NovelToon NovelToon
Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Tolong hentikan, tolong!" teriak Zena.

Saat ini gadis dalam ketakutan itu hanya pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa, pria yang sudah pasti dipengaruhi alkohol itu melecehkannya dengan menyobek pakaian Zena.

Tidak ada satupun yang menolong gadis malang itu.

"Tolong jangan lakukan itu!"

"Tolong..."

"Tolong...."

Zena menghindar dengan memukul-mukul dada pria tersebut.

"Aaaaaaaaaa!" Zena seketika berteriak menahan rasa sakit disaat tubuhnya digagahi tanpa ampunan.

Zena pada akhirnya pasrah dengan air matanya menetes, dengan penuh hawa nafsu pria di atas tubuhnya terus mencari kenikmatan.

Zena tampak setengah sadar dengan mata yang terbuka, namun pasrah, sosok pria di atas tubuhnya benar-benar tidak terlihat dan hanya kalung yang tampak bergoyang dan perlahan mata Zena tertutup.

Siapakah sosok pria misterius tersebut dan apakah Zena mampu menjalani kehidupannya setelah kejadian kelam?
Jangan lupa untuk membaca dari bab 1 sampai akhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 1 Malam Petaka

Matahari tenggelam begitu cepat, waktu terasa cepat berlalu. Langit malam diselimuti awan hitam pekat, sejak tadi langit terasa mendung dan ternyata malam ini hujan turun begitu deras hingga menelan setiap suara di sekitarnya.

Kilatan petir berkali-kali membelah langit, disusul dengan gemuruh Guntur yang menggetarkan udara, suaranya terdengar begitu keras.

Hujan deras membuat aktivitas malam berkurang, jalanan tanpa kosong, hanya lampu-lampu jalan yang berkedip-kedip, menciptakan bayangan panjang yang terasa begitu mengerikan.

Gadis remaja memakai seragam SMA putih abu-abu dengan coretan yang terlihat banyak di seragamnya, hijabnya tetap melekat meski sedikit berantakan karena harus berlari tanpa henti di hujan yang deras.

Nafasnya memburu, dadanya naik turun dengan cepat, wajahnya panik, terlihat takut, hanya ingin berlari sekencang mungkin.

Di belakangnya...

Terdengar langkah kaki yang menggema di tengah derasnya hujan, ketakutan semakin menjadi-jadi.

Tap... tap... tap...

Tidak tergesa, namun terus mendekat, gadis remaja itu memberanikan diri untuk menoleh sesaat, yang terlihat hanyalah sosok pria dalam balutan kegelapan.

Wajahnya sama sekali tidak tampak terlihat. setiap kali petir menyambar cahaya hanya memperlihatkan siluet tubuhnya yang berdiri di balik tirai hujan, lalu kembali ditelan gelap.

"Astagfirullah....." lirihnya ketika ketakutan.

Tidak ingin mencari tahu sosok bayangan pria gagah tersebut membuat gadis remaja bernama Zena terus melanjutkan langkahnya, nafasnya semakin tidak stabil, rasa panik dan takut bercampur menjadi satu.

Langkah pria itu semakin cepat, entah apa tujuannya dalam malam kegelapan yang begitu sepi. Tetapi Zena masih bisa memperhatikan langkah pria itu tidak stabil.

"Ahhhhhh....." Zena tiba-tiba saja terjatuh dengan kedua lututnya menyentuh lantai.

Zena berbalik badan, sosok pria itu sudah begitu dekat dengannya.

"Jangan... jangan mendekat..."

Suaranya bergetar, nyaris tenggelam oleh gemuruh hujan.

Tidak ada suara yang diperdengarkan dari sosok pria misterius, hanya Bagaimana pergerakan tubuhnya yang memegang kepalanya dan disaat itu Zena kembali bangkit berdiri, berusaha dengan semampunya, mengambil kesempatan pergi dari tempat itu.

Zena kembali berlari, berbelok ke sebuah gang sempit yang dipenuhi genangan air. Sandalnya beberapa kali tergelincir di jalan yang licin. Hampir saja ia jatuh, tetapi ia memaksakan diri bangkit dan terus berlari.

Zena berpikir dia sudah aman, tetapi ternyata seolah-olah ada jejak kaki yang ditinggalkan membuat sosok tersebut masih terus mengejarnya.

Kilatan petir kembali menyambar.

Kali ini bayangan pria itu jauh lebih dekat.

Begitu dekat hingga bayangannya memanjang di atas genangan air, seolah hendak menelan langkah Zena.

"Ya Allah, bagaimana ini?"

"Siapa dia?"

"Apa yang harus hamba lakukan?"

"Tolong lindungi hamba ya Allah,"

Panik menguasai seluruh pikirannya.

Di ujung gang, sebuah gedung tua yang telah lama terbengkalai berdiri angkuh dalam kegelapan.

Pintu kayunya terbuka sedikit, berayun pelan diterpa angin malam.

Tanpa pilihan lain, Zena menerobos masuk.

BRAKK!!!!!

Pintu kayu tua itu ia dorong hingga tertutup keras.

Tubuhnya bersandar pada pintu sambil menahan napas. Kedua tangannya gemetar hebat, bahkan Zena hampir tidak mampu berdiri.

Lalu...

Zena berharap tempat itu aman untuk berlindung dari sosok yang tidak terlihat tersebut.

Duk...

Sesuatu menghantam pintu dari luar.

Zena langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan agar tidak menjerit, ketakutannya semakin bertambah

Duk... Duk...

Benturan berikutnya terdengar lebih keras.

Kayu tua itu bergetar pelan.

Air matanya mulai jatuh tanpa mampu ia tahan. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga terasa memenuhi telinganya sendiri.

Zena merasa sudah tidak aman membuatnya, langsung mencari tempat persembunyianya, tetapi sungguh sial lagi-lagi tubuhnya terbentur meja yang ada di sana membuat Zena terjatuh.

Brukkk!!!!

Zena kaget dengan mata terbelalak, sosok pria yang dia hindari berhasil membuka pintu dan sekarang berdiri gagah di depan pintu tanpa wajah yang terlihat karena begitu gelap.

Zena menganggap memasuki gedung tua itu adalah tempat berlindung paling aman dan justru dia semakin terjebak.

"Siapa kamu?"

"Jangan mendekatiku pergi dari sini?"

Pria itu dia membisu, langkahnya yang pasti melangkah masuk. Zena semakin panik, lebih panik lagi ketika sosok tersebut berhasil menutup pintu, ruangan yang begitu gelap semakin membuatnya tidak bisa mencari tempat perlindungan, tetapi Zena masih berusaha untuk lari dengan mencoba berdiri.

Sayangnya tubuhnya terlalu lemah, membuatnya mengesot dan tiba-tiba saja kakinya tertarik.

"Lepaskan aku!"

"Lepaskan!"

Zena berusaha menendang sosok tersebut, dalam hitungan detik tiba-tiba saja tubuhnya ditindih, pelecehan mulai dia dapatkan dari sentuhan dengan kedua tangannya dicengkram begitu keras berada di sisi kiri dan kanan kepalanya.

"Tolong pergi!"

"Jangan menyentuhku!"

"Aku mohon pergi!" Zena berusaha menghindar dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, menghindari sosok laki-laki yang ingin menodai bibirnya.

Zena berusaha memberontak, tapi semakin memberontak justru hanya membuang tenaganya dan pria itu semakin gragas

Zena tidak tahu siapa orang yang melecehkannya, hanya bau alkohol yang tercampur dengan bau parfum yang begitu khas.

"Tolong hentikan, tolong!" teriak Zena.

Saat ini gadis dalam ketakutan itu hanya pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa, pria yang sudah pasti dipengaruhi alkohol itu melecehkannya dengan menyobek pakaian Zena.

Tidak ada satupun yang menolong gadis malang itu.

"Tolong jangan lakukan itu!"

"Tolong..."

"Tolong...."

Zena menghindar dengan memukul-mukul dada pria tersebut.

"Aaaaaaaaaa!" Zena seketika berteriak menahan rasa sakit disaat tubuhnya digagahi tanpa ampunan.

Zena pada akhirnya pasrah dengan air matanya menetes, dengan penuh hawa nafsu pria di atas tubuhnya terus mencari kenikmatan.

Zena tampak setengah sadar dengan mata yang terbuka, namun pasrah, sosok pria di atas tubuhnya benar-benar tidak terlihat dan hanya kalung yang tampak bergoyang dan perlahan mata Zena tertutup.

Benar-benar nasibnya, baru saja pulang menyelesaikan tugasnya, Zena terjebak dalam hujan deras, ada orang jahat yang mengikutinya, Zena pikir bisa menghindar dan mencari pertolongan dan tayang sekali, justru dia terjebak dan kehormatannya direnggut oleh orang yang tidak dikenal.

Zena hanya pasrah menerima nasibnya dengan kesuciannya telah direnggut secara paksa.

*********

3 Tahun Kemudian

Langit sore membentang cerah di atas kampus megah sebuah universitas ternama di luar negeri.

bangunan-bangunan bergaya klasik anggun mengelilingi halaman luas yang dipenuhi dengan lautan toga hitam dan senyum penuh kebanggaan. hari ini adalah hari kelulusan dari perjuangan para mahasiswa dalam menempuh pendidikannya.

sorak-sorai menggema memenuhi seluruh Arya kampus.

"Three... two... one!"

dalam sekejap, puluhan mahasiswa, terutama para wanita yang mengenakan toga lengkap dengan selempang wisuda berwarna merah cerah, mengangkat topi toga mereka tinggi-tinggi.

Whoosh!

topi topi toga berterbangan ke angkasa, berputar di udara sebelum membentuk pemandangan yang begitu indah di bawah cahaya matahari.

tawa bahagia dan tepuk tangan saling bersahutan, sementara kilatan kamera terus mengabadikan momen yang hanya datang sekali seumur hidup.

beberapa mahasiswa saling berpelukan dengan mata yang berkaca-kaca. ada yang tertawa lepas, Ada pula yang menutup mulutnya, tak kuasa menahan harus setelah bertahun-tahun berjuang menghadapi tugas, ujian, dan malam-malam panjang yang dipenuhi kerja keras untuk mendapatkan hasil terbaik.

musik perayaan mengalun meriah mengiringi langkah para gagasan yang berjalan melintas halaman universitas. mereka saling berfoto di depan gedung utama, di bawah pepohonan rindang, hingga tanda-tanggal kampus yang selama ini menjadi saksi perjalanan mereka menuntut ilmu di negara orang.

Pada akhirnya hari itu dipenuhi tawa, harapan, dan impian. setiap senyum Yang terukir di wajah para lulus sekolah menjadi bukti bahwa seluruh perjuangan pengorbanan dan kerja keras mereka akhirnya berbuah manis.

Bersambung.....

...Hay para pembaca jangan lupa untuk membaca karya terbaru saya Noda Pernikahan Di Balik Cadar, terus ikuti dan baca dari bab 1 sampai bab akhir, sedikit banyaknya yang kalian berikan kepada saya akan membuat saya semakin semangat....

...Jangan lupa untuk subscribe, like koment dan subscribe dan vote untuk sebanyak-banyaknya, terima kasih untuk para readers, salam cinta dari saya Author........

1
Ariany Sudjana
samudra sudah ada rasa sama Zena, tapi egoisnya tinggi. Zena juga ga mau jujur ....
Marini Suhendar
nah kan ..samudra pelakunya
cepet terungkaplah kasusnya..
Marini Suhendar
wasalam ariana
Marini Suhendar
ayo zena semangat..biarkan suamimu yg bodoh itu
Gian Hazza
lanjut Thor....kapan terungkap pelaku nya nih ....
Marini Suhendar
kamu anggap zena wanita murahan..apa kamu yakin pacar kmu itu masih mahal(segel)
Ariany Sudjana
bodoh kamu samudra, jangan-jangan kamu yang sudah memperkosa Zena, tapi kamu sibuk menghakimi Zena dan malah percaya dengan omongan si pelacur murahan kesayangan kamu itu
Gian Hazza
aq suka alurnya Thor,,,AQ tunggu lanjutannya Thor,,,,semangat sehat selalu...
Gian Hazza
bagus Thor critanya,,,,👍
Marini Suhendar
Zena..memiliki anak
klo bener samudra ayahnya..jangan biarkan dia mengetahuinya..biar menyesal seumur hidupnya..
Oma Gavin
segeralah bercerai Zena dan samudera ngga usah pake lama dan bila nantinya terbongkar samudera yg sudah memperkosa zena hingga punya anak jgn pernah mereka rujuk cukup zena hidup bahagia dgn anaknya saja dan biarkan samudera menikahi ariana
Ariany Sudjana
samudra bodohnya kebangetan, sudah memperkosa Zena, masih juga menjalin hubungan dengan si pelacur murahan itu, dan bodohnya kamu percaya dengan omongan si pelacur murahan itu
Marini Suhendar
kayanyq samudra dulu bisa berbuat begitu k zena..ulah c ulat bulu cuma salah sasaran c samudra
Ariany Sudjana
bodohnya samudra, sudah memperkosa Zena, tapi masih memilih si pelacur murahan itu... kamu akan menyesal
Ariany Sudjana
samudra bodoh, kamu sudah memperkosa Zena, tapi masih memilih si pelacur murahan untuk jadi calon istrinya... katanya CEO tapi bodohnya kebangetan 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
berarti samudra yang memperkosa Zena dulu yah?
Marini Suhendar
samudra kah yg memper...zena waktu itu
Marini Suhendar
mudah"an zena bisa mengungkapkan cerita masa lalunya
Oma Gavin
jgn sampai orang yg melecehkan zena adalah samudera sendiri, tetap semangat dan sabar zena percayalah kebenaran akan terungkap dgn sendirinya cuekin saja samudera mau jungkir balik nikah sama ariana pun biarkan saja tetap focus sama kariermu
Nonecis
good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!