NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ceo

Transmigrasi Ceo

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Bagus Dwi

Dikhianati hingga tewas di dunia modern, Anya, seorang CEO jenius ahli strategi investasi, bertransmigrasi ke tubuh Permaisuri Xian—seorang istri kaisar yang lemah, miskin, dan ditindas oleh para selir di istana belakang.
Namun, si licik salah memilih lawan. Jiwa yang baru ini tidak mengenal kata menyerah. Menggunakan ilmu ekonomi modern, Anya mengobrak-abrik Paviliun Logistik, menyikat habis menteri korup, dan membalikkan keadaan hingga para musuhnya gemetar ketakutan!
Di tengah aksi balas dendamnya yang badass, Kaisar Liang yang dingin dan berwibawa justru mulai mendekat, terpikat oleh kepakan sayap sang Ratu yang baru.
"Kau sangat menarik, Xian. Katakan padaku... apa yang sebenarnya terjadi padamu?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagus Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35 PUNCAK KEMENANGAN DUA PENGUASA

Strategi perang finansial bawah tanah yang diluncurkan oleh Anya bekerja dengan daya rusak yang jauh lebih mengerikan daripada ledakan meriam mesiu terbesar sekalipun. Dalam waktu kurang dari satu bulan, wilayah internal klan Mongol-Khitan dilanda kekacauan sosial yang parah. Hiperinflasi akibat devaluasi mata uang dan kelangkaan garam memicu kelaparan masif di kamp-kamp pertahanan mereka. Kerusuhan pecah di berbagai kota perbatasan utara, dan beberapa kepala suku sekutu Temur Khan mulai membelot karena merasa kepemimpinan Khan baru mereka hanya membawa kehancuran ekonomi bagi klan mereka sendiri.

Di garis depan Pegunungan Helan, kondisi moral pasukan Temur Khan yang telah merosot tajam menjadi mangsa empuk bagi strategi serangan jepit yang diluncurkan oleh Kaisar Liang. Dalam sebuah pertempuran epik di tengah badai salju yang membeku, Pasukan Zirah Hitam Han berhasil memporak-porandakan sisa-sisa pasukan berkuda utara. Temur Khan sendiri tewas di tangan Kaisar Liang dalam sebuah duel satu lawan satu yang menentukan di puncak bukit berbatu.

Satu bulan kemudian, musim dingin mulai berakhir, digantikan oleh pendar cahaya matahari musim semi yang hangat. Hari itu, seluruh ibu kota Kekaisaran Han dipenuhi oleh lautan manusia yang berbaris di sepanjang jalan utama. Mereka berkumpul dengan sorak-sorai yang menggelegar untuk menyambut kepulangan Kaisar Liang dan pasukan pemenang perang yang membawa panji-panji kemenangan dari utara.

Anya berdiri di atas gerbang utama Kota Terlarang, mengenakan gaun kebesaran Permaisuri tertinggi berwarna ungu kekaisaran berlapis sulaman naga dan phoenix yang menyatu—sebuah simbol visual baru yang menegaskan posisinya sebagai penguasa setara kekaisaran. Di sampingnya, ratusan menteri luar kini berdiri dengan tubuh membungkuk sangat rendah, tidak ada lagi satu pun dari mereka yang berani menatap Anya dengan pandangan meremehkan; wanita ini telah membuktikan bahwa kecerdasan strateginya di belakang meja kerja sanggup memenangkan dua perang besar di selatan dan utara sekaligus.

Kaisar Liang menunggangi kuda perang hitam besarnya memasuki gerbang istana. Pria agung itu masih mengenakan baju zirah perangnya yang dipenuhi oleh goresan luka pertempuran, namun wajah tampannya tampak sangat bersinar saat mendongak ke atas dan melihat sosok Anya yang berdiri menantinya di atas gerbang. Kaisar Liang turun dari kudanya, mengabaikan seluruh protokol upacara formal kekaisaran, dan langsung berjalan menaiki tangga gerbang dengan langkah kaki yang lebar dan tergesa-gesa.

Begitu tiba di puncak gerbang, di depan mata ratusan pejabat negara dan ribuan prajurit, Kaisar Liang langsung berjalan mendekati Anya, meraih tubuh ramping istrinya itu, dan menariknya ke dalam dekapan pelukannya yang sangat erat, seolah-olah dia takut wanita itu akan menghilang jika dia melepaskannya sekejap saja.

"Aku telah kembali, Xian," bisik Kaisar Liang dengan suara baritonnya yang bergetar penuh emosi kebahagiaan yang meluap-luap di dekat telinga Anya. Dia meletakkan kotak besi berisi mahkota perak Temur Khan di bawah kaki Anya sebagai tanda persembahan kemenangan mutlaknya. "Aku memenangkan pertempuran di padang rumput... namun kau, Permaisuriku... kau telah memenangkan seluruh kekaisaran ini untuk kita berdua."

Anya membalas pelukan hangat suaminya dengan erat, menyandarkan wajahnya di dada bidang zirah besi Liang yang terasa dingin namun dipenuhi oleh kehangatan jiwa pria yang sangat dicintainya ini. Air mata kebahagiaan yang tulus akhirnya mengalir membasahi pipi cantiknya, mengusir seluruh sisa-sisa trauma pengkhianatan masa lalunya di abad modern.

“Duniaku yang lama mungkin telah membuangku dalam kedinginan kompetisi yang hampa,” batin Anya sambil tersenyum sangat menawan di dalam pelukan Kaisar Liang, mendengarkan sorak-sorai ratusan ribu rakyat yang mengelu-elukan nama mereka berdua sebagai dua penguasa agung yang tak tertandingi. “Namun di sini, di dimensi kuno ini, bersama pria yang siap menghancurkan dunia demi melindungiku, aku tidak hanya berhasil membangun sebuah sistem manajemen modern yang sukses... melainkan kami berdua telah resmi memulai era kediktatoran ekonomi dan militer global terkuat yang akan menyatukan seluruh benua di bawah satu komando abadi Kekaisaran Han.”

1
evi carolin
sat set libas semua ,basmi abis ampe keturunan dan nol ga punya harta jabatan dan gelar 😱
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
awal langsung panas... semangat
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: suka kok tapi klo bisa Jangan terus sebut dunia ku... biar ngga bocor klo Permaisuri nya bukan asli kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!