NovelToon NovelToon
Hidup Kembali Untuk Menjadi Bibimu

Hidup Kembali Untuk Menjadi Bibimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Nikah Kontrak
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rani Ramadhani

Terbangun di masa lalu, tepat sebelum jerat takdir Daniel menjebaknya, Erica menolak menjadi korban untuk kedua kalinya.

Mengubah alur permainan adalah satu-satunya pilihan. Jika Daniel menggunakan nama besar Megantara untuk menghancurkannya, maka Erica akan menduduki takhta tertinggi di keluarga itu.

Ketika bidak catur mulai digerakkan dan rahasia satu per satu terkelupas, siapakah yang sebenarnya memegang kendali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketegangan di Ruang Makan

Kediaman utama klan Megantara di kawasan Menteng berdiri angkuh seperti sebuah istana kolonial yang terawat.

Rumah berlantai dua dengan pilar-pilar putih besar itu dikelilingi oleh taman luas dengan pohon-pohon puring dan cemara yang dipangkas rapi.

Di halaman depan, sebuah mobil sedan Volvo 264 GLE hitam yang menjadi simbol kemapanan pejabat dan pengusaha kelas atas tahun delapan puluhan itu terparkir gagah di samping Toyota Cressida milik Daniel.

Di dalam ruang makan utama yang bernuansa kayu jati gelap, suasana tegang merayap di antara denting sendok perak yang beradu dengan piring porselen.

Bianca Megantara duduk di ujung meja dengan gaun renda brokat berwarna biru dongker. Wajahnya yang biasa dipenuhi senyum angkuh sosialitanya kini terlihat sangat tegang.

Di sampingnya, Benny Megantara duduk dengan pembawaan seperti biasa dia tampakkan, tenang, teduh, dan bijaksana. Rambutnya yang mulai memutih disisir rapi ke belakang, terpancar aura seorang pria tua yang matang dan penuh wibawa.

Tapi yang paling tidak tenang malam itu adalah Daniel Megantara. Pemuda itu terus-menerus memutar-mutar gelas kristalnya, sementara matanya sesekali melirik ke arah kursi kosong di ujung meja yang disediakan untuk paman bungsunya.

"Pa, apa Papa yakin Paman Eshar benar-benar akan membawa calon istrinya malam ini?" tanya Daniel, suaranya ketus.

Tapi percayalah, nada itu dia lontarkan hanya untuk menyamarkan rasa cemas yang kini tengah melanda hatinya.

"Paman baru dua minggu di Jakarta. Mana mungkin bisa dia tiba-tiba menemukan perempuan yang mau diajak hidup di hutan perbatasan? Jangan-jangan ini cuma taktik Paman supaya dewan direksi segera menyerahkan hak kelola Megantara Corp."

Mendengar itu, Benny meletakkan pisau dagingnya dengan perlahan, kemudian menatap putranya dengan raut wajah teduh tapi tegas.

"Daniel, pamanmu adalah seorang Jenderal. Dia tidak pernah menggunakan taktik murahan untuk menggertak siapapun. Jika dia bilang dia membawa calon istrinya, maka dia akan membawanya. Jaga bicaramu nanti kalau pamanmu sudah datang."

"Tapi, Pa!"

"Sudahlah, Daniel. Mama ini juga penasaran." potong Bianca sambil mengibaskan kipas cendananya, aroma wewangian musk langsung menguar.

"Mama juga bertanya-tanya, Siapa wanita bodoh yang rela membuang kehidupan nyaman di Jakarta demi tinggal di barak militer yang kumuh itu? Paling-paling hanya gadis desa atau putri perwira bawahan yang butuh kenaikan pangkat ayahnya." kata Bianca dengan angkuh dan meremehkan.

Tepat saat kata-kata itu keluar dari mulut Bianca, pintu ganda ruang makan dibuka oleh kepala pelayan.

Langkah kaki tegap yang sangat familier terdengar menggema. Hanya saja, malam ini gaung langkah lars militer itu berpadu dan berirama konstan dengan ketukan halus dari sepatu hak tinggi seorang wanita di sampingnya.

Seisi ruangan mendadak senyap.

Daniel menoleh ke arah pintu, saat itu pula gelas kristal di tangannya hampir saja terlepas.

Jenderal Eshar Megantara melangkah masuk dengan kemeja batik sutra lengan panjang berwarna hitam bermotif, membuat aura ketampanan, maskulin yang misterius itu terpancarkan.

Di lengannya, melingkar dengan anggun jemari seorang wanita yang mengenakan kebaya baru modern berwarna putih gading dengan kain batik sewarna dengan kemeja Eshar.

Wanita itu adalah Erica Fiorenza.

Wajah Erica terlihat sangat ceria dan berwarna merona segar. Rambutnya disanggul modern dengan sedikit aksen sasak khas era delapan puluhan. Erica kini terlihat sangat terhormat dan berwibawa.

"E-Erica?!" Daniel spontan berdiri dari kursinya, matanya membelalak kaget, nyaris tidak percaya dengan seseorang yang dilihatnya.

Di ujung meja, Bianca juga ikut terperangah. Kipas cendananya langsung berhenti bergerak.

Wanita yang tempo hari dia lihat berdebat dengan Shofia Elzi di Hotel Mandarin, wanita yang di juluki pemilik 'toko baju kecil' yang sempat diremehkan oleh Shofia, malah kini masuk ke rumahnya sambil menggandeng lengan ipar bungsunya yang paling berkuasa.

Eshar menghentikan langkahnya tepat di tengah ruangan, tatapan mata coklatnya yang dingin menyapu ekspresi kaget dari kakak kandung, kakak ipar, dan keponakannya.

"Selamat malam, Mas Benny, Kak Bianca," sapa Eshar, suaranya berat dan berwibawa, memecah suasana hening yang mencekam.

"Maaf kami datang sedikit terlambat. Jalur lalu lintas di Sudirman agak padat malam ini."

Benny Megantara, orang pertama yang berhasil menguasai diri. Pria tua itu bangkit dari duduknya dengan senyum teduh yang biasa ia perlihatkan, meskipun kilat matanya sempat menyiratkan rasa terkejut dalam beberapa detik.

"Eshar... jadi, ini wanita yang kau ceritakan itu?" tanya Benny, suaranya terdengar bijaksana dan sopan saat ia melangkah mendekati adiknya.

"Ya," jawab Eshar singkat.

Eshar menoleh ke arah Erica, dan untuk pertama kalinya di depan keluarga itu, kilat matanya melunak, membuat Erica merasa akting yang di perankan Eshar sangat rapi dan terlihat seperti nyata.

"Mas Benny, ini Erica Fiorenza. Direktur Utama Fiorenza Fashion. Dan Erica, perkenalkan, ini kakak sulungku, Benny, dan istrinya, Bianca."

Erica melangkah maju dengan anggun, mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Benny.

"Selamat malam, Pak Benny. Sebuah kehormatan bagi saya bisa memenuhi undangan makan malam keluarga ini."

"Panggil Mas Benny saja, Nona Erica. Karena kamu akan menjadi Bibi Muda, jika pernikahan ini sudah sah," sahut Benny dengan kekehan ramah, meskipun matanya terlihat sedang meneliti Erica.

Ketika Erica beralih ke Bianca, wanita sosialita itu hanya menyambut uluran tangan Erica dengan ujung-ujung jarinya, matanya memandang Erica dari atas ke bawah dengan pandangan memulai permusuhan.

"Jadi... Nona Fiorenza. Aku tidak menyangka seleramu bergeser ke perbatasan setelah sebelumnya kudengar dari Shofia kalau kamu sedang sibuk mencari perhatian calon keponakanmu, Daniel."

Mendengar provokasi murahan itu, Daniel langsung menegang.

Dia menatap Erica dengan tatapan menuntut penjelasan, mengira Erica sengaja mendekati pamannya hanya alasan untuk menjauhinya.

Namun, Erica tidak terpancing. Dia dapat bertahan tanpa celah.

"Nyonya Bianca, kurasa informasi dari Nona Shofia agak keliru," jawab Erica tenang, suaranya terdengar manis tapi menyayat.

"Tuan Daniel memang beberapa kali menghubungi saya untuk urusan yang saya kurang mengerti. Tapi, sebagai seorang wanita karier, saya tentu lebih mengagumi pria yang mandiri, tegas, dan memiliki tanggung jawab besar seperti Eshar, daripada pria muda yang masih harus meminta izin orang tuanya hanya untuk sekadar mengajak makan malam."

Skakmat.

Wajah Daniel memerah padam menahan malu di depan ayahnya.

Sementara itu, Eshar yang berdiri di samping Erica secara mengejutkan melingkarkan tangan kokohnya di pinggang Erica, menarik wanita itu sedikit lebih rapat ke tubuhnya.

"Kak Bianca," suara Eshar mendadak turun beberapa derajat, menjadi dingi.

"Erica adalah calon istriku. Aku tidak suka mendengar nama pria lain dihubungkan dengannya di rumah ini. Termasuk Daniel."

Aura intimidasi militer Eshar langsung memenuhi ruang makan itu. Bianca pun menjadi bungkam seketika dan Daniel terpaksa menundukkan kepalanya, menyembunyikan kepalan kuat tangannya di bawah meja.

Benny segera menengahi dengan senyum bijaksananya.

"Sudah, sudah. Mari kita duduk. Makanan akan menjadi dingin jika kita terus berdiri. Eshar, bawa Erica duduk di sampingmu."

Saat Erica duduk di kursi di samping Eshar, dia sempat melirik ke arah Daniel yang berada di seberang mejanya.

Daniel menatapnya dengan pandangan penuh akan rasa dendam.

Erica membalas tatapan itu dengan senyuman terbaiknya, hanya saja, Daniel melihat itu adalah senyuman sinis dan penuh teka-teki.

Ini baru permulaan, Daniel. Nikmatilah hidangan malam ini dengan baik, karena entah beberapa hari atau beberapa waktu lagi, aku akan merenggut seluruh dunia mewahmu.

1
Siti Sarfiah
bisa " terjadi perang batin🤣🤣
Siti Sarfiah
wah, dh positif, nyonya Megantara, semangat👍💪
Siti Sarfiah
siap" saja nanti erica jadi tantenya kuda nil😄😄
Muft Smoker
satu pengkhianat udh di Brantas ,,
semoga msalaah yg ad bisa selesai satu persatu termasuk kematian viona
Muft Smoker: yx kak ,, dan jgn lupa di amin kan 😁😁
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
apakah ini takdir apa jodoh?
Siti Sarfiah
wahh seru sekali semangat erica 💪 mudahan berhasil , lanjuuuttt
Siti Sarfiah
saya baru masuk baca ceritanya , kasian ceritanya di tikung dan di hianati, semangat dan lanjut lagi bacanya👍💪
Muft Smoker
pengkhianat sudah beranak Pinak eshar ,, tp melihat ketangguhan kalian ,, pasti bisa membabat habis para pengkhianat itu ,, 😁😁😁😁
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 🥰
Elisabeth Ratna Susanti
baca surat auto nyanyi surat cintaku yang pertama, eh....../Facepalm/
Muft Smoker
waah ad yg main2 dg singa perbatasan ,,
sperti ny mereka terlalu meremehkan sang jendral dan istrinya ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
berasa jd reporter dadakan yx kak ,,
😂😂😂😂
Muft Smoker: 👍👍👍👍👍👍😁😁😁😁😁
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
pak jendral cemburu juga ya😄
Muft Smoker
si hilya dan axelo di satukan ,, pasangan yg cocok buat bikin huru hara ,, 😂😂😂 ,,



lanjut kak ,,
Muft Smoker: nah betul kak ,, makin pusing deh si eshar ma erica 🤣🤣🤣
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
Muft Smoker
kalo liat cara viona menyembunyikan sesuatu yg penting ,, berarti viona di masa lalu bukan org biasa yx ,,
Muft Smoker: maksud ny bukan hanya seorang pendiri megantara ,, tp punya sisi yg lain gtu kak ,, soalny keliatan cerdas , hati2 tp punya cara melindungi hal2 penting dg cara gx terduga ,,
total 3 replies
Muft Smoker
msh byk Teka teki dcerita ini ,,
dtggu kelanjutan ny yx kak
Elisabeth Ratna Susanti
sang jenderal memang selalu awur2an auranya 🥰
Muft Smoker
si Benny mau main kucing2an krn tkut ketahuan ,, tp di balas permainan p*nas dua singa perbatasan ,,
syok gx tuh mata2ny ,, 😂😂😂😂
Muft Smoker: nah bnr kak ,, panas dingin gx tuh 😂😂😂
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
makin seru 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!