresi datarnya.

"Kalau temanmu sudah sehat, bawa dia pulang."

"Tapi dia belum makan."

"Setelah makan." jawab Arga.

"Emangnya gak bisa ya, Nayra istirahat lebih lama di sini?" Tanya Dinda.

"Tidak. Ini bukan tempat penampungan orang sakit." Jawab Arga datar.

"Buset, kejam amat." Batin Nayra.

*********

1
Mashiro Shiina
Thor, aku rindu banget sama ceritamu, please update secepatnya!
Naylest: Akan saya usahakan ya kak☺️
total 1 replies
Gwatan
Wah, gila sukses bikin aku ketagihan bacanya! (👍)
Naylest: Terima kasih kak☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!