NovelToon NovelToon
Kuambil Kembali Milikku

Kuambil Kembali Milikku

Status: tamat
Genre:CEO / Keluarga & Kasih Sayang / Wanita Karir / Chicklit / Sugar daddy / Ibu Tiri / Tamat
Popularitas:547.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nindi'G

Bercerita tentang seorang wanita yang sedang bekerja di kota lain demi bisa menghidupi anaknya. Nabila Maharani namanya, bekerja sebagai karyawan biasa disebuah perusahaan dikota tempat tinggalnya. Karna tuntutan pekerjaan Nabila terpaksa meninggalkan anaknya bersama sang suami dikampung halamannya....


Apa yang akan terjadi, Ikuti kisah selanjutnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nindi'G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Menyangka

Mereka menunggu makanannya datang dengan menonton drakor yang kebetulan mereka berdua sukai, jadi klop lah mereka ini jadi teman.

Saat sedang seriusnya menonton tiba-tiba bell rumah berbunyi, Clara yang tau itu siapa segera keluar dan tidak lama kemudian masuk lagi sambil membawa paperbag yang isinya makanannya yang dipesan tadi.

"Makanan datang," teriak Clara.

"Ya Allah... Mba Clara, saya kira apaan pake teriak segala."

"Hehehe lagi happy Mba karna lagi lapar-laparnya makanannya datang juga."

"Iya udah kamu tunggu sini, saya kebelakang ambil piring." Nabila menuju dapur mengambil piring 2 buah dan dua pasang sendok dan garpu.

Mereka makan dengan lahap sambil menonton drakor yang mereka sukai.

Clara sudah pulang kerumahnya, kini Nabila sendiri dirumah itu. Nabila ingat belum memberi kabar suami dan ibunya.

"Telfon mas Sam dulu baru ibu." Nabila mencari nomor suaminya setelah dapat langsung dihubungi.

Tuut tuut...

"Hallo assalamualaikum, mas."

"Waalaikumssalam, sayang. Baru sampai ya?"

"Maaf mas aku lama ngabarin, tadi ngobrol dulu sama orang yang tadi jemput dibandara dan diantar juga kerumah fasilitas dari kantor."

"Iya sayang nggk apa-apa, kamu ngasih kabar aja mas udah bersyukur."

"Kamu dimana mas?"

"Masih di cafe, sayang."

"Kamu jangan lupa makan teratur, mas. Jangan sampai kamu drop karna makan tidak teratur."

"Iya, sayang. Mungkin sekarang mas akan lebih sering makan dicafe karna sekarang istri mas yang hobi masakin suaminya ini lagi nggk ada dirumah," gurau Samudra membuat Nabila tersipu.

"Iih mas kamu bisa aja, itu sudah kewajibanku mas menuhin isi perut suami, hehehe."

"Hahaha tapi nggk apa-apakan sayang mas lebih sering makan dicafe?"

"Ya nggk apa-apa mas, kan dicafe juga makanannya sehat dan bersih jadi boleh aja yang penting nggk telat makannya."

"Siap, bu bos. Pasti pesan bu bos akan selalu diingat."

"Bagus mas harus diingat dan yang paling penting jaga hati mas."

"Hanya kamu seorang sayang yang ada dihati mas, kamu juga harus jaga hati disana."

"Siap pak bos. Mas udah dulu yaa, aku mau nelfon ibu. Kangen juga sama Raksa."

"Iya, sayang."

"Assalamualaikum, mas."

"Waalaikumssalam, sayang."

Nabila lanjut mencari nomor ibu nya setelah dapat langsung ditelfon, "semoga ibu nggk sibuk."

Tuut tuut (bunyi dering telfon)

"Assalamualaikum, bu."

"Waalaikumssalam, nak."

"Ibu maaf baru ngabarin."

"Iya, nak. Nggk apa-apa, kamu usah sampai?"

"Iya, bu. Ini sekarang Nabila lagi dikamar."

"Alhamdulillah, nak. Tempat tinggalnya nyaman?"

"Alhamdulillah nyaman bu, rumahnya lumayan besar dan juga perabotannya sudah lengap, bu."

"MasyaAllah, nak. Baguslah kalau tempatnya nyaman ibu jadi tenang."

"Ibu nggak usah khawatirin Nabila. Raksa mana, bu?"

"Ini lagi main."

"Aku ubah panggilan ke vc ya, bu. Nabila pengen liat Raksa." segera Nabila mengubah panggilan ke vc dan ibu langsung mengarahkan kamera kewajah Raksa.

"Assalamualaikum anak ibu." mata Nabila berkaca-kaca melihat anaknya karna baru kali ini Nabila ldran dengan anaknya.

Mendengar suara ibunya Raksa langsung menoleh dan mencari ibunya, "Ibu..." panggil Raksa.

"Hi anak ibu, Raksa lagi apa nak?" tanya Nabila.

"Waalaikumssalam, bu. Aksa lagi main lego, bu." Raksa mengambil mainannya dan menunjukkan ke Nabila.

"Waah... Raksa lagi buat apa itu?"

"Aksa buat lobot ultlamen, bu."

"MasyaAllah pintarnya anak ibu, Raksa jangan nakal ya nak kasian nenek kalau Raksa nakal."

"Iya bu Aksa janji tidak nakal, Aksa shayang nenek."

"Alhamdulillah... Bagus, Nak. Raksa boleh hpnya dikasi ke nenek? Raksa lanjut main ya nak."

"Iya, bu. Aksa main dulu yaa... Nek ini hp nenek."

"Iya nak kenapa?"

"Bu Nabila tutup ya telfonnya, nanti Nabila telfon lagi. Lagi istrahat dulu."

"Iya nak istrahat lah."

"Assalamualaikum."

"Waalaikumssalam."

Setelah sambungan telfon terputus Nabila meletakkan hpnya diatas nakas samping ranjang. Nabila baru merasakan lelah karna seharian terlalu sibuk.

Adzan subuh berkumandang di mesjid, Nabila yang mendengar itu segera bangun dan bersiap untuk melakukan kewajibannua. Setelah shalat subuh 2 rakaat Nabila melanjutlan dengan mengaji sebelum memulai aktifitas yang lain.

Sekarang Nabila sudah siap dengan pakain kerjanya dan menunggu Clara diteras rumah. Melihay Clara sudah mengeluarkan mobilnya Nabila mengunci pintu dan segera menyusul Clara.

"Assalamualaikum, Mba Clara. Selamat pagi."

"Waalaikumssalam, Mba Nabila. Pagi juga. Udah siap kerja ditempat baru?"

"Bismillah... Siap, Mbak" jawab Nabila dengan seyuman.

Tidak ada percakapan yang terjadi antara mereka dalam perjalanan menuju kantor. Clara memutuskan memutar musik untuk meramaikan perjalanan mereka.

30 menit wakyu yang dibutuhkan untuk sampai di kantor. Kini mobil Clara arahkan menuju parkiran kantor khusus karyawan. Setelah menemukan posisi yang tepat untuk mobilnya Clara menghentikan mobilnya.

"Ayo, Mbak. Kita masuk," ajak Clara.

"Iya. Kantornya besar ya, Mbak."

"Jelas besar, Mbak. Namanya juga kantor pusat makanya besar begini."

Mereka berjalan beriringan masuk kedalam kantor menuju lift khusus karyawan yang akan langsung membawa mereka kelantai yang diinginkan..

Clara berhenti diruangan paling ujung dilantai 4. Nabila ikut berhenti melihat Clara.

"Mba, ini ruangan pak Rudi. Pak Rudi HRD di kantor ini. Saya cuma bisa antar mba Nabila sampai disini aja yaa mba karna memang saya ditugaskan untuk mengantar, Mbak. Saya permisi ya, Mbak."

"Iya Mba Clara. Makasih." Clara berlalu meninggalkan Nabila yang masih terus memperhatikan Clara yang sudah masuk kedalam lift dan akan menuju ruangannya.

Nabila berbalik dan mengetuk pintu (tok tok tok)

"Masuk!" mendengar perintah dari dalam Nabila membuka pintu dengan pelan dan melangkah masuk.

"Permisi, Pak," ucap Nabila memberikan hormat pada pria yang bernama Rudi Baskoro itu nama lengkap yang Nabila lihat di atas meja.

"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Pak Rudi.

"Maaf mengganggu waktunya, Pak. Saya Nabila Maharani dari kantor cabang Pontianak, Pak."

"Oh.. Ibu Nabila Maharani. Silahkan duduk, Bu Nabila. Perkenalkan nama saya Rudi Baskoro, panggil saja pak Rudi."

"Iya, Pak Rudi," ucap Nabila dengan senyum.

"Baiklah, ini kontrak kerjanya. Silahkan dibaca dulu sebelum Ibu membubuhkan tanda tangan," ucap Pak Rudi seraya menyerahkan dua lembar kertas berisi kontrak kerja pada Nabila.

Sejenak ruangan menjadi hening, Nabila sibuk membaca setiap point dalam surat kontrak kerja. Pak Rudi melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda seraya menunggu Nabila menyelesaikan membaca surat kontrak kerja.

"Baik, Pak. Saya sudah membacanya."

"Bagaimana Ibu Nabila? Apa setuju dengan point-pointnya?" Pak Rudi menghentikan pekerjaannya.

"Iya, Pak. InsyaAllah saya siap."

"Baiklah, silahkan tanda tangan disini," ucap pak Rudi seraya menunjuk posisi yang akan dibubuhkan tanda tangan oleh Nabila. "Mulai hari ini Ibu sudah bisa mulai kerja, posisi Kbu Nabila dikantor ini sebagai sekretaris CEO perusahaan, jadi ruangan Ibu ada depan ruangan CEO, ada dilantai 6 bangunan ini."

"Sekretaris, Pak?" tanya Nabila terkejut.

"Iya, Ibu Nabila disini jadi sekretaris CEO, dan soal gaji tadi ibu sudah baca. Itu kontrak khusus sekretaris disitu ada nominal gajinya."

"Baiklah, terimakasih atas kepercayaannya."

"Ini juga rekomendasi dari kantor cabang, jadi kami percaya kalau Ibu Nabila bisa. Tunggu sebentar, saya akan panggil seseorang untuk mengantar ibu Nabila keruangan baru, Ibu."

Nabila tidak menyangka bisa menduduki posisi sebagai sekretaris diperusahaan besar di Jakarta. Posisi yang bahkan Nabila sendiri tidak berani membayangkannya.

...----------------...

1
salma
penasaran
Jasmin Melor
Luar biasa
Fetty Fineke
apalagi aku yg suaminya tukang ojek,,tiba2 dikasih ma suami duit segitu,,,,
mustahil .....
Memyr 67
𝗶𝗻𝗶 𝗴𝗶𝗺𝗮𝗻𝗮 𝘀𝗶𝗻𝘁𝗮, 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗻𝗮𝗺𝗽𝗮𝗿 𝗶𝗯𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗴𝗮𝗹𝗮𝗸𝘀𝗶 𝘀𝗲𝗲𝗻𝗮𝗸𝗻𝘆𝗮? 𝗸𝗼𝗸 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗮𝗱𝗮 𝗽𝗲𝗺𝗯𝗮𝗵𝗮𝘀𝗮𝗻? 𝗸𝗮𝗽𝗮𝗻 𝘀𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗱𝗶𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗸𝗮𝗽𝗼𝗸? 𝗸𝘂𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗮𝗷𝗮𝗿 𝗯𝗲𝗻𝗲𝗿 𝗰𝗲𝘄𝗲𝗸, 𝗶𝗯𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶𝘁𝗮𝗺𝗽𝗮𝗿 𝘀𝗲𝗺𝗮𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗱𝗶𝗮.
Astrid valleria.s.
lama banget Thor update nya....apa udah ditamatin...ga enak digantung...
Sulfia Nuriawati
kok blm up lg udah lama sekaleeeee
Erina Munir
halluu loh samud....udh dehh ...klo udh ga mampu ya udhh
Jue
Aku ingatkan Caca dan Mamanya aja yang Gila tapi rupanya yang lebih parah adalah Samudra , Sungguh keturunan keluarga yang tidak sedar diri .
AZ & AR
sudahlah samudra. ke kota fokus aja cari adek & mama kau. trus balik ke kampung sono. gk usah cari pintu masuk kehancuran..

udh bener2 di kasih kesempatan buat bahagia eh malah cari kehancuran lagi..
Nindi: Tiupin ketelinga Samudra supaya cepat kembali sadar kak🤭
total 1 replies
Tarminah Tarminah
lo sampai ga bahagia ku skip thor
Sulfia Nuriawati
dih g nyadar, dulu aja cm d jd kan sapi perah, skrg mw d ambil lg, telaaat mantan udah bahagia skrg, jgn d ganggu kalo g mw msk penjara pg
Rizky Sandy
kirain sdh insaf ternyata msh sama saja,,,,,
ros
yg terlanggar nabila pasti cici
Jue
Lucu nih Samudra , Kalau Nabila sendiri ngotot mahu cerai kena pula harus susah-susah rujuk kembali , Kamu aja sudah kek sampah yang layaknya hanya dalam Tong MDKT
Nindi: Entah apa yang dipikiran Samudra ini
total 1 replies
Ali aziz
pokoknya keluarga nabila jangan ada sangkut paut lagi sama keluarga samudera dan jangan pula galaksi dg cici pokoknya putus hubungan telak ga boleh ada ikatan apapun dlm kelurga nabila
Nindi: Oke siap dicatat kak
total 1 replies
Jue
Sungguh muka tak malu Samudra kalau masih tak sedar diri untuk berharap kembali kepada Nabila dan Raksa , Seluruh keluarga Samudra enggak ada benarnya , Nabila yang sudah hidup bahagia dengan Wahyu yang kaya raya serta Galaksi sebagai anak tiri yang baik , Jadi jangan pernah jodohkan Galaksi dan Cici Author , Ya mungkin sikap Cici berubah tapi dia bukanlah jodoh yang baik buat Galaksi , Tambah-tambah lagi kalau harus terikat kembali dengan keluarga mantan sampah , Euuh ... , Sungguh akan merosakkan jiwa Nabila kembali Author .
Nindi: Kapan tobatnya keluarga Samudra
total 1 replies
Erina Munir
niat jelek mah ga bakalan berhasil neeng....prett deh iihh...
Erina Munir
ya...ampuunn....anak n maknya sama aja klakuaan...klakuaan....
Ira
Makin serem aja kelakuan caca
Nindi: Hy, Kak. Terima kasih masih setia jadi pembaca karya author. lopeu sekebooon/Joyful/
total 1 replies
Memyr 67
𝗷𝘂𝗱𝘂𝗹 𝗲𝗽𝗶𝘀𝗼𝗱𝗲 𝗯𝗶𝗸𝗶𝗻 𝘀𝗵𝗼𝗰𝗸. 𝘁𝗮𝗯𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻, 𝗾𝗸𝗶𝗿𝗮 𝘁𝗮𝗯𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗼𝗯𝗶𝗹 𝗴𝗶𝘁𝘂
Nindi: /Smirk/ maafkan author
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!