NovelToon NovelToon
Harga Diri Yang Tergadaikan

Harga Diri Yang Tergadaikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: dewidewie

Seorang gadis yang memiliki kelainan jantung sejak lahir, harus bertahan hidup sendiri membesarkan kedua adiknya.

Kerja keras dan banting tulang sanggup dia lakukan demi masa depan adik adiknya. Bahkan masa depannya sendiri tak pernah dia pikirkan.

Hingga suatu ketika keadaan memaksanya untuk menggadaikan harga diri serta hidupnya.

Dan dengan terpaksa harus menikah dengan orang yang tak pernah mencintainya.

Nah, untuk mengetahui kisah selanjutnya? Simak saja di karyaku yang terbaru berjudul
" Harga Diri Yang Tergadaikan ".

Selamat membaca, jangan lupa subscribe, like, vote, dan semua dukungan. 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewidewie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter: 5

" Erick , kok gak jawab !" Panggil Nabila yang hanya dibalas sebuah senyuman kecut dari pemuda tampan itu.

Nabila menghela nafas dan menggeleng perlahan " Dasar, eh itu yang bener dong kerjanya, yang itu jangan dicampur Erick nanti bisa diretur sama klien".

Erick mengangkat kedua alisnya " Mana sih yang dicampur, bukannya ini sama ".

Erick menunjukkan dua buah barang yang hendak dia packing kepada Nabila.

" Berbeda Erick, lihat dong dengan teliti. Makanya kerja itu pakai hati harus ikhlas. Jangan sembarangan dong, alih alih kerugian bukan kita yang tanggung, eh siapa bilang tetap kita yang akan rugi. Karena nanti kita juga yang harus bekerja keras mengganti semua barang, waktu kita akan terbuang sia sia Erick".

Erick melemparkan pandangannya ke arah lain sambil menyengirkan sudut bibirnya.

" Iya iya dah kayak nenek nenek cerewet, untung cantik kalau enggak dah aku lempar kardus dari tadi"

" Eh eh ngomong apa Erick, kalau dibilangi itu nurut jangan nyolot saja kayak mercon. Memangnya kamu mau dipecat dari sini"

Dalam hati Erick bergumam sendiri " Ya gak mungkinlah gue dipecat pabrik ini milik keluarga gue hahaha".

Nabila menatap Erick dengan sinis sebelum kembali melanjutkan pekerjaannya.

Tiba tiba terdengar langkah kaki beserta suara roda troli dari arah pintu gudang. Dan terlihat beberapa orang pegawai memakai seragam yang sama dengan Nabila dan Erick. Mereka adalah Yanto, Ruli dan Arman yang hendak mengambil barang barang untuk dibawa ke proses pengangkutan.

" Mas Yanto, kalian mau ambil barang? Ini mas sudah selesai pengepakan. O iya kenapa sih harus dipacking nya di gudang biasanya kan di ruang pengepakan mas" Tanya Nabila tanpa menoleh karena masih sibuk dengan barang terakhirnya.

" Kami tidak tahu mbak, ini perintah dari manager gudang" Jawab Yanto

" Baiklah silahkan di bawa, Erick kamu catat ya berapa kodi yang mereka ambil, aku mau istirahat dulu sebentar "

Dengan mendengus kasar Erick terpaksa mengiyakan dan mengambil alih buku catatan yang biasanya dikerjakan oleh Nabila seorang diri.

Nabila tersenyum dan menyandarkan tubuhnya di sisi bangku dengan nafas mulai tidak beraturan.

Arman yang melihat kegelisahan di wajah Nabila yang mulai pucat pun segera bergegas melangkah mendekatinya " Bil, kamu gak apa apa? Bu Emma keterlaluan seharusnya kamu tidak sendirian di sini ".

Erick menoleh dan melotot tajam " Heh sialan, lo anggap gue ini apa hah! Dari tadi itu gue di sini bersama Nabila malah dibilangnya dia sendirian, apa mata lo rabun gak lihat keberadaan gue! "

Arman menoleh pada Erick dengan tatapan yang sama tajamnya " Ya jangan nyolot dong! Palingan lo cuma bikin masalah saja, tetap Nabila yang bekerja sendirian! ".

" Apa! Sini gue hajar muka lo dasar brengsek!"

Buks

Buks

Buks

Tanpa aba aba Erick memberikan bogem kepada Arman dan perkelahian di antara mereka pun terjadi yang membuat Nabila semakin pucat karena jantungnya terpacu dengan cepat.

Deg

Deg

Deg

" Achhh" Nabila mengerang kesakitan karena dadanya sesak tak bisa bernafas.

" Hentikan! Man, Nabila Man" Teriak Rulli.

Arman dan Erick yang saling mencengkram kerah satu sama lain pun menoleh bersamaan.

Yanto menopang tubuh Nabila yang mulai lemas " Nabila! Kamu gak apa apa kan? ".

Erick pun melepaskan cengkraman tangannya di leher Arman dan berlari untuk melihat keadaan Nabila.

Nabila mulai kehilangan kemampuan bernafasnya membuat semuanya bingung. Erick meraih tubuh Nabila kemudian merebahkannya dilantai dan menekan dada Nabila dengan kedua tangannya.

" Apa yang kamu lakukan bocah sialan! " Teriak Arman dalam keadaan yang sama paniknya.

Erick tak memperdulikan ucapan dan umpatan Arman dia terus berusaha menekan dada Nabila untuk mengembalikan detak jantungnya.

Namun Erick semakin bingung dan keadaan pun mulai genting karena Nabila masih belum sadar dengan denyut nadi yang sangat lemah.

" Kita bawa saja Nabila ke rumah sakit secepatnya! " Ucap Yanto yang sama paniknya dengan yang lainnya.

" Tidak ada waktu, kita harus mengembalikan detak jantungnya. Perjalanan ke rumah sakit membutuhkan waktu belasan menit dan itu cukup lama dia tidak akan mampu bertahan " Jawab Erick tanpa menoleh dengan tangan tetap berusaha menekan dada Nabila.

Arman mulai tidak sabar dan kembali tersulut emosi karena menurutnya Erick hanya mencari kesempatan untuk bisa menjamah tubuh Nabila.

" Pemuda brengsek! Lebih baik kamu pergi, biarkan kami yang membawa Nabila ke rumah sakit! "

" Sudah aku bilang tidak ada waktu untuk membawanya ke rumah sakit" Jawab Erick.

" Terus apa yang bisa kamu lakukan hah! Awas saja kalau sampai terjadi sesuatu dengan Nabila aku hajar kamu! "

Lagi lagi Erick tidak bergeming kemudian menatap wajah pucat Nabila dengan lekat dan membuka sedikit mulut gadis itu dan.

Cup

Yanto, Arman dan Rulli melotot tajam dengan apa yang dilakukan Erick.

Arman hendak menghajar Erick namun ditahan oleh Rulli dan Yanto.

" Man, jangan gegabah barangkali setelah dia memberikan nafas buatannya Nabila bisa selamat " Ucap Yanto sambil memegangi tubuh Arman yang geram dengan Erick karena berani mencium gadis yang selama ini diincarnya.

Erick terus memberikan nafasnya untuk Nabila dengan menempelkan mulutnya dengan mulut Nabila yang pucat.

" Nabila sadarlah " Gumam Erick di sela sela aksinya yang menyalurkan nafasnya.

Dan tak lama kemudian, Nabila mulai menggerakkan tangannya.

Arman, Yanto dan Rulli pun nampak senang melihatnya namun Erick seakan lupa kalau tujuannya melumat bibir gadis itu hanyalah untuk menolongnya menyalurkan nafasnya.

Erick terus menyesap bibir tipis nan manis itu dengan lembut dan dalam seakan menuntut lebih.

Nabila mulai sadar dan membuka matanya perlahan.

Bruaks

Nabila pun mendorong tubuh Erick hingga terpelanting ke belakang.

" Apa yang kamu lakukan Erick! Beraninya kamu mengambil kesempatan di saat aku sedang tidak sadar" Ucap Nabila dengan nada setengah oktav karena merasakan bibirnya sedikit bengkak.

Erick meringis kesakitan dan masih dalam posisi tersungkur di lantai dia memegangi pinggangnya " Ach dasar cewek aneh, bukannya terimakasih malah mendorongku hahhh aduh sakit"

Arman pun segera mendekati Nabila dan memastikan keadaannya sudah baikan.

" Bil, kamu gak apa apa kan? Lebih baik kamu istirahat dulu beberapa hari Bil agar kondisimu semakin baik" Ucap Arman memberikan saran yang dijawab senyuman dan anggukan oleh gadis cantik itu.

Dan anehnya Nabila sudah tidak merasakan nyeri sama sekali di jantungnya, bahkan kondisinya jauh lebih baik dari sebelumnya.

Waktu pun berlalu dengan cepat, sudah saatnya jam pulang kerja. Begitu juga dengan Nabila dan teman temannya.

Namun berbeda dengan Erick yang tidak memiliki tempat tinggal. Dan pilihannya untuk beristirahat saat ini adalah pos satpam. Dia memaksa salah satu satpam senior untuk menerimanya dan membiarkannya beristirahat sebentar setidaknya sampai dia mendapatkan gaji pertamanya, dan itu masih butuh waktu 29 hari lagi.

1
Widia Ningsih
konyol yaa ....masa di tangga/Facepalm/
dewidewie: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Nazefa
lanjut dong kak../Smile/
Nazefa
wah, Wiliam kebablasan ini../Joyful//Joyful/
Nazefa
pasti hati Erick sangat hancur sekarang../Sob//Sob/
Nazefa
ya ampun, berarti selama ini Rima tidak benar-benar ikhlas../Grimace/
F.T Zira
ish..ini sih modusss😏😏😏
F.T Zira
ngakak aku bacanya/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
F.T Zira
sepertinya ada kata yg kurang/CoolGuy//CoolGuy/
dewidewie: heeh kak, kurang nya /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Zhu Yun💫
Selalu pas adegan begini pasti dipertontonkan 🙈🙈🙈🙈
Zhu Yun💫
Waduh apanya yang mengunci nih, atasnya apa bawahnya 🙈🙈🙈🙈
dewidewie: jiahhhhhh/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Mamah dini
cari kes
Nazefa
Si Erland, situasi lagi tegang dan serius gitu malah menegangkan sesuatu yang lain😭
dewidewie: apaan tuh/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Nazefa
semakin menegangkan.. lanjut thor.../Determined/
Nazefa
pas ini Nabila sakit jantungnya.. sayang nggak ada Erick../Curse//Curse/
Nazefa
waduh... kenapa bisa tiba-tiba kecelakaan terus meninggal. apa aku melewatkan satu bab tentang mereka?
dewidewie: enggak kak nanti penjelasan di bab selanjutnya ada flashback nya
total 1 replies
Nazefa
sayang sekali, Kania yang masih SMA harus melakukan semua ini../Cry//Cry/
dewidewie: itulah kenakalan remaja kak yang perlu diwaspadai
total 1 replies
Nazefa
Udah, nggak usah pura-pura.. /Joyful//Joyful/
Nazefa
wah, sudah terlihat ini alurnya ke mana... pasti itu anu anu../Smirk//Smirk/
Nazefa
jadi curiga../Chuckle/
Nazefa
nah kan, kena batunya sendiri..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!