Hidup Anaya tidak pernah beruntung, sejak kecil ia selalu di jauhi teman-temannya, dirundung, di abaikan keluarganya. kekacauan hidup itu malah disempurnakan saat dia di jual kepada seorang CEO dingin dan dinyatakan hamil setelah melakukan malam panas bersama sang CEO.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
gelisah
Di desa...
Farah duduk di kursi dengan Lastri dan buk Nana di depannya.
"Kamu hamil anak siapa, Fa?" tanya buk Nana.
Ya, Lastri menemukan surat cek kehamilan Farah yang terjatuh dari tas.
Farah tertunduk, ia tak berani menatap mereka.
Bu Nana menyentuh bahunya. "Nak, Coba cerita sama ibu siapa ayah dari anak yang kamu kandung." tanya Bu Nana lembut.
"Iya Fa, bagaimana kami bisa membantu menjelaskan sama orang kampung kalau kamu hanya diam saja seperti ini? Perut kamu semakin hari akan semakin membesar. Kamu tidak bisa menutupi nya terus menerus." kata Lastri lembut.
perlahan Farah mengangkat kepalanya, matanya sudah basah. "Aku di jual sama papa kepada seorang lelaki." Farah menggantung ucapnya seolah kata-kata berikutnya sangat berat untuk dikatakan.
"Dan...malam kelam itu menumbuhkan kehidupan baru dalam rahimku." Air matanya mengalir deras, memory malam itu kembali berputar di kepalanya.
"Astaghfirullah," Bu Nana menutup mulutnya tak percaya.
Lastri ikut menangis dan langsung memeluk Farah.
"Maaf karna kami memaksa mu untuk menceritakan kisah tragis itu."
Farah menggelengkan kepalanya, "Tidak... Kamu benar las. cepat atau lambat semua pasti akan tahu mengenai kehamilan ku."
Bu Nana menatapnya sambil menggenggam tangan lembut. "Kamu tidak sendirian, kami disini bersamamu."
"Jangan difikirkan lagi ya, sekarang kamu sudah bersusah payah memulai kehidupan baru. Jadi, jangan merusak nya dengan kenangan buruk itu."
Farah terharu melihat respon baik dari mereka. Ia sudah mempersiapkan diri jika dunia tidak menerima dia dan anaknya dia akan menerima segala caci makian orang-orang terhadap nya.
Dia akan menjadi garda terdepan melindungi anaknya kelak dari nyinyiran orang-orang.
Namun yang tidak ia sangka ternyata orang-orang di kampung ini sangat baik.
~
Sudah satu Minggu Jackson berdiam diri di rumah. Ia tidak keluar kamar sama sekali. tubuhnya sangat lemah, hidungnya sangat sensitif mencium bau-bau makanan.
Mual itu masih terus berlangsung selama beberapa Minggu ini sehingga membuat nya tidak bertenaga.
bayangan gadis itu terus menghantuinya. Apa lagi bekas luka di tubuhnya. Tiba-tiba ia teringat saat menggauli gadis itu. mengingat jelas bentuk tubuhnya yang sangat saksi dan menggoda membuat adik kecilnya berdiri.
"Jackson, apa kamu sakit?" lamunannya akan malam itu seketika membuyar mendengar suara lembut seorang wanita yang tiba-tiba masuk ke kamar nya.
Jackson menoleh, disana wanita paruh baya berjalan ke arahnya dengan pakaian modis. Walupun usianya sudah menginjak 69 tahun tapi wajah nya masih sangat cantik dan pakaiannya sangat modis dan elegan.
Wanita paruh baya itu adalah Oma Fani, ibu dari ayah Jackson. William Henry.
"Oma sudah pulang?" Jackson bangun dari tidurnya.
Oma Fani mengangguk, "Baru saja, mama kamu bilang kamu lagi sakit." ucapnya duduk disebelahnya sambil meletakkan punggung tangannya di dahinya.
"Tidak panas," gumamnya.
Jackson menggenggam tangan Oma, "Tidak apa-apa Oma. Aku tidak sakit. Hanya saja perutku terasa tidak nyaman."
"Kamu pasti masuk angin karna bekerja sampai larut malam. Nanti Oma bikinin rebusan air jahe biar perut kamu hangat."
Walupun Oma Fani terlihat modern tapi dia masih mempercayai petuah orang dulu.
Sejatinya Oma Fani terlahir di desa. Jadi, ia banyak tahu mengenai pengobatan tradisional seperti ini.
"Kamu ini sudah seperti ibu hamil saja." celetuk Oma.
Vena menyahut, "Bener ma, aku juga mikir kaya gitu. Masa satu Minggu ini terus muntah-muntah, kepengen yang aneh-aneh. Terlebih lagi mangga muda,"
Oma Fani menatap Jackson penuh selidik. "Apa kau menghamili seorang gadis di luar sana?"
Jackson langsung menyela. "Oma ini bicara apa? itu tidak mungkin."
"Oma hanya bertanya jangan panik begitu." Ucap Oma Fani, "Tapi... Kalau oma tahu kamu melakukan hal bejad itu, Oma tidak akan segan-segan menghukum mu. Ingat! Keluarga kita tidak ada yang brengsek." ancam Oma Fani.
"Papa setuju sama Oma, jangan jadi pria brengsek. Sudah meniduri seorang gadis terus ngak mau bertanggungjawab." sahut papanya William.
Jackson terdiam dengan pikiran yang dipenuhi Bayangan Farah. Memikirkan hal-hal konyol yang terasa mustahil.
"Bagaimana kalau malam itu menumbuhkan kehidupan baru didalam rahim nya?" Jackson sangat ingat jelas dia membuang semuanya didalam.
Ditambah lagi ia melakukannya bukan hanya sekali tapi berkali-kali.
Jackson menggelengkan kepalanya mencari mencoba menepis segala kemungkinan yang konyol itu.
"Tidak mungkin hanya sekali main bisa membuat dia hamil." gumamnya dalam hati.
Hingga larut malam Jackson tak juga bisa terpejam. Ia terus membolak-balikkan tubuhnya di atas kasur empuk berukuran king size itu.
Namun tempat tidur yang besar dan empuk itu pun tak dapat menghantarkan nya kedalam mimpi yang indah. Karna sekarang ia sedang gelisah. Sejak tadi ia terus memikirkan ucapan Oma nya.
"Kemana perginya gadis itu? Aku harus segera menemukan nya dan memastikan sendiri bahwa dia tidak hamil."
Jackson merasa hampir gila setiap hari memikirkan gadis itu saja. Bayangan gadis itu begitu menghantuinya.
Jackson menghembuskan nafas panjang, "Jika gadis itu beneran hamil, dan yang dia kandungan adalah anakku. Aku bisa di tendang sama Oma ke planet mars."