NovelToon NovelToon
Pasti Lebih Bahagia Setelah Dicerai

Pasti Lebih Bahagia Setelah Dicerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cintapertama / Single Mom / Cerai
Popularitas:286.6k
Nilai: 5
Nama Author: OO SWEETIE

Suamiku menikah lagi, kali ini dengan janda yang disebutnya sebagai cinta pertama di masa lalunya. Tidak peduli jika aku sudah memberikan separuh hidupku untuk melayaninya, ia tetap keras kepala.

Pada akhirnya Aku diceraikan karena maduku yang suka mengadu-domba.

Awalnya semua terasa sulit, mengingat aku hanya menjadi ibu rumah tangga saat masih menikah.

Anakku Audrey menjadi milikku, hak asuhnya jatuh padaku, kami berusaha hidup tanpa suamiku yang sudah terkena virus cinta janda 'cinta pertamanya' itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon OO SWEETIE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Saran

"Lihat lah Mas, Istri idaman yang kamu bangga-banggain itu. Dia mengajak anak mu main hujan. Dia tidak takut apa, anak mu sakit?" aku mendengar sayup-sayup kekesalan Sarah yang pasti mengadu pada Mas Dimas.

Tapi aku masa bodoh. Kamu mengambil suami ku bukan masalah, aku masih punya kebahagian lain, Audrey ku.

Sambil mandi, kami juga sibuk bermain di kamar mandi. Aku berusaha membuat putri ku benar-benar bahagia. Aku tahu Audrey sangat suka mandi apalagi di mandi hujan, tapi selama ini tidak ku perbolehkan.

"Ma, memang nya boleh kita mandi hujan?" tanya Audrey.

"Kalau mandi hujan sekali-kali tidak masalah. Tapi yang perlu kamu ingat, jangan main hujan keseringan. Terus jangan mandi hujan di bawah pohon nanti kesambar. Dan setelah mandi hujan, wajib mandi air hangat seperti yang sedang kita lakukan ini," ucapku menerangkan.

Audrey mengangguk. Dia terus tersenyum. Setelah merasa cukup bermain, kami mandi dengan serius.

Aku memakaikan baju di tubuh Audrey saat mas Dimas tiba-tiba masuk ke dalam kamar.

"Kenapa mas?" tanya ku penasaran.

"Kamu main hujan sama Audrey ya dari tadi?"

"Iya, memang nya kenapa Mas?" balas ku.

"Kamu tidak tahu mandi hujan bisa buat Audrey sakit?" tanya mas sok benar. Hahaha, sebentar lagi akan aku buat kamu kesal setengah mati mas.

"Mia tahu mandi hujan bisa buat Audrey sakit. Tapi apa mas lupa? Mas tidak datang ke acara hari Ayah di sekolah Audrey, kelakuan mas bisa buat Audrey mati kesal melihat Mas?" Aku berbicara sambil menatap tajam mata nya. Rasanya muak juga dengan kediaman ini. Semakin diam semakin ditindas!

"Memang nya jam berapa?" tanya mas Dimas. Suara nya tak setinggi sebelum nya.

"Aku kan sudah bilang mas. Jam delapan! Aku yakin seribu yakin, mas lupa!" ucap ku kesal.

"Bukan lupa kami tadi–"

"Apa? Kami apa? Kami hubungan lagi, mau bilang begitu Mas?! Untuk anak darah daging mu sendiri pun kamu tidak sanggup? Hahaha, Papa seperti apa kamu, Mas?"

"Bukan begitu, Sarah hamil. Jadi kami harus check up ke dokter kandungan tadi."

Duar! Setelah mas Dimas mengatakan nya, suara petir menggema.

Aku terkejut. Secepat itu? Seketika aku lemas.

"Check up sampai jam dua belas? Lama kali, dari jam empat subuh sampai jam dua belas. Kalian ngapain aja? Waktu aku hamil Audrey saja, kita hanya menggunakan waktu tiga jam di luar, itu pun sudah paket komplit sama belanja berbagai keperluan. Mas ini gimana sih, anak si Sarah itu anak emas Mas ya? Sampai pake waktu yang lama buat check up?!"

"Aku lupa." Akhirnya Mas Dimas menjawab.

"Wah-wah, sama anak sendiri lupa. Hebat sekali," ucap ku menyindir. "Jadi siapanya yang lebih penting? Sarah atau Audrey, Mas?"

Mas Dimas tidak menjawab. Dia pergi dengan kesal.

Saat aku senang mas Dimas 'mengaku' kalah, Aku baru menyadari Audrey masih ada di samping ku. Anak itu menatap ku dengan tatapan seribu tanya. Jujur, Aku terkejut, "Ma-maafkan Mama ya sayang. Mama tidak tahu kamu ada di sana," kata ku sedih.

"Audrey mengerti kenapa Mama marah. Maafkan Audrey karena sudah menekan mama karena papa tidak datang." Anak ku menangis.

"Tid-tidak sayang, tidak. Seharusnya kamu tidak boleh melihat nya. Maafkan Mama karena sudah bertengkar di depan mata mu tadi."

Aku memeluk Audrey dengan sedih. Anak sekecil Audrey bisa mengalami trauma dan berkepribadian tertutup jika sering melihat kedua orang tua nya bertengkar, maka dari itu aku berjanji dalam hati ku, aku tidak akan bertengkar di hadapan anak ku.

...****...

Dua bulan sudah berlalu.

Kasih sayang, perhatian, kehangatan sudah tidak ada lagi dalam rumah tangga ku dengan mas Dimas.

Mas Dimas semakin keterlaluan, aku dan darah daging nya sendiri tidak dianggap. Jelas hati ku sakit, sehingga adik kandung ku yang sering menghubungi ku mengusulkan supaya aku menggugat cerai dari Mas Dimas.

Apa aku harus menuruti kata adik satu-satu nya yang ku punya itu? Atau tetap bertahan.

1
Marifatul Marifatul
mna nih lnjtan yyy
Marifatul Marifatul
lnjt
Hasrie Bakrie
Mending cerai aj daripada menderita bathin
Hasrie Bakrie
Dimas bangke
Hasrie Bakrie
Assalamualaikum ijin mampir ya
Robin Atun
bentar..kue dia 100cm itu gede banget..serius itu
Wida Listiani
lanjuttt
Arwondo Arni
semoga Audrey kembali sayang dgn ibunya
Elisa Nursanti Nursanti
👍👍👍👍👍👍👍🫰🫰🫰🌹🌹🌹
Author: Hallo kakak, saya tidak akan melanjutkan novel ini, karena saya akan bekerja di GOODWIIL novel, buku terbaru saya berjudul DUDA DAN BABYSITTER jika kakak ingin membaca novel nuansa baru, bisa coba baca di sana. Terimakasih.
total 1 replies
Erni14 Erni
Biasa
Souma Kazuya
Kunjungi karyaku balik kembali ya kk juga dong di "Bibiku Adalah Kekasihku" 🥺
Souma Kazuya
hah, emang salah siapa
Souma Kazuya
weleh2, kok tipe2 istri kedua di novel selalu seperti ini 😖
Souma Kazuya
ayah tipe sampah
Souma Kazuya
Kk, kunjungi balik karyaku juga ya 🥺

di Bibiku Adalah Kekasihku

Chapter 8 nya sudah up lho 😊🙏
Souma Kazuya
itu bukan cinto, tapi nafsu😏
Souma Kazuya
Terongnya aja yg dibelah
Souma Kazuya
mama yang baik (tapi bukan istri yang menggoda)

nyelekit bgt
Defi
Apa Audrey punya kembaran 🤔
Lalu buat apa juga Ayah anak yang mirip Audrey menemui Mia
Arie
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!