NovelToon NovelToon
Usia 40+, CEO Jatuh Cinta Padaku

Usia 40+, CEO Jatuh Cinta Padaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Mafia / CEO / Cinta Lansia
Popularitas:29.9k
Nilai: 5
Nama Author: Vlaucia Campos

Pada usia 44 tahun, Donatella terjebak di titik terendah dalam hidupnya setelah mengalami lebih dari 20 tahun penderitaan mental. Ini memberi pukulan yang menghancurkan pada perasaannya, tetapi dia sudah muak akan semua ini dan telah bangkit kembali, meski dia tidak yakin apa yang akan terjadi.

Leonardo, seorang duda tampan dan misterius, seorang pengusaha yang dikejar banyak orang, telah berubah menjadi pria yang dingin dan tanpa ampun setelah mengalami penderitaan dan pengkhianatan.

Namun, takdir suka memberikan kejutan dan menempatkan kita dalam situasi yang tidak biasa, dan begitulah cara mereka bertemu…

Ikuti aku! Mari kita mulai perjalanan yang penuh dengan perjuangan, keberanian, dan cinta. Tentu saja, dengan sedikit komedi juga...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vlaucia Campos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terguncang...

Donatella

Aku tiba di apartemen dalam keadaan terguncang. Manu dan Julia sedang mengerjakan tugas kuliah, dan saat melihatku dalam kondisi seheboh itu, mereka langsung berhenti...

"Mama! Ada apa? Mama terengah-engah, kelihatan terguncang, gugup..." kata Manu.

"Nak, apa aku kelihatan terguncang? Mama sedang kelebihan adrenalin, girls!!! Kalian tidak akan percaya apa yang Mama saksikan. Ada tembakan, teriakan, teriakan Mama juga, orang-orang mati, laki-laki dan makin banyak laki-laki, darah, senjata, dan sepertinya malaikatku membunuh satu orang," cerita Donatella.

"Mama!!! Ya Tuhan, bagaimana bisa malaikat Mama membunuh orang?" tanya Manu ketakutan.

"Begini, Mama pejamkan mata, lalu boom dan bam, dia terpental..."

"MAMA!!! Mama menabrak seseorang? Mama menolongnya? Menelepon polisi? Dan dengan mobilku?" tanya Manu panik.

"Tunggu, mobilnya atas nama Mama, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Panggil ambulans? Untuk siapa? Tunggu, orang yang mati itu tidak bilang butuh bantuan. Dan polisi? Kurasa hal yang paling tidak mereka inginkan justru polisi," kata Donatella.

"Ya Tuhan! Mama, tenang dan ceritakan yang sebenarnya. Maksudnya mati bagaimana? Mama membunuh seseorang?" tanya Manu, sementara Julia hanya tertawa karena cara Donatella bercerita begitu lucu.

"Tidak! Kalaupun ada yang membunuh, itu si malaikat. Dia yang memberiku ide untuk menabrak orang itu," kata Donatella.

"Mama, ampun! Mama menabrak seorang pria sampai mati! Ayo kita ke polisi, aku takut, kita harus ceritakan semua yang terjadi," ujar Manu.

"Oke, Mama akan menenangkan diri dan menceritakannya, nanti kau akan mengerti. Dan Mama berani bertaruh mayat-mayat itu pasti sudah lenyap cepat-cepat."

"Mayat-mayat???" seru keduanya ketakutan.

"Tenang, mereka yang saling bunuh, meski Mama juga sedikit membantu..." Lalu ia menceritakan semua yang telah terjadi...

"Ma, lalu sekarang bagaimana?" tanya Manu.

"Sekarang, Mama akan periksa apakah ada goresan di mobilmu, lalu melupakan semua ini. Mama tidak tahu siapa mereka, dan tidak adil kalau satu lawan lima atau enam, entahlah, Mama tidak menghitung dengan pasti... Lagi pula Mama tidak membunuhnya dengan menabraknya. Mama lihat sendiri saat si ninja itu meloloskan diri, tiba-tiba saja, lalu menghampirinya dan bam-bam-bam... dia habisi. Persis seperti adegan film, tapi langsung di depan mata! Sungguh menegangkan," kata Donatella.

"Menegangkan? Orang mati, tembakan... Ma, berhentilah bertingkah gila, Mama harus lapor polisi," ujar Manu.

"Wah! Anda memang luar biasa, Nyonya Donatella," celetuk Julia sambil tertawa.

"Sudahlah, Ju, nanti Mama malah merasa sudah bertindak benar," kata Manu.

"Tapi, Manu, apa lagi yang bisa dilakukan mamamu? Seperti katanya, dia tidak mungkin membiarkan seorang pria dibunuh dalam keadaan tak berdaya. Lagi pula dia tidak membunuh orang itu, cuma memberi sedikit dorongan," balas Julia.

"Tetap saja kurasa kita harus ke kantor polisi dan menceritakan yang sebenarnya," kata Manu.

"Baiklah, ayo kita ke sana, dan Mama akan bilang pada komisaris atau polisinya. Dengarkan bagaimana Mama akan menjelaskannya... Aku masuk ke sebuah gang kecil untuk menepi dan membetulkan alamat di GPS, karena aku tersesat. Lalu aku melihat seorang pria dihajar, berlumuran darah, sekitar lima atau enam orang mengelilinginya sambil menendang, dan salah satunya menghunus pistol hendak menembak kepalanya. Lalu si jenius di sini menginjak gas dan membuat orang itu terpental. Tiba-tiba, sang korban berubah jadi ninja, membunuh orang yang kutabrak dengan mobil, lalu muncul dua pria lagi yang menembaki! Si ninja berjalan ke arahku dan aku kabur! Bagaimana kalau dia mau melenyapkanku juga? Ini pasti soal narkoba, geng, mafia, entah apa lagi...

Menurutmu dia akan percaya? Dia malah akan menyuruh orang mengurungku di rumah sakit jiwa! Karena aku berani bertaruh mayat-mayat itu pasti akan lenyap. Dan seandainya pun dia percaya, dia akan bertanya, apa aku bisa mengenali salah satu dari mereka?

Dan jawabanku pasti, aku bahkan tidak tahu siapa diriku di saat itu, apalagi orang-orang lainnya. Kau mengerti, Manu, mereka bukan orang-orang tak berdosa, aku yakin bukan.

Begini saja, kalau beritanya muncul di media, aku akan pergi ke kantor polisi dan menceritakan semua yang kulihat dan kulakukan. Tapi kalau tidak muncul di mana pun soal ini, dan mayat-mayatnya menguap, aku tidak akan bilang apa-apa, bagaimana kalau mereka ingin membunuhku," kata Donatella.

"Baiklah, aku setuju, Ma. Tapi kalau muncul sesuatu, Mama harus menyewa pengacara dan kita ke sana untuk menceritakan semuanya," ujar Manu.

"Sepakat. Percayalah, ini urusan besar, tidak akan ada beritanya. Mama baca novel-novel, dan mafia memang melakukan hal-hal semacam ini," kata Donatella.

"Ma, Mama ini gila, dan hal-hal soal mafia begitu itu tidak ada," sahut Manu.

"Hmm, terserah kau saja," balas Donatella.

Di sisi lain

Leonardo

Siapa gerangan yang menyelamatkanku? Aku harus membalas budi orang itu dengan layak, entah pria atau wanita. Karena kaca mobilnya gelap, aku tak bisa melihat wajahnya. Yang jelas, dia orang baik.

"Sobatku, kurasa yang menyelamatkanmu itu seorang wanita!" kata Ítalo.

"Seorang wanita?" tanya Aurélio.

"Ya, setidaknya mobilnya atas nama seorang wanita," jawab Ítalo.

"Hmm, siapa dia?" tanya Leonardo.

"Jadi mobilnya atas nama Maria D. (Donatella) Felices. Aku tidak tahu apakah dia yang mengemudi, tapi dari nama dan marganya, aku menemukan bahwa dia istri Bernardo Felices, seorang pengusaha dari Aversa," kata Ítalo.

"Baik, simpan dulu sampai kita kembali. Cuma pastikan mereka tidak sampai bermasalah gara-gara mobil itu," kata Leonardo.

"Beres, kurasa mereka tidak akan bermasalah, karena kita bahkan tidak meninggalkan jejak. Pembersihan selesai dalam hitungan menit dan tak seorang pun melihat. Kau tahu sendiri, rasa takut dan beberapa keping euro bisa membuat keajaiban," ujar Ítalo.

"Bagus," jawab Leonardo.

"Wah, lihat betapa dia memotivasi kita," celetuk Aurélio sambil tertawa.

"Begitu kita kembali, aku ingin kalian cari tahu siapa yang mengemudi, aku akan memberinya imbalan," kata Leonardo.

Mereka pun berangkat.

1
💕Rose🌷Tine_N@💋
otorrr....kpn upadate nih...
jgn bilang mau hoitus yaaa😅
please...ini seru kok ceritanya👍
Ciklin Md Noh
jalan cerita menarik, isu dan isi luar jangkaan.teruskan /Good/
Woro Purwanti
menarik
Woro Purwanti
menarik up yg banyak dong thor
💕Rose🌷Tine_N@💋
wow🤪
Mary Lambu
Buruk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!